Kenali Penyakit Osteoporosis

Friday, December 11, 2020

Kenali Penyakit Osteoporosis




Osteoporosis adalah salah satu jenis penyakit yang sudah diketahui oleh hampir semua orang. Tetapi apa dan bagaimana penyakit ini? Terus terang, saya baru mencari informasi tentang penyakit yang menyerang tulang ini setelah mamaku mengalaminya.

Sebelumnya, mari simak dahulu cerita mamaku dengan penyakit osteoporosisnya.

 

Sebelum Mama Divonis Kena Osteoporosis

 

Tahun 2017, tiba-tiba mamaku mengeluh sakit di bagian pinggul dan punggungnya termasuk persendian beliau. Saya dan adik langsung membawanya ke dokter ahli tulang, karena kami berpikir mama terkena penyakit tulang.

Oleh dokter, beliau disuntik katanya suntikan vitamin untuk tulang. Tapi tidak ada perubahan. Keluhan mama semakin tak terbendung. Akhirnya kami membawanya ke rumah sakit.

Tiga hari di rumah sakit, hasil foto tulangnya keluar, dan oleh dokter dikatakan kalau ada tulang mama patah di bagian pinggul.  Satu-satunya jalan adalah mama harus dioperasi.

Mama tidak mau dioperasi, sayapun kurang setuju. Saya khawatir dengan proses operasi nanti, usia mama sudah sepuh dan tulangnya pastilah tak sekuat ketika masih muda.

Entah dari mana  idenya, tiba-tiba mama minta diurut. Katanya, ada orang yang pandai mengurut di daerah Takalar, salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan.

Singkat cerita, mama dibawa ke sana untuk diurut dalam keadaan memakai kursi roda, karena tidak bisa berdiri dan berjalan dengan baik, mama merasa sangat  kesakitan.

Masya Allah, alhamdulillah, pulang dari tukang urut, rasa sakit di pinggulnya berkurang. Bahkan beliau tak memakai kursi roda walaupun masih berjalan tertatih dituntun oleh adik saya.

Saya dan keluarga berpikir, mama sudah sembuh sisa pemulihan saja. Dua pekan kemudian, mama harus kontrol lagi ke tukang urutnya. Kembali mama diantar ke sana. Pulangnya, mama nampak semakin sehat. Beliau sudah bisa berjalan tanpa dituntun.

 

Ternyata Mama Terkena Penyakit Osteoporosis

 

Tidak sampai sebulan, mama kembali mengeluh. Kali ini sakitnya di bagian punggung. Saya terkesiap, punggung mama terlihat melengkung dan tampak semakin pendek. Di sekolah saya menceritakan perihal mama saya ke teman-teman.

Salah seorang teman yang bernama Hj. Hasma mengisahkan tantenya yang pernah mengalami ciri yang sama, dan ternyata tantenya itu kena penyakit osteoporosis. Beliau juga bercerita kalau tantenya sekarang sudah sehat setelah ditangani oleh  dokter Arman, ahli tulang yang  bertugas di Ratulangi Medical Center Makassar.

Saya langsung membawa mama ke sana. Setelah diperiksa oleh dokter Arman, mama dibawa ke ruang radiologi untuk menjalani foto  rontgen. Tak lama hasilnya keluar.

Innalillah! 

Dokter memperlihatkan beberapa bagian tulang mama yang kropos. Mama menderita penyakit Osteoporosis dan harus menjalani pengobatan dengan minum obat secara teratur selama 3 bulan.

Saya sempat bertanya ke dokter, “apakah mama saya akan dioperasi dok?”

Dokter Arman tersenyum dan menjelaskan dengan sabar.

“Tidak perlu dioperasi. Usahakan saja  minum tiga jenis obat ini sesuai aturan. Tulang yang kropos sudah tidak bisa diperbaiki, obat ini bertujuan memperkuat  tulang lainnya yang belum kropos agar bisa mengimbangi tubuh pasien.”

“Jangan melakukan aktivitas berat ya Bu. Jangan sampai tulang ibu patah dan menembus otot, itu sakitnya luar biasa,” sambung Pak dokter.

Demikianlah, mama dengan tertib dan sabar menjalani proses pengobatan selama 3 bulan.

Alhamdulillah, saat ini mama sudah bisa beraktivitas ringan, sudah bisa jalan dan paling penting tidak lagi mengeluh kesakitan. Sekalipun tubuhnya tidak bisa kembali normal dan berdiri tegak, setidaknya sudah tidak memakai kursi roda lagi.

 

Fakta Tentang  Penyakit Osteoporosis

 

Kisah mama yang terkena penyakit osteoporosis membawaku ke berbagai artikel tentang penyakit tersebut.

Dilansir alodokter.com, di Indonesia 23% perempuan berusia 50-80 tahun mengidap osteoporosis. Ini berarti, bukan hanya perempuan yang berusia 60 tahun ke atas saja yang bisa kena penyakit osteoporosis.

 

Apa itu Osteoporosis?

 

Osteoporosis  adalah penyakit yang menyebabkan menipisnya tulang dan kurangnya massa tulang sehingga tulang menjadi kropos dan gampang patah.

 

Penyebab Timbulnya Penyakit  Osteoporosis


Beberapa referensi menyebutkan, bahwa ada 10 penyebab orang terkena penyakit osteoporosis.


1    1. Jenis Kelamin

Perempuan lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormon pada saat menopause. Setelah perempuan mengalami masa menopause terjadi penurunan kepadatan tulang akibat menurunnya kadar esterogen.


2.  Usia

Semakin tua usia kita, semakin besar resiko terkena osteoporosis.


3. Riwayat Keluarga

Jika salah satu  orang tua atau keluarga ada yang menderita osteoporosis, maka kemungkinan kita juga akan memiliki resiko terkena ostoporosis. Baca ini, saya harus waspada ini.


 4. Ukuran Rangka Tubuh

Semakin kecil ukuran rangka tubuh seseorang, semakin besar pula resiko terkena osteoporosis.


5. Kadar Hormon

Memiliki kadar hormon yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat pula menyebabkan osteoporosis, seperti kekurangan hormon estrogen atau testosteron atau kelebihan hormon tiroid atau kelenjar adrenal.


 6. Faktor Makanan

Makanan yang kurang mengandung kalsium dapat mengakibatkan berkurangnya kepadatan tulang. Massa tulang bisa semakin menurun apabila kurang asupan makanan yang mengandung kalsium.


7. Gangguan Makan

Penderita penyakit anoreksia beresiko osteoporosis, karena anoreksia atau gangguan pola makan yang tidak sehat akan menyebabkan berkurangnya asupan makanan yang mengandung kalori, protein, dan kalsum.


8. Kurang Aktif

Yang dimaksud dengan kurang aktif adalah orang yang jarang bergerak, misalnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk saja. Hm, hati-hati nih para penulis dan bloger, jangan duduk melulu menulis ya.


9. Merokok

Jangan merokok, karena zat yang terdapat pada rokok mengakibatkan terganggunya proses  metabolisme hormon, penyerapan kalsium sehingga mengganggu pembentukan dan penyerapan tulang.


10. Minum minuman beralkohol

Minum alkohol dapat juga meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis.


Baca juga perihal kesehatan berikut ini.


1. Penyakit pada sistem reproduksi

2. Mari hitung obesitasmu



Kalau sudah mengetahui 10 penyebab munculnya penyakit osteoporosis, apa lagikah yang harus dilakukan untuk mencegah resiko kena penyakit itu?

 

Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

 

Di atas sudah diterangkan tentang 10 penyebab timbulnya resiko kena penyakit osteoporosis, maka logikanya untuk mencegah terjadinya osteoporosia,  maka kita harus menghindari faktor  risikonya, seperti:

  1. Berhenti merokok bagi yang terlanjur kecanduan merokok.
  2. Tidak minum minuman beralkohol.
  3. Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi.
  4. Mengonsumsi vitamin D atau suplemen jika dirasa perlu.
  5. Rutin berolahraga.

Dan terakhir, ini pesan khusus buat kalian perempuan yang sudah seumuran saya atau di atas saya dan telah memasuki menopause, cegahlah osteoporosis dengan rutin kontrol ke dokter. Jika dirasa perlu, lakukan terapi penggantian hormon.

Demikianlah, semoga bermanfaat. Tetap jaga kesehatan.


 

10 comments

  1. Jadi bagaimana kabar kesehatannya ibuta kak setelah minum obat dokter? jujur saya juga takut sama osteoporosis dikarena jarang aktifitas dan ketambahan jarang makan yang mengandung kalsium, bahkan sempat terbesit ingin minum susu yang mengandung kalsium tinggi, tapi kata orang dekat bisa jadi malah pengapuran kalau terlalu sering. Sepertinya harus konsultasi juga sama Dr. Arman deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, sudah jarang mengeluh sakit. Tapi namanya orang tua, tidak mau diam dan tidak mau berhenti beraktivitas, maka kadang mengeluh setelah itu.
      Bisa juga ke dr. Arman untuk pencegahan

      Delete
  2. alhamdulillah tipsnya untuk menghindari penyakit ini sudah dijalankan, hanya mungkin untuk mengkonsumsi suplemen ini yang masih jarang digunakan karena memang kayaknya saat ini tidak memerlukan

    ReplyDelete
  3. Duuh mbaaa, aku ngilu pas dokter bilang jgn sampe terkena otot Krn bakal sakit luar biasa :(.

    Aku udh mulai kok perhatian Ama masalah tulang. Krn almarhum mertuaku jg ngalamin. Rutin dulu fisioterapi. Sampe disuntik lututnya. Aku dengernya aja serem :(

    Skr ini sih aku imbangi dengan rutin workout tiap malam. Ada untungnya pandemi, aku jd rutin olahraga. Dulu boro-boro.

    Ama konsumsi vit D . Kalo rokok aku udah lama berenti total sjk nikah. Jgn sampe sih ngalamin ini di masa tua. Apalagi impianku dan suami pgn bisa ttp rutin trveling saat pensiun . Akan masalah kalo sampe ngalamin ini :(

    ReplyDelete
  4. Mbaaaaaaa makasih sudah diingatkan, bagian hati-hati penulis wakak aduh aku jadi takut nih
    harus banyak gerak ya menulis boleh

    ReplyDelete
  5. Izin tanya, mba.
    Berapakah usia ibunda saat serangan pertama?
    Kira-kira untuk kasus ibunda, apakah faktor pemicunya?

    Baidewei, subway,
    Alhamdullilah ya ibunda sudah mulai beraktivitas normal.

    Tulisan ini sekaligus self reminder agar aku mencukupkan aktivitas fisik agar terhindar dari osteoporosis.

    Namanya juga usaha ya, mba.
    Berikthiar!


    ReplyDelete
  6. Btw syaa baca somewhere di reddit kalau tulang kita terus terusan bergesekan dengan otot dan namanya pergesekan akan terjadi friksi. Betulkah ini berarti osteoporosis terjadi pada semua orang dengan tingkat keparahn yang berbeda?

    ReplyDelete
  7. Ibu juga kemarin ke dokter tulang, BUnda..
    Lalu diminta untuk rajin olahraga.
    Ternyata perempuan memang lebih rawan terkikis tulang dan sendinya salah satu penyebabnya karena pernah hamil.

    ReplyDelete
  8. Wah sebagai kaum rebahan sepertiku harus mulai banyak gerak ya ini bunda. Apalagi sa juga perempuan dan berbadan kecil. Kudu rutin olahraga, semangat! Sehat-sehatki bunda dan sekeluarga.

    ReplyDelete
  9. ternyata perempuan lebih beresiko terkena osteoporosis ya Bun,apalagi klo sudah masuk masa menopause karna kurangnya produksi hormon estrogen.. wah berarti sudah saatnya menjaga asupan kalsium nih sedini mungkin supaya tulang selalu kuat..

    ReplyDelete

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *