Anak Trouble Maker? Inilah Penyebab dan Tips Mencegahnya

Friday, November 19, 2021

 




 

Anak Trouble Maker? Inilah Penyebab dan Tips Mencegahnya

Pernahkah Anda mendapati anak yang selalu buat onar? Disenggol sedikit saja langsung ngamuk, perilakunya kasar, dan agresif. Anak yang perilakunya seperti ini biasanya disebut mengalami trouble maker, si pembuat huru-hara.

Tentu saja orang tua yang memiliki anak berperilaku trouble maker akan menjadi sedih dan gusar, bahkan tidak sedikit yang bertindak keras, menghukum dengan fisik dan sebagainya.

Namun, tahukah Anda jika hal itu dilakukan maka yang terjadi adalah anak akan semakin menjadi-jadi. Bukannya jadi anak penurut, yang ada malah jadi pembangkang sebab merasa dihalangi aktivitasnya.

Yap, sembari mengurut dada kitapun sebagai orang tua dituntut untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi anak yang cenderung trouble maker.

Sebelum kita membahas tips agar anak tidak membuat masalah, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja yang bisa memicu anak menjadi pembangkang dan pembuat huru hara. Sebab penyebab anak berperilaku buruk umumnya disebabkan oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga dekat maupun lingkungan sekitar rumahnya.


Perlakuan yang Memicu Anak Menjadi Trouble Maker


Berikut ini empat jenis perlakuan  yang bisa menjadi pemicu anak bersifat pembangkang dan pembuat masalah atau menjadi  trouble maker.

 

Memukul


Pernahkah melakukannya?

Bisa jadi ada yang menjawab, “ya iyalah, bagaimana tidak memukul, anaknya nakal begitu.” Waduh, jangan sampai terjadi yah. Penting kita ketahui, bahwa kekerasan fisik merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Hal ini bisa mengakibatkan anak menjadi dendam lalu bercita-cita suatu hari ia akan lebih berkuasa daripada orang tuanya atau oleh orang dewasa yang memukulnya.

Bayangkanlah jika hal itu terjadi. Anak akan apabila anak bertindak sewenang-wenang. Bisa jadi anak akan memukul siapa saja yang menghalangi perbuatannya.

 

Mempermalukan

 

Sebahagian orang tua ada yang sengaja mempermalukan anaknya, dengan alasan supaya anaknya jera. Padahal perbuatan itu hanya akan membuat anak menjadi rendah diri dan kurang percaya diri.

Jika anak kurang percaya diri, biasanya menimbulkan sikap melawan atau menantang siapa saja yang dianggapnya merendahkan dia sebagai bentuk perlawanan atau untuk menutupi rasa rendah dirinya.

 

Mendidik Anak Saat Sedang marah

 

Jika kita mendidik atau mendisiplinkan anak pada saat emosi sedang memuncak biasanya kita lupa diri dan bisa kita melakukan sesuatu yang berlebihan. Marah berlebihan, mengeluarkan suara yang sangat keras dan kasar.

Tindakan seperti itu akan menimbulkan kemarahan tersendiri di hati anak. Bukannya anak akan berperilaku baik malah akan berperilaku sebaliknya.

 

Mengancam


Tindakan orang tua yang selalu mengancam anak akan menimbulkan hilangnya kredibiltas orang tua  di mata anak. Jika terlalu sering diancam anak akan menjadi kebal sehingga tidak lagi mengindahkan kata-kata orang tuanya. 


READ MORE

Pengalaman Mengikuti Diklat di Masa Pandemi

Wednesday, November 17, 2021

 


 

Mengikuti diklat secara offline di masa pandemi? Apakah berbeda?

Sebenarnya saya sudah putus asa mendapatkan kesempatan lagi mengikuti Diklat Guru Pembina Ekskul ini. Sebab saya pernah mengundurkan diri jadi peserta pada Diklat Guru Pembina Ekstrakurikuler angkatan 1 tahun 2020.

Waktu itu nama saya tercantum sebagai peserta Diklat Guru Pembina Ekstrakurikuler Angkatan 1 yang dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus s.d 5 September 2020 di Bandung. Sayangnya  kesehatan saya saat itu sedang tidak baik. Terpaksa dengan berat hati saya mengundurkan diri.

Alhamdulillah, beberapa bulan kemudian saya diundang lagi menjadi peserta di Angkatan 6 yang berlangsung pada tanggal 7 Juni - 12 Juni 2021. 

Masyaallah ternyata Allah Swt masih memberi kesempatan yang sangat berharga. Langsung setuju dong. Kapan lagi dapat kesempatan menambah ilmu gratis dan pengalaman yang luar biasa.

 

Persiapan

 

Persiapan pertama yang saya lakukan adalah mengecek kesehatan lalu mengontak Ibu Yeni guru SMPN 2 Makassar, sebab beliau juga menjadi peserta yang mewakili daerah kami. Bukankah melakukan perjalanan jauh dengan orang yang dikenal lebih asyik daripada berjalan sendiri?

Kebetulan beliau itu adalah teman seperjalanan yang asyik. Setelah beberapa kali berdiskusi, akhirnya kami sepakat berangkat bertiga dengan kepala sekolah beliau yang kebetulan juga diundang mengikuti Diklat Supervisi Pembelajaran IPA di kota yang sama.

Persiapan berikutnya adalah mengurus surat tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dan yang tak kalah pentingnya adalah melakukan Pcr pada malam hari, sebab surat keterangan telah melakukan Pcr dengan hasil negatif hanya berlaku 24 jam.

 Alhamdulillah, semua urusan berjalan lancar.

 

Perjalanan Mengasyikkan

 

Subuh yang dingin ketika saya menuju bandara Sultan Hasanuddin diantar oleh suami, anak dan menantu. Berhubung waktu keberangkatan tepat pukul 07.00 wit maka harus tiba di bandara sebelum pukul 06.00.

Berangkat  pagi kami pilih dengan pertimbangan, kami bisa tiba di Jakarta sekitar pukul 08.00 wib lalu naik mobil travel ke Bandung dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2,5 hingga 3 jam. Jika perjalanan kami lancar, maka kami bisa melapor kepada panitia, mengurus kamar hotel bahkan bisa istirahat beberapa menit sebelum mengikuti acara pembukaan yang dijadwalkan pada surat edaran diklat pada pukul 14.00 wib.

Berhubung ini adalah perjalanan pertama saya selama masa pandemi, maka saya dan bu Yeni sedikit kagok dengan adanya beberapa perubahan peraturan. Salah satunya adalah melapor ke satgas covid bandara dengan memperlihatkan surat keterangan telah melakukan tes dan hasilnya menunjukkan kalau kami negatif.

Beruntung kami bersama ibu Andi Mardiani Maddusila, S.Pd.,M.Pd Kepala Sekolah SMP N 2 Makassar yang sudah beberapa kali melakukan perjalanan dalam waktu dekat. Dari beliau, saya dan bu Yeni mendapatkan informasi  tentang peraturan tersebut termasuk menunjukkan tempat melakukan PCR dengan pelayanan cepat dan lancar.

Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi lagafurrahim.

Dengan melafazkan doa dan harapan perlindungan dari Yang Maha Kuasa, kamipun naik ke pesawat dan duduk manis di sana.

Jam dinding di bandara Soekarno Hatta menunjukkan pukul 08.30 saat kami tiba di Jakarta. Waktu perkiraan kami tidak terlalu jauh melenceng. Sementara itu, mobil yang akan kami tumpangi ke Bandung sudah menunggu di pelataran bandara. 

Ibu Andi Mardiani yang kami panggil Ibu Kepsek sudah memesannya  sejak di Makassar sehingga tanpa menunggu lama kami langsung naik mobil dengan berbekal sarapan roti dan teh panas hasil traktiran bu kepsek.

Terima kasih Bu. Semoga rezekinya semakin bertambah dan menjadi berkah.

 

Makan siang di Rest Area Cipularang

 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam, mobil yang kami tumpangi memasuki rest area KM 97 Cipularang. Istirahat dan makan siang dengan menu utama sate maranggi. Sekali lagi, makan siang saya dan bu Yeni dibayarin sama bu Kepsek.

Sebenarnya saya belum lapar. Roti dan teh manis panas masih dalam proses pencernaan, tetapi demi menghormati bu Kepsek, sayapun ikut mencicipi hidangan yang disediakan terutama hidangan sate maranggi.

Ada yang lucu dan sedikit menyesalkan kejadian yang tidak saya katakan kepada teman terutama kepada bu Kepsek. Ceritanya begini.

Sesaat sebelum makan, saya memvideokan makanan yang terhidang termasuk keadaan sekitarnya, lalu saya pasang di status Wa saya. Beberapa saat kemudian, pesan putra saya masuk.

“Ma, ada lalat yang ikut numpang makan di sate – ta.

Gubrak!

Secepatnya saya hapus video di status saya dan langsung mengamati video yang ada di galeri.

Subhanallah, lalat-lalatnya ikut mencicipi sate tersebut! Kok tidak ada yang melihatnya yah?

Mungkin karena kami duduk di bagian belakang yang tempatnya kurang terang, sehingga lalat yang nangkring pada sate tidak nampak ditambah dengan warna tubuh lalat gelap segelap warna sate, hihihi.

Diam-diam saya menjauhkan piring sate dari jangkauan bu Kepsek dan bu Yeni, agar mereka tidak lagi mengambil sisa sate yang masih ada sekitar 5 tusuk itu. Cukuplah satu tusuk itu yang sudah  terlanjur masuk ke dalam perut.

Bu Kepsek dan bu Yeni melirik diam-diam. Barangkali di pikiran mereka, sate itu mau saya bungkus karena posisinya berada di dekat saya dan beliau tidak bisa menjangkaunya.  Yah, tak apalah mereka berpikiran demikian, sebab saat meninggalkan warung, sisa sate itu masih ada di sana.

Semoga saat tulisan ini saya posting, beliau membacanya dan melalui tulisan ini pula saya mohon maaf karena tidak memberi tahu soalnya saya tak mau merusak selera makan ibu kepsek dan bu Yeni. 

Alhamdulillah, selama mengikuti pelatihan hingga pulang ke Makassar, saya, bu Yeni dan bu Kepsek sehat walafiat. Padahal saya cemas, jangan-jangan kami mengalami sakit perut sebab makanan itu. Itu berarti, sate yang kami makan belum sempat dihinggapi lalat. Atau mungkin lalat-lalatnya tahu diri, mereka melihat situasi dahulu. Hanya sate yang kami tidak sentuh yang dihinggapi. Ha-ha-ha.

 

Tidur Berdua

 

Beberapa waktu kemudian, mobil yang kami tumpangi memasuki area parkir hotel Preanger setelah sebelumnya singgah di hotel Grand Tebu tempat bu Kepsek mengikuti pelatihan.

Ini yang kedua kalinya saya dan bu Yeni mengikuti pelatihan di hotel ini.

Yap, tahun 2018 kami mengikuti pelatihan sebagai guru inti dalam program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP). Sayangnya waktu itu saya tak sempat menuliskan kisahnya.

Setelah melapor ke panitia diklat, kamipun diarahkan ke bagian resepsionis untuk pengambilan kunci kamar. Ada yang berubah dari biasanya saat mengikuti pelatihan. Kali ini, setiap peserta difasilitasi kamar sendiri-sendiri. yah, namanya juga masih masa pandemi, maka protokol kesehatan wajib diterapkan.

Bu Yeni berbisik, “saya tidak biasa tidur sendiri.”

Saya katakan, “dicoba saja dulu kalau masih merasa tidak nyaman, bu Yeni boleh pindah ke kamar saya, kita tidur berdua.”

Bu Yeni sepakat. Selanjutnya kami ke kamar masing-masing dan siap-siap mengikuti acara pembukaan.

Pembukaan diklat berlangsung hingga pukul 17.00. Setelah itu, peserta dipersilahkan beristirahat karena esoknya kegiatan diklat dimulai pukul 08.00 s.d pukul 20.00 yang diselingi dengan istirahat, salat dan makan (isoma) selama sepekan. Jadi tubuh harus fit agar siap menerima materi diklat.

Usai salat magrib, gawai saya berdering.

“Kandaaa, saya tidur di kamar – ta na… saya takut tidur di sini, ada temanku.” Teriak bu Yeni. Suaranya seperti orang ketakutan.

“Iye, ke sini maki.” Sebenarnya saya juga merasa tak nyaman tidur sendiri di kamar yang lumayan luas dengan dua ranjang. Jadi bisa dibilang, pucuk dicinta ulampun tiba.  

Bu Yeni berkisah, ia merasa ada seseorang di dalam kamarnya. Seseorang yang tak terlihat tetapi terasa ada. Katanya lagi, terkadang terdengar suara orang yang sedang mandi dan saat kamar mandi dibuka, kosong. Hii… ngeri kan ya.

Namun, saya menganggap itu mungkin hanya halusinasinya bu Yeni saja. Karena sejak awal beliau memang sudah bilang kalau beliau tidak biasa tidur sendiri.

Hanya saja saya tak mengatakan itu. Takutnya beliau tersinggung.

 

Bau Tinja dari Kamar Bu Yeni

 

Hari keempat saya menyempatkan singgah di kamar bu Yeni sebelum memasuki ruangan pelatihan. Begitu masuk, aroma bau tinja tercium sangat tajam dari toilet.

“Bu Yeni lupa nyiram toiletnya ya?”

“Coba tengok toiletnya Bu, bersih sekali.” Jawab bu Yeni.

Karena penasaran, sayapun melongok ke toiletnya. Betul, toiletnya bersih bahkan mengkilap. Kami beradu pandang dengan mata melotot. Merinding.

“Cepat yuk, kita ke ruangan diklat!” Buru-buru saya keluar dari kamar bu Yeni.

“Ha-ha-ha … sudah percaya kan, kalau di kamarku itu ada makhluk yang menumpang mandi, buang air dsb.” Bu Yeni terkekeh.

“Iya ih, seram betul kamar bu Yeni.”

Ternyata yang pindah kamar bukan hanya bu Yeni. Ada juga bu Ari peserta diklat dari Kalimantan. Kalau ini bukan hanya numpang tidur, tetapi memang tinggalkan kamar dan memilih stay di kamar temannya hingga diklat selesai. Bu Ari tidak biasa tidur sendiri makanya cari teman. Yaah, ini sih beda alasannya.


Penutup

 

Demikian pengalaman saya mengikuti diklat tatap muka selama masa pandemi. Saya hanya mau mengatakan, bahwa mengikuti diklat secara tatap muka di masa pandemi sangat berbeda keadaannya dengan diklat sebelum masa pandemi.

Banyak hal yang dulunya dilakukan sekarang tidak. Misalnya, makan siang dan makan malam. Sebelum pandemi, peserta makan di ruang makan, setelah pandemi baik makan siang maupun makan malam disajikan di dalam dus dan dibawa ke kamar masing-masing.

Ada lagi, selama masa pelatihan baik peserta maupun fasilitator wajib pakai masker dan di atas meja selalu tersedia cairan pembersih tangan atau hand sanitiser.

Namun, kami patut bersyukur sebab pelatihan secara tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Bagaimanapun bagusnya pelatihan daring, pelatihan tatap muka jauh lebih bagus. Itu menurut saya.

Bagaimana menurut Anda?

Jawab di kolom komentar ya.

 

Makassar, 17 November 2021

Dawiah

READ MORE

Tips Memilih Toner Untuk Kulit Wajah

Monday, November 15, 2021

Hai pendamba kulit sehat, bersih dan cerah, saya datang lagi nih untuk membagikan informasi tentang salah satu bahan atau produk skin care yang sangat familiar di dunia pen-skincare-an. 

Apakah itu? Yah tidak salah lagi, bahan itu disebut toner.

Yuk, markibas, mari kita bahas!

 


Apa Itu Toner?

 

Seperti yang saya tuliskan di atas, toner itu adalah salah satu bagian dari skin care yang tidak asing lagi. Semua pencinta kulit bersih pastilah mengenal bahan yang satu ini, bahkan tak pernah lepas dari aktivitas membersihkan kulit wajah.

Mengapa?

Sebab toner mengandung bahan aktif yang umumnya digunakan untuk menghilangkan kotoran, sisa kosmetik dan minyak. Toner juga berfungsi menambah kelembapan kulit agar tidak kering seusai mencuci muka.

Bahan utama toner adalah air. Selain itu, toner juga mengandung berbagai bahan aktif yang jenisnya disesuaikan dengan kegunaannya masing-masing, di antaranya niacinamide yang berfungsi mencerahkan kulit, lalu  gliserin yang berfungsi menjaga kelembapan kulit bahkan mengandung ekstrak herbal dan bunga yang berkhasiat sebagai antioksidan.

 

Jenis dan Fungsi Toner


Toner terdiri atas dua berdasarkan fungsi dan kandungannya, yaitu toner pelembap dan toner eksfoliasi. Apa persamaan dan perbedaan dari keduanya?

 

Toner Pelembap

 

Toner yang berfungsi melembapkan wajah ini  mengandung bahan-bahan pelembap yang bekerja untuk mengunci air dalam sel-sel kulit. Bahannya antara lain, gel lidah buaya, vitamin E dan hyaluronic acid.

Selain berfungsi melembapkan kulit wajah, toner pelembap juga membantu menyiapkan kulit untuk perawatan selanjutnya. Mengapa demikian?

Sebab kulit lembap mampu menyerap bahan-bahan dalam produk skin care lainnya dengan lebih baik.

 

Toner Eksfoliator 

 

Sisa-sisa kotoran atau sisa kosmetik di wajah kadangkala tidak bisa dibersihkan hanya dengan menggunakan sabun pembersih wajah, sehingga diperlukan tindakan selanjutnya agar sisa kotoran betul-betul hilang. Maka dilakukan eksfoliasi atau pelepasan lapisan luar atau sel kulit mati yang menempel pada wajah.

Untuk melakukan eksfoliasi maka digunakanlah toner tertentu yang pada umumnya mengandung alpha dan beta-hydroxy acid atau glycolic acid dan salicylic acid. Toner jenis ini dapat digunakan untuk menghapus sisa kosmetik dari wajah. Selain itu, dapat pula mengatasi noda hitam dan mencegah timbulnya kerutan di wajah.

Yang pasti kedua jenis toner tersebut toner pelembap dan toner eksfoliasi sama baiknya. Namun, untuk mendapatkan hasil yang bagus harus disesuaikan dengan kebutuhan wajah.

Apakah toner hanya memiliki fungsi seperti yang disebutkan di atas?

Aeits, tunggu dulu!

Mari kita mengubek-ubek om google untuk mencari informasi selengkapnya. Ternyata fungsi toner masih banyak.


Sebagai Detoksifikasi


Toner yang baik dapat berfungsi sebagai detoksifikasi di mana toner wajah bekerja untuk menghilangkan racun maupun sisa-sisa zat hasil industri kimia dan lingkungan yang memengaruhi kesehatan kulit.

Hasilnya adalah kulit lebih sehat, nampak cerah, menghilangkan jerawat dan menghambat penuaan dini.

 

Penyeimbang pH

 

Tingkat keasaman kulit atau pH sangat memengaruhi keadaan kulit wajah. Jika pH kulit terlalu tinggi atau terlalu rendah maka kulit cenderung kurang sehat sehingga dapat menimbulkan jerawat, kulit kusam, kulit keriput dan sebagainya.

Sebab itu toner bisa hadir sebagai penyeimbang pH kulit. Dari berbagai sumber diketahui bahwa nilai pH untuk kulit yang sehat berada di antara 4,7 – 5,75.

 

Sebagai Pelembap


Kulit yang lembap dapat terlindungi dari penuaan dini dan tidak gampang kering. Pemakaian toner yang sesuai dapat memenuhi kebutuhan cairan pada kulit sehingga kulit senantiasa terjaga kelembapannya.

Maka sangat dianjurkan memakai toner sebagai dasar kosmetik. Bahkan beberapa toner melengkapi kandungannya dengan vitamin dan nutrisi sehingga selain menjaga kelembapan kulit dapat menutrisi kulit sehingga kesehatan kulit terjaga dengan baik.

 

Menyamarkan Pori-Pori

 

Ketahuilah, pori-pori yang terbuka memudahkan kotoran memasuki kulit. Biasanya menimbulkan iritasi bahkan infeksi. Nah, toner yang baik dan dipakai secara teratur dapat mengencangkan pori-pori sehingga mencegah masuknya kotoran, minyak maupun racun penyebab iritasi kulit wajah.

Kadangkala jerawat ditimbulkan pula oleh penumpukan kotoran dan zat sisa. Dengan pemakaian toner, maka jerawat bisa teratasi.

 

Memilih Produk Toner yang Baik

 

Menilik fungsi dan kegunaan toner seperti yang telah dibahas di atas maka timbul pertanyaan.

“Bagaimana memilih toner yang baik?”

Satu hal yang mesti dipahami bahwa, sebelum memilih toner maka ketahuilah terlebih dahulu jenis kulitmu.

Apakah jenis kulit yang gampang berjerawat atau normal?

Apakah tujuanmu menggunakan toner untuk menghalau jerawatkah atau untuk mencerahkan kulitmu?

Setelah mengetahui jenis kulitmu, maka kamu tinggal pilih jenis toner apa yang akan kamu gunakan.

Nah, kebetulan sekali beberapa pekan lalu saya memesan rangkaian produk skin-care dari Scarlett. Maaf yah, saya pilih Scarlett sebab sudah terlanjur jatuh hati sama rangkaian produk Scarlett, termasuk tonernya.

Berikut ini akan saya sampaikan bagaimana cara memilih toner berdasarkan kebermanfaatannya pada masing-masing jenis kulit.

 

Untuk Kulit Berjerawat

 

Untuk kulit berjerawat sebaiknya memilih toner yang mengandung Zinc Sebum, Green Tea Water, Tea Tree Water, Phyto Squalane, Mugwort Hydrosol, Vitamin C, Ginkgo Extract, Succinic Acid, dan Gluconolactone.

Nah, semua kandungan tersebut di atas ada dalam Toner. Bagi kamu yang sedang berjerawat atau sering berjerawat maka, Scarlett Acne Essence Toner ini cocok buat kamu.

Mengapa?

Sebab kandungan dalam Scarlett Acne Essence Toner  berupa Zinc Sebum, Green Tea Water, Tea Tree Water, Phyto Squalane, Mugwort Hydrosol, Vitamin C, Ginkgo Extract, Succinic Acid, dan Gluconolactone berkhasiat  untuk:

  • Meminimalkan kemerahan pada kulit
  • Merawat kulit berjerawat
  • Menghidrasi kulit
  • Meningkatkan produksi kolagen dan elastisitas kulit
  • Mengontrol produksi sebum/minyak pada wajah
  • Mengangkat sel kulit mati Memperhalus kulit

Di dalam boba atau beads-nya, terdapat kandungan Phyto Squalane yang berfungsi sebagai antiinflamasi atau antiperadangan yang dapat mengurangi kemerahan (redness) dan pembengkakan pada kulit yang sedang berjerawat.

 

Untuk Mencerahkan Kulit

 

Untuk mencerahkan kulit, pilihlah toner yang mengandung Vitamin C, Glutathione, Witch Hazel Extract, Jeju Propolis Extract, Allantoin, Niacinamide dan Grape Water. Daripada kamu bingung memeriksa jenis toner apa saja yang mengandung kandungan tersebut, maka langsung saja deh saya kasi info.

Alhamdulillah, kulit saya tidak berjerawat, tetapi pori-porinya susah disamarkan, mau saja nongol yang membuat kulit saya terasa kasar. Karena saya sudah terlanjur suka sama produk Scarlett, maka langsung saja saya menggunakan Scarlett Brightly Essence Toner.

Saya percaya diri menggunakan Scarlett Brightly Essence Toner karena pada kemasan luarnya tertera kandungan Vitamin C, Glutathione, Witch Hazel Extract, Jeju Propolis Extract, Allantoin, Niacinamide dan Grape Water.

Semua kandungan ini nih yang dibutuhkan oleh kulit saya. Lihat saja manfaat dari   keseluruhan kandungan dari Scarlett Brightly Essence Toner ini yaitu:

  • Mencerahkan kulit
  • Menghidrasi dan melembapkan kulit
  • Menenangkan kulit dan meredakan peradangan
  • Menyamarkan pori-pori
  • Meregenerasi sel-sel kulit
  • Membuat kulit lebih halus dan kenyal

Dilihat dari berbagai manfaatnya tadi, Scarlett Brightly Essence Toneini cocok banget buat kamu yang memiliki keluhan kulit kusam dan penuaan dini. Di dalam boba atau beads-nya sendiri, terdapat kandungan Niacinamide yang dapat mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam dan menyamarkan pori-pori besar.

Kedua essence toner ini memiliki tekstur yang cair dan ketika digunakan akan memberikan efek dingin ke kulit sehingga terasa menyegarkan.

 

Cara Menggunakan Toner

 

Bagaimana cara menggunakan Scarlett Brightly Essence Toner dan Scarlett Acne Essence Toner? Sama saja seperti toner pada umumnya, yaitu:

  1. Tuangkan essence toner ke telapak tangan yang sudah bersih kemudian tepuk-tepuk perlahan ke wajah supaya meresap secara maksimal
  2. Selain menggunakan tangan, kamu juga bisa menggunakan kapas dengan menuangkan essence toner secukupnya ke kapas kemudian usapkan perlahan ke wajah
  3. Toner ini bisa kamu gunakan bersama dengan rangkaian facecare Scarlett lainnya yaitu sesudah facial wash dan sebelum serum.

Jika masih bingung beli toner yang bagus itu di mana. Maka kamu bisa order  melalui link https://linktr.ee/scarlett_whitening.


Makassar, 15 November 2021

Dawiah

READ MORE

Diklat Guru Pembina Ekstrakurikuler IPA

Tuesday, November 9, 2021

  

Desain gambar oleh Dawiah

Sekilas Tentang Diklat Guru Pembina Ekstrakurikuler IPA

Adakah yang masih ingat kegiatan ekstrakurikulernya waktu masih sekolah? Kalian pilih apa nih? Apakah masih sama jenis kegiatannya waktu SD, SMP dan SMA? Atau malah tidak pernah ikut kegiatan ekstrakurikuler sama sekali?

Duh, kasihan sekali kalau tak pernah merasakan serunya ikut kegiatan ekstrakurikuler.

Oh ya, sebenarnya kegiatan ekstrakurikuler itu apa sih.

Yuk, markibas! Mari kita bahas.

 

Tentang Kegiatan Ekskrakurikuler

 

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang tidak asing lagi di telinga kita. Terutama para guru dan siswa maupun yang pernah menjadi siswa. Tentang kegiatan ekstrakurikuler, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 tahun 2014 menjelaskan bahwa:


READ MORE

Kelas Literasi Ibu Profesional; Pengalaman Menjadi Tamu di KLD

Tuesday, November 2, 2021




Assalamualaikum sahabat.

Insyaallah pada hari kedua di bulan  November 2021 ini akan saya awali dengan tulisan tentang Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP)

Teristimewa tentang pengalaman yang lumayan bikin hati saya terharu sekaligus deg-degan, yaitu sebagai tamu di Kenal Lebih Dekat (KLD) yang tayang di grup facebook kemudian lanjut di grup whatsapp.

Saat mbak Wika mengirim pesan dengan mengatakan kalau beliau diutus sama mba Erna guna mengajak saya duduk di kursi panas KLD, saya dengan polosnya bertanya, apa itu KLD.

Duh, kenapa bisa lupa ya? Padahal saya sudah sering mengikuti bahkan sesekali  bertanya kepada yang jadi tamu di KLD.

Sesaat setelah saya mengiyakan ajakan mbak Wika, saya merenung.

“Apa ya kelebihan saya sehingga dipanggil untuk menjadi tamu di KLD?”

“Mengapa mbak Erna mau mengenal saya lebih dekat, apa keistimewaan saya?”

Dalam dunia kepenulisan, saya tergolong anak baru sekalipun usia sudah tidak baru lagi, eh tidak muda lagi. Bahkan untuk eksis dan percaya diri melabeli diri sebagai penulis maupun bloger, saya butuh keberanian yang besar, termasuk berani malu hahaha.

Demikian pula di KLIP, saya tergolong baru bahkan belum lulus, karena masih harus menaklukkan tantangan menulis secara konsisten di dua bulan terakhir tahun ini. Maka tak heran jika mbak Wika menyebut saya sebagai anggota muda KLIP, hihihi.

Walaupun begitu saya tetap dan terus  berjuang  agar tidak malu-maluin dengan belajar kepada siapa saja, kapan dan di mana saja. Satu hal yang patut saya acungi jempol buat mental saya adalah saya tak pernah malu bertanya dan belajar kepada siapa saja, sekalipun usianya lebih pantas menjadi anak saya. Selama orang itu ikhlas mengajari saya.

Apakah karena itu sebabnya saya diundang menjadi tamu di KLD? Atau ada faktor lain? Entahlah.

Namun, saya pikir ini adalah kesempatan saya bernarsis ria di grup KLIP, hahaha. Toh, tidak bakalan dijewer juga kan telinganya kalau ada kekurangan.


Sekilas Tentang  KLIP


Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP)  pertama kali saya tahu dari postingan teman bloger waktu ikut blog walking, tetapi saya lupa blognya siapa, maafkan ya. Saya selalu penasaran pada setiap tulisan yang berbau-bau literasi. Sebab itulah saya mencari tahu, apa itu KLIP.

Qadarullah, saya dipertemukan dengan teh Lendy yang tahu banyak tentang KLIP. Berdasarkan penjelasan beliau saya menjadi semakin tertarik hingga pada tanggal 27 Januari 2021 saya minta bergabung. Alhamdulillah, diterima.

KLIP pertama kali diluncurkan pada 19-1-19 dengan tujuan melatih konsistensi menulis bagi semua perempuan. 

Bagaimana caranya? 

Cukup bergabung di FB Grup. Di grup itu, setiap bulan akan dibagikan form setoran tulisan. Yang menyenangkan buat saya, setoran tulisan tidak mesti tulisan yang sudah tayang di blog. Ada empat platform pilihan yang disediakan, yaitu Google Dokumen, Instagram, Facebook dan Blog/Website. Yang penting setorannya hanya satu setiap hari.

Mungkin karena ini namanya kelas, maka admin memberikan rapor yang diterima setiap akhir bulan. Rapor diberikan untuk  memicu konsistensi menulisnya para member. Bagi yang berhasil konsisten menulis diberikan penghargaan  berupa badge sebagai tanda keberhasilan.

Buat yang menyetor 10 sampai 19 tulisan dalam satu bulan akan mendapatkan Badge You’re Good, yang berhasil menyetor 20 tulisan akan mendapatkan Badge You’re Excellent dan yang paling keren adalah Badge You’re Outstanding bagi yang menyetor 30 tulisan setiap bulan. 

Untuk lebih jelasnya, kalian cari tahu deh di FB grup Kelas Literasi Ibu Profesional.

 

Menjadi Tamu KLD di KLIP

 

Menjadi pembicara bahkan jadi narasumber di beberapa kegiatan kepenulisan sebenarnya bukan hal baru buat saya, seperti menjadi pelatih pada program Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) di Ikatan Guru Indonesia (IGI) atau menjadi narasumber pada pelatihan kepenulisan bagi remaja di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Namun, menjadi tamu untuk dikenal lebih dekat di KLIP itu rasanya beda. Merasa inseceru sendiri, soalnya pengalaman saya sebagai penulis belum selama dan sekeren ibu-ibu yang ada di KLIP.

Anggota KLIP itu pada umumnya adalah ibu-ibu profesional yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan. Sedangkan pencapaian saya sebagai penulis, hebohnya hanya di dunia maya karena saya rajin narsis saja, hahaha.

Ibaratnya melihat kehebatan orang-orang yang ada di dunia maya, seakan bersinar padahal kenyataannya tak sebersinar itu. Jadi, kalian jangan langsung terpesona ya.

Setelah diberi “jampi-jampi” sama mbak Wika, akhirnya saya kirimlah biodata untuk ditampilkan di grup facebook. 

Saya berprinsip, setiap orang itu punya kelebihannya masing-masing selain kekurangannya itu sendiri, maka yang wajib kita bagikan adalah kelebihan apa yang kita miliki, sementara kekurangan cukuplah disimpan sendiri sembari berjuang memperbaikinya.

Siapa tahu kelebihan itu bisa menjadi penyemangat buat orang-orang di luar sana. Seperti saya contohnya yang memiliki kelebihan usia dan berat badan, wkwkwk. 


Makassar, 2 November 2021

Dawiah

READ MORE

Ketika Cinta Kepada Pelajaran Bahasa Indonesia Berfluktuasi

Friday, October 29, 2021


 


Jika teman-teman SD saya banyak yang jengkel dengan tugas mengarang, maka saya sebaliknya. Tugas mengarang di pelajaran bahasa Indonesia adalah tugas yang selalu saya nantikan. Senang saja rasanya jika karangan saya dibaca oleh guru di depan kelas. Selain itu, tugas mengarang adalah cara saya mendapatkan tambahan uang jajan.

Apa sebabnya?

Psst, saya menjual karangan kepada teman sebangku, hahaha. Ternyata jiwa bisnis saya ada juga ya?

Dan saya baru menyadarinya sekarang.

Sayangnya, tugas mengarang hanya sesekali diberikan oleh guru kelas. Mungkin tugas itu diberikan oleh guru manakala bapak guru saya sedang lelah atau istilah sekarang, lagi tidak mood mengajar. Soalnya setiap kali diberi tugas mengarang, bapak guru keluar kelas dan membiarkan kami, murid-muridnya menulis dalam keheningan.

Itu cerita saya saat masih SD. Setelah masuk SMP, lain lagi ceritanya.

 

Cintai dan Pelajarilah Bahasa Indonesia

 

Guru bahasa Indonesia saya waktu di SMP jarang sekali memberi tugas mengarang. Seingat saya, tugas mengarang saya dapatkan di kelas III SMP, itupun tak lebih dari tiga kali.

Namun, kegiatan mengarang sering dilombakan saat acara PORSENI dalam lingkungan sekolah dan organisasi pelajar yang bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Alhamdulillah, saya selalu ikut lomba mengarang, tetapi hanya satu kali menang, juara tiga. Hore! Walaupun juara tiga, senangnya luar biasa.

Guru bahasa Indonesia saya waktu SMP bernama ibu Hj. Murniati.

Masyaallah, caranya mengajarkan bahasa Indonesia sangat membekas dalam ingatan saya. Dari beliaulah saya mengetahui cara menggunakan buku kamus bahasa Indonesia. Mungkin anak zaman sekarang akan berpikir, segitu ribetkah membaca buku kamus bahasa Indonesia sehingga perlu diajari oleh ibu guru.

Waktu itu, sangat ribet, menurut saya, hehehe.

Saya semakin menyukai pelajaran bahasa Indonesia karena kepiawaian beliau mengajarkan bahasa Indonesia. Beliau mengajar dengan lemah lembut. Pengucapannya sangat jelas serta tulisannya di papan tulis sangat rapi. Beliaupun sangat suka membacakan puisi.


“Bahasa Indonesia adalah bahasa bangsa Indonesia. Jika kalian tidak mencintai bahasa Indonesia dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, maka kalian bukan rakyat Indonesia yang baik.” Hj. Murniati.


Pesan beliau itulah yang membuat saya semakin rajin membaca dan rajin menulis di buku harian.  

 

Putus Asa  Belajar Bahasa Indonesia

 

Saya pernah berputus asa belajar bahasa Indonesia. Kejadian itu saya alami waktu SMA. Kenapa?

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada ibu guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia, saya merasa, kalau pada waktu itu belajar bahasa Indonesia tidak asyik.

Guru saya itu jarang sekali membahas tentang sastra apalagi membahas puisi. Sekalinya membahas tentang sastra, terasa garing. Sekadar menghapal nama-nama sastrawan tanpa membahas karyanya. Sementara saat itu saya sedang senang-senangnya dengan puisi. Senang membaca sekaligus mencoba-coba menulis puisi.

Maka jadilah saya tak suka belajar bahasa Indonesia. Untungnya, saya akrab dengan ibu penjaga perpustakaan, sehingga saya leluasa bersembunyi di situ sembari membaca saat pelajaran bahasa Indonesia berlangsung.

Sekalipun saya tak menyukai pelajaran bahasa Indonesia saat itu, tetapi kecintaan saya terhadap bahasa Indonesia tak pernah pupus. Buktinya saya masih rajin membaca buku karya penulis-penulis Indonesia, masih rajin membeli buku asli mereka, bukan buku bajakan, eh. 

 

Periksa Saja Jawabannya Bukan Tulisannya

 

Sebagai guru yang mengampu pelajaran IPA di tingkat SMP, saya sering diprotes oleh murid-murid saya. Walaupun tidak terang-terangan, tetapi jelas terdengar helaan napas kekecewaannya.

Apa pasalnya?

Saat memeriksa tugas mereka, saya selalu mencermati tulisan tangannya. Sekalipun jawaban atas tugas  mereka benar, jika tulisannya tidak sesuai maka saya anggap salah. Misalnya, penempatan huruf kapital yang tidak pada tempatnya, maka saya coret dan mengurangi nilainya.

Beberapa kali diprotes sama mereka, tetapi saya jelaskan kalau jawabannya sudah benar, tetapi penempatan hurufnya yang tidak cocok. Biasanya mereka menghela napas sembari berbisik, “hanya salah tempat huruf, dipermasalahkan juga.”

Yah, itulah salah satu cara saya menunjukkan kecintaan kepada bahasa Indonesia. Memberi kesan kepada murid-murid saya, bahwa menulis dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah wujud cinta kita kepada bangsa ini, Indonesia tercinta.

Apakah tindakan saya itu berhasil? Wallahualam.

Saya meyakini, murid yang pernah saya protes tulisannya itu memiliki kesan mendalam dengan bahasa Indonesia, sebagaimana saya dulu pernah dikritik oleh Ibu Hj Murniati sekaligus diajari menulis kata “TERIMA KASIH” bukan “TERIMAH KASI.”

 


Tulisan ini adalah memenuhi tantangan menulis dari Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP).

Baca juga tulisan tentang menulis di sini ya 

READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *