Mengenal Atraksi dan Permainan Dari Sulawesi Selatan

Saturday, January 15, 2022



Jika kamu berkunjung ke suatu daerah, hal apa yang menarik untuk kamu ketahui?

Seni khas daerahnyakah? Destinasi wisatanyakah? Atau permainan tradisionalnya?

Jikapun kita tak sempat berkunjung ke suatu daerah, setidaknya bisa mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menarik dan mungkin unik dari daerah tersebut.

Nah, di Sulawesi Selatan terdapat berbagai macam atraksi dan permainan yang menarik untuk ditonton. Apa sajakah itu? 


Ma’raga




Permainan ini  menggunakan bola raga yang dimainkan dengan kaki dan tangan.  Biasanya dimainkan oleh enam orang pemain dan semuanya adalah laki-laki. Mengenakan pakaian adat berupa sarung dan baju khas Sulawesi Selatan dan dilengkapi dengan passapu yang diikatkan di kepala. 

Atraksi ini semakin menarik manakala pemainnya saling menopang, ada yang ditopang dengan paha dan bahu dan tentu saja dengan terus memainkan bola dengan tidak sekalipun menjatuhkannya ke tanah.


Mappadendang




Permainan ini biasanya diselenggarakan dalam rangka pesta panen di malam hari. Alat-alat yang digunakan adalah alu dan lesung. Pemainnya terdiri pemuda dan pemudi. Permainan ini sebenarnya adalah bunyi-bunyian yang berasal dari hasil tumbukan dari alu ke lesung secara bergantian dengan irama yang teratur. Biasanya diiringi dengan gerakan dari para pemainnya. Permainan ini sudah berkembang dan menjadi pengiring tarian, terutama Tari Mappadendeng.


Gandrang Bulo




Gandrang bulo adalah suatu tarian tradisional Makassar. Gandrang Bulo terdiri atas dua kata, yaitu gandrang dan bulo. Gandrang artinya pukulan sedangkan bulo artinya bambu. Tarian ini bernuansa humor, oleh sebab itu para pemainnya menampilkan gerakan-gerakan lincah nan ceria.yang diselingi dengan candaan berupa dialog-dialog yang lucu.


Pepe-Pepeka Ri Makka




Tarian ini dimainkan oleh beberapa lak-laki. Gerakannya tidak beraturan hanya berputar-putar tetapi mengundang tawa, misalnya menampilkan gerakan kera menggaruk kepala, kakek-kakek jalan terpincang-pincang, atau mendelik-delikan mata sambil menjulurkan lidahnya. Walaupun demikian, ada beberapa gerakan yang teratur. Tarian teratur itu diperlihatkan pada saat menggunakan api. 

Para penari membakar baju, lengan, dan seluruh badan sambil menari dan meliuk-liukan tubuhnya. Yang dibakar mulai dari kaki ke badan dan terakhir di wajah penarinya Bahkan gerakan yang seakan membakar diri ini dilakukan sambil saling menopang. Seorang penari ditopang di atas paha sambil meniupkan api. Tari ini juga menunjukkan unsur-unsur olahraga bela diri, yaitu pencak silat. 


Ma’giri





Atraksi ini adalah puncak ritual dari para bissu saat melakukan upacara adat. Ma’giri adalah tarian ritual para bissu dengan menusuk-nusukkan benda tajam kepada bagian tubuhnya seperti, mata, telapak tangan, dan perut. 

Dalam melakukan tarian atau ritual ma’giri ini biasanya diringi dengan gendang, pui-pui, lae-lae, dan berbagai alat musik tradisional lainnya. 

Siapakah Bissu itu? 

Bissu adalah seseorang yang dianggap sakti oleh sebahagian  suku Bugis, berperan sebagai pengabdi, penasihat, penjaga benda-benda pusaka. Dilansir oleh alpha-i.or.id, bahwa bissu merupakan peninggalan pra-Islam kebudayaan Bugis di Sulawesi Selatan. Menurut anggapan beberapa orang Bugis, bahwa bissu bukan laki-laki dan bukan pula perempuan, tetapi tidak mau juga disebut transgender.

Dari berbagai atraksi di atas, mana nih yang paling menarik minat kamu.

Referensi: dari berbagai sumber.

                                        

 

 

READ MORE

Istilah-Istilah Yang Dipakai Oleh Pembeli Coto Makassar; Yang Terakhir Istilahnya Sadis

Monday, January 10, 2022

 




Cukup Katakan Istilah-Istilah Ini,  Coto  Makassar Aneka Isian Siap Disajikan

Salah satu makanan khas dari daerah Makassar adalah coto, serupa makanan berkuah dengan bahan dasar daging sapi dan dikenal dengan nama Coto Makassar.

Selain daging sapi, hampir semua bagian isi dalam sapi digunakan sebagai pelengkap, yaitu: jeroan, hati, jantung, paru dan  limpa. Salah satu kekhasan  dari coto Makassar adalah kuahnya yang berasal dari air bekas  cucian beras pada  bilasan terakhir.

 

Rempah-rempah yang digunakan adalah serai, lengkus, jahe, yang dimemarkan, sedangkan bumbu yang dihaluskan adalah bawang merah, bawang putih, ketumbar sangrai, merica, dan biji pala. Selain bumbu- bumbu tersebut, menjadi ciri khas lainnya adalah kacang tanah sangrai yang dihaluskan. Umumnya coto Makassar dimakan dengan ketupat.


Sumber gambar: Pinterest.com


Kali ini saya tidak akan menulis tentang resep masakan coto itu, melainkan istilah-istilah yang digunakan oleh penikmat coto manakala makan di warung-warung coto.

 

Oh ya, sekalipun daging sapi dan hampir semua isi bagian dalamnya menjadi bagian dari coto Makassar, tetapi penikmat coto boleh memilih bagian-bagian isi  apa saja yang diinginkan.  Uniknya bagian yang diinginkan itulah yang menjadi istilahnya, di mana istilah-istilah tersebut merupakan singkatan-singkatan dari campuran coto yang diinginkan oleh pelanggan, sekaligus menjadi kode atau tanda permintaan dari pelanggan terhadap si penjual coto. 


Yuk, kita kenali istilah-istilahnya

 

Coto Parto

Ini bukan coto yang dibuat oleh Parto yah Mak, melainkan singkatan dari paru saja atau paru to” yaitu isi cotonya  hanya terdiri paru saja.  

 

Coto Janda

Apakah ini coto buatan seorang janda? Tentu saja bukan, melainkan coto yang campurannya hanya jantung dan daging saja, makanya disingkat janda.


Coto Jahat

Ini tidak ada kaitannya dengan penjahat yah. Jahat merupakan singkatan dari jantung dan hati, berarti coto ini hanya berisi jantung dan hati saja. 


Coto Dansa

Jangan salah mengartikan yah, ini bukan tentang penjual atau pembelinya yang berdansa melainkan singkatan yang berarti Daging Saja. Itu artinya si penikmat coto tak mau ada campuran lain dalam cotonya selain daging. Sebagian mengistilahkan coto yang berisi daging saja sebagai coto polos.


Coto Dalle


Sebenarnya ini adalah singkatan dari daging dan lemak, tetapi dialeg Bahasa Makassar seakan mengatakan itu adalah coto dalle di mana dalle  dalam Bahasa Makassar berarti rezeki. Jadi saat pembeli memesan coto dalle, itu berarti cotonya hanya berisi daging dan lemak, bukan minta  rezeki kepada si penjual.


Coto Hadija


Apakah kamu bisa menerka kepanjangan dari singkatan ini? Yap, itu adalah hati, daging dan jantung. 


Coto Pejabat

Sedangkan coto yang berisi paru, jantung dan babat, biasanya dinamakan coto Pejabat.

 

Coto Lempar


Pernah dengar istilah coto lempar? Bukan cotonya atau penjualnya yang dilempar yah, melainkan singkatan dari coto Makassar yang berarti coto dengan kombinasi lemak dan paru saja. 


Coto Telanjang

Ada lagi coto yang rada-rada ngeri mendengarnya, yaitu coto telanjang. Jangan salah mengartikan yah. Bukan penjual atau pembelinya yang harus telanjang pada saat transaksi, melainkan istilah yang digunakan pembeli dan penjual coto bagi menu coto yang tidak pakai handuk atau kulit.


Coto Tanpa Perasaan


Yang terakhir adalah coto tanpa perasaan. Ha.ha..ha.. geli yah mendengarnya? Tetapi jangan tertawa dulu, karena ini adalah istilah untuk menu coto yang lengkap tetapi tidak pakai hati. Makanya disebut coto tanpa perasaan.


Nah, saat kamu ke Makassar dan masuk ke warung coto, CUKUP  katakan istilah-istilah itu saat memesannya maka penjual coto sudah tahu selera kamu.

Tetapi ingat, harus dihapal dulu agar tidak keliru. Jangan sampai niatnya mau menikmati coto dengan isian  tanpa hati atau coto tanpa perasaan, tetapi kamu bilangnya hadija.

Yuk, berkunjung ke Makassar dan nikmati cotonya.

READ MORE

5 Barang Ini Wajib Disiapkan Saat Mau Melakukan Perjalanan

Monday, January 3, 2022



Waktu kecil saya bercita-cita jadi wartawan. Bukan karena mau meliput berita, mewawancarai orang-orang atau mau menulis berita di koran, melainkan karena ingin jalan-jalan gratis.

Pikiran masa kecil saya adalah menjadi wartawan itu bisa mendapatkan kemudahan jalan-jalan kemana saja dan kapan saja.

Meliput berita ke seluruh Indonesia sambil melihat pemandangan, melihat adat istiadat daerah yang dikunjungi dan jalan-jalan ke tempat wisatanya.

Makanya saya mau jadi wartawan. Padahal konsep wartawan tak seperti itu, Becce!

Setelah tamat SMA, takdir membawa saya kuliah di IKIP, suatu insitut yang keluarannya adalah guru. Maka jadilah saya seorang guru yang ditempatkan di daerah dan impian jalan-jalan gratis pupuslah sudah.

Hari-hari selanjutnya saya lalui dengan mengajar dan mengurus keluarga hingga kini.


Jalan-Jalan Yuk Dear!




Akhir tahun 2019M, saya berencana jalan-jalan ke Pulau Jawa, minimal ke Jakarta lalu ke Bandung atau ke Yogyakarta tepat pada tanggal 14 Februari bersama suami tersayang.

Kami memilih tanggal itu bukan karena ingin merayakan valentine, melainkan ingin mengenang peristiwa paling hebat dalam hidup kami, yaitu aqad nikah.

Qadarullah, kami menikah tanggal 14 Februari, tanggal pilihan orang tua saya.

Hari dan tanggal berapapun yang keluarga tentukan, kami menurut saja, asal kami dinikahkan. 

Biar kami bisa terus berduaan kemanapun tanpa takut digarebek hansip. Bisa duduk berduaan sampai larut malam di teras rumah tanpa rasa cemas dipelototin oleh bapak.

Kami berencana jalan-jalan sekaligus merayakan hari terhebat kami. Sebab selama puluhan tahun membina rumah tangga, kami tak pernah jalan-jalan berdua.

Kami disibukkan mengurus anak yang lahir hampir tiap tahun. Masyaallah alhamdulillah, kami termasuk pasangan yang sekali nempel langsung jadi. 🤣

Sehingga kami tak sempat jalan-jalan, memikirkannya sajapun rasa-rasanya tak pernah.

Selain sibuk mengurus anak, kami juga harus bekerja. Demi kelancaran pencatatan buku kas keluarga. Sekalipun catatan pengeluarannya lebih panjang dari catatan pemasukan. Nulis catatan pemasukan satu kali, catatan pengeluarannya berkali-kali hingga ditutup dengan minus pada akhir bulan, ha-ha-ha.

Setelah anak-anak dewasa dan mereka sudah mandiri mengurusi semua keperluannya, barulah saya berniat jalan-jalan. Berdua saja.

Sebenarnya dia tak terlalu antusias, katanya kalau hanya mau jalan-jalan tak perlulah jauh-jauh hingga naik pesawat. Jalan-jalannya di mal saja, berboncengan motor atau duduk-duduk di Pantai Losari sambal menikmati pisang epe, tetapi saya menolak. 

Saya enggan duduk di Pantai Losari sekarang, miris saja melihat masjid Kubah 99 yang belum jadi, sedih melihat pantai yang semakin sempit karena bangunan-bangunan yang menutupi pandangan saya dari laut lepas. 

Pokoknya saya hanya mau jalan -jalan yang jauh, naik pesawat atau naik kapal laut, naik kereta api, naik mobil travel atau apapun itu yang penting ke tempat yang jauh. Berdua saja. Titik

Sayangnya rencana itu gagal karena adanya serangan virus di awal tahun 2020. 

Kemudian menjelang awal tahun 2021, rencana itu semakin terkubur karena si putra ketiga mau menikah. 

Sekarang sudah masuk tahun 2022M. Niat saya masih kuat melakukan perjalanan berdua. 


Siapkan Saja Dahulu Jalan-Jalan Kemudian


Saya masih menyimpan niat itu dan berharap pada tanggal 14 Februari nanti bisa terealisasi.

Karena itu saya sudah menyiapkan beberapa hal untuk menyambut masa itu tiba.

Berikut 5 barang penting yang akan saya bawa saat jalan-jalan nanti.


Dompet


Dompet yang saya pilih adalah dompet berukuran agak besar. Ini sangat penting untuk menyimpan dokumen pribadi dan dokumen perjalanan, seperti KTP, kartu ATM, tiket dan uang.

Uang tunai penting sebab tak semua barang bisa dibayar pakai kartu apalagi pakai daun.

Yaaah kali pakai daun, yang ada daun telinga yang diiris oleh si penjual.


Toiletries


Sekalipun rencananya saya akan menginap di apartemen anak atau di hotel, kudu siapkan juga toiletries, seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci muka dan Sunscreen buat jaga-jaga kalau mesti jalan pada siang hari di ruang terbuka.


Koper dan Ransel


Saya berencana membawa koper dan ransel. Koper untuk menyimpan barang bawaan sedangkan ransel untuk persiapan jalan-jalan ke tempat wisata. Kan tidak mungkin jalan ke tempat wisata sambil menenteng koper. 


Botol Minum


Demi menjaga lingkungan, saya membiasakan membawa botol minuman sendiri sekalipun beli air minum bisa di mana saja.

Ini salah satu bentuk kecil perhatian saya menjaga lingkungan. 


Pakaian Secukupnya


Tahu ndak? Pakaian yang akan gunakan saat jalan-jalan nanti sudah lama saya persiapkan.

Catatannya sudah lengkap. Mulai dari yang akan saya pakai saat mau berangkat, saat mau jalan-jalan ke tempat wisata, naik mobil dan seterusnya.

Yang jelas, pakaian itu harus seefisien mungkin agar tidak over bagasi.

Nah, semua persiapannya telah rampung. Jalan-jalannya kapan?

Doakan saja ya biar impian saya dengan suami dapat terwujud.


Makassar, 3 Januari 2022

Salam dari saya

Dawiah



READ MORE

Cerita Akhir Tahun 2021 Masehi

Saturday, January 1, 2022

 



Cerita Akhir  Tahun 2021 Masehi

 

Sepekan menjelang tutup tahun 2021 Masehi, saya bertekad menyelesaikan semua pekerjaan yang belum beres, termasuk menuntaskan draf tulisan yang harus diposting di blog sebelum deadline. Namun, apa mau dikata, rencana tinggal rencana, semua jadi kacau oleh hal-hal bodoh yang saya lakukan dengan sengaja.

 

Eh, tidak terlalu bodoh juga ding. Karena yang saya kerjakan itu bukan perbuatan dosa, tidak merugikan orang lain apalagi hal amoral. Bukaaan.

Saya menghabiskan waktu berjam-jam membaca novel di salah satu aplikasi hingga tak sadar menghabiskan gopay ratusan ribu untuk membeli koin. Bhahaha.

 

Bahkan notifikasi di wag sekolahku terabaikan, padahal harus secepatnya menyetor hasil pengelolaan nilai siswa. Beruntunglah, tugas itu berhasil saya tuntaskan dalam waktu yang singkat dan inilah salah satu kelemahan sekaligus kelebihan saya. Bisa cepat mengerjakan, tetapi suka menunda waktu.  

Sering berpikir, “Ah, gampanglah itu.” Akibatnya pekerjaan terbengkalai lalu berujung pada penyesalan.

Itu cerita pertama saya. Bagaimana cerita keduanya?


 

Blog Distracted Ke Blog Orang Lain

 


Hari terakhir di bulan terakhir tahun 2021, saya bergegas menyelesaikan draf tulisan hasil liputan Konferensi Ibu Profesional yang deadlinenya pukul 23.59. Alhamdulillah, selesai posting di blog tepat pukul 08.30. 

Sekarang tinggal mengirimkan link blog ke link setoran.

Innalillah!

Blogku error!

Eh, bukan, linknya teralihkan ke blognya si- Cassandra …

Syaraf-syaraf di kepala langsung berpendar-pendar terus berteriak.

Panik nggak … panik nggak … paniklah, masa nggak!

 

Beberapa saat saya melongo melihat blog saya yang berubah bentuk itu. Bingung mau diapakan, takut juga mengklik tulisan-tulisan di blog itu.

Siapa tahu saat saya mengklik salah satu linknya yang muncul malah boneka arwah, hiii…serem. 

 

Apa yang saya lakukan?

Seperti biasanya kalau saya  mendapatkan kendala soal blog pasti larinya ke wag komunitas bloger.Tidak mungkin kan saya mengadu ke wag arisan keluarga, auto dijambak online sama anggota arisan.

 

Akhirnya saya bertanyalah ke grup Blogger Anging Mammiri, lebih tepatnya minta tolong agar dibantu atau diberi petunjuk atau apalah Namanya agar blog say tidak teralihkan ke blog lain.

Sedetik kemudian Nani menjawab kalau blog saya ter redirect ke blog Cassandralevi.com.

Kemudian ada  Siskadwyta yang mengirimkan link, “artikel ini mungkin bisa membantu.”

 

Saya bukalah artikel itu dan mencoba  membaca dan mencernanya pelan-pelan, tetapi dasarnya saya lambat mengerti teknis perblogan maka bukannya saya praktikkan apa yang ada di artikel tersebut saya malah melongo memandangi berbagai huruf dan tanda-tanda yang saya tak mengerti maksudnya.

Masih trauma soalnya dengan blog saya dulu yang hilang entah kemana gara-gara mengutak-atiknya. Dengan percaya diri saya mengklik sana-sini, akibatnya itu blog melarikan diri ke dunia antah berantah. 

 

Akhirnya dengan mengucapkan Bismillah saya menghubungi Siskadwyta sembari berdoa, semoga orangnya mau berbaik hati membantu saya.

Masyaallah! Dengan penuh kesabaran, beliau menuntun saya mengutak-atik blog dari pukul 09.15 sampai dengan pukul 10.01.  

Alhamdulillah, tepat pukul 10.02, Siska mengirim jempolnya, “sudah-mi Bund.”

 

“… Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan …” (QS.Ar-Rahman).

 

Blogku Kembali normal dan si- Cassandra telah saya usir ke Kutub Janubi berteman dengan Pinguin biar dia kena hipotermia. 



Hikmah Dari Cerita Akhir Tahun

 

Kalender Masehi telah memasuki angka 2022 meninggalkan berbagai cerita dan kisah selama setahun. Kita boleh bersyukur karena telah melewati hari yang cukup sulit akibat sisa-sisa pandemi, tetapi tak boleh jemawa bahwa semua itu karena pencapaian kita semata.

Sekecil apapun keberhasilan kita bahkan sebiji zarahpun pencapaian itu, semua itu  terjadi karena adanya anugrah Allah Swt.

 


Jika bukan karena karunia-Nya maka apalah kita ini.

Kehadiran orang-orang baik di sekitar kita yang membantu, mendukung, mengajari dsb pasti karena hatinya digerakkan oleh Allah Swt. 

 

Jikapun sepanjang perjalanan kita selama ini, kita menemukan kendala-kendala, merasakan sakit, susah maupun duka maka anggaplah itu sebagai pengingat untuk kembali kepada-Nya. Bahwa sakit fisik sebagai penggugur dosa, kehilangan orang tercinta sebagai aba-aba bahwa kitapun akan pergi meninggalkan semua yang kita cintai lalu datang menemui-Nya.

 

Hikmah dari cerita akhir tahun saya ini hanyalah secuil dari hikmah-hikmah yang sapatutnya saya kumpulkan di sepanjang hidup saya. 

Terima kasih kepada kalian orang-orang baik yang telah mengajarkan banyak hal kepada saya dan mengingatkan saya untuk tetap tunduk dan patuh kepada Sang Pemilik Segalanya.

 

Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan saya lalu mari bergandengan tangan menuju masa yang lebih baik.

 

Salam dari Makassr, 1 Januari 2022 

 

 Dawiah

READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *