10 Rahasia Menulis di Blog

Wednesday, February 12, 2020



10 Rahasia Menulis di Blog

Sumber: Pixabay


Saat dihubungi oleh Suryani,  salah seorang pengurus Komunitas Bloger Makassar Anging Mammiri untuk menjadi pemateri di acara Klinik Blog,  saya tidak langsung menerima,  kurang percaya diri euy.  

Sebagai orang yang baru belajar ngeblog atau  menulis di blog, saya merasa ilmu perblogeran saya tidak ada. Saya sekedar menulis saja di blog dan gaya-gayaan ngeblog, lalu dilabeli sebagai bloger­čść

Untungnya, Mugniar menyemangati dan Yani menjelaskan bahwa materi yang akan saya bawakan adalah  soal menulis saja.

Baiklah, saya terima dengan mengucapkan Bismillah.

Saya menerima bukan karena saya sudah piawai dalam menulis tetapi setidaknya saya bisa berbagi sedikit pengalaman sekaligus  memotivasi peserta,  bahwa saya saja yang sudah tidak muda  tua, masih mau belajar dan terus belajar apalagi teman-teman yang masih muda.

Jadi, mari kita belajar!

Baca pengalaman saya menulis di sini 


Sumber: Komunitas Bloger Makassar Anging Mammiri

Sesaat setelah saya terima amanah itu, Yani mengirimkan flyer.
Huaa… judulnya  ngeri-ngeri sedap, Rahasia Menulis di Blog.

Tak apalah, semoga itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang agar mau meluangkan waktunya untuk datang dan belajar bersama.

Karena ini menyangkut rahasia menulis, baik menulis di blog maupun menulis artikel di media bahkan menulis buku, maka saya memberi judul materi ini, 10 Rahasia Menulis ala Dawiah.

Berdasarkan hasil perenungan dan dari  berbagai sumber, saya menyimpulkan, bahwa sedikitnya terdapat 10 rahasia agar bisa menulis dengan baik dan menarik (semoga tulisan-tulisan saya termasuk dalam kategori itu).

Rahasia 1, Menulis, Menulis, dan Menulis


Ini rahasia utama, yaitu menulis, menulis, dan menulis. Tak mungkin kan, kita bisa disebut penulis dan atau bloger kalau tidak menulis.
Lalu apa yang harus ditulis? Ingat, tidak semua ide dapat dituliskan.

Tulislah apa saja yang disukai bukan yang diinginkan. Jika Anda suka jalan-jalan, maka tuliskanlah pengalaman jalan-jalannya. Suka memasak, tuliskan resep masakan, atau gemar menonton film, maka cobalah menulis tentang  film.

Menulislah sesuai dengan latar belakang.  Jika Anda adalah guru, tentu sangat mudah menulis kisah keseharian  selama mendidik atau mengajar, atau menuliskan materi-materi pelajaran yang sesuai bidang keilmuan Anda.

Susunlah rangkaian ide atau gagasan utama secara sistematis sebagai bentuk awal sebuah tulisan, lazimnya disebut outline. Tujuannya, agar kita memiliki gambaran utuh isi tulisan, fokus, dan mempermudah dalam mengembangkan tulisan sekaligus sebagai alarm, kapan berhenti dan kapan dilanjutkan.
Jika tidak, tulisan bisa melebar kemana-mana.


Rahasia 2, Riset



Sebelum menulis, biasakanlah melakukan riset. Pelajari sesuatu secara mendalam, kumpulkan informasi terkait dengan topik tertentu yang sehubungan dengan apa yang akan kita tulis.

Saat melakukan riset, siapkan topik/tema atau outline yang telah disusun sebelumnya. Kemudian siapkan pertanyaan 5W + 1 H (what, who, why, when, where, dan How).

Sumber Pixabay

Pilihlah instrumen pengumpulan materi sesuai dengan kebutuhan, misalnya wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi.


Rahasia 3, Pemilihan Judul



Apakah yang membuat pembaca  tertarik membaca sebuah tulisan? Jawabannya adalah judul. Jadi, jangan main-main dengan judul.  Gara-gara judul, orang bisa langsung menutup buku atau blog kita. Tapi gara-gara judul pula, orang yang tadinya enggan membaca bisa menjadi tertarik, lalu meneruskan bacaannya.

Dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula, karya Isa Alamsyah, dituliskan bahwa ada beberapa hal yang membuat judul  menarik  perhatian pembaca, di antaranya:

  1. Judul harus membuat penasaran.
  2. Judul harus bisa menggoda pembaca.
  3. Judul tidak terlalu panjang, dan tidak terlalu pendek.
  4. Judul harus menggambarkan isi
  5. Jika judul menyebutkan nama tokoh, pastikan nama tokohnya menarik.
  6. Pilihlah kata atau diksi yang tidak lazim untuk judul
  7. Pilih judul yang provokatif.



Rahasia 4, Miliki KBBI



KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berfungsi sebagai pedoman agar kita bisa menulis dengan baik dan benar sesuai dengan EYD. Biasakan pula menulis dengan kata-kata baku.
Jangan ragu menggunakan kata-kata yang mungkin belum umum tetapi ada dalam KBBI. 
Zaman sekarang, kita tak perlu repot membawa buku KBBI yang lumayan tebal. Cukup menggunakan aplikasi KBBI yang bisa diunduh dan disimpan di telepon seluler. 

Rahasia 5, Pemilihan Diksi



Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan penulis dalam sebuah tulisan.
Gunakanlah diksi sesuai dengan genre tulisan, genre fiksi tentu berbeda dengan genre non fiksi. Tulisan non fiksi biasanya lugas dan  tegas sedangkan fiksi kadang mengandung makna tersirat.

Diksi sebaiknya juga disesuaikan dengan pembaca yang disasar, misalnya tulisan ditujukan kepada pembaca ibu rumah tangga tentu berbeda diksinya untuk remaja, atau anak-anak.

Sesuaikan pula dengan setting, misalnya penulis hendak bercerita tentang keadaan suatu daerah maka gunakanlah diksi yang sesuai dengan daerah tersebut. Contoh, penulis bercerita tentang suatu kejadian di Makassar, maka sangat tidak pas jika menggunakan dialeg Jakarta.

Misalnya, menggunakan kata-kata enggak, sih, atau loh, padahal penulisnya adalah orang Makassar atau tulisannya tentang sesuatu yang ada di Makassar. Mengapa tidak sekalian menggunakan diksi yang mewakili daerahnya, misalnya menambahkan ji atau mi sebagai ciri khas daerah.

Selain itu, carilah diksi yang bervariasi agar pembaca tidak bosan. Gunakan tesaurus untuk mencari padanan kata.


Rahasia 6, Kohesi



Gunakan kohesi agar tulisan menarik dan mengalir. Manfaatkan kata sambung dan periksa, adakah kalimat yang tidak efektif.
Contoh.

Setiap siswa mendapatkan buku paket.  Buku bisa dibawa pulang ke rumah. Buku itu milik perpustakaan sekolah. Buku dipinjam selama setahun. Buku harus dijaga,  tidak boleh  hilang dan rusak.

Isi tulisan di atas sudah bagus, tetapi tidak mengalir dan terputus-putus. Paragraf di atas tidak memiliki kohesi.

Bandingkan dengan paragraf berikut.

Setiap siswa mendapatkan buku paket dan bisa dibawa pulang ke rumah. Buku itu milik perpustakaan sekolah yang  dipinjamkan selama setahun.  Oleh karena itu,  buku harus dijaga agar   tidak  hilang dan rusak.


Rahasia 7, Koherensi



Koherensi berkaitan dengan isi. Kalimat yang tersusun dalam suatu paragraf harus membentuk gagasan yang sama dan saling mendukung.

Contoh

Setiap siswa mendapatkan buku paket dan bisa dibawa pulang ke rumah. Guru juga bisa meminjam buku paket.  Buku itu milik perpustakaan sekolah yang  dipinjamkan selama setahun. Oleh karena itu,  buku harus dijaga agar   tidak  hilang dan rusak.

Paragraf di atas punya kohesi, tapi kurang koherensinya.
Jadi, kalimat mana yang mengganggu?

Ya! Kalimat Guru juga bisa meminjam buku paket.”

Kalimat itu tidak perlu ada di situ. Jika dibutuhkan, maka buatlah menjadi  paragraf lain.


Rahasia 8, Menyiapkan Plot Twist



Pernahkah Anda membaca suatu tulisan yang akhir ceritanya membuat Anda melongo, seraya berucap, “kenapa saya tidak kepikiran yah?”
Itulah plot twist. Akhir cerita yang mengejutkan.

Plot twist terdiri dari dua kata. Plot  yang berarti alur cerita dan twist (bahasa Inggris) yang berarti melintir atau berputar. Singkatnya plot twist adalah, alur cerita yang sengaja dipelintir sehingga memberi efek kejutan.

Penulis yang merencanakan plot twist, biasanya membuat sebuah detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira si A padahal arahnya ke si B.


Rahasia 9, Mengedit  



Rahasia kesembilan adalah mengedit. Biasakanlah mengedit tulisan sebelum diposting. Baca secara saksama lalu perbaiki manakala menemukan kata yang tidak bagus atau tidak pas. 

Jauhi typo atau salah ketik. Kelihatannya sederhana, tetapi salah ketik bisa mengganggu bahkan bisa mengubah arti.

Contoh.

Kata "dik" dan "dek"

Jika menulis dek yang bermakna panggilan adik dalam  dialeg bahasa daerah, maka kata dek harus ditulis miring. Jika tidak, dek   bermakna geladak kapal.

Jangan sampai berniat  menulis makan tetapi karena  typo tulisan menjadi  makam. 

Jadi, jangan malas mengedit yah.

  

Rahasia 10, Membaca 



Modal utama bagi penulis adalah membaca. Semakin banyak membaca semakin banyak perbendaharaan kata yang diperoleh. Menulis dan membaca adalah kegiatan yang saling berkaitan.


Jadi, sudah berapa banyak buku yang dibaca bulan ini?

Demikian 10 rahasia menulis ala saya. Oh yah, saya tambahkan satu, yaitu percaya diri. 

Sebenarnya, menulis adalah kegiatan yang sudah biasa dan sering dilakukan oleh sebagian orang. Bahkan ada yang sudah cakap menulis tetapi tidak dipublikasi.

Dia tidak percaya diri, takut jika tulisannya tidak dibaca, ragu jika tulisannya tidak bagus, dan sebagainya. Maka kepercayaan diri ini sangat diperlukan, jika memang berniat menjadi penulis.

Tuliskan saja sambil belajar secara bertahap, berlatih terus hingga menghasilkan tulisan yang baik. Ada atau tak ada orang yang mau membacanya. 
Yakinlah, tulisan akan mendapatkan takdirnya sendiri.

Baca juga "Maafkan Saya Menulis Tentang Bapak di sini 

Bac
Satu hal yang paling penting dilakukan setiap kali Anda mau menulis,  yaitu menulislah sesuatu yang bermanfaat, karena setiap kata yang tertulis kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Referensi:
  1. Isa Alamsyah, 101 Dosa Penulis Pemula
  2. Isa Alamsyah, Plot Twist
  3. Modul SP
  4. Dari berbagai sumber






READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *