Tantangan 20 Hari Menulis di Joeragan Artikel

Thursday, June 4, 2020

 

Awal berniat mengikuti tantangan dari Joeragan Artikel, Menulis Blog Jadi Buku, saya  sangat yakin akan bisa menyelesaikan tantangan itu.

Namun, manusia tetaplah manusia yang sampai akhir zamanpun tak akan mungkin menentukan takdirnya sendiri. Makanya setiap merencanakan sesuatu, sekecil apapun itu kita diwajibkan mengucapkan kata  Insya Allah, jika Allah  mengizinkan.

Qadarullah, dua hari sebelum tantangan itu dimulai saya diberi “hadiah” oleh Allah SWT. Bonus istirahat hingga beberapa hari. Padahal saya yakin sekali, postingan hari pertama hingga hari ke 15 sudah ada drafnya, tinggal ditambahi sedikit agar memenuhi syarat, tulisan harus minimal 1000 kata. Gampanglah itu pikir saya.

Astagfirullah!

Alhamdulillah, hari ini saya sudah bisa membuka laptop dan mencoba mulai menulis. Draf-draf yang dimaksudkan mulai saya buka satu-satu, lalu saya putuskan memulainya dari postingan ini terlebih dahulu.

Apa yang harus saya  tulis di blog?

 

Tema Pendidikan

 

Insya Allah, memenuhi tantangan ini, saya memilih tema pendidikan. Tema yang memang telah lama menjadi bagian dari hidup saya. Namun saya khususkan pada satu bagian dari perjalanan karierku sebagai guru. Menjadi guru sekaligus kepala sekolah.

Alhamdulillah, saya  pernah berada di posisi tertinggi pada suatu satuan pendidikan, sekalipun hanya di sekolah swasta. Saya katakan “hanya” karena predikat swasta di Indonesia belum sekeren sekolah negeri.

Oh yah, sebelumnya saya mau cerita. Bahwa, saya  telah menjadi guru saat usia masih belia, setahun setelah tamat SMA. Saya  merasa ini cukup keren, setidaknya di saat remaja seusia saya  saat itu masih bersenang-senang dengan kuliahnya, saya justru  telah menjadi guru.

Saat gadis-gadis seusia saya  menikmati masa belajar tanpa perlu pusing memikirkan biaya kuliahnya, saya bahkan sudah berjibaku dengan tugas mengajar sekaligus tugas kuliah. Kurang keren apa lagi coba, ha-ha-ha.

Pertengahan tahun 1984 saya  sudah menjalani masa kuliah selama satu semester, dan saya merasa ilmu guru dan  ilmu mengajar  yang saya dapat selama satu semester itu sudah cukup untuk jadi bekal menjadi guru yang sebenarnya. Itu percaya diri atau nekad ya namanya?

Terserahlah, yang jelas saya  jadikan itu alasan untuk datang ke sekolahku dahulu. Kompleks Kapoposang namanya, di sanalah saya menamatkan sekolah tingkat pertama, SMP. Saya mengajukan lamaran kepada Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah yang menaungi sekolah itu. 

Daan saya  diterima!

Sejak hari itu, saya  resmi menjadi guru honor di Kompleks Kapoposang.

 

Kompleks Kapoposang


Jangan Sebut Saya Anak Kecil, Paman!

 



Mendampingi muridku praktik lapangan, tahun 1984. Ada yang bisa menebak, yang manakah saya?



“Kalian akan diajar Fisika oleh anak kecil itu, yang baru tamat SMA? Pastilah kalian akan semakin bodoh.”
 

Kalimat itu disampaikan oleh guru senior yang jam mengajarnya sebagian dialihkan kepada saya. Saya santai saja mendengarnya. Sedikit kecewa sebenarnya tapi tak sampai membuat saya  menangis apalagi bersedih. Itu adalah pantangan terbesarku

Tidak boleh menangis jika dipandang sebelah mata, justru itu harus dijadikan pecut  buat  mencemeti diri menjadi lebih maju, pesan bapak saya.

Hari pertama memasuki kelas, saya terpesona dengan wajah-wajah murid-murid. Mereka hampir seumuran denganku, hanya beda 3 hingga 4 tahun, bahkan ada yang seumuran dengan saya, mungkin dia terlambat masuk SD.

Keadaan itu cukup menguntungkan, kita hampir sefrekuensi, sedikit saja saya menurunkan frekuensi dan membujuk mereka menaikkan sedikit freuensinya maka pastilah kami sefrekuensi. Segampang itu.

Selama satu semester saya mengajar dengan sukses. Berhasil merebut hati murid-murid. Kami menjadi teman belajar, diskusi, sekaligus teman bertengkar.

Kabar baiknya, saat saya berjibaku belajar untuk mengajar,  nilai-nilai di perkuliahan  mendapatkan imbasnya.  Saya mendapat beasiswa.   

Sementara itu, guru yang merendahkan di awal mengundurkan diri. Mungkin ia tak tahan melihat saya yang sukses mengajar dan sukses pula merebut hati murid-murid. Kita kan seumuran maka wajarlah kalau mereka merasa dekat dengan saya.

Kalau ingat itu, ingin rasanya berkata seperti apa yang selalu diucapkan oleh Syifah di film karton dari India.

“Jangan sebut saya anak kecil, paman!”

 

Baca juga kisah saya, cerita guru

  1. Gagal Jadi Artis di sini
  2. Covid 19 Melanda di sini
  3. Ternyata Begini Rasanya WFH di sini 



Mau Tetap Mengajar di Kota Sebagai Guru Honorer atau Menjadi Guru PNS?
 


Dua tahun sudah saya menjalani masa pendidikan guru IPA di IKIP Ujung Pandang, Diploma II IPA nama programnya. Saya berhasil menyelesaikannya dengan cara yang seksama dan  dalam tempo yang sesingkat-singkatnya 🤣

Program pendidikan guru Diploma II waktu itu merupakan proram pemerintah era Presiden Soeharto. Semua lepasannya otomatis akan diangkat menjadi guru PNS. Sungguh beruntungnya saya.

Setelah wisuda, saya dan teman-teman berhamburan menuju papan pengumuman. Di sana sudah tertempel nama-nama lulusan lengkap dengan daerah tempatnya akan bertugas.

Saya dapat sekolah di sebuah desa yang tidak terlalu jauh dari kotaku. Namun, desa itu masih tergolong desa terpencil.

Ya Allah, itu berarti saya harus meninggalkan sekolah tempatku mengajar selama 1,5 tahun. Saya akan jauh dari orang tua dan keluarga. Berbagai pikiran berkecamuk.

SK pengangkatanku kulipat rapi dan menyimpannya di dalam map. Saya putuskan akan tetap mengajar di sekolah saya  yang sekarang, tak mau ke desa.

 

Hal itu berlangsung hingga satu semester. Bapak dan kepala sekolahku terus membujuk.

“Kalau kamu tetap mengajar di sekolah ini, maka seumur hidupmu akan terus menjadi guru honorer.” Kata kepala sekolah.

“Betapa bodohnya kamu Nak, banyak yang mau seperti dirimu, jadi PNS. Jangan menolak rezeki dari Allah.” Bujuk bapak.

Kepala sekolah sungguh sayang kepada saya, beliau memberi kelonggaran, saya dibolehkan mengajar 3 hari dalam sepekan, selebihnya  mengajar di sekolah baru.

Sejak saat itu, saya bolak balik dari kota ke desa. Minimal dua kali dalam sepekan.

Melakukan pekerjaan dengan hati terbagi dua tidak semudah menghirup udara pegunungan Bulusaraung. Saya lelah, gaji habis untuk biaya transpor, ditambah lagi, ada hati yang selalu menarik hati saya untuk selalu kembali ke desa, sekolah baruku.

Bismillah, saya memutuskan akan serius menjalankan kewajibanku mengajar di desa dan dengan berat hati saya  melepaskan sekolah lamaku, sekolah yang memberi saya  kesempatan mempraktikkan semua ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah.

Sekolah yang terus menarik saya ke dalam kenangan yang indah. Sekolah yang berada di dalam Kompleks Kapoposang.


Kompleks Kapoposang, Saya  Kembali

 

Menjadi guru di desa nyaris membuat saya lupa dengan kompleks Kapoposang. Sebuah kompleks perguruan Muhammadiyah yang berada di Kota Makassar.  Di mana di dalamnya terdapat tiga sekolah, seperti pada umumnya perguruan Muhammadiyah di Indonesia.

Perguruan Pendidikan Muhammadiyah di kompleks Kapoposang mewadahi SD Muhammadiyah 2, SMP Muhammadiyah 3, dan SMA Muhammadiyah 2.

Allah sungguh Maha Mengatur.

Tahun 1993, saya  pindah ke kota  kelahiran.  Kali ini saya sudah  tak sendiri. Saya pindah bersama keluarga kecilku. Di sebuah sekolah negeri, SMP Negeri 7 Makassar namanya.

Di sanalah saya mulai lebih fokus mengembangkan pengetahuanku, saya mendaftar kuliah lagi meneruskan Diploma duaku.

Tak cukup sampai di situ, saya  kembali ke sekolah lama, diminta oleh kepala sekolahnya yang masih setia di sekolah itu.

Kapoposang, saya kembali. Jadi guru honor lagi.

 

Bagaimana selanjutnya?

Nanti saya tuliskan di postingan berikutnya ya, doakan saya  sehat dan bisa menaklukkan tantangan ini. 

 


READ MORE

LIEBSTER AWARD

Wednesday, May 27, 2020

Apa yang membanggakan menjadi seorang bloger?

Ini adalah pertanyaan pertama yang diajukan oleh kak Enal (jadi malu memanggilnya kakak, mungkin lebih pantas dipanggil anak kali ya?). Tak mengapa, ini adalah bentuk penghargaan seperti dahulu waktu kita aktif di Pramuka, semua anggotanya adalah kakak, selain itu saya juga merasa bahagia, setidaknya saya akan terdengar muda.

Arti Liebster Award


liebster award

Pertama kali mendapatkan pesan dari pemilik blog https://enalgattuso8.wordpress.com/ ini , saya langsung mencari tahu tentang Liebster Award.  Aneh, saat saya cari artinya di google translate saya diarahkan ke bahasa Jerman, lalu saya menemukan artinya, liebster = yang tersayang.  

Oh, ternyata kata Liebster itu memang bahasa Jerman, yang jika disambungkan dengan kata award maka hasilnya adalah penghargaan favorit. Masya Allah, ternyata saya dinominasikan sebagai penerima “penghargaan favorit”

Baiklah, saya menerima dengan senang hati, karena ini adalah salah satu jalan menjalin silaturahim. Untuk menunaikan penghargaan tersebut, berarti saya harus memenuhi enam  poin seperti di bawah ini:

Berterima kasih kepada pemberi penghargaan

Berbagi 11 fakta tentang diri sendiri dan 3 tulisan terfavorit.

Menjawab 11 pertanyaan dari si pemberi penghargaan.

Menominasikan dan memberikan penghargaan kepada 11 bloger.

Memberikan 11 pertanyaan kepada bloger yang menerima penghargaan.

Memberitahu 11 bloger yang menerima penghargaan tersebut.

 

Saya akan memenuhi  poin pertama, mengucapkan terima kasih kepada Kak Enal yang telah memilih saya sebagai salah satu nominatornya dalam Liebster Award. Terus terang sebelumnya saya kurang mengenal beliau. Hanya sebatas nama karena tergabung di grup watsapp komunitas bloger Anging Mammiri. Hikmahnya saya mencari tahu siapa kak Enal, “kamu di mana, dengan siapa, semalam berbuat apa?” Eits salah 🤩

Ternyata kak Enal ini sekarang tinggal di Sumatra, dan di profil blognya beliau menyebutkan dirinya sebagai lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis, suka klub bola tempat Paolo Maldini berkiprah, dan traveler gadungan.

Jika melihat riwayat tulisannya, yang menulis di blog sejak tahun 2012, saya agak kurang percaya kalau dia baru suka menulis, tulisannyapun renyah dan saya suka. Beliau juga bukan traveler gadungan melainkan asli traveler. Berapa banyak gunung, pantai dan tempat lain yang telah didatanginya.

Nah, sampai di sini saya sudah memenuhi poin pertama. Lanjut ke poin kedua

 

Sebelas Fakta Tentang Saya dan Tiga Tulisan Terfavorit

 

Kebetulan sekali, 11 adalah angka keberuntungan saya, karena saya lahir pada  tanggal 11, sedangkan angka 3 saya tak tahu apa maknanya. Bagi saya semua angka sama kecuali tanggal 11 itu. Istimewa

Menuliskan fakta tentang diri sendiri ini sebenarnya gampang-gampang susah, soalnya ada bentuk pengakuan diri yang bisa saja membuka sedikit “aib” masa lalu. Tak mengapa, saya sudah terlanjur menerima penghargaan ini.

Fakta pertama, saya adalah sulung dari tujuh bersaudara yang menjelma jadi “bapak” setelah bapak saya meninggal di usia 40 tahun. Mendampingi mama membantunya mendidik, melindungi dan mengantarkan ke enam anaknya, adik-adik saya dari kecil hingga dewasa dan berkeluarga.

Fakta kedua, saya telah mendapatkan penghasilan sejak masih duduk di bangku SMP, sebagai penjahit baju pria. Ini berkat bapak yang mendaftarkan saya kursus menjahit saat masih kelas 2 SMP

Fakta ketiga, Saya sudah menjadi guru sejak usia 20 tahun. Saat itu saya menjadi guru honorer di sekolah saya tamat.

Fakta keempat, hobbi saya sejak mengenal huruf adalah membaca. Semua jenis bacaan saya  baca, sampai-sampai pembungkus kacang gorengpun saya baca. Saat itu saya suka kesal sendiri, saat asyik-asyiknya membaca, bacaannya terpotong, kertasnya hanya setengah lembar yang lebar kertas secukupnya sekedar membungkus kacang saja.

Fakta kelima, sejak SD saya suka menulis, menulis apa saja termasuk menulis tentang guru saya, dan karenanya saya berhasil mencuri perhatiannya.

Ceritanya bisa dibaca di sini 

Fakta keenam, kata orang-orang saya termasuk ekstrover, senang berkumpul, senang berorganisasi dan suka sekali bercerita, sehingga sering dijuluki oleh saudara-saudara saya sebagai tukang dongeng.

Fakta ketujuh, tapi saya merasa juga sebagai introvert karena saya bisa berdiam di rumah seharian, membaca, menulis atau menjahit. Kadang pula malas menerima telepon dari orang-orang  yang saya anggap hanya akan bercerita sesuatu yang tidak penting.

Fakta kedelapan, saya malas memasak, apalagi kalau masakan saya dicela oleh suami atau anak-anak maka bisa berhari-hari saya tak memasak.  Tapi suka sekali kumpulkan resep masakan, terutama resep-resep dari mama saya

Fakta kesembilan, saya sering cemas dengan berat badan saya. Semakin hari semakin meningkat tapi malas diet dan jarang olah raga.

Fakta kesepuluh, saya termasuk omnivora, pemakan segala. Jarang sekali menolak jenis makanan selama itu halal dan tak ada racunnya, mungkin itu pula salah satu sebabnya berat badan saya gampang naik susah turun

Fakta kesebelas, saya suka belajar apa saja, tak pernah  malu bertanya kepada siapa saja demi agar saya dapat mengetahui  suatu hal. Eh, tidak semua orang juga sih yang saya tanyai, hanya orang tertentu yang ikhlas mengajari.

 

Menuliskan Tiga Tulisan Terfavorit

 

Tiga tulisan terfavorit, ini lumayan sulit. Tulisan saya masih berisi curahan hati  tidak terlalu berbobot menurut saya, belum berani ikut lomba menulis.

Namun, saya tetap menuliskan tiga tulisan yang lumayan jumlah pembacanya tanpa saya mempromosikannya.

Metamorfosis Kura-kura

Tulisan ini tentang buku karya Edi Sutarto yang berjudul Metamorfosis kura-kura. Entah mengapa postingan  ini paling banyak dikunjungi oleh pembaca. Mungkin karena judulnya unik, entahlah. Penasaran? Bolehlah mampir di sini.

 

Store JYSK Tempat yang Asyik Belanja Perabotan Gaya Scandinavian

Tulisan ini saya tulis demi memenuhi tanggung jawab saya karena telah diundang oleh Jysk menghadiri louncing store - nya di Nipah Mall.


Anak-anak Sudah Dewasa, Haruskah Kita Kesepian?

Ini bukan tulisan yang paling banyak pengungjungnya tapi lumayan banyak yang suka. Selain itu saya juga suka, karena ini mewakili keresahan saya sekaligus harapan dan motivasi diri sendiri agar kelak saat anak-anak saya dewasa dan membina rumah tangganya sendiri, saya tak perlu kesepian. Silahkan baca di sini

 

Menjawab Sebelas Pertanyaan

 

Pertanyaan yang diajukan kak Enal sebenarnya tidak sesulit menjawab soal fisika saat masih SMA, tapi ada beberapa yang agak sulit saya mengutarakan jawabannya. Namun, saya akan tetap menjawabnya

Apa yang membanggakan menjadi seorang blogger?

Saya bangga karena  tidak banyak ibu-ibu seusia saya yang menjadi bloger. Sesuai pengalaman dan pengamatan di lingkungan keluarga maupun di lingkaran pertemanan saya, masih  banyak ibu-ibu yang malas menulis apalagi menjadi seorang bloger. Maka patutlah saya berbangga.

Bagaimana menemukan mood untuk segera menulis ketika menemukan ide?

Saya langsung menulisnya, tanpa kata tapi. Kalau bersamaan dengan kegiatan lain, biasanya saya tuliskan poin-poinnya di gawai saya.

Kamu lebih dekat dengan bapak atau ibu? Mengapa

Saat bapak masih hidup, saya lebih dekat ke beliau. Setelah meninggal saya menjadi lebih dekat dengan mama. 

Sejauh ini hal terbaik apa yang sudah kamu lakukan?

Banyak, terutama saya berhasil mempertahankan rumah tangga hingga lebih 30 tahun. Bagi saya ini adalah prestasi, di tengah maraknya perceraian.

Semasa pandemi, apa yang kamu lakukan untuk menjaga produktivitas?

Awesome!

Selama masa pandemi ini saya berhasil mempraktikkan berbagai jenis masakan dari resep warisan mama. Saya berusaha mengatur waktu sedemikan rupa antara mengajar via daring, masak dan terutama menulis.

Makanan favorit saat berbuka puasa?

Tidak ada, ha-ha-ha.

Apa saja saya santap, tapi yang tak pernah absen di rumah saat buka puasa adalah es buah. Itu bukan favorit saya sebenarnya hanya wajib  ada, demi memenuhi tuntutan anak-anak

Gunung, pantai, kota, museum, dan mall, mana yang menjadi tempat favorit bagi kamu untuk dikunjungi?

Saya suka gunung tapi yang saya ingin kunjungi setelah pandemi ini berakhir adalah mall, saya ingin ke toko buku.

Lagu apa yang terlintas di pikiran kamu saat ini? Ada apa dengan lagu itu?

Cinta sejati yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari. Saya suka dengan lirik dan penyanyinya, tertutama setelah Ashraf meninggal.

Genre film apa yang sering kamu nonton selama di rumah saja?

Saya suka nonton film drama tapi bukan drama Korea.

Taruhlah kamu diberi pilihan untuk berlibur gratis, ke manakah tujuannya dan mengapa memilih destinasi tersebut?

Saya mau ke Madina dan Makka, wisata religi. Kedua tempat itu selalu mengundang hati saya untuk selalu berkunjung, saya rindu dengan suasana masjid Nabawi  tawaf di depan Ka’ba serta sai antara Safa dan Marwah.

Lima kata yang mewakili pendapat kamu tentang saya.

Bloger, traveler, petani, anak muda, dan semangat berbagi

Masya Allah, panjang juga tulisan ini. Sekarang tiba waktunya saya memenuhi poin tentang sebelas bloger yang saya ajukan untuk mendapatkan award ini.


Sebelas  Nominator Dari Saya


Ini bagian yang gampang-gampang susah. Soalnya ada beberapa teman bloger Makassar yang akan saya nominasikan seperti Mugniar, mami Ery, dan yang lainnya. Sayang, mereka  sudah dinominasikan  oleh bloger Makassar lain.

Maka inilah 11 bloger  yang  saya nominasikan, semoga beliau-beliau ini berkenan menerimanya.

  • Abby Onety. Ibu guru dan bloger keceh ini, saya kangen dengan tulisan-tulisan tentang jalan-jalannya.
  • Asdar Azis, pemilik blog daengadda.com ini sudah lama saya tidak membaca tulisannya, padahal saya suka sekali dengan tulisannya yang selalu bercerita tentang kegiatannya bersepeda.
  • Ainhy Edelweiss. saya sering membaca tulisannya yang dibagikan di grup IIDN Makassar. Tulisannya renyah dan khas.
  • Triyatni A, pemilik blog pohontomat.com. Beliau adalah bloger Banjarmasin tapi entah kenapa, dia juga bergabung di komunitas bloger Anging Mammiri. Mungkin dia memiliki sedikit darah Bugis Makassar atau apalah.
  • Haeriah Syamsuddin. Beliau ini adalah asli Makassar tetapi sekarang bermukim di Malaysia. Kami sering bersilaturahim di komunitas Pasukan Bloger JA dan sama-sama member Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN).
  • Nunu Amir, adalah penulis buku sekaligus bloger yang berasal dari Makassar.
  • Dhani Ramadani, pemilik blog Uddhani. Saya mengenal beliau karena beberapa kali mengirim link blognya di IIDN Makassar.
  • Vita Masli. Beliau adalah bloger senior, saya belum pernah ketemu dengan dia, olehnya itu saya ingin mengenal beliau lebih dekat lagi melalui tulisannya.

Kedelapan bloger di atas adalah bloger Makassar, maka untuk selanjutnya saya menominasikan bloger yang berasal dari luar Makassar.

  •  Erny Kusumawaty. Perempuan yang lahir di Makassar ini sebenarnya asli orang Jawa.  Beliau lahir, sekolah SMA dan kuliah di Makassar. Awalnya saya kira orang Makassar karena sering berbalas komen menggunakan dialeg Makassar, pakai kata  mi dan ji.
  •  Dian Restu Agustin.Kenapa saya nominasikan beliau? Karena tulisannya  keren, sering juara.
  • Handayani Abd Widiatmoko, saya nominasikan beliau karena kita seumuran, hi-hi-hi

Sebelas Pertanyaan dari Saya


Ini sebelas pertanyaan yang saya ajukan kepada ke sebelas nama-nama nominasi liebster Award

  1. Hal positif apa yang didapatkan selama menjadi bloger
  2. Menurut kamu, pentingkah bergabung dengan komunitas bloger? Mengapa?
  3. Jika diberi kesempatan, siapa yang ingin kamu wawancarai lalu menuliskannya di blogmu
  4. Siapakah orang yang paling memengaruhi hidupmu?
  5. Jika pandemi ini berakhir, tempat mana yang pertama kali akan dikunjungi?
  6. Kegiatan apa yang paling sering kamu lakukan selama pandemi ini?
  7. Andai kamu diberi  kesempatan oleh Tuhan untuk kembali ke masa lalu,  hal apa yang ingin kau ubah?
  8. Apa yang kamu ingat tentang masa kecilmu?
  9. Seberapa seringkah kamu mengikuti latihan kepenulisan?
  10. Apa yang ingin kamu lakukan atau sedang rencanakan untuk lima tahun ke depan?
  11. Menurut kamu, siapakah saya?

 

Masya Allah!

Panjang juga tulisan ini, membuat saya tak sadar kalau telah menuliskannya.

Oh yah, saya mohon maaf kepada nama-nama yang saya nominasikan di award ini, yakinlah saya hanya ingin menjalin silaturahim dengan lebih baik lagi. Tak lupa pula saya berterima kasih, jika nama-nama yang saya nominasikan berkenan mengikuti dan ikut menyebarkannya. Kita jalin persaudaraan melalui tulisan. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah Rabbul Alamin.

 

 

 


READ MORE

Memahami Keimanan Kepada Allah SWT

Tuesday, May 12, 2020


Kali ini saya akan menuliskan materi pesantren  kilat Ramadan untuk SMP tentang salah satu  rukun iman, yaitu iman kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala.
Ada tiga hal yang berhubungan dengan materi ini, yaitu:  
  1. Rukun Iman
  2. Pengertian Iman
  3. Pengertian Iman kepada ALLah
  4. Cara meningkatkan iman kepada Allah


Rukun Iman


Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa rukun iman ada enam, rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah Swt.

  1. Iman kepada Allah SWT
  2. Iman kepada malaikat
  3. Iman kepada kitab Allah
  4. Iman kepada Rasul
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada qadha dan qadar

Khusus materi kali ini, kita hanya mencoba membahas rukun iman yang pertama, yaitu iman kepada Allah Swt.

6 Rukun Iman - Iman Kepada Allah Swt

Pengertian Iman


Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita mencoba  memahami dahulu pengertian iman, berdasarkan  bahasa Arab, dan pengertian iman menurut ulama.

Pengertian Iman dalam bahasa Arab


Dari Ensiklopedi Aqidah, ad-Durar as-Saniyah, iman secara bahasa adalah masdar (bentuk dasar) dari kata amana, yu’minu, Imaanan, fawa yu’minu. Kata ini merupakan turunan dari kata al-Amnu yang artinya aman.

Aman berarti menetap dan tenang. Jadi, iman adalah membenarkan disertai melakukan konsekwensinya. 

Pengertian Iman menurut ulama


Para ulama mendefinisikan iman sebagai, pembenaran dalam hati, pengakuan dengan lisan dan amal dengan anggota badan, serta bisa bertambah dan bisa berkurang.
Ada empat batasan iman menurut ahlus sunnah, yaitu:

  • Keyakinan batin atau pembenaran dalam hati  

Iman tidak sekedar yakin, tetapi batin atau hati harus ikut  membenarkan. Sebagaimana firman Allah Swt, yang artinya:  
Mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.” (QS. an-Naml: 14).
Ada orang yang meyakini kebenaran Islam, tetapi tidak mau membenarkan dalam hatinya. bisa disebut musyrik.

  • Pengakuan dengan  lisan

Iman tidak hanya pengakuan dengan ucapan atau lisan. Jika ada yang mengucapkan syahadat tapi batinnya tidak mau mengakui kebenaran Al-Qur’an, tidak mau salat, tidak mengerjakan puasa, dsb,  maka tidak bisa disebut beriman. Bisa jadi batinnya yakin tapi lisannya tidak mau mengucapkannya maka tidak bisa disebut beriman kepada Allah Swt,  biasa disebut munafik mukmin.
Orang munafik adalah orang kafir, meskipun mereka mengatakan beriman, Allah berfirman yang artinya:
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar,” (QS. al-Baqarah: 8-9).

  • Amal kita bagian dari iman

Merasa sudah beriman tetapi tidak disertai dengan  perbuatan anggota badan. Tidak melakukan amalan-amalan, seperti salat, puasa, bersedekah, dan amalan kebajikan lainnya.  Iman bisa bertambah dan berkurang.
Batasan iman yang keempat adalah bisa bertambah  dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan.

Pengertian Iman Kepada Allah


Iman kepada Allah artinya adalah kita mengimani semua penjelasan Allah dan rasul-Nya tentang Allah SWT yang mencakup empat perkara. Simak penjelasan selanjutnya.

Empat Perkara Iman Kepada Allah


  • Beriman kepada wujud Allah atau eksistensi Allah.

Kita mengetahui bahwa manusia bukanlah pencipta diri mereka sendiri melainkan ada yang menciptakannya,  karena sebelumnya manusia tidak ada maka pasti ada yang menciptakannya. Dialah Allah Swt yang juga menciptakan alam semesta.

  • Beriman kepada Allah Rabbul Alamin.

Maksudnya beriman bahwa Allah adalah Pencipta, Pengatur, dan Penguasa alam semesta  serta Pemberi rezeki bagi alam semesta dengan segenap isinya ini dikenal sebagai Tauhid Rububiyah

  • Beriman bahwa  Allah adalah Al ilaah.

Beriman bahwa Allah adalah Al ilaah, yaitu satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan diibadahi dengan benar tidak selain-Nya. Kita tidak boleh menyelewengkan sedikitpun ibadah kepada selain Allah SWT.  Ini dikenal dengan sebutan Tauhid Uluhiyah

  • Beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya yang indah dan sempurna

Mengimani nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya sesuai dengan keagungan dan kemuliaan Allah Swt.  Dikenal dengan sebutan Tauhid Asma’ Wa sifat
Oleh karena itu, kita tidak boleh melakukan empat hal berikut.
  1. Tamtsil, menyamakan Allah dengan sifat-sifat makhluk-Nya
  2. Takyif, menanyakan “Bagaimana hakikat sifat Allah?”
  3. Ta’thil, meniadakan atau menolak sifat Allah
  4. Ta’wil, mengartikan lain sifat Allah atau menyelewengkan makna dari sifat Allah kepada makna lain.


Cara Meningkatkan Iman Kepada Allah Swt


Bagaimana caranya, agar kita bisa menjaga dan meningkatkan iman kepada Allah Swt?
Ada 6 cara meningkatkan iman kepada Allah Swt.

Memahami Keimanan Kepada Allah- 6 Cara Meningkatkan Iman Kepada Allah


Pertama. Belajar ilmu agama. karena ilmu agama Islam adalah pondasi semua kebaikan. Sebagaimana hadist berikut ini.


Siapakah yang dikehendaki oleh Allah kebaikan dunia dan akhirat? Allah akan pahamkan tentang ilmu agama.” (HR. Bukhari).

Kedua. Membaca al-quran.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman yang sejati itu, apabila disebut Allah maka hati mereka bergetar, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah maka mereka semakin mantap keimanannya.” (QS. Al-Anfal: 2).

Ketiga. Mempelajari agar mengenali nama dan sifat-sifat Allah Swt.
Semakin mengenal Allah nama dan sifat-sifat-Nya maka kita  merasa diawasi oleh Allah sehingga kita  akan takut kepada Allah, takut berbuat dosa karena salah satu sifat Allah, adalah Maha Mengetahui dan Maha Melihat.
Sesunguhnya yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir: 28).
Keempat. Mempelajari sirah Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Pelajarilah perjuangan Nabi dan para sahabanya, idolakanlah mereka, jangan mengidolakan yang lain, karena mereka telah dijamin oleh Allah Swt.
 Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, bahkan Allah menjanjikan surga bagi mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22).

Kelima. Merenungi dan menghayati keberadaan makhluk-mkhluk ciptaan Allah. Perhatikan keberadaan langit, gunung, dan semua itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah, termasuk merenungi diri sendiri.
Pada diri kalian apakah kalian tidak melihat?” (QS. Ad-Dzariyat:21).

Keenam. Agar keimanan kita meningkat, maka jagalah dari  hal-hal yang dapat merusak keimanan kita. 
Contoh perbuatan yang dapat merusak keimanan, adalah pergaulan bebas, berpacaran, lebih mengidolakan manusia seperti sangat mengidolakan artis-artis dibanding mengidolakan Rasulullah sehingga rela melakukan apa saja demi idolanya. Menonton berjam-jam drama hingga melupakan mengerjakan kewajibannya, seperti salat. Lebih mencintai hal-hal duniawi dibandingkan mencintai hal-hal akhirat.

Demikianlah, pembahasan materi “Keimanan Kepada Allah Swt” semoga bermanfaat.
Wallahu alam bissawab.

Sumber :
Ensiklopedi aqidah, ad - Durar as-Saniyah
Halal & Haram dalam Islam karya Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Al Hujjah.com



READ MORE

3 Resep Olahan Pisang Khas Sulawesi Selatan

Friday, May 8, 2020

Pisang adalah tanaman herba yang paling gampang diolah menjadi berbagai jenis penganan. Tanaman ini tumbuh subur di semua daerah di Indonesia, demikian pula di Sulawesi Selatan.

Berikut ini saya tuliskan 3 resep olahan  pisang khas Sulawesi Selatan yang paling sering dijadikan makanan buka puasa. Ketiga penganan itu adalah barongko, Pallu Butung, dan  Sanggara Balanda.


Barongko


Ini adalah salah satu olahan pisang khas Sulawesi Selatan,  penganan yang paling sering dihidangkan pada hari-hari istimewa di Sulawesi Selatan, seperti pesta pernikahan, pesta rakyat, menyambut tamu kehormatan, dan pada hari lebaran.
Namun,  jangan khawatir barongko nikmat pula dijadikan makanan buka puasa.

Barongko, 3 Resep Olahan Pisang Khas SulSel
Sumber gambar: kuliner.com dan ksmtour.com

Cara bikinnya mudah semudah membalikkan daun pisang. Tak percaya? Cobalah pelajari resepnya berikut ini.

Bahan


  • 1 sisir pisang kepok, pilih yang sudah masak
  • 1 butir kelapa tua, parut dan peras hingga menghasilkan 500 ml santan 
  • 5 butir telur ayam
  • 100 gram gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 3 lembar atau secukupnya daun pisang untuk membungkus


Cara Kerja


  1. Siapkan dua macam daun pisang, daun yang tua sebagai lapisan luar dan daun pisang muda sebagai lapisan dalam.  Bersihkan dan potong segi empat. Agar lebih mudah dalam membungkus adonan, sebaiknya buat cetakannya dengan ukuran panjang 6 cm dengan alasnya 5 cm. 
  2. Susun daun pisang, daun tua bagian bawah lalu ditumpuk dengan daun muda kemudian tempatkan cetakannya seperti pembungkus nasi campur, tusukkan lidi dan sisihkan.
  3. Kupas kulit pisang dan iris-iris pisang sambil membuang bagian dalam yang berwarna coklat atau hitam,   masukkan ke dalam wadah, tambahkan santan, gula, dan sedikit garam, kemudian blender.
  4. Ambil daun yang sudah dicetak, buka setengahnya dan masukkan 3 hingga 4 sendok adonan lalu tutup kembali. Sebelum disematkan lidi atau diklip menggunakan stapler, sebaiknya gunakan sisa daun untuk menutup bagian tengah pembungkus agar lebih rapi dan tidak gampang bocor. Lakukan hingga adonan habis.
  5. Panaskan panci kukusan terlebih dahulu lalu masukkan barongko lalu kukus selama 15 menit. Angkat dan sajikan.
  6. Jika Anda suka yang dingin maka masukkan terlebih dahulu ke dalam kulkas beberapa saat.


Pallu Butung


 
Pallu Butung, resep olahan pisang khas SulSel
Sumber gambar: kumparan.com
Seperti halnya pisang ijo, penganan ini adalah  olahan pisang khas Sulawesi Selatan yang juga paling sering dijadikan makanan pembuka saat buka puasa. Kalau pisang ijo dibungkus dengan adonan tepung berwarna hijau, maka pallu butung tidak demikian.
Selengkapnya lihat resep berikut

Bahan


  • 1 sisir pisang raja,
  • 1 biji kelapa, parut dan ambil santannya sebanyak 1 liter
  • 100 gram tepung beras atau tepung terigu
  • 500 gram gula pasir, bisa dikurangi jika tidak terlalu suka dengan manis. Untuk menambah manisnya, silahkan memandang senyum pasangan masing-masing, heuuu 😂
  • 2 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan


Cara Membuat


  1. Cairkan tepung beras atau tepung terigu dengan santan. Tambahkan gula pasir dan garam aduk dan sisihkan.
  2. Potong-potong pisang sesuai selera lalu masukkan ke dalam campuran tepung, santan dan gula pasir. Jika suka tambahkan pula daun pandan.
  3. Masak dengan api kecil hingga mendidih, sesekali diaduk agar tidak gosong.
  4. Setelah pisangnya matang, angkat dan sajikan.


Catatan: Ada pula yang mengukus terlebih dahulu pisangnya dan memasak  santannya secara terpisah.


Sanggara Balanda


Sanggara adalah bahasa Bugis - Makassar yang artinya digoreng. Jadi sanggara balanda adalah pisang goreng belanda. Kemungkinan resep ini ditemukan saat Belanda masih bercokol di Indonesia 😃 Bercanda ya ibu-ibu. 
Yang membedakan antara pisang goreng pada umumnya dengan Sanggara Balanda ini adalah jenis pisang, proses penggorengan, dan  cara penyajiannya.


Resep Olahan Pisang Khas SulSel, Sanggara Balanda
Sumber gambar: Liputan6.com


Jenis pisang yang digunakan adalah pisang raja. Proses penggorengannya dilakukan dua kali. Pertama, pisang digoreng setengah matang, kemudian diangkat dan dibelah sedikit untuk diisi dengan campuran kacang  dengan gula pasir. Setelah itu direkatkan kembali, lalu dicelupkan ke dalam telur dan digoreng kembali.

Ais, ribet? Ya, sudah, lihat saja resep berikut.

Bahan


  •  1 sisir pisang raja
  • 150 gram kacang tanah kupas kulitnya
  • 100 gram gula pasir bisa diganti dengan coklat
  • 1 butir telur ayam
  • Mentega secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya



Cara Kerja


  1. Siapkan kacang yang telah disangrai dan kupas kulitnya, tumbuk kasar. Jangan terlalu halus. Agar kacangnya tidak terlalu menderita ditumbuk-tumbuk terus 😅
  2. Campur gula pasir dengan kacang yang telah ditumbuk, tambahkan mentega lalu aduk secara merata hingga kalis dan menyatu dan tak dapat dipisahkan.
  3. Kupas pisang. Agar permukaan pisang licin dan seratnya hilang maka gosok-gosokkan kulit pisang ke permukaan pisang.
  4. Panaskan minyak, tambahkan sedikit mentega lalu goreng pisang hingga setengah matang, gunakan api kecil agar pisang tidak gosong.
  5. Angkat dan celupkan ke dalam telur yang telah dikocok dan goreng lagi hingga matang.
  6. Selagi pisang masih panas, belah memanjang, lakukan secara hati-hati agar tidak putus bagian bawahnya.
  7. Beri isian kacang lakukan dengan hati-hati hingga semua sudut pisang terisi dan padat.
  8. Lakukan hal sama ke semua pisang, biar adil😄 Hidangkan dan siap disantap saat berbuka puasa.

Tadaaa... ternyata gampang kan buatnya?

Dari ketiga resep di atas, mana nih resep olahan pisang khas Sulawesi Selatan  yang paling menarik ibu-ibu untuk segera dieksekusi, tulis di kolom komentar ya.

Selamat praktik dan buka puasa, insya Allah kita akan bertemu dengan resep-resep berikutnya. Resep makanan ya, bukan resep obat, hi-hi-hi

Silahkan baca juga resep makanan lainnya di blog ini


Tulisan ini diikutkan dalam Tantangan Blogging Mei 2020 di Ibu-Ibu Doyan Nulis





READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *