Day28; Gagal Bukan Tanpa Alasan

Wednesday, February 28, 2024

 

www.mardanurdin.com



___Gagal Bukan Tanpa Alasan___


Untungnya tahun ini adalah tahun Kabisat seandainya bukan, maka hari ini adalah akhir bulan Februari, tanggal 28. Jadi akhir bulan Februarinya bertambah satu hari menjadi 29 hari.

Apa yang unik dengan tahun kabisat buat saya?

Sebenarnya tidak ada, tetapi saya sedikit malu dan menyesal karena telah mencanangkannya sebagai bulan untuk menantang diri sendiri menulis selama sebulan tanpa jeda. Ceritanya dalam rangka menyambut tahun kabisat, wkwkwk.

Itu nekad sih sebenarnya. 

Sudah tahu jiwa mager masih sering datang menghantui.

Sudah tahu suka terdistraksi dengan informasi di wag-wag kumpulan para pensiunan dan calon pensiunan.

Sudah tahu mata suka protes kalau terlalu lama melotot di depan laptop.

Pokoknya sudah tahu dan sadar kalau sebenarnya sudah tidak mampu mengolah ide yang berhamburan menjadi adonan kata yang siap dibaca, tapi masih saja bandel menantang diri menulis dan memosting satu tulisan setiap hari.

Akibatnya, tantangan itu gagal ditaklukkan!

Buktinya, saya hanya bisa memosting tujuh tulisan dari 29 tulisan yang seharusnya. Jika tulisan ini berhasil diposting berarti bertambah delapan tulisan. 

Haddeh, jauh sekali dari target!

Saya mencoba merenungi, apa kira-kira penyebabnya tidak berhasil menaklukkan tantangan yang saya buat sendiri itu.  Dari hasil perenungan itu, saya mendapatkan sekurang-kurangnya tiga penyebab gagalnya saya menulis dan memosting setiap hari. 


Sakit


Penyebab pertama mandeknya saya menulis pada hari ketujuh adalah sakit kepala yang merambat sampai ke leher dan Pundak. Saya sudah menulis “pengakuan dosanya” pada postingan sebelumnya.

Eits, pengakuan dosa itu jangan samakan dengan perbuatan dosa yang melanggar agama yah. Perhatikan tanda kutipnya. 

Gangguan sakit kepala ini berlangsung selama sepekan. Bayangkan saudara-saudara, satu pekan sakit kepala, nyut-nyutan tidak karuan sehingga melihat laptop tuh serasa melihat hantu. 


Terdistraksi 


Pekan ketiga, sakit kepala mulai mereda dan betul-betul sembuh pada tanggal 14 Februari. Yaaah, ini tuh hari yang paling heboh dalam sejarah Indonesia dan sejarah rumah tangga saya.

Apa jadinya?

Saya terdistraksi dengan gegap gempita Pemilu gaess, hahaha.

Saya sibuk mengamati dan kadang ikutan berkomentar tatkala melihat perdebatan antara “pemakan bubur diaduk dengan pemakan bubur tanpa diaduk.” LOL

Selama sepekan saya sibuk menimpali komentar-komentar Ayangbeb yang minta perhatian untuk dikomentari tentang pilihannya. Sedikit memaksa untuk melihat potongan-potongan video yang didapatnya dari media sosial. Mau tidak mau, saya harus ikut menontonnya untuk melihat dan mengamati, apakah video itu fakta atau mitos sebelum beliau share ulang ke tempat lain.

Untungnya, beliau tidak semudah itu main sar-ser saja, paling-paling dibagikan di grup keluarga inti saja, yang isinya beliau, saya, anak-anak, dan menantu-menantu, juga ada dua cucu yang belum bisa komentar apa-apa (ini ajaib sih kalau kedua batita itu bisa berkomentar, hahaha).

Ini tuh salah satu penyebab tulisan saya mandek.


Lemak Jahat


Ada yang pernah berkenalan dengan lemak jahat?

Nah itu saya. 

Setelah sekian puluh tahun usia saya, baru kali ini si lemak jahat datang menyapa. Mungkin sudah pernah si lemak jahat singgah di tubuh saya, tetapi belum terlalu menyiksa. Karena seingat saya,  kepala kaku, Pundak dan leher kaku serta punggung serasa membawa beban berat seberat satu karung beras, pernah saya rasakan, tetapi dicuekin karena tidak berlangsung lama. Habis tiduran sebentar, kembali ringan semua. 

Namun, kali ini agak lain rasanya. Lebih lama dan konsisten. 

Kemudian salah seorang teman mengatakan, “hati-hati dengan gejala-gejala seperti itu, sebaiknya diperiksa, karena ada keluarga saya mengalami gejala seperti ibu, tak lama, keluarga itu strok!”


What! 

What …. What …. What !!!

Rada-rada ngeri juga.


Akhirnya dengan mengucapkan bismillah, saya pun ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), periksa gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah.

Hasilnya, si lemak jahat alias kadar kolesterol melebihi batas normal.

Alhamdulillah, selain kolesterol, semuanya normal. Eh, gula darah sedikit rendah, tapi masih bisalah diantisipasi.

Lumayan lama juga proses menghalau si lemak jahat itu dan inilah penyebab semakin mandeknya tulisan saya. 

Jadi saya fokus dulu ke pemulihan fisik. Lupakan sejenak tantangan itu. 


Jadi, kegagalan memenuhi tantangan ini bukan tanpa alasan. 

Oh yah, ada juga alasan lain sebenarnya, tetapi belum bisa dituliskan. 

Pssst, masih rahasia. Mei nanti saya tuliskan rahasia itu. 


www.mardanurdin.com


Tulisan ini adalah bagian dari Tantangan Menulis 29 hari tahun kabisat 2024, di mana saya GAGAL menantang diri sendiri untuk menulis sesuai tema, hiks.


Makassar, 28 Februari 2024


Dawiah

Post a Comment