Day20; Inilah Julukan Bagi Pencinta Buku

Tuesday, February 20, 2024



www.mardanurdin.com


 ----Day20; Inilah julukan Bagi Pencinta Buku ----


Beberapa waktu lalu, saya tidak sengaja melihat postingan reels Didiet Maulana yang sedang mencium buku dengan caption 

“kenapa ya bau buku enak …”

 

Serupa tetapi tak sama, kebiasaan saya juga begitu tatkala berada di toko buku. Kalau Didiet suka menciumi buku baru, saya suka menciumi aroma toko buku. Setiap kali memasuki toko buku, rasanya tingkat sensori dari  saraf olfaktoriku meningkat sehingga aroma buku dan segala apa yang ada di dalam toko buku serasa menenangkan jiwa. Lebay banget yah…

Namun, itulah yang saya rasakan makanya toko buku adalah tempat pelarian ternyaman tatkala perasaan lagi gunda gulana, eh. 

 

Terlepas dari aroma buku, ternyata ada istilah-istilah atau julukan bagi pencinta buku, mulai dari cintanya yang biasa-biasa saja hingga yang cinta mati pada buku. Yuk, kita lihat apa saja julukan itu.


 

1.    Bibliophile

 

Bibliophile adalah julukan buat pencinta buku baik membacanya dan mengoleksinya, dan merawatnya dengan baik, tetapi masih dalam batas yang wajar tidak terobsesi berlebihan. 

 

2.    Book Sniffer

 

Ada yang suka menciumi aroma buku lama atau telah usang? Jika itu kamu, maka fix kamu bisa dijuluki book sniffer.

 

3.    Bibliomania

 

Julukan ini adalah kebalikannya bibliophile, yaitu seseorang yang suka mengoleksi buku sebanyak-banyaknya meskipun tidak semuanya dibaca. Ditumpuk di rak buku begitu saja bahkan tidak dirawat dengan baik.

Namun, ada dampak baiknya, yaitu bisa membuat perpustakaan mini di rumah.Jadi kalau ada teman atau keluarga yang datang berkunjung, bisa menikmati buku yang ada di perpustakaan mini. 

 

4.    Tsundoku

 

Istilah ini adalah istilah dari Jepang yang menggambarkan situasi di mana seseorang membeli buku tetapi tidak membacanya. Memiliki kepuasan tersendiri ketika bisa mengoleksi dan memajangnya.

Sayang sekali yah, repot-repot beli buku, tetapi tidak dibaca padahal membaca itu banyak manfaatnya.

 

5.    Biblioarti

 

Orang yang dijuluki biblioarti adalah seseorang yang sangat mengagumi buku sehingga cenderung melindungi buku miliknya. Ini mungkin bisa juga disebut, cinta yang berlebihan.

 

6.    Bibliognost

 

Ini adalah julukan untuk orang yang memahami suatu buku dengan detail, bahkan hafal daftar pustaka hingga isi setiap halaman.

 

7.    Bibliotaphs

 

Ada yang suka mengoleksi buku, merawatnya dengan baik, tetapi cenderung menyembunyikannya agar tidak dipinjam? Jika itu kamu, maka kamu berhak dijuluki sebagai bibliotaphs. 

Ibarat orang yang bikin perpustakaan pribadi, tetapi lebih suka menyembunyikan perpustakaannya agar tidak ada yang pinjam dan merusaknya.

Untuk apa capek-capek bikin perpustakaan, tetapi tidak boleh dikunjungi yah?

 

8.    Bibliokleptomania

 

Wah, kalau ketemu orang yang berjulukan bibliokleptomania, segeralah menyembunyikan bukumu. Soalnya orang dengan julukan ini adalah seseorang yang pura-pura lupa kalau sedang meminjam buku. Bahkan bisa lebih parah, yaitu berniat mencurinya.

 

9.    Bibliobibuli

 

Julukan buat orang yang memiliji kemampuan membaca di atas rata-rata. Bisa menyelesaikan satu buku hanya dalam beberapa jam.

 

10.  Abibliophobia

 

Pernahkah kamu melihat orang yang sengaja tidak menamatkan bukunya? Sengaja disimpan bagian-bagian tertentu untuk dibaca lagi suatu saat nanti. Orang seperti ini biasanya dijuluki sebagai Abibliophobia. 

 

11. Bookworm

 

Ada yang suka membaca buku, tetapi tidak suka mengoleksinya? Jika itu kamu maka fix kamu dijuluki bookworm.

 

12. Omnilegent

 

Apakah kamu suka membaca semua genre buku, mulai dari fiksi hingga nonfiksi, tema fantasi atau biografi, semuanya dibaca tanpa pilih-pilih Maka kamu bisa disebut sebagai omnilegent. 

Kamu keren sekali. Para kutu buku dan suka semua isinya maka kamu pantas mendapatkan julukan ini.

 

13. Librocubicularist

 

Mayoritas pembaca buku pernah lakukan ini, yaitu membaca buku di tempat tidur. Ada yang baru bisa tidur jika sudah membaca buku, baru baca buku 10 menit, eh sudah tidur. 

Ternyata kebiasaan membaca buku di tempat tidur ada juga julukannya, yaitu librocubicularist.

 

14. Logophile

 

Ini julukan buat orang yang menyukai kata-kata di dalam buku, bahkan kata-kata itu kerap dituliskannya.

 

15. Book Hangover

 

Julukan ini diberikan kepada orang yang suka terjebak dalam dunia buku. Terkadang mereka tidak bisa membedakan antara dunia nyata dengan dunia imajinasin dalam buku.

 

16. Bookarazi

 

Ada yang suka membaca buku lalu mengabadikannya dalam foto kemudian membagikannya ke media sosialnya? Jika itu kamu, maka kamu bisa dijuluki bookarazi.

 

17. Book Bosomed

 

Pernahkah kamu melihat orang yang kemana-mana selalu membawa buku? Yup, dia dijuluki book bosomed. Kemana pun pergi, nomor satu yang wajib dibawa adalah buku dan membacanya setiap ada waktu luang.

 

Nah, dari ketujuhbelas julukan itu, kamu termasuk yang mana? Kalau tidak ada di antara ketujubelas julukan itu, jangan-jangan kamu tidak suka buku, tapi jangan jadi tidak suka membaca yah.

Ingatlah, dengan membaca dapat mengubah caramu berpikir tentang berbagai hal, membantumu memahami dunia di sekitarmu, dan memberi kamu sesuatu yang baru untuk dibicarakan dengan teman-temanmu.





Tulisan ini adalah bagian dari Tantangan Menulis 29 hari tahun kabisat 2024, di mana saya menantang diri sendiri untuk menulis sesuai tema, yang tertunda selama 12 hari. 





 

Makassar, 20 Februari 2024


Dawiah

Read More

Day6; 4 Hal yang Membahagiakan Sepanjang Tahun 2023

Wednesday, February 7, 2024


www.mardanurdin.com


 --- Day6: Selama tahun 2023 Apa saja yang Paling Membahagiakan?---

 


Hai, Februari!

Agak telat menyapa, soalnya menjelang akhir Januari saya sibuk dengan rencana membuat tantangan untuk diri sendiri. Padahal kerjaan tidak kurang-kurang, ini malah bikin rencana kerjaan lagi, wkwkwk.

Tiba-tiba saja saya ingin menantang diri sendiri dengan menulis selama satu bulan, kebetulan momennya tepat pada tahun ini yaitu tahun Kabisat. Tadinya saya hanya mau menulis tanpa tema tertentu, tetapi sepertinya menulis sesuai tema bagus juga. Maka sibuklah saya mencari tema. 

Read More

Day 5; Temukan Bahagiamu dalam Hal-Hal Sederhana

Monday, February 5, 2024

 




---Temukan Bahagiamu dalam Hal-Hal Sederhana---

 

 

Kapan terakhir kali kamu merasa sangat bahagia?

Hal apa saja yang bisa membangkitkan  rasa bahagiamu?

Jika kedua pertanyaan itu diajukan kepada setiap orang, maka jawabannya bisa beragam, jawabannya bergantung pada kepribadian masing-masing, sebab tingkat dan versi bahagia setiap orang juga berbeda-beda.


Namun, pada dasarnya kebahagiaan bukanlah sesuatu yang hanya dapat ditemukan dalam momen-momen besar, tetapi bisa juga didapatkan pada momen-momen keci dalam keseharian kita.

Sampai sini, setujuhkah kalian?


 

Temukan Kebahagiaanmu


 

Menemukan kebahagiaan dapat menjadi perjalanan yang penuh makna, dan berikut adalah beberapa hal yang bisa membawa kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari:

 

1. Berterima Kasih dan Bersyukur


Menghargai apa yang kita miliki dan bersyukur atas hal-hal kecil dapat membawa perasaan bahagia. Maka luangkanlah waktu untuk merenungi, menyadari lalu mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah Subhanahu ‘wataala berikan kepada kita.

Misalnya, nikmat sehat, nikmat rezeki atas kesempurnaan fisik, nikmat harta sekecil apa pun itu, dan nikmat-nikmat lainnya.


2. Berkontribusi pada Orang Lain


Memberikan bantuan atau kontribusi positif kepada orang lain dapat memberikan kebahagiaan yang mendalam. Bahkan senyuman kecil yang tulus pun kepada orang lain akan memberikan rasa kepuasaan batin dan rasa bahagia, apalagi memberi bantuan yang diperlukan. 


3. Menikmati Setiap Momen


Alihkan perhatianmu dari kekhawatiran masa depan atau kesalahan masa lalu dan nikmati momen yang dihadapi sekarang.  Pandanglah matahari yang terbenam, senyuman anak kecil, hirup nikmat aroma bayimu atau wangi anak kecil di sekitarmu, bisa itu anakmu, ponakanmu, anaknya temanmu. Nikmati secangkir kopi atau teh hangat.

Nikmati momen-momen saat berama orang tersayang. Momen bersama keluarga, teman, atau pasangan dapat memberikan kebahagiaan yang tak ternilai.


 

4. Pelihara Hubungan Positif


Membangun dan merawat hubungan positif dengan keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita dapat menjadi sumber kebahagiaan yang berkelanjutan. Kualitas hubungan sosial memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan emosional kita.


5. Menciptakan Kenangan Positif


Setelah hubungan positif terjalin baik, maka berusahalah untuk menciptakan kenangan indah, bisa dengan petualangan bersama, perjalanan, ngopi bareng atau istilah zaman seakrang, nongkrong bareng bersama orang terdekat.



6. Penuhi Passion dan Minat


Temukan kegembiraan dalam melakukan hal-hal yang kamu cintai. Mengejar passion dan minat pribadi dapat memberikan kepuasan yang mendalam dan memberikan warna pada kehidupan sehari-hari.


 

7. Terus Belajar dan Berkembang


Rasa pencapaian dari belajar dan berkembang secara pribadi dapat meningkatkan kebahagiaan. Tentukan target kecil dan terus berusaha menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

 

8. Berolahraga dan Menjaga Kesehatan


Kesehatan fisik dan mental yang baik berkontribusi pada kebahagiaan. Berolahraga secara teratur dan menjaga kesehatan tubuh dan pikiran dapat memberikan energi positif yang akan memicu munculnya rasa bahagia.

 

Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya sebab itu kita harus mengusahakannya dan berjuang meraihnya. Salah satu yang penting dilakukan adalah dengan mempraktikkan sikap positif versi diri kita. Undanglah rasa itu sesuai apa yang diminati, misalnya:

 

  1. Menikmati keindahan alam dengan cara menghabiskan waktu di alam atau hanya mengamati keindahan alam sekitar maka dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan.
  2. Mendengarkan musik yang disukaiMusik memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi positif dalam jiwa.
  3. Melakukan ha yang disukai dengan cara sisihkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuat kita bahagia, entah itu membaca, menulis, atau bermain musik. Istilah sekarang, luangkan waktu untuk me time versimu.
  4. Menetapkan tujuan kecil. Tentukan target yang kecil-kecil lalu nimati manakala target tersebut terpenuhi. Hal ini akan memberikan kepuasaan tersendiri dan kebahagiaan diri. 
  5. Paksalah dirimu menerima dan memberi maaf. Menerima diri sendiri dan orang lain, serta memberi maaf, dapat membuka pintu menuju kebahagiaan yang lebih besar.

 

Penting untuk diingat bahwa kebahagiaan bersifat subjektif, dan apa yang membahagiakan satu orang mungkin tidak sama untuk orang lain. Selain itu, kebahagiaan seringkali merupakan perjalanan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait.

 

Bagaiman dengan ketidakbahagiaan?


 

Penyebab Ketidakbahagiaan


 

Berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang bisa menimbulkan ketidakbahagiaan.

 

  • Stres dan Tekanan. Beban stres berlebihan dari pekerjaan, kehidupan pribadi, atau situasi keuangan dapat menyebabkan ketidakbahagiaan. Tekanan yang berlebihan dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional.
  • Masalah Kesehatan Mental. Gangguan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan mood lainnya dapat menyebabkan ketidakbahagiaan. Kadang-kadang, kondisi ini memerlukan bantuan profesional untuk pengelolaan yang efektif.
  • Ketidakpuasan Diri. Rasa rendah diri atau kurangnya kepercayaan diri bisa menjadi penyebab ketidakbahagiaan. Perbandingan dengan orang lain atau perasaan tidak mampu dapat memicu perasaan negatif terhadap diri sendiri.
  • Masalah Hubungan. Konflik dalam hubungan interpersonal, kehilangan orang yang dicintai, atau kesulitan dalam menjalin hubungan sosial dapat berkontribusi pada ketidakbahagiaan.
  • Ketidakpuasan dalam Pekerjaan. Pekerjaan yang tidak memuaskan, konflik di tempat kerja, atau kurangnya penghargaan dapat menyebabkan ketidakbahagiaan dalam aspek pekerjaan.
  • Isolasi Sosial. Kurangnya dukungan sosial, kehidupan sosial yang terbatas, atau perasaan kesepian dapat menyebabkan ketidakbahagiaan.
  • Peristiwa Traumatik. Pengalaman traumatis seperti kehilangan yang mendalam, kecelakaan, atau pengalaman sulit lainnya dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan mental dan menyebabkan ketidakbahagiaan.
  • Ketidakpastian dan Perubahan Hidup. Ketidakpastian tentang masa depan, perubahan mendalam dalam kehidupan, atau peristiwa yang sulit dihadapi dapat menjadi pemicu ketidakbahagiaan.
  • Kondisi Lingkungan. Faktor-faktor lingkungan seperti ketidakamanan, ketidakstabilan ekonomi, atau konflik sosial dapat menyebabkan perasaan ketidakamanan dan ketidakbahagiaan.
  • Gaya Hidup Tidak Sehat. Kurangnya aktivitas fisik, pola tidur yang buruk, konsumsi alkohol atau obat-obatan yang berlebihan, dan pola makan yang tidak sehat dapat memengaruhi kesejahteraan dan menyebabkan ketidakbahagiaan.

 

Ingatlah, bahwa ketidakbahagiaan adalah pengalaman yang kompleks, dan seringkali lebih dari satu faktor yang berkontribusi pada kondisi ini. Jika seseorang mengalami ketidakbahagiaan yang berkepanjangan atau parah, sebaiknya mencari bantuan profesional untuk mendapatkan dukungan dan penanganan yang tepat.


 

Tanda-Tanda Bahagia


 

Menurut Ibnu Al Qoyyim, tanda kebahagiaan itu ada 3 hal dan itu salah satu tanda keimanan kepada Allah Subhanahu wataala, yaitu:


"Jika mendapatkan nikmat ia bersyukur, jika mendapatkan cobaan ia bersabar, dan jika melakukan kesalahan maka ia bertobat."


Sehingga apa pun yang terjadi dalam hidup kita, maka memiliki tiga sikap dan pemikiran tersebut adalah solusinya.


Saat mendapatkan kesulitan, kita bersabar dan mencoba menenangkan hati agar tidak berkesedihan terlalu lama. Saat mendapatkan kenikmatan, kita menjadi tidak terlalu berlebihan menanggapinya, tetapi mensyukuri atas nikmat tersebut.


Demikian pula, ketika melakukan kesalahan, maka segera bertobat dan menyadari bahwa kesalahan adalah sesuatu yang tidak boleh membuat kita semakin terpuruk dan segera bertobat dan memohon ampun kepada Tuhan agar kita dibimbing dan diberi petunjuk untuk kembali ke jalan yang lurus.

 

Demikian, semoga bermanfaat

 

Makassar, 5 Februari 2024

 

Dawiah

 



Read More

Day4: Cara Memilih Pemimpin dari Sudut Pandang Islam; Pengajian Oleh Ustaz Agung Wirawan

Sunday, February 4, 2024






---- Cara Memilih Pemimpin Dari Sudut Pandang Islam: Pengajian Oleh Ustaz Agung Wirawan ---



Kali ini saya menulis dengan tema bebas, mumpung ilmu yang saya dapatkan kemarin masih segar dalam ingatan. Berarti tema untuk hari ini Day4 pindah ke hari berikutnya. 

 

3 Februari 2024, saya bersama ibu-ibu pengurus ‘Aisyiyah menghadiri pengajian yang diadakan oleh Bapak Iqbal Parewangi di Hotel UIN Alauddin Makassar. Pengajian itu menghadirkan Drs. Agung Wirawan yang akan memberi dakwah Islamiah dengan tema “cara Memilih Pemimpin.”

 

Saya pikir, tema ini sangat relevan dengan situasi menjelang pemilihan umum di negara kita. Setidaknya ini akan membuka pikiran kita, bagaimana cara memilih pemimpin yang insyaallah lebih baik untuk kejayaan Indonesia dari sudut pandang agama Islam.

 

Ustaz Agung memulai pengajian dengan menceritakan kisah Nabi Sulaiman Alaihisalam, bahwa suatu waktu, Nabi Sulaiman Alaihisalam berkata bahwa, ia akan menggilir  100 istrinya dalam satu malam dan masing-masing istrinya akan melahirkan anak laki-laki, yang nanti akan berjihad di jalan Allah. Ternyata setelah itu, hanya satu istrinya yang melahirkan anak laki-laki dan itupun lahir dalam keadaan cacat.


Cerita ustaz Agung adalah salah satu hadis yang diriwatkan oleh Ahmad 7715 dan Bukhari 5242 sebagai berikut.

 

“Sulaiman bin Daud pernah mengatakan, “Saya akan menggilir 100 istriku semalam ini lalu masing-masing istri akan melahirkan anak lelaki, yang nanti akan berjihad di jalan Allah. Namun, Sulaiman lupa mengucapkan ‘InsyaaAllah’. Lalu Sulaiman menggilir keseratus istrinya, tetapi tidak ada yang melahirkan anak selain satu istri yang melahirkan setengah anak. Kemudian Rasulullah Sallalahu alaihi wasallam berkata, “seandainya Sulaiman mengatakan, ‘InsyaaAllah’ maka sumpahnya tidak gagal dan akan mendapatkan apa yang diinginkannya.” (HR. Ahmad 7715 dan Bukhari 5242).

 

Dari hadis tersebut, pak Ustaz mengingatkan jamaah yang akan melakukan sesuatu untuk selalu mengikutkan Allah dalam setiap rencananya. 


“Selalu ucapkan InsyaaAllah (Jika Allah mengizinkan), karena semua kejadian dalam hidup kita tidak akan pernah terjadi jika Allah Subhanahu wataala tidak mengizinkannya.”

Ini pengingat bagi semua calon legislatif terutama ketiga pasangan calon presiden dan semua pendukungnya, karena sesungguhnya presiden Indonesia sudah tercatat di Lauhulmahfuz, tetapi tidak ada seorang pun yang tahu atau belum tahu sebelum perhitungan suara berakhir nanti. 

 

Seandainya manusia bisa ngintip, pasti tidak akan ada lagi acara kampanye apalagi debat capres cawapres bukan? Ngapain bela-belain capres A jika kita sudah tahu kalau nantinya yang akan menjadi presiden Indonesia adalah capres X. Begitu kira-kira.

 

Ada tiga sifat yang harus dimiliki oleh calon pemimpin, di mana ketiga sifat itu yang insyaaAllah akan memberi pengaruh baik pada saat menjalankan pemerintahan kelak ketika dia terpilih menjadi pemimpin, yaitu:

 

  • Pertama. Bagaimana dia menjalankan ibadahnya. Apakah ia sungguh-sungguh atau tidak? Jika menjalankan ibadahnya saja tidak sungguh-sungguh dan tidak jujur pada agamanya, bagaimana bisa menjalankan pemerintahan dengan sungguh-sungguh dan jujur pula. Dengan kata lain, dia tidak memiliki integritas yang mumpuni. Maka pilihlah pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi.
  • Kedua. Memiliki sifat ihsan atau selalu berbuat baik dan mempunyai kapabilitas dalam melakukan sesuatu.
  • Terakhir, memiliki kepedulian pada rakyat atau punya loyalitas kepada rakyat.

 

Lebih jauh dijelaskan oleh Pak Ustaz, bahwa selain melihat sifat-sifat baik tersebut, dianjurkan juga untuk TIDAK memilih pemimpin yang memiliki tiga sifat buruk, yaitu:

 

  • Pertama, jangan pilih calon pemimpin yang selalu berbuat keji kepada rakyat maupun kepada dirinya sendiri.
  • Kedua, jangan pilih calon pemimpin yang selalu mungkar. Melanggar perintah Tuhan.
  • Ketiga, jangan pilih calon pemimpin yang suka bertindak sewenang-wenang. 

 

Jadi, marilah berdoa agar kita mendapatkan pemimpin yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut agar negeri Indonesia yang kita cintai ini menjadi negeri yang Baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

 

Bagaimana cara kita memilih pemimpin sesuai kriteria? Periksalah tread record-nya, amati sikap-sikap dan perkataan-perkataannya, lalu tentukan pilihanmu dengan mengucapkan “bismillah”

Jangan golput yah.


Pesan terakhir yang disampaikan oleh Ustaz Agung Wirawan, Pemilu semakin dekat dan jadikan ajang ini sebagai jalan untuk menjalankan perintah Allah Subahanahu wata’ala sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Maidah ayat 2.


“ …… wa ta’aawanuu ‘alal-birri wat-taqwaa wa laa ta’aawanuu ‘alal-ismi wal-‘udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-‘iqoob.”

“ …. Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah:2).

 

Jika pemimpin yang kamu pilih nantinya tidak terpilih atau gagal melenggang ke istana, jangan marah apalagi sakit hati. 


Ingatlah kisah semut yang membantu Nabi Ibrahim Alaihisalam ketika beliau dibakar. Semut tahu kalau air yang ia bawa tidak berpengaruh apa-apa, tetapi ia terus menyiram api yang besar itu dengan setetes demi setetes air yang dibawanya, lalu berkata,

 “setidaknya Allah tahu kepada siapa saya berpihak.”


Jangan sampai kita menjadi cicak yang ikut meniupkan api saat nabi Ibrahim dibakar sehingga Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda,”Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no.3359).

 

Jadi, sudahkan kamu menentukan pilihanmu? 

Siapa nih capres pilihanmu?


Eh, aups. Rahasia dong, cukup kamu dan Allah yang tahu saja yah.




Setidaknya kita sudah menentukan kepada siapa kita berpihak, semoga keberpihakan kita itu merupakan pihak yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala, terlepas apakah dia yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pemimpin bangsa ini atau bukan. 


Tema lainnnya bisa dibaca di sini 

 

#Tulisan ini adalah bagian dari Tantangan Menulis 29 hari tahun kabisat 2024, di mana saya menantang diri sendiri untuk menulis sesuai tema#


 

Makassar, 1 Februari 2024

 

Dawiah

 

 

 

Read More