Selasa, 02 Oktober 2018

Musibah Seharusnya Mengajarkan Banyak Hal



 Ketika musibah menghampirimu maka kamu akan tahu siapa saudara dan sahabatmu  sesungguhnya, karena tidak semuanya akan perduli kepadamu.


Saya tidak percaya kalimat tersebut. Namanya teman apalagi yang mengaku sahabat mana mungkin tidak perduli dengan derita atau kesusahan yang dialami teman apalagi sahabatnya.  
Tetapi itu dulu.  Sebelum   suatu musibah menimpa keluarga saya.  

Saat kita tertimpa musibah maka akan kelihatanlah orang-orang yang bersimpati, orang-orang yang ringan tangan membantu tanpa perlu diminta, saudara dan teman-teman yang datang menolong tanpa pamrih.

Sebaliknya akan kelihatan pula orang-orang yang tersenyum samar tetapi puas melihat penderitaan kita. Datang mengucap kata turut prihatin tetapi disertai senyum kemenangan, seakan ini adalah pertarungan yang dia menangkan. 
Bahkan ada yang datang sekedar menonton sambil berfoto-foto ria. Memotret duka sambil tertawa suka.

Sadis!

Saat musibah itu menimpa keluarga saya di Makassar,  saya  sedang mengikuti studi banding ke beberapa sekolah di Surabaya dan di Yogyakarta. Kejadian itu terjadi saat saya sudah berada di salah satu hotel di Yogyakarta.
Setelah mendengar kabar itu, saya melapor kepada ketua rombongan untuk kembali ke Makassar. Tujuan saya hanya satu adalah  pulang secepatnya.

Berita tentang musibah yang menimpah saya dengan cepat menyebar ke anggota rombongan. Apalagi waktu itu, ketua rombangan meminta sumbangan kepada semua anggota rombongan. Padahal saya tidak minta. 

Beragam sikap dan celotehan yang saya dapatkan. Ada yang datang memeluk sambil berbisik, “Sabar ya Bu. Insya Allah semua akan diganti oleh Allah dengan rezeki yang lebih baik.”

Ada yang datang menyalami sambil bertanya. “Bagaimana keadaan keluarga-ta Apakah mereka baik-baik saja?”

Ada pula yang berkata. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, sabar Bu. Jaga kesehatan, jangan stress.”

Itu komentar yang positif dan cukup menghibur.

Beberapa di antara rombongan ada teman yang kenal dekat dengan mama dan keluarga saya. Beliau menanyakan kabar mama, anak-anak, dan adik-adik saya. Mengajak berbincang sambil menunggu bis yang akan mengantarkan saya ke Bandara. Di tengah perbincangan itu, Beliau bertanya tentang apakah ada barang berharga yang saya sembunyikan tetapi keluarga lainnya tidak tahu?

Saya langsung ingat.  Sedikit emas batangan yang saya sembunyikan di balik buku-buku dalam lemari. Spontan saya menelepon putra sulung saya, memberitakan keberadaan emas tersebut. Melalui telepon saya memberi petunjuk tentang letaknya hingga akhirnya emas yang tidak seberapa itu ditemukan.
Mungkin karena  menelepon dengan suara sedikit nyaring karena panik atau apalah, saya lupa gambaran perasaan saya waktu itu, sehingga beberapa orang yang duduk di sekitar kami  mendengarnya.
Maka mulailah suara-suara sumbang itu datang.

“Bagus ya Bu, ibu punya emas batangan.” Seorang ibu berkata dengan senyum yang terlalu manis untuk dikenang.

Tawwa ada emas batangannya.” Nyeletuk ibu lain dengan muka kecut sekecut cuka level 99%.

“Alhamdulillah kalau emasnya bisa ditemukan, jadi ada dong modal lagi untuk bangun rumah.” Ini menghibur apa menghinakah?

“Berarti tidak terlalu parah-ji rumah-ta, buktinya emas-ta bisa-ji diselamatkan.” Pertanda tidak puas dengan musibah saya karena masih ada yang tersisa. 
Beuh…

Bahkan ada sekumpulan ibu-ibu yang bercanda.

“Eh minggir dong yang punya emas batangan mau lewat.” Kata seorang ibu yang memakai jilbab paling lebar.
“Silahkan orang kaya!” Timpal lainnya sambil tertawa cekikikan.

SADIS!

Tahukah kalian? Sejak mendengar berita musibah itu tak setetespun air mata yang keluar,  tetapi mendengar suara-suara itu hati saya tersayat perih.

Saya pikir jika saya sudah berkumpul dengan keluarga maka celotehan yang “manis” tak terdengar lagi. Nyatanya makin gencar bahkan dengan mudahnya menghakimi dan menuduh seluruh korban musibah.
“Kamu tahu kenapa daerahmu kena musibah? Karena Allah marah!”
“Pantas daerahmu kena musibah, banyak uang haram sih yang beredar.”

Ya Allah!

Untunglah sekarang saya sudah melupakannya.  Tetapi tidak benar-benar hilang dari ingatan. Karena setiap ada kejadian serupa muka orang-orang itu seakan muncul lagi. Suara-suara sumbangpun kembali terngiang. Padahal harusnya dilupakan.
Tetapi itulah kenyataannya. Pikiran tidak bekerjasama dengan hati.




STOP SHARE!

Musibah yang saya alami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan musibah gempa bumi yang dialami saudara-saudara kita saat ini. Kehilangan harta belum seberapa dibandingkan kehilangan nyawa.
Gempa dan tsunami yang melanda Sigi, Donggala, dan Palu tahun ini sungguh telah menyisakan luka yang tak terperi. Betapa banyak yang kehilangan keluarganya dan orang-orang yang dicintanya. Ada  jazad telah  ditemukan tetapi tidak sedikit  yang hilang tanpa kabar. 
Sungguh telah mengharubiru banyak hati. 

Apakah mereka aman dari celoteh dan nyinyiran?
Mungkin saja mereka tidak mendengar langsung celoteh dari orang-orang di sekitarnya, tidak melihat senyum-senyum sinis yang seakan menghakimi mereka.

Tetapi saat ini dunia maya jauh lebih kejam daripada dunia nyata dan jemari lebih tajam daripada mulut.

Jika lidah bisa disebut tak bertulang lalu jari-jari yang mengetikkan kata-kata yang menyakitkan disebut apa? Jika 2 kali 14 tulang ruas pada jari tangan tak  diberi nyawa, paling tidak pemilik jari-jari itu memiliki hati dan otak.

Hati dan otak seharusnya saling bekerjasama dalam mengelola pengendalian diri. Agar tidak gampang menuliskan kalimat-kalimat yang menyakitkan. Agar tidak mudah mengklik berita, video dan apapun lalu mengirimkan ke media sosialnya.

Cukuplah dibagikan ke kalangan terbatas untuk saling mengingatkan, untuk saling menjaga serta saling  menghibur hati yang gulana.

Berhentilah saling menyalahkan dan mencari sebab musababnya!  
Karena sejatinya semua yang terjadi diluar kuasa manusia. Apapun yang terjadi dalam kehidupan ini adalah skenario yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz.
Berhentilah saling nyinyir antara yang membantu dengan yang tidak membantu! 
Karena bisa jadi yang kelihatan diam, tidak share di media sosialnya, atau yang tidak berkomentar apa-apa justru lebih banyak membantu dan berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita yang terkena musibah.  

Ketahuilah, bukan hanya musibah yang menyisakan kepedihan karena itu bisa saja hilang seiring dengan keikhlasan menerimanya,  melainkan kepedihan yang membekas karena hujatan dari orang-orang yang sok suci.

Mereka bisa bangkit lagi dengan sisa-sisa tenaga dan sedikit bantuan dari orang-orang tetapi pedihnya hati akibat dikecam dan dituding tanpa ampun akan terus membekas.

Semoga kita semakin cerdas bermedia.

Kamis, 27 September 2018

Hitung Obesitas Yuk!



“Bajuku dulu tak beginiii…”

Pernah merasakan hal itu Mak?
Tiba-tiba semua pakaian serasa kekecilan padahal pakaian itu tidak melar.
Jangan langsung salahkan pakaiannya yah. Bukan salah baju, celana, apalagi rok. Periksa dahulu, siapa tahu itu salah badan Anda sendiri.
Bukan pakaiannya yang melar melainkan badan yang melar, Hehehe..

Zaman saya masih unyu-unyu dan  punya anak satu sering ditegur sama keluarga, tetangga, dan teman-teman.
”Dawiah, kenapa kamu tidak gemuk-gemuk padahal sudah punya anak satu. Hidupmu susah yah atau kamu sakit-sakitan?”

Alamak!

Masa iyah  ukuran tubuh dapat mengindikasikan kita sehat atau bahagia. Bisa jadi kali yah. Jadi kalau berat badan bertambah itu tandanya sehat atau bahagia?

Padahal menurut dokter yang merawat saya waktu melahirkan anak kedua katanya, ukuran tubuh saya termasuk ukuran ideal. Tinggi 160 cm dan berat badan 59 kg.
Sedangkan menurut keluarga besar saya yang pada umumnya besar-besar, ukuran tubuh saya saat itu termasuk kurus dan tidak bahagia. Beuh …

Mungkin karena itulah badan saya bertambah terus menerus. Padahal bukan salah mereka juga sebenarnya, itu adalah kesalahan dan kebodohan saya sendiri.
Jadinya kena obesitas deh.

Sumber: Pixabay.com


Badan yang membesar akibat berat tubuh  yang naik terus menerus tidak selamanya memberi indikasi kalau tubuh sehat, karena kenaikan berat badan di atas batas normal atau kelebihan berat badan, yang disebut obesitas justru akan menimbulkan berbagai macam penyakit


Tahun  1998, salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator Kesehatan Umum Internasional, WHO mendefinisikan obesitas sebagai berikut.

            Seseorang dikatakan obesitas apabila Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 25 kg/m2

Jadi, obesitas dapat pula didefinisikan sebagai  berat badan yang  berada di luar batas ideal akibat penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh.   
Untuk mengetahui apakah Anda obesitas atau tidak, maka anda dapat menghitungnya dengan menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu: berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan kali tinggi badan  atau:

IMT = berat badan/tinggi badan x tinggi badan

Contoh Cara Menghitung IMT

Contoh1: Berat badan anda 75kg dan tinggi badan 1,60m (160 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau IMT Anda?
IMT = 75kg/1,60m x 1,60m
IMT = 29,29kg/m2
Kesimpulan adalah obesitas.

Contoh 2: Berat badan anda 64kg dan tinggi badan 1,70m (170 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau IMT Anda?
IMT = 64kg / 1,70m x 1,70m
IMT = 22,14kg/m2
Kesimpulan: normal.

Gunakanlah rumus tersebut untuk mengecek, apakah Anda tergolong obesitas atau tidak.
Sudah dihitung?
Kalau Anda tidak tergolong obesitas, maka bersyukurlah. Bisa juga diayakan dengan nyanyi-nyanyi sambil masak.  
Bagaimana jika Anda obesitas?
Jangan bersedih, masih banyak temannya. Salah satunya saya. Hahaha …

Obesitas Dapat Dicegah


Sumber Foto: Pixabay.com

Dari beberapa sumber yang saya baca  dan bincang-bincang dengan dokter, obesitas dapat dicegah dengan cara berikut ini.

Berikan Asi untuk Bayi.
Nah cara ini  ditujukan untuk Anda yang masih menyusui. Terbukti ampuh Mak. Waktu saya masih dalam proses menyusui,  berat badan saya tergolong ideal.

Makanlah secara perlahan dan kunyah makanan hingga halus sebelum ditelan.  Konon makan terburu-buru akan menyebabkan makanan masuk ke organ pencernaan kita dalam keadaan tidak halus akibatnya organ pencernaan bekerja sangat lambat, dan  tidak bekerja maksimal diakibatkan oleh metabolisme tubuh yang berjalan sangat lambat.

Berhenti Makan Sebelum Kenyang.
Mungkin maksudnya jangan makan sampai kekenyangan atau terlalu kenyang. Bayangkan saja kalau makan sampai kekenyangan bawaannya adalah mengantuk dan lemas. Akibanya metabolisme tubuh juga berjalan sangat lambat. 

Makanlah saat lapar saja
Kalau makan karena berselera saja, bisa jadi apapun yang dilihat akan dimakan padahal tubuh belum membutuhkan. Biasanya makanan yang menggoda selera ini adalah camilan dan gorengan. 

Kurangi makanan yang berlemak
Walaupun lemak dibutuhkan juga oleh tubuh sebagai salah satu sumber energi tetapi jangan  berlebihan. Lemak dalam tubuh  membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembakarannya.

Minum air yang cukup
Sudah sering kan kita dengar untuk minum air putih minimal 8 liter sehari. Nah, cobalah dipraktikkan. Biasanya setelah  minum air putih segelas, perut langsung terasa terisi yang berefek pada rasa kenyang. Selain itu, air akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan proses metabolisme juga akan berjalan dengan baik.

Demikian. Semoga bermanfaat. 

Jumat, 14 September 2018

Store JYSK Tempat yang Asyik Belanja Perabotan Gaya Scandinavian




Peristiwa yang pernah menguras “segala energi” saya, adalah ketika musibah kebakaran yang melalap habis rumah saya dan seluruh isinya. Melihat puing-puing perabotan rumah yang dahulu dibeli dari hasil tabungan sekian lama,  lumayan bikin hati ngilu.

Dua bulan setelah masa pengungsian kami kembali ke rumah. Berbekal dana seadanya saya dan suami mulai lagi dari nol. Bangun rumah kecil-kecilan, beli perabotan seadanya, dan secukupnya.

Tahukah Anda peralatan apa yang paling dibutuhkan saat memasuki hunian baru?
Yap, peralatan dapur.


Karena itulah saat saya mendengar kabar kalau di Makassar, tepatnya di Mal Nipah akan diadakan Grand Opening JYSK,  dan blogger Makassar juga diundang, maka tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar.
Begitu besarnya niat saya sehingga saat saya dan si-bungsu ke Mal Nipah sebelum Mal dibuka untuk pengunjung. 
Untungnya kami diizinkan masuk.  Kok bisa? 
Bisalah … Saya pakai jurus rayuan maut untuk merayu Pak Satpam, hehehe ...
 


Soalnya waktu Grand Opening JYSK yang pertama di Mal Panakukang, bulan Mei lalu saya ketinggalan info, makanya untuk kali ini saya tidak mau ketinggalan.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi kepedean kalau saya dan si-bungsu adalah tamu pertama dan dapat nomor antrian satu dan dua.  
Eh.. ternyata ada yang lebih “bernafsu.” 
Buktinya nomor antrian saya sudah nomor enam dan tujuh. Itu artinya sudah ada lima orang yang mendahului kami. Bheuh.


               
Mengapa Harus ke JYSK?


JYSK adalah sebuah perusahaan yang berasal dari Negara Denmark, Berdiri pada tahun 1979 dan terus berkembang hingga tahun ini, 2018 JYSK telah membuka toko lebih dari 2600 yang tersebar di 50 negara.

Di Indonesia, toko retail JYSK dimiliki oleh perusahaan Orang Tua Grup, suatu perusahaan consumer goods  yang memproduksi berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari.  Nah jika Anda ingin memiliki perabotan mewah tetapi harga terjangkau, maka ke JYSK lah. 
Serius? Pasti seriuslah.
Bayangkan, dengan dana yang tidak terlalu besar kita sudah bisa memborong berbagai peralatan rumah tangga ala Eropa Timur.







Senang dong kalau rumah kita berisi barang-barang yang bergaya Eropa Timur, seperti Swedia, Denmark, Findlandia, Islandia, dan Norwegia tanpa harus ke negara-negara itu.
Cukup ke JYSK maka hasrat memiliki perabotan dan peralatan yang berkualitas akan terpenuhi

Kenapa Harus ke JYSK?
Karena JYSK (dibaca JIS) adalah toko retail furnitur yang menjual barang-barang rumah tangga bergaya Scandinavia. Desain yang ditawarkan bersih dan minimalis dengan design  yang mengutamakan fungsi, kualitas dan harga yang terjangkau.

Grand Opening JYSK yang Heboh

Sebelum acara grand opening toko JYSK dibuka secara resmi, pembawa acara menjelaskan kalau Makassar adalah kota pertama di luar Pulau Jawa yang membuka  toko JYSK. Mal Nipah adalah toko yang kedua. Toko JYSK pertama berlokasi  di Mal Panakukang.

Oh yah sekedar informasi, toko JYSK di Mal Nipah ini adalah toko terbesar kedua setelah toko JYSK di Mal Taman Anggrek Jakarta. Dengan luas 1271 meter bujursangkar tentu saja dapat menampung lebih banyak produk alat rumah tangga berkualitas dengan gaya Skandinavian Living.

Sebagai blogger yang baik hati dan tidak sombong, saya dan teman blogger lainnya sudah dibekali dengan voucher belanja senilai Rp. 200.000.
Voucher lainnya saya dapatkan karena termasuk kategori pengunjung  pertama (18 pengunjung pertama berhak mendapatkan voucher belanja senilai Rp, 100.000).

Selain keseruan berburu belanja diskonan, saya juga ikutan seru-seruan memecahkan balon. Tak satu balonpun yang berhasil saya pecahkan, untungnya si bungsu lincah pecahkan balon dan  saya sibuk pelototkan mata mencari secarik kertas yang bertuliskan aneka hadiah.

Serabun-rabunnya mata saya, tetapi kalau urusan mencari hadiah mata saya bisa langsung cling. Bhahaha ….
Alhmadulillah dapat lagi deh tambahan voucher belanja. Total voucher yang saya dapatkan adalah senilai Rp. 500.000


JYSK Memberi Pelayanan yang Memuaskan

Satu lagi yang membuat saya sangat puas belanja di JYSK ini adalah pelayanan yang prima. Dilayani dengan sopan dan sigap serta sabar membuat saya betah belanja. Begitu bersemangatnya saya berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga kerongkongan rasanya sepat.
Oh rupanya saya kehausan.

Abdul Kadir yang sabar dan sigap melayani saya


Dengan sigap Abdul Kadir, pelayan JYSK yang sabar itu menyodorkan air minum. Sambil berkata, “kalau mauki lagi minum atau mauki ngemil-ngemil sambil belanja ada disediakan di sana Bu.” Beliau menunjuk ke sebuah meja di samping kasir.
Wow, ini namanya pucuk dicinta ulampun tiba. Saya haus dan lapar, JYSK menyiapkan berbagai jenis minuman dan cemilan produksi OT Grup. 
Klop de.

Di meja kecil itu terdapat berbagai jenis minuman dan cemilan yang mengundang selera. Ada Wafer Tango, Tango Waffle, Teh Gelas, air mineral, dan aneka permen. Ah lupakan sejenak niat diet, nikmati dulu cemilan-cemilannya.

Dahaga sudah hilang, perut sudah terisi cemilan maka lanjut belanjaaaa
Waktunya  “eksekusi” voucher-voucher.

Teman-teman penasaran dengan JYSK?
Ayo tebus rasa penasaran itu, datanglah ke JYSK!





Senin, 10 September 2018

Regional Conferrence 2018 Makassar; Berani Berubah Bersama Sophie Paris


Apakah Anda ingin sukses?
Pertanyaan ini berulangkali dilontarkan oleh ceo sekaligus founder Sophie Paris Bruno Husson  pada acara seminar Regional Conferrence 2018.
Seminar yang diselenggarakan pada Sabtu, 8 September 2018 di Ballroom Maraja, Hotel Sahid Makassar menghadirkan tiga orang pembicara. Mereka adalah CEO dan Founder Sophie Paris Indonesia Bruno Hasson, EVP Sales and Marketing Gregory Fauvet, Vp Sales and Training Deasy Rahayu, TOP BC dan Leader Indonesia.




Seminar ini dihadiri oleh member-member Sophie Paris, awak media, blogger Makassar, dan selebgram Makassar. 

Sumber Foto: Filliyawie

Sumber foto: Filliyawie


Acara ini berlangsung sangat meriah, dimulai dari penampilan kelompok tari tradisional lalu pemberian sekaligus pemasangan songkok tradisional suku Bugis Makassar. Lucu juga ya kelihatannya, bule pakai songkok Bugis-Makassar. Sayangnya saya terlambat mengambil gambarnya.

Tampil pembicara pertama adalah EVP Sales and Marketing Gregory Fauvet didampingi penerjemahnya sekaligus menjabat sebagai Vp Sales and Training Deasy Rahayu.
Pembicara kedua adalah Bruno Husson yang disambut sangat meriah oleh seluruh hadirin, kelihatan sekali kalau beliau itu sudah menjadi selebritanya Sophie Paris, namanya juga pendiri Sophie Paris, masa sih tidak dikenal. Iya kan? 

Bruno Husson tampil menawan dalam balutan kaus oblong warna hitam yang bertuliskan Sophie Paris. Dengan lincah beliau berlari-lari di atas panggung sambil menyemangati peserta seminar. Hebatnya lagi, Bruno yang berasal dari Prancis itu sangat fasih berbahasa Indonesia.

Oh yah, sudah pernah dengar merek Sophie Paris bukan? Kalau belum, saya hanya mau bilang sungguh terlalu.

Kenapa saya bilang begitu?

Merek ini sudah lebih 20 tahun bertahan loh. Sejak putra ketiga saya lahir hingga sekarang, merek ini terus mendampingi perempuan-perempuan Indonesia dalam  melengkapi penampilannya.

Tidak perlu mengeluarkan isi dompet hingga dompetnya menjadi “kurus” untuk tampil menawan, karena harga yang ditawarkan untuk semua produk-produknya cukup “bersahabat”
Mungkin itulah  salah satu rahasianya, sehingga Sophie Paris terus berjaya hingga saat ini.

Sekilas Tentang Sophie Paris

Sophie Paris adalah perusahaan mode dan kecantikan yang berdiri sejak tahun 1995. Awalnya, perusahaan ini memulai bisnis produksi tas rumahan  dengan jumlah tas hanya LIMA tas. Sekarang penjualan tas merek Sophie Paris ini sudah tembus 50 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

WOW luar biasa!

Sophie Paris terus berkembang baik jumlah penjualan produk-produknya maupun jumlah member serta varian produknya. Seiring dengan waktu, Sophie bukan hanya memproduksi tas tetapi sudah berkembang lebih jauh dengan memproduksi dompet, jam tangan, aksesoris, kosmetik, sepatu,  dan produk Sunday.
Sophie Paris telah menjadi pemimpin perusahaan mode dengan sistem penjualan langsung di Asia. Selain itu Sophie  juga mengadakan pelatihan kepemimpinan, mode, dan kecantikan bagi membernya.
Prinsipnya, perkembangan member sama pentingnya dengan pertumbuhan perusahaan.

Apakah pencapaian itu didapatkan Bruno Husson dengan mudah?
Tentu saja tidak.
Ada tips-tips yang dilakukan oleh Bruno Husson, dan tips itu dibagikan secara gratis pada seminar Regional Conferrence 2018 yang bertemakan Dare to Change itu

Tips Sukses Ala Bruno Husson

Bruno Husson membagikan tipsnya, mengapa ia bisa sukses membangun bisnisnya itu dan bertahan selama lebih dari 20 tahun. Kita simak tips-tipsnya yah.

Pertama. Percaya diri

Apakah percaya diri itu?  Yah, percaya diri merupakan situasi mental seseorang yang yakin kalau ia mampu melakukan sesuatu.
Menurut Bruno, percaya diri diperlihatkan dengan sikap tidak takut gagal, harus siap kecewa, dan tidak gampang baper. Kesemuanya itu tergambar dari ekspresi diri, jiwa yang kuat serta sehat.

Untuk meyakinkan peserta seminar, tentang pentingnya kepercayaan diri dalam meraih kesuksesan. Bruno memutarkan video Susan Boyle yang tampil sebagai kontestan di program TV Britain's Got Talent pada 11 April 2009.

Dalam video itu diperlihatkan, pada penampilan pertamanya di atas panggung Susan dipandang sebelah mata oleh para juri dan penonton yang ada di studio. Tetapi dengan kepercayaan diri yang tinggi disertai kemampuannya, Susan Boyle berhasil menghipnotis semua orang.  Dan itulah awal kesuksesan Susan Boyle

Tahukah Anda?

Pada tahun pertama ketenarannya, Susan Boyle telah merilis lagu I Dreamed Dream disusul dengan album keduanya, The Gift pada tahun 2010. Semua berawal dari percaya diri.

Kedua. Fokus

Segala sesuatu yang dikerjakan harus fokus, memusatkan seluruh perhatian kepada pekerjaan atau usaha tersebut.
Bruno menguraikan dengan gamblang, bagi member Sophie yang sedang berjuang menuju kesuksesan haruslah menjadi DUTA SOPHIE sebagai bentuk dan tindakan nyata sebagai member.
Harus berpikir bahwa suksesnya Sophie adalah kesuksesannya juga.

Ketiga, Gunakan Teknologi

Demi mengikuti revolusi industri yang melonjak dengan sangat cepat, di mana internet telah beralih fungsi seakan sudah menjadi kebutuhan utama, maka seorang pelaku usaha harus bisa menyesuaikan diri.

Karena itulah, Bruno mengajak seluruh membernya untuk menyikapi perkembangan teknologi tersebut dengan melek digital dan aktif bermedia sosial.

Sophie Paris Menyongsong Era Digital

Selama ini Sophie Paris dikenal sebagai merek fesyen yang menjual produknya secara langsung melalui member atau anggotanya.
Namun teknologi digital yang berkembang sangat cepat membuat Sophie Paris harus menyesuaikan diri agar bisa tetap ikut bersaing.

Sophie Paris berinovasi dengan menghadirkan platform penjualan online. Cara ini ditempuh agar lebih memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk-produk Sophie Paris.
Saat ini Sophie Paris 100% berbisnis lewat online. Cukup Sig Up di www.SOPHIEPARIS.com lalu klik gabung dan pilih member, maka Anda resmi jadi member dan siap meraih kesuksesan.


Langkah cepat menjadi member Sophie Paris 



Saat wawancara ketiga orang hebatnya Sophie Paris ini, yaitu CEO dan Founder Sophie Paris Indonesia Bruno Hasson, EVP Sales and Marketing Gregory Fauvet, Vp Sales and Training Deasy Rahayu, TOP BC dan Leader Indonesia.
Secara bersamaan menyatakan kalau target member untuk kota Makassar adalah paling sedikit 100.000 member. Hal ini disebabkan Kota Makassar memberikan kontribusi sekitar 8%.

Sumber foto: Filliyawie

Bagaimana? Sudah siapkah Anda meraih kesuksesan?
Yuk, BERANI BERUBAH!