Day4: Cara Memilih Pemimpin dari Sudut Pandang Islam; Pengajian Oleh Ustaz Agung Wirawan

Sunday, February 4, 2024






---- Cara Memilih Pemimpin Dari Sudut Pandang Islam: Pengajian Oleh Ustaz Agung Wirawan ---



Kali ini saya menulis dengan tema bebas, mumpung ilmu yang saya dapatkan kemarin masih segar dalam ingatan. Berarti tema untuk hari ini Day4 pindah ke hari berikutnya. 

 

3 Februari 2024, saya bersama ibu-ibu pengurus ‘Aisyiyah menghadiri pengajian yang diadakan oleh Bapak Iqbal Parewangi di Hotel UIN Alauddin Makassar. Pengajian itu menghadirkan Drs. Agung Wirawan yang akan memberi dakwah Islamiah dengan tema “cara Memilih Pemimpin.”

 

Saya pikir, tema ini sangat relevan dengan situasi menjelang pemilihan umum di negara kita. Setidaknya ini akan membuka pikiran kita, bagaimana cara memilih pemimpin yang insyaallah lebih baik untuk kejayaan Indonesia dari sudut pandang agama Islam.

 

Ustaz Agung memulai pengajian dengan menceritakan kisah Nabi Sulaiman Alaihisalam, bahwa suatu waktu, Nabi Sulaiman Alaihisalam berkata bahwa, ia akan menggilir  100 istrinya dalam satu malam dan masing-masing istrinya akan melahirkan anak laki-laki, yang nanti akan berjihad di jalan Allah. Ternyata setelah itu, hanya satu istrinya yang melahirkan anak laki-laki dan itupun lahir dalam keadaan cacat.


Cerita ustaz Agung adalah salah satu hadis yang diriwatkan oleh Ahmad 7715 dan Bukhari 5242 sebagai berikut.

 

“Sulaiman bin Daud pernah mengatakan, “Saya akan menggilir 100 istriku semalam ini lalu masing-masing istri akan melahirkan anak lelaki, yang nanti akan berjihad di jalan Allah. Namun, Sulaiman lupa mengucapkan ‘InsyaaAllah’. Lalu Sulaiman menggilir keseratus istrinya, tetapi tidak ada yang melahirkan anak selain satu istri yang melahirkan setengah anak. Kemudian Rasulullah Sallalahu alaihi wasallam berkata, “seandainya Sulaiman mengatakan, ‘InsyaaAllah’ maka sumpahnya tidak gagal dan akan mendapatkan apa yang diinginkannya.” (HR. Ahmad 7715 dan Bukhari 5242).

 

Dari hadis tersebut, pak Ustaz mengingatkan jamaah yang akan melakukan sesuatu untuk selalu mengikutkan Allah dalam setiap rencananya. 


“Selalu ucapkan InsyaaAllah (Jika Allah mengizinkan), karena semua kejadian dalam hidup kita tidak akan pernah terjadi jika Allah Subhanahu wataala tidak mengizinkannya.”

Ini pengingat bagi semua calon legislatif terutama ketiga pasangan calon presiden dan semua pendukungnya, karena sesungguhnya presiden Indonesia sudah tercatat di Lauhulmahfuz, tetapi tidak ada seorang pun yang tahu atau belum tahu sebelum perhitungan suara berakhir nanti. 

 

Seandainya manusia bisa ngintip, pasti tidak akan ada lagi acara kampanye apalagi debat capres cawapres bukan? Ngapain bela-belain capres A jika kita sudah tahu kalau nantinya yang akan menjadi presiden Indonesia adalah capres X. Begitu kira-kira.

 

Ada tiga sifat yang harus dimiliki oleh calon pemimpin, di mana ketiga sifat itu yang insyaaAllah akan memberi pengaruh baik pada saat menjalankan pemerintahan kelak ketika dia terpilih menjadi pemimpin, yaitu:

 

  • Pertama. Bagaimana dia menjalankan ibadahnya. Apakah ia sungguh-sungguh atau tidak? Jika menjalankan ibadahnya saja tidak sungguh-sungguh dan tidak jujur pada agamanya, bagaimana bisa menjalankan pemerintahan dengan sungguh-sungguh dan jujur pula. Dengan kata lain, dia tidak memiliki integritas yang mumpuni. Maka pilihlah pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi.
  • Kedua. Memiliki sifat ihsan atau selalu berbuat baik dan mempunyai kapabilitas dalam melakukan sesuatu.
  • Terakhir, memiliki kepedulian pada rakyat atau punya loyalitas kepada rakyat.

 

Lebih jauh dijelaskan oleh Pak Ustaz, bahwa selain melihat sifat-sifat baik tersebut, dianjurkan juga untuk TIDAK memilih pemimpin yang memiliki tiga sifat buruk, yaitu:

 

  • Pertama, jangan pilih calon pemimpin yang selalu berbuat keji kepada rakyat maupun kepada dirinya sendiri.
  • Kedua, jangan pilih calon pemimpin yang selalu mungkar. Melanggar perintah Tuhan.
  • Ketiga, jangan pilih calon pemimpin yang suka bertindak sewenang-wenang. 

 

Jadi, marilah berdoa agar kita mendapatkan pemimpin yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut agar negeri Indonesia yang kita cintai ini menjadi negeri yang Baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

 

Bagaimana cara kita memilih pemimpin sesuai kriteria? Periksalah tread record-nya, amati sikap-sikap dan perkataan-perkataannya, lalu tentukan pilihanmu dengan mengucapkan “bismillah”

Jangan golput yah.


Pesan terakhir yang disampaikan oleh Ustaz Agung Wirawan, Pemilu semakin dekat dan jadikan ajang ini sebagai jalan untuk menjalankan perintah Allah Subahanahu wata’ala sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Maidah ayat 2.


“ …… wa ta’aawanuu ‘alal-birri wat-taqwaa wa laa ta’aawanuu ‘alal-ismi wal-‘udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-‘iqoob.”

“ …. Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah:2).

 

Jika pemimpin yang kamu pilih nantinya tidak terpilih atau gagal melenggang ke istana, jangan marah apalagi sakit hati. 


Ingatlah kisah semut yang membantu Nabi Ibrahim Alaihisalam ketika beliau dibakar. Semut tahu kalau air yang ia bawa tidak berpengaruh apa-apa, tetapi ia terus menyiram api yang besar itu dengan setetes demi setetes air yang dibawanya, lalu berkata,

 “setidaknya Allah tahu kepada siapa saya berpihak.”


Jangan sampai kita menjadi cicak yang ikut meniupkan api saat nabi Ibrahim dibakar sehingga Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda,”Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no.3359).

 

Jadi, sudahkan kamu menentukan pilihanmu? 

Siapa nih capres pilihanmu?


Eh, aups. Rahasia dong, cukup kamu dan Allah yang tahu saja yah.




Setidaknya kita sudah menentukan kepada siapa kita berpihak, semoga keberpihakan kita itu merupakan pihak yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala, terlepas apakah dia yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pemimpin bangsa ini atau bukan. 


Tema lainnnya bisa dibaca di sini 

 

#Tulisan ini adalah bagian dari Tantangan Menulis 29 hari tahun kabisat 2024, di mana saya menantang diri sendiri untuk menulis sesuai tema#


 

Makassar, 1 Februari 2024

 

Dawiah

 

 

 

23 comments

  1. pemilu tinggal beberapa hari lagi tapi saya kok masih galau yaa hahaha
    mungkin ini saatnya saya untuk memulai membaca track record masing2 paslon untuk memantapkan hati :)
    semoga siapapun paslon yang menang nanti bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dan lebih berdikari!!!

    ReplyDelete
  2. Pemilu 2024 ini daku juga masih belum menentukan, sambil riset track record dari tiap pasangan calon. Tapi sesuai dengan azas pemilu yakni LUBER maka akan daku rahasiakan pilihannya.

    Emang bener ya kudu milih pemimpin yg kuat agamanya dan tidak melalaikan ibadah karena itu penting banget.

    ReplyDelete
  3. Di lingkungan saya suasana cukup panas antarkubu. Bukan berarti baku hantam, tapi persaingan antar relawan untuk pemenangan cukup terasa. Saya pribadi belum tahu pilih yang mana, padahal tanggalnya sudah dekat. Tiap ditanya orang bilang rahasia, aslinya masih kosong, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samma Kak...Sobat saya pernah tanya, saya milih siapa? Saya bilang rahasia (padahal belum tahu...wkwkwk). Dia kaget, soalnya dia pendukung paslon tertentu. Dia pikir saya sama dengan dia...hihi

      Delete
  4. Semoga pemimpin yang terpilih nanti bisa memimpin bangsa dan negara ke arah yang lebih baik lagi. Mau yg terpilih adalah yg kita pilih nanti atau tidak, kita tetap harus menjalani kehidupan seperti biasa. Didoakan bersama bagi mereka-mereka yang nantinya terpilih agar bisa bijaksana dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin negara.

    ReplyDelete
  5. Daku pun sampai sekarang belum punya pilihan bun. Dari kemarin mencoba mendalami masing-masing paslon, dan hasilnya tetap belum ada yang bikin hati jadi sreg.
    Yaah, doaku sederhana sih. Siapapun yang terpilih kelak, semoga ia bisa bersikap bijak dan amanah. Tak ada gading yang tak retak, tapi seretak-retaknya gading retak tentu sangat bernilai harganya. Semoga pemimpin kita kelak bisa seperti gading yang bernilai, meski seretak apapun.

    ReplyDelete
  6. Makasih mbak artikelnya bisa jadi referensi buat cari pemimpin yang amanah. Sejauh ini saya juga masih menimbang-nimbang mana pemimpin yang nantinya akan saya pilih dan semoga siapapun nanti yang terpilih bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia

    ReplyDelete
  7. Belum ada pilihan, mau ikutin nurani pas hari H nya. Semoga kita semua iklas menerima setiap hasil, apapun itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo muslim boleh shalat istikharah dulu kak. Eman soalnya 5 tahun bukan buat kita pribadi. Tapi buat milih 200 juta orang lebih

      Delete
  8. Pas banget kak. Memang seperti itulah cara memilih pemimpin dalam Islam. Semoga setiap kita memilih sesuai hati nurani ya kak. Kadang kasian liat rakyat kecil yang setiap 5 tahun hanya dimanipulasi untuk memilih kemudian dilupakan

    ReplyDelete
  9. Kajiannya penting banget jadi bekal mencoblos di tanggal 14 Feb ya, track record capres yang kita pilih harus kita teliti sebelum memilihnya

    ReplyDelete
  10. Gak bisa sembarangan ya kita dalam memilih pemimpin nanti. Pastinya harus dilihat ahlaknya, agamanya, shalatnya, dan tentu program yang dibuatnya. Semoga dengan semakin banyaknya tulisan kayak gini, umat muslim bisa memilih pemimpin dengan baik. Bukan karena pengaruh di sekitar, bukan karena faktor amplop, atau yang lainnya. Tapi memang sudah sesuai dengan apa yang dituntunkan.

    ReplyDelete
  11. Tema kajiannya sangat relate dan bagus nih, beneran deh sangat sejalan dengan yang aku terapkan juga. Apalagi sesuai syariat islam, makin mantap ya. Semoga saja setiap dari kita, bisa lebih cermat dan cek track record calon yang akan kita pilih. Pastikan pilihan nya yang paling baik dan menggunakan hak suara kita dengan bijaksana alias tidak golput. Mudah-mudahan 14 Februari nanti, yang terpilih adalah yang terbaik bagi kemajuan Negara kita 😇.

    ReplyDelete
  12. Temanya sesuai banget yang terjadi saat ini ya mba, memilih pemimpin harus yang amanah, semoga siapa pun nanti yang terpilih aman dapat membawa perubahan ke arah lebih baik bagi Indonesia dan masyarakatnya, pandangan di atas dapat menjadi bekal buat memilih pemimpin

    ReplyDelete
  13. Aku masih bingung mbaaaa 🤣🤣🤣. Suamiku udah fix, akunya galau hahahaha.

    Memang sih hrs dilihat dari kuat tidaknya dia mengikuti perintah Tuhannya. Tapi masalahnya itu ga bisa dipastikan juga. Ya namanya kita ga setiap saat bareng mereka kan.

    Mau ga mau cuma dari track record. Tapi kok ya ini ga ada yg sreg wkwkwkwkw. Aku mikir dalam2 dulu deh sebelum memilih. At least pilih yg paling sedikit mudharatnya, insyaallah

    ReplyDelete
  14. Di bulan-bulan politik ini malah ragu untuk memilih karena sekarang semua calon berlomba-lomba meraih hati dengan berbagai ucapan manis abcd. Mungkin mereka berusaha yang terbaik agar bisa mencapai posisi pemimpin. Tapi untuk yang benar-benar amanah dan tulus dalam menjalankan jabatannya nanti kok saya belum menemukan.

    ReplyDelete
  15. MashaAlla~
    Pemilu 2024 semakin dekat. Semoga kita semua bisa memilih pemimpin yang amanah untuk negeri ini. Dan semuanya hidup dalam kebahagiaan serta kedamaian di bawah pemimpin yang mengajak ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
    Aamiin~

    ReplyDelete
  16. Pas banget nih tulisannya di masa kita yang sebentar lagi akan memilih pemimpin, dan memang kita harus memilih pemimpin yang sekiranya bisa membawa kita menuju ke arah yang lebih baik, terutama orang yang bisa mengayomi masyarakat,menegakkan hukum dan juga memiliki rencana yang paling cocok untuk negara ini

    ReplyDelete
  17. nggak terasa udah 5 tahun berlalu dan sebentar lagi waktunya pemilihan lagi, rasanya cepet banget.
    PR buat aku sebenernya untuk memilih siapa pemimpin yang tepat, kalau waktu sekolah dulu mungkin aku cuek untuk mencari track recordnya, sekarang minimal harus tahu kapabilitas calon pemimpin yang ada.

    ReplyDelete
  18. urusan soal cari pemimpin ini agak susah juga untuk pemilu 2024 ini. Banyak yang blunder dan bikin emosi jiwa wkwkw tapi setidaknya dengan adanya pemaparan ini bisa lebih menguatkan lagi. Terpenting saat pemilu 14 februari ini jangan golput

    ReplyDelete
  19. Seringkali aspek agama ini tidak begitu kentara. Khususnya di kalangan pejabat yang pluralis. Mereka menyembunyikan ritual agamanya dan menjadikan hal itu pribadi. Seringkali seseorang tanpa peci sorban atau ucapan2 tasbih, jutsru lebih agamis dan humanis.

    Cara menilainya paling mudah adalah dari moralitas, terutama ucapan dan tindak tanduknya.

    Namun, selain itu, kita juga perlu berdoa kepada Allah semoga dimampukan untuk memilih yang terbaik di antara mereka para calon pemimpin. Dan jika sudah terpilih, tugas kita adalah mendukung dan mendoakannya semoga beliau mampu mengemban amanah, karena memimpin negara itu tidak ringan.

    Umar bin Khattab bahkan pernah mengatakan, "Seandainya ada satu doa mustajab yang diberikan padaku, maka aku akan menggunakannya untuk mendoakan seorang pemimpin."

    Itu saya dapatkan dari podcast Dedy Corbuzier dengan Ust. Khalid Basalamah. Setelah nonton itu, insyaalah jadi adem.

    ReplyDelete
  20. Ah sudah besok hari pencoblosan memilih pemimpin NKRI. Masih ragu, bingung, harus pilih siapa. Apalagi para caleg. Kita tau sendiri kan para caleg kalo sudah lupa daratan. Mereka bermewah mewahan sedangkan kita yang dulu memperjuangkan tak dapat apa apa. Ingkinku DPR DPRD dihapuskan🤫🤫

    ReplyDelete
  21. Memilih pemimpin ini selain karena visi dan misi, juga harus sesuai dengan kepribadian ya kak, aku sendiri kadang suka bingung hihihi. Tapi bismillah aja, ingat kata beberapa nasihat memilih yang paling sedikit mudharatnya.

    ReplyDelete