Menikmati Kelezatan Jajanan Ramadan Khas Makassar

Tuesday, March 19, 2024


www.mardanurdin.com




----Menikmati Kelezatan Jajanan Ramadan Khas Makassar---


Bulan Ramadan telah tiba, dan bersamanya datang kelezatan jajanan khas yang menggoda lidah. Di Makassar, kota yang kaya akan budaya dan kuliner, jajanan khas Ramadan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa. 

Tak dapat dipungkiri, jajanan khas Ramadan di Makassar tidak hanya menggugah selera tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya kota ini. Dengan berbagai pilihan hidangan yang menggoda, menjelajahi jajanan khas Ramadan di Makassar adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi pecinta kuliner.

Tahun ini, untuk pertama kalinya kami menjalani puasa Ramadan tanpa mama, maka alih-alih bikin kue-kue tradisional yang biasa saya bikin atas petunjuk dan resep dari mama, yang ada hanya beli, itupun hanya kue-kue tertentu saja. Padahal selama bulan Ramadan, segala jenis jajanan khas Makassar tersedia seiring dengan hadirnya penjual jajanan khas Ramadan di mana-mana. 

Nah, kalau ada yang belum tahu, jajanan jenis apa saja yang menjadi ciri khas Makassar dan biasa ada di bulan puasa, maka melalui artikel ini akan saya tuliskan sepuluh jenis jajanan tersebut.


1. Pisang Ijo


Jajanan ini bisa dibilang maskotnya jajanan berkuah dan manis khas Makassar. Bahan dasarnya adalah pisang kepok atau pisang tanduk atau pisang nangka. Pisang tersebut dibalut dengan adonan kulit yang terdiri dari tepung terigu dicampur dengan daun suji, santan dan gula pasir lalu dimasak hingga adonan kalis. 

Pisang yang telah dibalut dengan adonan kemudian dikukus lalu dipotong-potong sesuai selera.

Sajikan dengan bubur sumsum dan sirup DHT.


2. Pallu Butung


Jika pisang ijo, pisangnya dibungkus dengan adonan maka pallu butung pisangnya hanya dipotong-potong sesuai selera lalu dimasak bersama santan dan tepung terigu.

Pallu butung identik dengan rasanya yang manis dari pisang, saus dan tambahan sirop DHT. Teksturnya lembut dan manisnya meresap sempurna.

lengket serta teksturnya yang lembut. Hidangan kuliner ini memiliki cita rasa yang sangat unik dan lapisan kuah santannya. 


3. Jalangkote


Jalangkote adalah jajanan gorengan yang terbuat dari adonan tepung yang diisi dengan campuran kentang, wortel, dan daging cincang. Sekilas mirip dengan pastel, tetapi berbeda secara signifikan. Terutama pada kulitnya. Jika pastel, kulitnya agak tebal maka jalangkote kulitnya cenderung tipis. 

Jalangkote menjadi camilan yang sangat populer di Makassar selama bulan Ramadan.


4. Katiri Mandi 


Katiri mandi adalah kue Bugis yang dihidangkan bersama saus gula merah dan santan. Teksturnya kenyal karena terbuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat-bulat. Rasanya manis dan gurih karena saus santan dan gula merah yang mendominasi. ‘

Sangat cocok dihidangkan pada bulan Ramadan sebagai menu buka puasa.


5. Barongko 


Bahan dasar barongko adalah pisang, telur, santan dan gula pasir. Pisang dihaluskan lalu dicampur dengan telur, santan dan gula pasir kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus hingga matang.

Rasanya yang manis dan gurih semakin terasa sedap dengan aroma daun pisang. Untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih, maka simpan di dalam kulkas beberapa saat sebelum disantap.


6. Kaddo Boddong


Kue tradisional khas Makassar ini adalah kue kesukaan mama saya. Bentuknya mirip dengan dadar gulung, tetapi warna dan rasanya berbeda. Kaddo boddong berwarna putih jika menggunakan tepung ketan putih dan berwarna kehitaman jika menggunakan tepung ketan hitam.

Rasanya manis dan sedikit asin. Rasa asin didapatkan dari kulitnya yang dicampur dengan sedikit garam sedangkan rasa manisnya berasal dari isiannya yang terdiri dari kelapa parut yang dicampur dengan gula pasir.

Sekilas, kue ini memang menyerupai dadar gulung. Tetapi pembedanya adalah bahan baku dadar sebagai lapisan penutup yang memiliki rasa dominan manis atau asin.


7. Dadara Santang


Disebut dengan dadara santang karena bentuknya memang seperti dadar gulung juga warnanya yang hiijau. Yang membedakan adalah isian dan sausnya. 

Dadara santang terdiri dari dadar yang berisikan kacang tanah, gula pasir dan wijen yang dihaluskan. Kemudian diberi fla berupa santan kental lalu disirami dengan sirup DHT.


8. Sanggara Balanda 


Sanggara balanda berbahan dasar pisang, tetapi tidak boleh sembarang pisang melainkan harus menggunakan pisang raja yang tingkat kematangannya pas.

Umumnya sanggara balanda dibelah pada bagian tengahnya lalu digoreng hingga kecokelatan. Belahan tersebut kemudian diisi dengan campuran kacang goreng yang telah ditumbuk kasar, gula pasir, dan juga mentega. Jika suka di bagian atasnya ditaburi keju parut atau coklat meses.


9. Kateri Sala


Sekalipun kue katiri sala lebih sering dihidangkan pada saat ada acara pernikahan, akikah maupun acara tradisi Bugis lain, tetapi katiri sala selalu ada pada setiap bulan Ramadan.

Kabarnya kue tradisional ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Republik Indonesia sejak tahun 2015. 

Rasanya yang legit, manis, dan gurih dihasilkan dari perpaduan ketan dan gula merah yang tersusun sempurna. Lapisan bawah yang terbuat dari ketan yang dicampur dengan santan, sementara lapisan atasnya dibuat dari telur, santan, dan gula merah yang menghasilkan tekstur kenyal dengan rasa manis dan gurih.


10. Pallu Golla


Jajanan ini sebenarnya ada di semua daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda dan umumnya dinamakan kolak. 

Pallu Golla artinya pallu = masak dan golla = gula. Jika pisang dipotong-potong lalu dimasak bersama gula dan ditambahkan santan maka disebut pallu golla utti (utti = pisang dalam bahasa Bugis).

Di Makassar, pisang biasanya diganti dengan labu kuning atau lawo dalam bahasa Bugis, (maka namanya menjadi pallu golla lawo. Salah satu menu favorit untuk jajanan khas Makassar bisa dinikmati dengan dua versi. Bisa dinikmati saat hangat dan saat dingin dengan menambahkan es batu.

Nah, dari kesepuluh jenis jajanan di atas, mana ini yang menggugah selera kamu? Berikan pendapatmu di kolom komentar yah. 



Makassar, 19 Maret 2024. 


Dawiah



Post a Comment