10 Rahasia Menulis di Blog

Wednesday, February 12, 2020



10 Rahasia Menulis di Blog

Sumber: Pixabay


Saat dihubungi oleh Suryani,  salah seorang pengurus Komunitas Bloger Makassar Anging Mammiri untuk menjadi pemateri di acara Klinik Blog,  saya tidak langsung menerima,  kurang percaya diri euy.  

Sebagai orang yang baru belajar ngeblog atau  menulis di blog, saya merasa ilmu perblogeran saya tidak ada. Saya sekedar menulis saja di blog dan gaya-gayaan ngeblog, lalu dilabeli sebagai bloger😆

Untungnya, Mugniar menyemangati dan Yani menjelaskan bahwa materi yang akan saya bawakan adalah  soal menulis saja.

Baiklah, saya terima dengan mengucapkan Bismillah.

Saya menerima bukan karena saya sudah piawai dalam menulis tetapi setidaknya saya bisa berbagi sedikit pengalaman sekaligus  memotivasi peserta,  bahwa saya saja yang sudah tidak muda  tua, masih mau belajar dan terus belajar apalagi teman-teman yang masih muda.

Jadi, mari kita belajar!

Baca pengalaman saya menulis di sini 


Sumber: Komunitas Bloger Makassar Anging Mammiri

Sesaat setelah saya terima amanah itu, Yani mengirimkan flyer.
Huaa… judulnya  ngeri-ngeri sedap, Rahasia Menulis di Blog.

Tak apalah, semoga itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang agar mau meluangkan waktunya untuk datang dan belajar bersama.

Karena ini menyangkut rahasia menulis, baik menulis di blog maupun menulis artikel di media bahkan menulis buku, maka saya memberi judul materi ini, 10 Rahasia Menulis ala Dawiah.

Berdasarkan hasil perenungan dan dari  berbagai sumber, saya menyimpulkan, bahwa sedikitnya terdapat 10 rahasia agar bisa menulis dengan baik dan menarik (semoga tulisan-tulisan saya termasuk dalam kategori itu).

Rahasia 1, Menulis, Menulis, dan Menulis


Ini rahasia utama, yaitu menulis, menulis, dan menulis. Tak mungkin kan, kita bisa disebut penulis dan atau bloger kalau tidak menulis.
Lalu apa yang harus ditulis? Ingat, tidak semua ide dapat dituliskan.

Tulislah apa saja yang disukai bukan yang diinginkan. Jika Anda suka jalan-jalan, maka tuliskanlah pengalaman jalan-jalannya. Suka memasak, tuliskan resep masakan, atau gemar menonton film, maka cobalah menulis tentang  film.

Menulislah sesuai dengan latar belakang.  Jika Anda adalah guru, tentu sangat mudah menulis kisah keseharian  selama mendidik atau mengajar, atau menuliskan materi-materi pelajaran yang sesuai bidang keilmuan Anda.

Susunlah rangkaian ide atau gagasan utama secara sistematis sebagai bentuk awal sebuah tulisan, lazimnya disebut outline. Tujuannya, agar kita memiliki gambaran utuh isi tulisan, fokus, dan mempermudah dalam mengembangkan tulisan sekaligus sebagai alarm, kapan berhenti dan kapan dilanjutkan.
Jika tidak, tulisan bisa melebar kemana-mana.


Rahasia 2, Riset



Sebelum menulis, biasakanlah melakukan riset. Pelajari sesuatu secara mendalam, kumpulkan informasi terkait dengan topik tertentu yang sehubungan dengan apa yang akan kita tulis.

Saat melakukan riset, siapkan topik/tema atau outline yang telah disusun sebelumnya. Kemudian siapkan pertanyaan 5W + 1 H (what, who, why, when, where, dan How).

Sumber Pixabay

Pilihlah instrumen pengumpulan materi sesuai dengan kebutuhan, misalnya wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi.


Rahasia 3, Pemilihan Judul



Apakah yang membuat pembaca  tertarik membaca sebuah tulisan? Jawabannya adalah judul. Jadi, jangan main-main dengan judul.  Gara-gara judul, orang bisa langsung menutup buku atau blog kita. Tapi gara-gara judul pula, orang yang tadinya enggan membaca bisa menjadi tertarik, lalu meneruskan bacaannya.

Dalam buku 101 Dosa Penulis Pemula, karya Isa Alamsyah, dituliskan bahwa ada beberapa hal yang membuat judul  menarik  perhatian pembaca, di antaranya:

  1. Judul harus membuat penasaran.
  2. Judul harus bisa menggoda pembaca.
  3. Judul tidak terlalu panjang, dan tidak terlalu pendek.
  4. Judul harus menggambarkan isi
  5. Jika judul menyebutkan nama tokoh, pastikan nama tokohnya menarik.
  6. Pilihlah kata atau diksi yang tidak lazim untuk judul
  7. Pilih judul yang provokatif.



Rahasia 4, Miliki KBBI



KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berfungsi sebagai pedoman agar kita bisa menulis dengan baik dan benar sesuai dengan EYD. Biasakan pula menulis dengan kata-kata baku.
Jangan ragu menggunakan kata-kata yang mungkin belum umum tetapi ada dalam KBBI. 
Zaman sekarang, kita tak perlu repot membawa buku KBBI yang lumayan tebal. Cukup menggunakan aplikasi KBBI yang bisa diunduh dan disimpan di telepon seluler. 

Rahasia 5, Pemilihan Diksi



Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan penulis dalam sebuah tulisan.
Gunakanlah diksi sesuai dengan genre tulisan, genre fiksi tentu berbeda dengan genre non fiksi. Tulisan non fiksi biasanya lugas dan  tegas sedangkan fiksi kadang mengandung makna tersirat.

Diksi sebaiknya juga disesuaikan dengan pembaca yang disasar, misalnya tulisan ditujukan kepada pembaca ibu rumah tangga tentu berbeda diksinya untuk remaja, atau anak-anak.

Sesuaikan pula dengan setting, misalnya penulis hendak bercerita tentang keadaan suatu daerah maka gunakanlah diksi yang sesuai dengan daerah tersebut. Contoh, penulis bercerita tentang suatu kejadian di Makassar, maka sangat tidak pas jika menggunakan dialeg Jakarta.

Misalnya, menggunakan kata-kata enggak, sih, atau loh, padahal penulisnya adalah orang Makassar atau tulisannya tentang sesuatu yang ada di Makassar. Mengapa tidak sekalian menggunakan diksi yang mewakili daerahnya, misalnya menambahkan ji atau mi sebagai ciri khas daerah.

Selain itu, carilah diksi yang bervariasi agar pembaca tidak bosan. Gunakan tesaurus untuk mencari padanan kata.


Rahasia 6, Kohesi



Gunakan kohesi agar tulisan menarik dan mengalir. Manfaatkan kata sambung dan periksa, adakah kalimat yang tidak efektif.
Contoh.

Setiap siswa mendapatkan buku paket.  Buku bisa dibawa pulang ke rumah. Buku itu milik perpustakaan sekolah. Buku dipinjam selama setahun. Buku harus dijaga,  tidak boleh  hilang dan rusak.

Isi tulisan di atas sudah bagus, tetapi tidak mengalir dan terputus-putus. Paragraf di atas tidak memiliki kohesi.

Bandingkan dengan paragraf berikut.

Setiap siswa mendapatkan buku paket dan bisa dibawa pulang ke rumah. Buku itu milik perpustakaan sekolah yang  dipinjamkan selama setahun.  Oleh karena itu,  buku harus dijaga agar   tidak  hilang dan rusak.


Rahasia 7, Koherensi



Koherensi berkaitan dengan isi. Kalimat yang tersusun dalam suatu paragraf harus membentuk gagasan yang sama dan saling mendukung.

Contoh

Setiap siswa mendapatkan buku paket dan bisa dibawa pulang ke rumah. Guru juga bisa meminjam buku paket.  Buku itu milik perpustakaan sekolah yang  dipinjamkan selama setahun. Oleh karena itu,  buku harus dijaga agar   tidak  hilang dan rusak.

Paragraf di atas punya kohesi, tapi kurang koherensinya.
Jadi, kalimat mana yang mengganggu?

Ya! Kalimat Guru juga bisa meminjam buku paket.”

Kalimat itu tidak perlu ada di situ. Jika dibutuhkan, maka buatlah menjadi  paragraf lain.


Rahasia 8, Menyiapkan Plot Twist



Pernahkah Anda membaca suatu tulisan yang akhir ceritanya membuat Anda melongo, seraya berucap, “kenapa saya tidak kepikiran yah?”
Itulah plot twist. Akhir cerita yang mengejutkan.

Plot twist terdiri dari dua kata. Plot  yang berarti alur cerita dan twist (bahasa Inggris) yang berarti melintir atau berputar. Singkatnya plot twist adalah, alur cerita yang sengaja dipelintir sehingga memberi efek kejutan.

Penulis yang merencanakan plot twist, biasanya membuat sebuah detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira si A padahal arahnya ke si B.


Rahasia 9, Mengedit  



Rahasia kesembilan adalah mengedit. Biasakanlah mengedit tulisan sebelum diposting. Baca secara saksama lalu perbaiki manakala menemukan kata yang tidak bagus atau tidak pas. 

Jauhi typo atau salah ketik. Kelihatannya sederhana, tetapi salah ketik bisa mengganggu bahkan bisa mengubah arti.

Contoh.

Kata "dik" dan "dek"

Jika menulis dek yang bermakna panggilan adik dalam  dialeg bahasa daerah, maka kata dek harus ditulis miring. Jika tidak, dek   bermakna geladak kapal.

Jangan sampai berniat  menulis makan tetapi karena  typo tulisan menjadi  makam. 

Jadi, jangan malas mengedit yah.

  

Rahasia 10, Membaca 



Modal utama bagi penulis adalah membaca. Semakin banyak membaca semakin banyak perbendaharaan kata yang diperoleh. Menulis dan membaca adalah kegiatan yang saling berkaitan.


Jadi, sudah berapa banyak buku yang dibaca bulan ini?

Demikian 10 rahasia menulis ala saya. Oh yah, saya tambahkan satu, yaitu percaya diri. 

Sebenarnya, menulis adalah kegiatan yang sudah biasa dan sering dilakukan oleh sebagian orang. Bahkan ada yang sudah cakap menulis tetapi tidak dipublikasi.

Dia tidak percaya diri, takut jika tulisannya tidak dibaca, ragu jika tulisannya tidak bagus, dan sebagainya. Maka kepercayaan diri ini sangat diperlukan, jika memang berniat menjadi penulis.

Tuliskan saja sambil belajar secara bertahap, berlatih terus hingga menghasilkan tulisan yang baik. Ada atau tak ada orang yang mau membacanya. 
Yakinlah, tulisan akan mendapatkan takdirnya sendiri.

Baca juga "Maafkan Saya Menulis Tentang Bapak di sini 

Bac
Satu hal yang paling penting dilakukan setiap kali Anda mau menulis,  yaitu menulislah sesuatu yang bermanfaat, karena setiap kata yang tertulis kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Referensi:
  1. Isa Alamsyah, 101 Dosa Penulis Pemula
  2. Isa Alamsyah, Plot Twist
  3. Modul SP
  4. Dari berbagai sumber






READ MORE

Miliki Kulit Putih dengan Menggunakan 5 Buah Ini

Tuesday, January 28, 2020


Ingin Memiliki Kulit Putih? Gunakan 5 buah ini!


Scincare akhir-akhir ini semakin ngetop, seiring dengan semakin banyaknya perempuan yang menyadari bahwa memiliki kulit  bersih  dan mulus adalah salah satu cerminan dari kulit yang sehat.

Bagaimana dengan kulit yang putih?

Pada umumnya, perempuan Indonesia masih menganut kepercayaan, bahwa cantik itu adalah jika memiliki kulit yang putih. Padahal tidak sepenuhnya benar.
Ada yang memiliki kulit coklat, sawo matang, bahkan hitam tetapi tetap terlihat cantik. Karena cantik itu sifatnya relatif, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Namun demikian, kulit putih masih menjadi impian primadona bagi perempuan Indonesia, mungkin karena kulit putih memberikan indikasi bersih dan sehat.

Apakah sahabat ingin kulitnya nampak putih?  Saya sih yes!😅

Nah, menjadikan kulit nampak putih itu bisa dengan cara alami, misalnya mengonsumsi buah atau sayuran. Tetapi tidak semua buah maupun sayuran yang memiliki khasiat yang sama.

Buah apa sajakah yang bisa digunakan untuk untuk merawat kulit agar kulit nampak putih? Cobalah konsumsi lima jenis buah berikut ini.

Apel



Sumber: Pixabay

Buah ini sudah tak asing lagi kan? Perempuan mana coba yang tidak kenal buah ini. Buah yang bisa dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu ini, ternyata berkhasiat mengangkat sisa-sisa debu yang menempel pada kulit. Sisa-sisa debu inilah yang menjadikan kulit tampak kusam dan terlihat tidak putih dan bersih.

Caranya adalah, gunakan pasta apel  yang dicampur dengan gliserin dan pulp. Oleskan pada kulit selama kurang lebih 15 menit. Kemudian  cucilah dengan air.

Bisa juga menggunakan masker dari buah apel dengan cara, apel diparut lalu didiamkan di dalam kulkas selama kurang lebih satu jam, setelah itu oleskan pada kulit wajah bahkan ke seluruh tubuh. Lakukan secara rutin. Insya Allah kulit akan nampak putih dan bersih.

Bengkuang


Sumber Shutterstock


Sejak dahulu, bengkuang sudah dikenal sebagai buah yang berkhasiat memutihkan kulit, karena bengkuang mengandung pachyrhizon, rotenon, vitamin B, dan vitamin C.
Cara menggunakannya cukup sederhana, yaitu:

Kupas kulit bengkuang lalu cuci hingga bersih, kemudian parut dan peras hingga menghasilkan air perasan yang cukup. Air perasan tersebut disimpan di dalam wadah hingga menghasilkan endapan seperti tepung.

Endapan itulah yang digunakan sebagai masker pada wajah. Bisa pula dibalurkan ke seluruh kulit, terutama yang selalu terkena sinar matahari. Setelah kering, bilaslah dengan air dan keringkan dengan handuk.  


Lemon



Sumber: Pixbay


Akhir-akhir ini, lemon bagaikan buah primadona yang disarankan diminum bersama air hangat pada pagi hari. Kabarnya, bisa mencegah penyakit maag dan bisa pula berfungsi sebagai antioksidan. Tetapi saya tidak membahas soal itu.

Bukan rahasia lagi kalau lemon mengandung vitamin C. Kandungannya itulah yang menjadikan lemon berkhasiat  menjadikan kulit tampak cerah dan putih bersih.

Caranya, peras lemon dan campurkan dengan satu sendok madu. Pakailah campuran tersebut sebagai masker kulit. Biarkan kering 15 hingga 20 menit, lalu bilas dengan air bersih. Lakukan secara rutin.

Pepaya


Sumber Pixabay

Buah pepaya mengandung  enzim papain, magnesium, niasin, karoten, dan potasium. Selain itu, pepaya juga mengandung vitamin A, C, E, dan K.  Karenanya, buah pepaya  dapat membantu melindungi kulit akibat  paparan sinar matahari.

Cara menggunakannya cukup sederhana, yaitu dengan menggosokkan  secara langsung irisan daging pepaya ke wajah dan seluruh tubuh yang biasa terkena sinar matahari. Biarkan mengering, lalu bilas dengan air. 

Jika ini dilakukan secara rutin, tiga hingga empat kali seminggu maka insya Allah  kulit akan nampak putih dan bersih.


Tomat


Sumber Pixabay


Selain lemon, tomat juga diketahui mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Karena itulah, tomat dipercaya berkhasiat memutihkan kulit.
Bagaimana cara menggunakannya?

Parut tomat dua hingga tiga biji lalu tambahkan air perasan lemon dan air mawar secukupnya. Aduk hingga tercampur rata. Oleskan pada kulit dan diamkan beberapa saat. Bilaslah dengan air. Lakukan secara rutin, insya Allah  impian mendapatkan kulit putih akan terwujud.

Bagaimana sahabat, gampang kan?

Sudah siapkah sahabat tampil cantik dengan kulit putih yang bersih dan sehat?
Selamat praktik, semoga bermanfaat.


Referensi: Buku Hidup Sehat Cara Hembing dan klinikkecantikan



READ MORE

Manifestasi Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan RPP

Monday, January 20, 2020


Manifestasi Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan RPP


Penyampaian materi oleh Ibu Hj.Tarmini,S.Pd.,MM.Pd
Sumber Foto: MGMP IPA Kota Makassar

Sebenarnya saya enggan  menghadiri undangan MGMP IPA Makassar pada hari Kamis, 16 Januari 2020 lalu, berhubung  karena jam mengajar saya di sekolah cukup padat.

Tetapi saat melihat agenda kegiatannya, berupa pengejawantahan atau manifestasi dari  Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 14 Tahun 2019, maka rasa enggan itu berubah menjadi semangat, dipicu oleh keingintahuan tentang bagaimana MGMP IPA menyikapi surat edaran tersebut.

Ternyata kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari semua guru IPA di Makassar, baik guru yang mengajar di SMP Negeri maupun SMP Swasta. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang membludak.

Namun kapasitas tempat pelaksanaan kegiatan di Gedung PT Penerbit Erlangga, hanya bisa menampung tak lebih dari 200 orang.
Terpaksa Ketua MGMP IPA Makassar, Drs. Makmur Hidayat, M.M membatasi pendaftaran hingga  150 orang saja.

Ini membuktikan bahwa guru-guru di Makassar, khususnya guru SMP Mata pelajaran IPA sangat antusias dan menyambut baik Surat Edaran   Mendikbud Tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Sumber MGMP  IPA Kota Makassar

Sumber MGMP  IPA Kota Makassar

Kegiatan ini menghadirkan satu-satunya narasumber, yaitu Ibu  Hj Tarmini, S.Pd., MM,Pd. Beliau adalah pengawas sekolah jenjang SMP mata pelajaran IPA.

Sebelum saya menuliskan apa saja yang dipaparkan oleh beliau, mari kita melihat apa isi  arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadien Makarim yang termaktub dalam surat edaran tersebut.


Arahan Kebijakan Baru



Terdapat empat hal penting yang dituliskan dalam surat edaran tersebut, yakni:

Pertama, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.

Kedua, dari  13 komponen RPP yang diatur dalam peraturan sebelumnya (Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016) yang menjadi komponen inti hanya ada tiga, yakni  tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment), sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.

Ketiga, sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP), dan individu guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk keberhasilan belajar murid.

Keempat, RPP yang telah dibuat tetap dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan dengan ketentuan dimaksud pada angka 1, 2, dan 3.


Pengejawantahan atau manisfestasi Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 14 Tahun 2019 dijelaskan secara gamblang oleh ibu Hj Tarmini, S.Pd.,MM.Pd yang saya rangkum sebagai berikut.




Versi Full Page & One Page




RPP versi lama berupa versi halaman penuh  terdiri atas 13 komponen, yakni Identitas Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Materi/Sub Materi, Tahun Pelajaran, Alokasi Waktu, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar/Indikator, Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Model Pembelajaran, Media Pembelajaran, Sumber Belajar/Alat Bahan, Langkah Pembelajaran, dan Penilaian (assessment).

Sedangkan RPP versi baru berupa versi satu halaman, komponennya terdiri atas:  Identitas Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Materi/Sub Materi, Tahun Pelajaran, Alokasi Waktu, 3 Kompetensi Inti, Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian (assessment).

Untuk komponen lainnya bersifat sebagai pelengkap dan guru bebas memilih secara mandiri. Yang jelas, guru harus menemukan potensi majemuk murid melalui pengembangan pada kegiatan pembelajaran



Bagaimana Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran?




Selanjutnya Ibu Hj. Tarmini menjelaskan tentang pengembangan pada kegiatan pembelajaran yang terdiri atas enam cara, yaitu:


  • Kegiatan pembelajaran hendaknya terintegrasi melalui lintas Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran lain.
  • Tetap menerapkan 4C/4K, yaitu Critical Thingking, Comunication, Creativitas, dan Colaboration.

  • Kegiatan pembelajaran seharusnya menerapkan Literasi Baru, Numerik, dan Karakter (PPK).

  • Membiasakan siswa melakukan pembelajaran dan penilaian yang  berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) HOTS  agar terdorong kemampuan berpikir kritisnya.


  • Mengenali potensi kecerdasan majemuk siswa.




Teori Kecerdasan Majemuk (The Multiple Intelligences)



Menurut Wechsler (dalam Suryabrata, 2005), kecerdasan merupakan usaha untuk mengarahkan  dan meningkatkan kemampuan individu agar dapat bertindak secara baik dan terarah, bisa lebih rasional dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Tolok ukurnya bukan hanya dinilai dari kemampuan logikanya, tetapi dapat pula dilihat dari kemampuan lain. Jenis-jenis kecerdasan itu, oleh Howard Gardner disebutnya sebagai kecerdasan majemuk.

Ibu Hj. Tarmini menerangkan dan memberi contoh satu persatu kesembilan kecerdasan majemuk berdasarkan pengalaman beliau sebagai guru.

Logika matematika adalah memahami proporsi dan  hipotesis serta permasalahan matematika. Siswa yang memiliki kecerdasan logika matematika memiliki kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang, senang dengan pelajaran numerik dan berhitung.



Kecerdasan verbal -  linguistik adalah berpikir menggunakan kata-kata dan penggunaan bahasa. Siswa yang memiliki kecerdasan verbal linguistik biasanya menguasai bahasa lisan dan tulis untuk mengungkapkan perasaan dan dirinya,


Kecerdasan spasial  merupakan kemampuan mengenali dan memanipulasi pola-pola di ruang yang luas atau berpikir dalam tiga dimensi. Siswa dengan kecerdasan spasial ini biasanya senang mencoret-coret, menggambar dan berkhayal membuat desain sederhana.

Kecerdasan musikal  adalah kemampuan siswa mengenali suara dan menyusun nada, irama dan dapat membedakan nada, ritme dan timbre. Siswa dengan kecerdasan musikal ini biasanya suka belajar sambil bernyanyi.

Kecerdasan kinestetik ditandai dengan kemampuan siswa dalam mengontrol gerak tubuh dan memanipulasi objek. Siswa yang memiliki kecerdasan ini biasanya suka sekali dengan pelajaran olah raga.

Kecerdasan naturalis merupakan kemampuan memahami alam, manusia, hewan, dan tumbuhan. Siswa dengan kecerdasan naturalis ini tampak sebagai penyayang hewan dan tumbuhan.

Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan dalam memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Siswa dengan kecerdasan jenis ini ditandai dengan kemampuannya berkomunikasi dengan baik, bisa memimpin temannya dan suka sekali berorganisasi.

Kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan dalam memahami diri sendiri. Siswa dengan kecerdasan intrapersonal cenderung kelihatan pendiam dan mandiri.

Kecerdasan eksistensial adalah kepekaan untuk mempersoalkan arti hidup, kematian, dan proses semesta.



Penyusunan RPP 




Sesi kedua dalam kegiatan ini adalah penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang  efisien, efektif, dan berorientasi pada murid, sesuai arah kebijakan baru dari Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019.

Pada sesi  ini, kegiatan dipandu oleh dua orang guru sebagai perwakilan dari pengurus MGMP IPA Kota Makassar yaitu Hj. Nuryamsi,S.Pd.,M.Pd (beliau juga adalah pengurus IGI Pusat) dan Satwika, S.Pd.,M.Pd.

Peserta dibagi atas tiga kelompok, yaitu kelompok kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX.  

Setiap kelompok berdiskusi dan bermusyawarah  menyusun satu contoh RPP pertingkat berdasarkan nama kelasnya.

Kelompok kelas VII menyusun RPP IPA kelas VII, kelompok kelas VIII menyusun RPP kelas VIII, dan seterusnya.



mardanurdin.com
Ketiga foto di atas bersumber dari MGMP Kota Makassar




Selanjutnya hasil dari musyawarah tersebut oleh masing-masing guru yang hadir akan meneruskan  dan menyosialisasikan  di sekolah masing-masing. Demikianlah kegiatan MGMP IPA Kota Makassar. 

Alhamdulillah, perjuangan melawan rasa enggan saya menghadiri kegiatan ini, berbuah manis.

Ada dua manfaat yang saya dapatkan, pertama,  bisa meng - up grade lagi ilmu mengajar saya sekaligus mendapatkan suntikan  semangat untuk mengajar lebih baik dan lebih baik. 

Kedua, saya bisa bersilaturahim dengan guru-guru IPA se-Kota Makassar. 

Terima kasih MGMP IPA Kota Makassar, terutama bapak ketua, Drs. Makmur Hidayat, M.M  dan seluruh pengurus MGMP IPA Makassar.

mardanurdin.com

mardanurdin.com
Sumber pribadi

Terima kasih pula saya haturkan kepada narasumber yang hebat, ibu pengawas Hj.Tarmini, S.Pd.,MM.Pd. Ilmu dan pengalaman yang dibagikan insya Allah sangat bermanfaat buat saya dan rekan-rekan guru IPA lainnya.  





Sumber:  kemdikbud.go.id



READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *