Kenali Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

Tuesday, September 15, 2020




Kenali  Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia.  

Penyakit dan gangguan pada sistem reproduksi pada manusia sudah sering kita dengar. Bahkan ketika  masih di  Sekolah Tingkat Pertama (SMP) kita sudah mempelajarinya pada bab khusus di pelajaran IPA, demikian pula saat kita di SMA, kita pelajari  pada mata pelajaran Biologi.

Mengapa materi khusus reproduksi ini mulai dipelajari di kelas 9 atau kelas 3 SMP? Tidak lain karena siswa di usia saat kelas 9 itu pada umumnya sudah masuk aqil baliq. Siswa-siswi sudah mulai mengenal organ reproduksinya, maka sangat penting buat mereka untuk mengenali dan mengerti fungsi-fungsi organ-organnya yang cukup vital itu.

Disamping mengenalinya, mereka juga harus memahami betapa pentingnya menjaga organ reproduksinya agar terhindar dari berbagai macam penyakit berbahaya dan hal-hal buruk yang menyertainya.

Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan sistem reproduksi yang unik di mana antara pria dengan  wanita memiliki sistem reproduksi yang berbeda struktur dan fungsinya.

Sehingga penyakit dan gangguan yang menyerang sistem reproduksinya juga berbeda satu sama lain. Namun, penyebab penyakit yang menyerang sistem reproduksi baik pria maupun wanita biasanya disebabkan oleh gangguan hormon, infeksi, kelainan genetik, peradangan, bahkan kanker.

Lalu apa sajakah jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi itu?

Yuk kita simak penjelasannya berikut ini.

 



Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita


Penyakit yang menyerang sistem reproduksi wanita pada umumnya adalah berikut ini.


Endometriosis


Penyakit ini biasanya mengakibatkan kemandulan akibat jaringan endometrium yang membentuk lapisan dalam dinding rahim  justru tumbuh dan berkembang di tempat yang tidak semestinya, misalnya tumbuh di usus, ovarium (indung telur), di belakang rahim, vagina, bahkan di belakang saluran kandung kemih.

 

Interstitial Cystitis

 

Penyakit ini ditimbulkan oleh bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih dan berkembang biak. Sekalipun penyakit ini bisa menyerang pria juga, tetapi paling umum menyerang wanita, karena saluran utama untuk pembuangan urine ke luar tubuh pada wanita lebih pendek dibandingkan dengan pria.

Penyebab berkembangnya bakteri ini disebabkan oleh berbagai cara, seperti menyekah anus ke arah vagina, penggunaan alat kontrasepsi spiral, penggunaan keteter dalam waktu lama, dan berhubungan seksual

Dilansir dari America Cancer Society, yang memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan organ-organ tubuh lainnya adalah rahim, indung telur, dan serviks. Apa sajakah jenis kanker yang biasa menyerang organ wanita? Berikut penjelasannya.

 

Kanker Serviks

 

Penyakit ini menyerang pintu rahim yang disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Biasanya masuk ke tubuh melalui hubungan seksual. Keberadaan penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut.

  1. Terjadi pendarahan pada vagina setelah berhubungan badan
  2. Vagina mengeluarkan cairan yang berbau tidak baik dan kadang mengeluarkan darah.
  3. Panggul terasa sakit saat berhubungan intim.

 

Kanker Rahim

 

Penyakit ini pada umumnya terjadi pada wanita yang telah mengalami masa menopause. Disebut juga dengan istilah womb cancer. Dapat ditandai dengan melihat ciri-cirinya sebagai berikut. Terjadi pendarahan pada vagina atau mengeluarkan cairan yang tidak seperti biasanya atau tidak normal.

  1. Susah buang air kecil
  2. Panggul terasa sakit dan
  3. Mengalami sakit saat berhubungan intim          

 

Kanker Vagina

 

Jenis kanker ini biasanya menyerang otot liang vagina. Gejala-gejalanya dapat ditandai sebagai berikut.

  1. Vagina mengeluarkan cairan yang kurang sedap atau berbau
  2. Muncul benjolan di area vagina
  3. Sakit saat buang air kecil
  4. Selalu buang air kecil tetapi sulit buang air besar
  5. Terjadi pendarahan setelah berhubungan intim
  6. Pada area panggul selalu terasa sakit

 

Kanker Vulva

 

Penyakit ini biasa menyerang vulva, yaitu bagian kulit yang mengelilingi vagina, klitoris, labia, dan lubang saluran kencing. Biasanya terlihat seperti benjolan.

Beberapa faktor yang dapat menimbulkan risiko terkena kanker vulva adalah salah satunya karena daya tahan tubuh rendah akibat terkena infeksi HIV. Meskipun penyakit bisa diderita oleh wania pada usia berpa saja. Namun, wanita lanjut usia lebih mudah terserang penyakit ini.

 

Keputihan

 

Penyakit ini disebut juga kandidiasis disebabkan oleh jamur Candida albicans yang menyerang bagian vagina, di mana ciri-cirinya dilihat dari vagina yang memiliki cairan berwarna putih kekuning-kuningan  atau putih abu-abu dan bisa menimbulkan rasa gatal pada vagina.

Penderita penyakit keputihan biasanya bagian vaginanya mengeluarkan cairan yang bisa saja encer dan bisa juga kental namun aromanya tidak sedap atau cenderung berbau.

Penyakit keputihan  diakibatkan oleh bakteri, virus, dan infeksi jamur Candida albicans, Penyakit ini dapat terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan baik.

 

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

 

Pada umumnya penyakit ini disebut juga kista yang tumbuh di dalam rahim. Penyakit PCOS ini menyerang rahim disaat rahim memperoduksi hormon testosteron secara berlebihan. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhnya kista.

 

Urine Fibroids

 

Fibroids adalah serat-serat yang terbentuk dari sel-sel otot dan jaringan lain yang tumbuh di sekitar dinding rahim. Penyakit ini merupakan non kanker dan paling sering menyerang perempuan di usia reproduksi aktif.

 

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pria

 

Setelah kita mengetahui berbagai jenis penyakit yang menyerang  sistem reproduksi pada wanita, maka saatnya kita membahas tentang penyakit reproduksi yang biasa diderita oleh pria.

Jenis-jenis penyakit itu adalah sebagai berikut.

 

Epididimitis        

 

Penyakit epididimitis ini menyebabkan buah zakar membengkak dan nyeri. Air mani mengandung darah dan terasa nyeri saat kencing dan ejakulasi

Penyakit ini diakibatkan oleh peradangan pada saluran di dalam  skrotum yang menempel pada testis yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma hasil produksi testis.

 

Orchitis

 

Penyakit ini merupakan peradangan yang menyerang testis, disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Akibat dari penyakit orchitis, bisa menyebabkan penurunan produksi hormon testosteron dan kemandulan.

 

Gangguan Prostat

 

Gangguan prostat bisa berupa peradangan prostat, pembesaran prostat bahkan kanker prostat. Prostat merupakan kelenjar yang membungkus saluran kemih atau uretra pada pria. Kelenjar ini menghasilkan cairan mani yang berfungsi menyuburkan sekaligus melindungi sperma.

 

Selain beberapa penyakit yang biasanya menyerang khusus wanita atau khusus pria, ada pula beberapa penyakit pada sistem reproduksi yang bisa menyerang baik pria maupun wanita. Penyakit tersebut antara lain berikut ini.

 

Hipogonadisme

 

Akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah terjadinya penurunan libido, infertilitas, dan fungsi organ-organ reproduksi lainnya serta gangguan produksi sperma pada pria dan gangguan  produksi sel telur pada wanita

Biasanya disebabkan saat tubuh tidak menghasilkan hormon testosteron yang memadai.

 

Herpes Simplex Genitalis

 

Penyakit ini menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin.

Pada daerah tersebut kemudian timbul beberapa lepuh kecil-kecil, selanjutnya lepuh menjadi pecah dan menimbulkan luka. Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering

kambuh setelah beberapa bulan atau tahun. Penyakit herpes simplex genitalis disebabkan oleh virus Herpes simplex tipe II.

 

Klamidiasis

 

Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita. Pada wanita, klamidia dapat menginfeksi serviks atau leher rahim sehingga berefek pada masalah pada sistem reproduksi wanita yang beresiko sulit hamil.

Selain itu, klamidia bisa juga menginveksi  anus saluran kencing, mata, dan tenggorokan sehingga pada pria yang terkena klamidia biasanya menunjukkan gejala-gejala seperti, penisnya mengeluarkan cairan berupa nanah, testis membengkak dan nyeri saat ditekan, dan iritasi pada rektum.

Sedangkan pada wanita akan mengalami  gejala seperti, sakit di bagian perut bawah, keputihan yang lebih banyak, terjadi perdarahan di antara siklus haid, perdarahan setelah berhubungan seks, rasa terbakar saat buang air kecil, dan pembengkakan di bagian vagina atau sekitar anus.

 

Sififilis ( Raja Singa)

 

Penyakit ini bisa juga disebut sipilis, yaitu penyakit menular yang menyerang sistem reproduksi baik pri maupun wanita. Disebabkan oleh bakteri Treponema pallidium, biasa juga disebut penyakit Raja Singa.

Akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah merusak jantung, otak, kematian janin dan kematian penderitanya apabila terlambat diobati. Penyakit sipilis dapat menular melalui hubungan seksual.

Untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi kita, maka jagalah kesehatan organ reproduksi anda dengan beberapa langkah berikut ini.

 

  1. Jangan melakukan hubungan  seksual yang tidak sehat  dan tidak aman.
  2. Jangan melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
  3. Tidak melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis
  4. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi penyakit-penyakit dan gangguan pada organ reproduksi anda.
  5. Gantilah celana dalam anda minimal 2 kali selama 24 jam
  6. Hindari menggunakan celana dalam ketat
  7. Hindari merokok
  8. Jangan minum minuman alkohol

 

Demikianlah, semoga bermanfaat

Referensi: dari berbagai sumber

READ MORE

Makanan Khas Daerah Bugis yang Kerap Hadir Saat Maulid

Thursday, September 10, 2020

 

Makanan Khas Daerah Bugis



Makanan Khas Daerah Bugis yang kerap hadir saat Maulid 

Bukan rahasia lagi jika perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di Sulawesi Selatan sangat meriah yang dirayakan di masjid-masjid ataupun di rumah-rumah masyarakat.

Saat perayaan maulid biasanya  dilengkapi dengan bakul atau ember yang berisi berbagai makanan khas daerah Sulawesi Selatan. Bakul-bakul tersebut diisi dengan telur yang telah diwarnai atau  dihias sedimikian rupa sehingga nampak meriah.

Di dalam bakul atau ember itulah biasanya tersimpan “harta karun” yang menjadi tempat menopang tiang-tiang kayu tempat telur hias bertengger.

Kegiatan ini dilakukan pula oleh hampir semua masyarakat  Bugis, salah satu suku yang ada di Sulawesi Selatan.  Setiap tahun, kegiatan mencari harta karun dalam ember maulid ini menjadi hal yang menghebohkan sekaligus menggembirakan.

Terutama saat menemukan tiga makanan khas daerah  Bugis yang jarang dikonsumi sehari-hari. Ketiga makanan itu adalah bale kambu, tumpi-tumpi, dan kaddo minynya’.

Makanan-makanan tersebut sangat sulit ditemui di warung makan jika bukan pada waktu-waktu tertentu. Biasanya akan muncul jika musim perayaan  maulid atau pesta pernikahan.

Mengapa ketiga makanan itu jarang ditemui?

Mungkin karena proses pembuatannya lumayan rumit atau mungkin karena telah dihempaskan oleh makanan siap saji yang praktis dan berasal dari negara lain.

Makanan-makanan tersebut telah  berhasil merebut selera masyarakat Sulawesi Selatan, terutama anak-anak milenianya  padahal rasa dan kelezatan dari makanan khas daerah Bugis  tersebut tak kalah lezat dan gurihnya.

Tidak percaya?

Mari simak resepnya dan eksekusi dengan sepenuh hati.

 

Kaddo Minynya’

 

kaddo minynya'
Sumber foto: cookpad

Kaddo minynya’ selalu menjadi rebutan saat ada perayaan di Sulawesi-Selatan terutama oleh masyarakat Bugis. Perayaan itu biasanya  saat memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw yang dikenal dengan nama Ma’maudu atau saat acara Mappaccing atau malam pacar yang merupakan  rangkaian acara pesta pengantin di Sulawesi Selatan.

Rasa kaddo minynya’ yang gurih dan wangi selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya.

Bahan dasar kaddo minynya’ adalah beras ketan putih yang mengandung berbagai zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Selain itu ada juga santan dan berbagai rempah-rempah yang membuat kaddo minynya’  menjadi wangi saat disajikan.

Itulah salah satu ciri  makanan khas  daerah Bugis ini, gurih dan wangi.

Penasaran ingin mencicipi kaddo minynya’? Tidak perlu menunggu hingga ada perayaan. Anda bisa membuatnya sendiri dengan mengikuti resep warisan dari mama saya.

Bahan

  • 100 gram beras ketan putih
  • 200 gram kelapa tua (diparut lalu diambil santannya)
  • 1 ruas jari kunyit, diparut atau ditumbuk halus
  • Asam jawa dan garam secukupnya
  • Minyak kelapa secukupnya 

Bumbu

  • 1 batang serai diiris halus
  • 1 ruas jari lengkus diiris halus
  • 3 siung bawang putih
  • 5 biji bawang merah
  • 1 sendok makan ketumbar
  • Merica secukupnya
  • Cengkeh secukupnya (tergantung selera)


Cara Membuatnya

Langkah 1

  1. Rendam beras ketan beberapa menit, kemudian kukus hingga matang.
  2. Setelah matang, masukkan ketan ke dalam baskom biarkan hingga ketan dingin.
  3. Masak santan bersama dengan air asam jawa, parutan kunyit, dan garam.
  4. Setelah santan mendidih dan mengental turunkan dari kompor, lalu aduk-aduk secara perlahan dan diamkan hingga santannya dingin.
  5. Campurkan santan ke dalam ketan, aduk secara merata. Lalu kukus hingga air dalam kukusan mendidih.

Catatan

  • Sebaiknya masak santan dengan api yang kecil sambil diaduk-aduk agar santannya tidak pecah
  • Diamkan santan terlebih dahulu hingga dingin. Menggunakan santan panas akan membuat kaddo minynya cepat basi

 

Langkah 2

  1. Goreng bumbu-bumbu yang telah disiapkan satu persatu hingga matang dan kecoklatan
  2. Campurkan bumbu-bumbu yang telah digoreng, kemudian simpan ke dalam mangkuk atau piring
  3. Siapkan minyak secukupnya
  4. Siapkan wadah yang agak besar, masukkan  campuran ketan dan santan
  5. Masukkan gorengan bumbu dan minyak sedikit demi sedikit, lakukan secara bergantian lalu aduk secara merata hingga bumbu dan minyaknya habis

Sekarang kaddo minynya’ siap dihidangkan.

Selamat mencoba!

 

Bale Kambu

 

Bale Kambu
Sumber gambar: Lintasterkini


Bale dalam bahasa Bugis artinya ikan, sedangkan kambu artinya dibungkus sehingga bale kambu dapat diartikan sebagai ikan yang dibungkus.

Tidak banyak yang mengenal makanan ini, mungkin karena jarang ditemui di warung-warung makan. Padahal kandungan gizinya cukup tinggi, terlebih karena bahan dasarnya adalah ikan bandeng dan kelapa parut. Selain itu, Bale Kambu juga merupakan makanan khas daerah Bugis. 

Penasaran dengan bale kambu?

Berikut resepnya.

 

Bahan

  • 1 ekor ikan bandeng
  • 2 butir telur, pisahkan kuningnya.
  • 50 gram kelapa parut, disangrai dan haluskan
  • Asam jawa secukupnya
  • Kunyit kering secukupnya
  • Garam dan gula merah secukupnya

 

Bumbu-bumbu yang dihaluskan

 

  • 1 batang serai, potong-potong lalu digoreng
  • 1 ruas jari lengkuas, potong-potong lalu digoreng
  • 1 sendok teh ketumbar, disangrai
  • 6 butir bawang merah, iris-iris lalu digoreng
  • 2 siung bawang putih, iris-iris lalu digoreng
  • Merica bubuk secukupnya atau sesuai selera

 

Cara Membuat

 

  1. Bersihkan ikan bandeng, lalu potong sesuai selera. Keluarkan tulang dan sebagian dagingnya. Sisihkan kulitnya.
  2. Kukus daging ikan hingga matang, kemudian cincang atau ditumbuk hingga halus. Jangan lupa memisahkan tulang dari daging ikan.
  3. Campurkan daging ikan yang telah halus dengan kelapa sangrai, bumbu halus, dan kuning telur. Aduk hingga rata.
  4. Masukkan campuran daging, kelapa sangrai dan bumbu ke dalam kulit ikan. Lalu celupkan ke dalam putih telur.
  5. Goreng di dalam minyak yang telah dipanaskan hingga matang.
  6. Atur dalam wadah dan siap dihidangkan

 

Tumpi-tumpi

 

Tumpi-tumpi

Sumber gambar: cookpad

Sama seperti bale kambu, tumpi-tumpi juga sudah jarang ditemukan bahkan nyaris tidak ada warung menjual. Makanan khas daerah  Bugis ini menjadi pelengkap yang wajib saat ada perayaan keagamaan, misalnya acara maulid dan perayaan 10 Muharram.

Bahan dasarnya juga ikan dan kelapa. Terbayangkan gurihnya?

Yuk disimak resep dari mama saya berikut ini.

 

Bahan

 

  • 1 kg ikan (boleh pakai ikan apa saja, tapi usahakan memakai ikan yang kurang durinya).
  • ½ butir kelapa yang diparut
  • Asam, garam, dan bubuk kunyit kering secukupnya
  • 1 buah ukuran kecil ubi kayu diparut
  • 1 butir telur

 

Bumbu

 

  • 5 buah bawang merah
  • 10 siung bawang putih
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 batang sereh
  • merica secukupnya

 

Cara Membuat

 

  1. Rebus ikan bersama asam,  bubuk kunyit, dan garam hingga matang. Lalu dinginkan. Setelah dingin lepaskan daging ikan dari kulit dan durinya, sisihkan.
  2. Haluskan bumbu kemudian tambahkan kelapa parut, tumbuk lagi hingga halus.
  3. Campurkan ikan yang telah dihaluskan dengan kelapa parut yang berbumbu dan parutan ubi kayu. aduk secara merata.
  4. Kocok telur dan tambahkan ke dalam campuran ikan di atas, aduk hingga rata.
  5. Bentuk adonan dengan menggunakan daun kelapa, umumnya berbentuk segitiga.
  6. Goreng dengan menggunakan api kecil.
  7. Angkat dan siap disajikan.

 

Demikianlah tiga resep makanan khas Daerah Bugis yang gurih dan kerap hadir saat perayaan maulid Nabi di Sulawesi Selatan.

Teman-teman sudah pernah menghadiri perayaan maulid Nabi di Sulawesi Selatan?

Yuk, ke Sulawesi Selatan dan temukan “harta karun” makanan khas daerah Bugis dalam ember maulid.

READ MORE

Menjadi Operator PPDB Pada Masa Pandemi

Mengenal Ciri-Ciri Perkembangan Emosi Remaja

Tuesday, July 7, 2020

Mengenali ciri-ciri perkembangan emosi remaja

Mengenal ciri-ciri perkembangan emosi remaja. Sebagai guru yang mengajar sejak tahun 1984, bertemu dan berhubungan  dengan remaja atau sekarang lazim disebut sebagai anak baru gede (ABG) adalah hal biasa.

Saya mengamati perubahan emosi mereka yang berfluktuasi dari waktu ke waktu.  Kadang emosinya memuncak sehingga tak jarang bersinggungan baik dengan temannya maupun dengan gurunya sendiri, tapi terkadang pula emosinya stabil, menjadi anak yang manis dan menggemaskan.

 

Pengertian Remaja

 

Kata remaja menurut KBBI V daring adalah: mulai dewasa; sudah sampai umur untuk kawin. Sedangkan menurut Monks dkk, remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, fase perkembangan yang berpotensial dari aspek kognitif, fisik, dan emosi.

Pengertian tentang remaja dibatasi secara konseptual oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan tiga kriteria, yaitu biologis, psikologis, dan sosial ekonomi. Dijelaskan lebih jauh, bahwa:

  • Secara biologis merupakan perkembangan individu yang ditandai dengan seksual sekunder hingga pada kematangan seksual.
  • Secara psikologi dilihat dari individu yang mengalami perkembangan psikologi dengan mengacu pada pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa.
  • Secara sosial ekonomi adalah terjadinya peralihan ketergantungan ekonomi dan sosial kepada keadaan yang lebih mandiri.

Jika menilik dari pengertian remaja yang berarti anak yang akan memasuki masa dewasa, maka remaja adalah masa yang penuh gejolak, di mana  emosinya tidak menentu. Terkadang menggelora tetapi di lain waktu meredup.

Karena emosinya yang belum stabil maka terlihat kalau remaja memiliki nyali yang besar, seakan tidak memiliki rasa takut sedikitpun.

 

Masa Pertumbuhan Remaja

 

Terdapat empat masa pertumbuhan remaja ditinjau dari usia, yaitu: masa pra-pubertas, masa pubertas, masa akhir pubertas, dan periode remaja Adolesen.

 

Masa Pra-Pubertas

 

Remaja yang masuk dalam masa pra-pubertas berada di usia 12 hingga 13 tahun. Masa ini disebut juga masa pueral, yaitu masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja, ditandai dengan meningkatnya hormon seksual dan perkembangan organ-organ reproduksi.

Pada masa pra-pubertas ini, perkembangan intelektualnya berkembang dengan pesat. Tak heran remaja di masa ini sangat berani mengkritik, merasa sangat pandai, akibatnya terlihat berani membangkang.

Walau pada dasarnya tidak bertujuan membangkang, mereka hanya berani menantang aturan yang dianggap membelenggu kebebasannya. Olehnya itu, para orang tua harus lebih menurunkan egonya menanggapi sikap mereka, karena sikap berani menantang itu diiringi pula dengan perasaan membutuhkan pertolongan.

Dampingilah mereka dengan bijaksana sebelum mencari “pertolongan” ke orang lain, yang bisa saja orang lain itu bukan orang yang tepat.

 


Masa pra-pubertas


Masa Pubertas

 

Ini adalah masa di mana perkembangan fisik anak sangat menonjol. Ia berada di usia 14 tahun hingga  16 tahun, disebut juga sebagai masa remaja awal.

Bagi remaja wanita  biasanya ditandai dengan datangnya menstruasi dan bagi pria ditandai dengan mimpi basah. Perubahan-perubahan itu berdampak pada kebanggaan akan fisiknya sendiri atau justru sebaliknya, merasa malu dengan fisiknya.

Keinginan seksualnya mulai menguat, sehingga pendampingan terhadap mereka harus lebih ditingkatkan. Pengenalan gender diberikan dengan hati-hati tetapi tegas, karena di masa inilah remaja mulai mengerti tentang penampilan dan daya tarik terhadap lawan jenis.

Dampingi dengan baik, berikan pengertian tentang gender dan pembatasan antara lawan jenis sekaligus memberikan pengetahuan tentang buruknya  hubungan yang sejenis.

Masa pubertas

 

Masa Akhir Pubertas

 

Masa akhir pubertas berada pada rentang usia 17 hingga 18 tahun. Pada masa ini, fisik remaja  sudah lebih matang dan perkembangan seksualitasnya sudah tercapai sepenuhnya. Namun, perkembangan psikologisnya masih belum sempurna.

Pada umumnya remaja di usia ini sudah menerima kodratnya, apakah sebagai laki-laki ataupun sebagai perempuan dengan catatan ia sudah melewati masa sebelumnya, yaitu masa pubertas dengan baik.

 

Masa Remaja Adolesen

 

Usia remaja pada periode ini adalah 19 – 21 tahun disebut sebagai periode remaja Adolesen. Pada masa ini perkembangan fisik, emosi, dan psikisnya telah mencapai kematangan yang sempurna.

Idealisme mereka sudah mulai diperjuangkan dan sudah mempelajari segala sesuatu yang abstrak. Sudah memiliki cita-cita yang jelas, minat dan bakatnya sudah terbentuk dengan baik, sehingga arah kehidupannya sudah nampak jelas.

 

Perkembangan Emosi Remaja

 

Bagaimana dengan  perkembangan emosi remaja? Mari kita membahasnya satu persatu.

Terdapat sembilan ciri-ciri perkembangan emosi remaja  yang menggambarkan kondisi remaja yang sesungguhnya, yaitu 1) kematangan emosi; 2) memiliki minat pada bidang-bidang tertentu; 3) minat rekreasi; 4) minat sosial; 5) minat pribadi; 6) minat terhadap pendidikan; 7) minat terhadap pekerjaan; 8) minat terhadap agama;  dan 9) minat terhadap hal-hal simbolis

 

Kematangan Emosi

 

Pada akhir masa remaja, biasanya mereka menjadi lebih mampu untuk mengendalikan emosi. Remaja mulai dapat menahan diri untuk tidak meledakkan emosinya di hadapan orang lain, melainkan menunggu saat dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkan emosinya, itulah pertanda bahwa remaja sudah mulai menunjukkan kematangan emosinya.

 

Memiliki Minat Pada Bidang-Bidang Tertentu


Sepanjang masa remaja, minat yang dibawa dari masa kanak-kanak cenderung berkurang dan diganti oleh minat yang sifatnya lebih matang.  Hal ini disebabkan karena remaja akhir memiliki tanggung jawab yang lebih besar sehingga membatasi minatnya.

 

Minat Rekreasi

 

Secara bertahap permainan-permainan pada masa kanak-kanaknya akan menghilang. Dan menjelang awal masa remaja, pola rekreasi individu hampir sama dengan pola akhir masa remaja dan awal masa dewasa.

 

Minat Sosial

 

Adanya minat remaja yang bersifat sosial bergantung pada kesempatan yang diperolehnya untuk mengembangkan minat tersebut. Terdapat perbedaan antara remaja yang memiliki status sosial dan ekonomi yang baik dengan remaja yang memiliki status sosial dan ekonomi sebaliknya dalam hal mengembangkan minat sosialnya.

 

Minat Pribadi

 

Minat pribadi adalah kecenderungan remaja untuk menampilkan dirinya, melalui pakaian dengan model-model terbaru di mana mereka menganggap bahwa penampilanlah yang akan membuat mereka di terima di lingkungan sosial. Beberapa remaja yang lebih berpandangan positif berminat pada peningkatan prestasinya, atau minat mandiri agar dapat lebih berwibawa sehingga lebih dihargai.  

 

Minat Terhadap Pendidikan

 

Minat remaja terhadap pekerjaan sangat mempengaruhi minat mereka terhadap pendidikan. Remaja pada umumnya menganggap bahwa pendidikan adalah jalan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun bagi remaja yang lebih dewasa pemikirannya justru memandang keberhasilan dalam olahraga dan seni sama pentingnya dengan keberhasilan dalam tugas sekolah.

 

Minat Terhadap Pekerjaan

 

Remaja yang telah duduk di bangku sekolah menengah atas, SMA atau yang sederajat sudah mulai memikirkan masa depannya dan inilah yang menjadi alasan mereka untuk berminat terhadap pekerjaan. Anggapan remaja pada umumnya adalah memiliki pekerjaan merupakan syarat mutlak untuk masa depan yang baik.

 

Minat Terhadap Agama

 

Remaja juga memiliki minat yang baik terhadap agama, menganggap agama sesuatu yang penting, hal ini terlihat dari keikutsertaan mereka dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

 

Minat Terhadap Hal-Hal Simbolis

 

Anggapan remaja tentang tinggi rendahnya status sosial seseorang digambarkan dengan hal-hal yang bersifat simbolik. Akibatnya mereka lebih mempercayai kelompoknya sehingga terkadang berperilaku mewakili kelompoknya tersebut.

Ironisnya, beberapa remaja yang kurang pengawasan menunjukkan hal-hal simbolik dalam bentuk perilaku menyimpang atau kenakalan remaja sebagai lambang prestise, misalnya minum minuman keras, penggunaan obat terlarang, dan lain-lain.

Baca,  Membangun kekuatan keluarga di sini
Baca, Bagaimana mengelola emosi di sini

Setelah mengetahui ciri-ciri perkembangan emosi remaja, maka giliran kitalah sebagai orang tua yang harus mendampingi anak dan membimbingnya, karena remaja selalu membutuhkan penanganan yang arif dan bijaksana dalam mengelola emosinya.

Demikian, semoga bermanfaat

 

 

 

 


READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *