Bukan Penulis Kalau Belum Menerbitkan Buku?

Monday, April 3, 2023

 

Jenis Penulis


Bukan Penulis Kalau Belum Menerbitkan Buku


Akhirnya saya berhasil menyelesaikan dua  pekerjaan hari ini.

Pekerjaan pertama adalah menuntaskan perangkat pelajaran yang diminta oleh Kepala Sekolah. Permintaan pengumpulan perangkat pelajaran ini tiba-tiba saja muncul seiring dengan permintaan berkas untuk sertifikasi.

Harusnya perangkat pembelajaran dikumpul pada awal pembelajaran semester, tetapi karena tidak dimintai atau tidak ada informasi untuk dicek dan atau ditandatangani oleh kepala sekolah, maka guru-guru pun lupa atau pura-pura lupa wkwkwk.

Begitulah. Kewajiban yang harusnya dilaksanakan menjadi bias jika tak ada tuntutan. Ketika ada permintaan dadakan, maka kalang kabut deh. Termasuk saya, hahaha.

Eits, tunggu dulu kawan. Perangkat pembelajaran saya cukup lengkap, tapi belum dicetak karena itu tadi, tidak diminta. Kekurangannya adalah Analisis  Ketuntantasan Ulangan Harian, dan itulah yang saya selesaikan seharian ini di sekolah.


Kedua, menyetorkan naskah untuk Buku Kisah Nabi dan Rasul setelah melakukan self editing. Insyaallah, ini adalah buku pertama saya tahun 2023 ini.

Semoga proses penerbitannya lancar.


Lalu saya teringat perbincangan tadi dengan salah seorang teman.

Katanya, seandainya semua tulisan di blognya ibu dijadikan buku, wah sudah berapa itu bukunya yang terbit. Kalau sudah terbit berarti sudah bisa disebut penulis."

Ahaaii... lagi-lagi tentang penulis.

Sejak memutuskan untuk lebih serius menulis 12 tahun lalu, sejak itu pula saya merasa ada yang kurang jika belum menulis. Sekalipun tulisan itu ujung-ujungnya berakhir sebagai draf yang mangkrak wkwkwk.

Hm, tiba-tiba saya tersentak manakala menuliskan angka 12 tahun. 

Sudah selama itu rupanya saya serius menekuni dunia kepenulisan, tetapi rasanya masih banyak sekali kekurangannya. Karya buku belum seberapa dan tulisanku masih begitu-begitu saja. 

Teringat pendapat salah seorang teman, katanya, belum bisa dikatakan seorang penulis jika belum menerbitkan buku solo ditambah lagi buku itu haruslah terbit di penerbit mayor. 

Mungkin beliau lupa jika setiap pena yang ditorehkan sesungguhnya itu adalah proses menulis. Dan, arti kata penulis dalam KBBI adalah orang yang menulis.

Bahkan lebih jauh dijelaskan, bahwa penulis itu banyak macamnya, misalnya penulis cepat, yaitu orang yang menulis dengan huruf steno. Penulis naskah adalah orang yang memiliki ide membuat cerita dan dituangkan ke dalam naskah untuk keperluan produksi film atau TV, baik drama atau berita.

Ada pula penulis pelancong, yaitu wartawan yang bertugas mencari data di wilayah pariwisata untuk kepentingan promosi kepariwisataan. Penulis siluman merupakan penulis yang dibayar untuk menyiapkan naskah atas nama orang lain. 

Lalu ada juga penulis tajuk, yaitu anggota redaksi yang ditugaskan menulis tajuk rencana pada surat kabar atau majalah.

Bahkan ada juga yang disebut penulis ulang, yaitu redaktur yang menulis kembali bahan yang diberikan pewarta atau memperbaiki karangan yang dimuat. Mari kita bahas jenis-jenis penulis lainnya. 


Jenis-Jenis Penulis


Berbicara tentang profesi penulis di era perkembangan digital yang gila-gilaan ini, maka profesi penulis semakin dibutuhkan. Hampir di semua lini kehidupan memerlukan profesi penulis, bisa dikatakan kalau penulis adalah satu profesi yang paling banyak jenisnya. 

Selain yang diuraikan di KBBI, masih banyak jenis penulis dengan karakternya masing-masing. Setiap jenis penulis memiliki karya tulisnya masing-masing dengan kaidah dan selingkung atau format penulisannya sendiri. 

Apa dan bagaimana jenis-jenis karya tulis tersebut? Mari kita simak penjelasan berikut ini. 


Jenis-Jenis Karya Tulis


Seperti yang dijelaskan, bahwa penulis adalah orang yang menulis atau seseorang yang membuat karya tulis  dan karya tulis pun berbeda-beda jenisnya, seperti berikut.


mardanurdin.com


Karya Tulis Ilmiah


Menurut Eko Susilo. M, karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi dan penelitian dalam bidang tertentu. Contoh karya tulis ilmiah adalah makalah, jurnal, skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian.


Jurnalistik


Menurut KBBI, jurnalistik menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran. Jurnalisme merupakan aktivitas atau profesi penulisan untuk suratkabar, majalah atau situs web berita. Isinya berupa artikel berita, opini dan feature.


Karya Sastra


Menurut Terry Eagleton,  karya sastra merupakan tulisan indah yang mencatatkan sesuatu dalam bentuk Bahasa yang didalamkan, dipanjang pendekkan dengan cara mengubahnya melalui alat bahasa.

Contoh yang tergolong karya sastra adalah puisi, prosa (contoh prosa fiksi antara lain Cerpen, Novel dan dongeng), Biografi, Autobiografi, Esai dan memoar.


Karya Digital 


Adalah pembuatan karya yang tayang di media digital. Untuk jenis ini, secara tidak langsung menciptakan pekerjaan baru buat para penulis. Anggap saja itu adalah profesi baru. Apa sajakah itu? Simak yuk.


  • Content Writer, bertugas membuat konten berupa teks yang diposting di media online, lalu berkembang menjadi penulis konten di media sosial seperti, Instagram, Facebook, Twitter dsb.
  • Penulis SEO adalah penulis konten juga, tetapi harus memiliki penguasaan kaidah SEO agar tulisan yang diciptakan dapat muncul di pencarian Google.
  • Copywriter, penulis naskah iklan atau untuk keperluan promosi produk atau promosi jasa.
  • UX Writer, jenis ini sekilas sama dengan copywriter, tetapi UX Writer khusus menulis untuk aplikasi, situs web dan produk digital lain.
  • Technical Writer adalah penulis yang bertugas menyusun komunikasi teknis berupa buku panduan pada bidang tertentu, contoh, buku petunjuk penulisan soal, buku alat-alat rumah tangga dll.
  • Screen Writer serupa tapi tak sama dengan penulis skenario, karena ini lebih sfesifik ke dasar acuan untuk pembuatan film berupa naskah. 
  • Script Writer merupakan penulis naskah skenario sekaligus iklan, siaran berita bahkan naskah pidato. Biasanya pejabat atau public figure yang akan berpidato, naskah pidatonya sudah disiapkan scripnya oleh sang scrip writer.


Melihat betapa banyaknya jenis-jenis penulis dan karya tulis yang dihasilkan, masihkah kalian berpikir kalau penulis itu hanya yang  berhasil menerbitkan buku saja?


Makassar, 3 April 2023


Dawiah

Read More

Bersama Atasi Perundungan

Sunday, April 2, 2023

 

Bullying/mardanurdin.com


Bersama Atasi Perundungan


Masih belum move on dari drama Korea yang berhasil menempati urutan pertama di Netflix, apalagi kalau bukan The Glory.

Moong Don membalas sakit hatinya akibat dirundung selama bersekolah. Berhari-hari merasakan penyiksaan secara verbal dan fisik dan itu yang membuatnya menyimpan dendam bertahun-tahun.

Lalu menyusun rencana pembalasan tanpa ampun, sekalipun tidak membalas dengan tangannya sendiri. Cukup memainkan perannya sebagai guru dan rahasia-rahasia yang ia simpan bertahun-tahun.

Begitulah perundungan akan selalu membawa dampak buruk baik bagi yang dirundung maupun pelaku perundungan. Dampak buruk menimpa kesehatan fisik dan mental bahkan pada kasus yang berat, perundungan dapat memicu Tindakan yang fatal, seperti membunuh dan atau bunuh diri.

Perundungan yang dialami oleh Moong Don terjadi di dalam lingkungan sekolah, itu menggambarkan bahwa perundungan biasanya terjadi di sekolah dan pelakunya umumnya adalah siswa terhadap temannya sendiri. 


Perundungan Dalam Lingkungan Sekolah

Bullying/mardanurdin.com


Pertengahan November tahun 2022 lalu kita dikejutkan oleh berita adanya kasus perundungan yang terjadi di salah satu SMP di Bandung. Bermula dari permainan “cek ketampanan” atau main tebak-tebakan siapa orang yang mengetuk helm yang digunakan salah seorang peserta permainan, terus berlanjut pada tindak kekerasan oleh salah seorang siswa. 

Permainan ini sebenarnya menggunakan tangan dengan ketukan halus, tetapi menjadi tindak kekerasan setelah salah seorang peserta justru menggunakan kakinya untuk menendang helm yang dipakai oleh temannya.

Sebagai guru, saya pun pernah mendapatkan laporan dari orang tua tentang perundungan yang dialami anaknya, sekalipun tidak sedahsyat yang ada di drakor The Glory ataupun yang dialami oleh siswa SMP di salah satu sekolah di Bandung itu.

Sayang sekali orang tua itu baru menyampaikan keluhannya saat penerimaan rapor kelulusan sehingga saya dan pihak sekolah tidak bisa lagi mengatasi masalahnya.

Kenapa bisa lolos setelah satu tahun menjadi anak wali saya?

Karena baik siswa yang mengalami perundungan maupun temannya yang menjadi saksi saat perundungan terjadi tidak melaporkan kepada saya maupun kepada guru-guru lain.

Usut punya usut, bentuk perundungan yang dialami siswa saya itu bukan perundungan kontak fisik langsung melainkan nonverbal tidak langsung. Dia dikucilkan oleh teman-temannya karena lambat dalam menerima pelajaran. Saya menyesal terluput dari keadaan itu, karena seingat saya, anak itu baik-baik saja, walaupun tergolong anak yang penyabar dan pendiam.

Semoga dengan masifnya usaha mencegah perundungan dalam lingkungan sekolah kita tidak menemukan lagi kasus-kasus perundungan lainnya.

Sebab efek perundungan itu dapat mengancam semua orang yang terlibat, termasuk anak yang dirundung, anak pelaku perundungan, anak yang menyaksikan perundungan, bahkan sekolah dengan isu perundungan melakukan secara keseluruhan. 



Perundungan Atau Bercanda?




Suatu hari saya mendapati salah seorang siswiku menangis di pojokan. Kemudian saya menanyakan keadaannya. Ternyata ia merasa diejek oleh salah seorang siswa dan teman-temannya yang lain ikut tertawa.

Ketika saya masuk kelas dan mempertanyakan pokok masalahnya, ternyata hanya persoalan nama bapak. Si pelaku memanggil temannya dengan menggunakan nama bapaknya.

“Dia memanggil saya dengan nama bapakku Ibu, lalu bertanya di mana Amir? Teman-teman lain menjawab, di kantor polisiiii.” 

“lah, apa hubungannya antara nama bapakmu dengan kantor polisi?” Tanya saya sembari menahan geli. 

Teman-temannya serentak menjawab, “bapaknya polisi Ibu. Cocok to kalau bapaknya ada di kantor polisi.”

“Nak…nak… apa perlu saya panggilkan bapaknya di kantor polisi agar datang menjemput kamu semua lalu dibawa ke kantor polisi?”

Kelas menjadi hening. Akhirnya teman-temannya minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. 

Jika diamati kisah siswa saya di atas, sepertinya itu hanya bercandaan semata, tetapi bercanda yang terus menerus disertai suara ejekan sesungguhnya itu sudah termasuk perundungan. 

Maka sangat penting memberi penjelasan kepada anak-anak tentang perbedaan tindakan bercanda dengan perundungan.

 


Dampak Perundungan


Bullying/mardanurdin.com


Tahukah kalian kalau perundungan itu tidak hanya memberi efek negatif bagi korban, tetapi pelaku dan penonton juga akan mengalaminya? 

Dampak terhadap korban sudah pasti yang paling jelas adanya, karena bisa menimbulkan depresi, marah dan sedih.

Sedangkan dampak bagi pelaku adalah si pelaku mudah marah, bersifat agresif, tipikal memiliki watak keras. Jika dibiarkan maka si pelaku bisa menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap anak dan bisa berkembang menjadi perilaku kriminal lainnya.

Bagi penonton, jika perundungan dibiarkan tanpa tidak lanjut maka siswa bisa berasumsi bahwa perundungan adalah hal biasa dan bisa diterima secara sosial dan makin parah jika mereka merasa tidak perlu menghentikannya.


Bagaimana Mengatasi Perundungan?


Terdapat dua hal yang perlu dilakukan, yaitu usaha pencegahan dan penanganan menggunakan intervensi pemulihan sosial (rehabilitasi).


Pencegahan


Pencegahan terjadinya perundungan diimplementasikan secara komprehensif dan terpadu, mulai dari anak, keluarga, sekolah dan masyarakat. 

Dalam hal pencegahan melalui anak dengan memberdayakan anak agar : 

  • Anak mampu mengenali kemungkinan munculnya gangguan.
  • Anak bisa membela diri saat terkena perundungan.
  • Anak-anak dapat membantu ketika mereka melihat intimidasi berlangsung (berbagi/rekonsiliasi, mendukung teman dengan memulihkan kepercayaan, melapor ke sekolah, orang tua, tokoh masyarakat).


Pencegahan melalui keluarga yaitu meningkatkan ketahanan keluarga dan penguatan pola asuh. Antara lain:

  • Memercayai nilai-nilai agama dan mengajarkan kasih sayang antar sesama
  • Berikan lingkungan yang penuh kasih sayang sejak dini dengan menunjukkan cara memperlakukan anggota keluarga.
  • Membangun kepercayaan diri anak, meningkatkan keberanian dan kekuatan anak, serta mengembangkan keterampilan sosial anak.
  • Ajarkan etika kepada orang lain (meningkatkan perhatian dan rasa hormat), memberikan peringatan pendidikan ketika anak melakukan kesalahan
  • Libatkan anak dalam memperoleh informasi kunci dari televisi, internet dan media elektronik lainnya.


Pencegahan Melalui Sekolah

Sekolah merencanakan dan merancang program pencegahan yang menyertakan pesan kepada siswa bahwa intimidasi di sekolah tidak dapat diterima dan membuat kebijakan "anti-intimidasi". 

  • Menjalin komunikasi yang efektif antara guru dan siswa
  • Diskusi dan ceramah tentang perundungan di sekolah
  • Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman
  • dan menguntungkan.
  • Tawarkan untuk membantu siswa yang menjadi korban perundungan
  • Menyelenggarakan pertemuan rutin dengan orang tua atau komite sekolah


Pencegahan Melalui Masyarakat

Pencegahan melalui masyarakat dengan membentuk kelompok masyarakat yang menangani perlindungan anak di tingkat desa/kelurahan (Community Integrated Child Protection atau Perlindungan Anak Terintegrasi Berbasis Masyarakat : PATBM).


Penanganan Dengan Tindakan Rekonstruksi Sosial (Rehabilitasi)


Ini adalah proses intervensi yang memberikan gambaran jelas kepada pelaku perundungan bahwa perundungan adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan di sekolah. 

Pemulihan dilakukan dengan mengintegrasikan siswa yang dirundung dan mereka yang melakukan perilaku agresif (perundungan) ke dalam komunitas sekolah bersama dengan komunitas siswa lainnya sehingga menjadi siswa yang tangguh dan anggota komunitas sekolah yang patuh dan mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Nilai-nilai inti dari pemulihan sosial ini adalah rasa hormat, pertimbangan, dan partisipasi. Prinsip yang digunakan adalah:

  • Mengharapkan yang terbaik dari orang lain
  • Tanggung jawab atas perilaku dan menghargai perasaan orang lain
  • Tanggung jawab atas apa yang dilakukan
  • Peduli terhadap orang lain.


Penutup


Apa pun alasannya, perundungan tidak bisa ditolerir. Siapa pun pelakunya, perundung harus ditindaki. Jika itu terjadi dalam lingkup sekolah, maka semua yang ada di sekolah harus turun langsung secara bersama-sama mengatasinya. 

Mengatasi terjadinya perundungan harus dimulai dari proses pencegahan. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Mari bergandeng tangan bersama atasi perundungan di mana pun.


Makassar, 2 April 2023


Dawiah

Read More

Mengenal Buah Beracun

Saturday, April 1, 2023


mardanurdin.com


 Mengenal Buah Beracun


Buah beracun?

Mungkin yang tergambar dalam pikiran kita, apa betul ada buah-buahan yang beracun? Bukannya semua buah-buahan itu bermanfaat dan memiliki khasiatnya masing-masing?

Ternyata di balik khasiat dan manfaatnya, ada juga buah yang beracun untuk kondisi tertentu. Nah, berikut ini ada tujuh buah yang memiliki manfaat yang banyak sekaligus beracun juga. Buah apa saja? Yuk, disimak terus.


Almond


Almond/mardanurdin.com


Almond berasal dari pohon almond. Pohon almond ini memiliki nama ilmiah Prunus dulcis.

Oh iya, ternyata kacang almond dulunya adalah sejenis tumbuhan liar.

Menurut arkeologi, pohon almond liar ini sudah ada di Yunani sejak 6000 tahun sebelum masehi. Pohon almond berasal dari Timur Tengah yang tumbuh setinggi sekitar 4-10 meter. Pohon ini tumbuh dengan baik di musim panas dan musim dingin.  

Meskipun kacang almond sebenarnya bukan kacang, tetap disebut sebagai kacang karena bentuknya yang seperti kacang. Juga di beberapa daerah di Indonesia, kacang almond banyak disebut sebagai kacang badam.


Manfaat Almond


Manfaat kacang almond yang pertama adalah mengatur kestabilan gula darah. Almond mengandung magnesium, yang membantu menyeimbangkan gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu almond sangat cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. 

Almond juga dapat berfungsi sebagai antioksidan alami yang penting untuk tubuh. Almond mengandung vitamin E, sejenis antioksidan yang larut dalam lemak. Selain itu, antioksidan juga berperan dalam melindungi tubuh dari ancaman radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan, penuaan dini, bahkan kanker. 


Bahaya Pada Almond


Begitu banyak manfaat almond, tetapi ternyata juga berbahaya karena mengandung racun. Bagi beberapa orang almond dapat menimbulkan alergi yang gejalanya bervariasi. Dari gejala lokal seperti cantact urticaria sampai gejala sistemik seperti rasa tidak nyaman di perut atau saluran pernafasan.

Almond mengandung racun sianida, sangat beracun bila tidak diproses pada suhu panas yang sesuai untuk mengeluarkan racunnya.



Alpukat



Alpukat/mardanurdin.com


Alpukat adalah buah yang berbentuk bulat lonjong, berkulit hijau, atau coklat keungu-unguan. Dagingnya cukup tebal, lunak berwarna kuning kehijau-hijauan. Tekstur daging buah alpukat lembut. Umumnya orang memanfaatkan daging buah alpukat sebagai campuran es buah atau sop buah.


Manfaat Alpukat


Mengonsumsi alpukat dipercaya dapat mencegah resiko penyakit stroke, karena kandungan Asam Folat dalam alpukat berpotensi mencegah penyakit stroke.

Alpukat mengandung Vitamin E, C dan flavonoid yang dapat menangkal radikal bebas di mana radikal bebas ini merupakan penyebab utama timbulnya penyakit kanker. Selain itu, mengonsumsi sari biji alpukat dapat menyembuhkan penyakit maag ringan.


Hati-Hati, Alpukat Beracun!


Selain manfaat dari mengonsumsi buah alpukat, ternyata alpukat juga beracun yang disebut persin. Zat racun itu berasal dari setiap bagian tanaman seperti batang, daun dan buah. 

Gejala keracunannya adalah muntah, diare, gangguan pernapasan dan akumulasi cairan di sekitar jantung. Dari beberapa kasus ditemukan, bayi di bawah usia 6 bulan mengalami diare setelah mengonsumsi alpukat. Jadi, hindari memberi makan alpukat kepada bayi terutama di bawah usia 6 bulan.

Perlu hati-hati ketika mengonsumsi buah alpukat, jangan makan alpukat dengan keju dan mayones secara bersamaan karena sama-sama mengandung lemak dan berkalori cukup tinggi karena berpotensi meningkatkan berat badan secara tidak sehat.


Anggur





Anggur merupakan tanaman buah berupa rumpun dan merambat. Buanya berbentuk bulat agak lonjomg dengan ukuran kecil seperti kelereng. Umumnya berwarna hijau, merah atau ungu dan biru kehitaman.

Selain rasanya yang manis, segar dan enak, buah anggur juga memiliki banyak manfaat.


Manfaat mengonsumsi Anggur


Beberapa manfaat dan khasiat anggur untuk kesehatan tubuh kita, yaitu:

  • Anggur memiliki kekuatan assimilatory yang dapat meningkatkan kadar air dalam paru-paru, sangat baik buat penderita asma karena dapat mengurangi sesak napas.
  • Sebagai pencahar karena mengandung asam organic, gula dan selulosa 
  • Kandungan antibacterial dan antivirus yang kuat dalam buah anggur merah dapat melindungi tubuh dan infeksi.
  • Mengonsumi jus anggur murni tanpa campuran air dapat menyembuhkan penyakit migrain.

Dan, masih banyak manfaat lainnya karena anggur mengandung berbagai jenis senyawa metabolit sekunder.


Di Balik Pesona Anggur


Telah dijelaskan berbagai manfaat dan khasiat jika mengonsumsi anggur, tetapi di balik pesona itu terdapat efek negative dan gangguan kesehatan  bagi tubuh kita apabila mengonsumsi secara berlebihan.

Terutama pada anggur yang lunak dan berkulit tipis karena sangat rentan terkontaminasi pestisida. Di mana kita ketahui, para pertani anggur sering menggunakan pestisida secara berlebihan.

Selain itu, pada beberapa penelitian terhadap anggur, didapati sebagian besar anggur merah dan anggur putih mengandung unsur logam di atas batas toleransi.



Belimbing





Buah belimbing tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Buahnya yang besar berbentuk bintang dan berlekuk-lekuk berwarna kuning. Permukaan buahnya licin dan penampangnya yang melintang.

Buahnya renyah dan rasanya manis dan sedikit asam. Pada umumnya orang menggunakan buah belimbing sebagai bumbu masakan untuk memberi rasa asam. 


Manfaat buah Belimbing


Buah belimbing mengandung protein, karbohidrat, Vitamin C, Vitamin A, Vitamin B6, kalium, kalsium, sodium, natrium dan niacin. Kandungan-kandungan itulah yang memberi khasiat yang baik untuk tubuh kita, seperti:

  • Membantu mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh juga mencegah penyakit hepatistis, ini disebabkan karena belimbing mengandung zat pektin.
  • Kadar kalium yang tinggi dan natrium yang rendah pada belimbing bermanfaat membantu mengobati hipertensi.
  • Pada bagian-bagian buah belimbing seperti akar dipercaya dapat meredakan sakit kepala dan rematik. Demikian pula daunnya, dapat mengobati sakit maag, melancarkan air seni dan mengobati bisul.


Bahaya Mengonsumi Belimbing


Bahaya mengonsumi belimbing untuk orang yang memiliki penyakit ginjal. Kandungan asam oxalat pada belimbing dapat memperburuk keadaan ginjal bagi si penderita penyakit ginjal, karena terjadi obstruksi atau sumbatan pada ginjal yang mengakibatkan terjadinya gagal ginjal akut. 


Durian





Siapa yang tidak mengenal buah durian?

Wah, ini keterlaluan kalau ada yang belum tahu buah ini. Buah yang memiliki aroma khas yang kuat ini disebut juga “raja dari segala buah”.

Durian juga disebut buah kontroversial  karena antara yang sangat menyukainya sebanding dengan yang sangat membencinya. 

Namun, di balik sifatnya yang kontroversial, durian memiliki banyak manfaat. Daging buah yang menyelimuti bijinya terasa pulen dan manis legit mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Apa saja kandungan dan khasiatnya?


Kandungan dan Khasiat  Durian


Jumlah kandungan nutrisi buah durian melebihi buah lain. Lihat saja jenis-jenis kandungannya, yaitu:

  • Vitamin B
  • Vitamin C
  • Zat Besi
  • Kalium
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Seng
  • Thiamin
  • Riblofavin
  • Omega 3 dan 6
  • Phytonurient
  • Polyphenol
  • Phytosterol
  • Antioksidan
  • Organosulfur
  • Tryptophan
  • Karbohidrat
  • Lemak tak jenuh
  • Protein

Wah, begitu banyak kandungan yang dimiliki oleh durian sehingga dipercaya juga memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh kita, yaitu: 

Memiliki efek “feel good” bagi tubuh karena kandungan Tryptophan

Zat Tryptophan juga membentu serotonin, Melatonin, Niacin yang bermanfaat untuk mencegah depresi, rasa cemas, susah tidur, stress dan rasa sakit.

  • Bermanfaat pula sebagai penghangat tubuh.
  • Meningkatkan kebugaran mental
  • Penambah vitalitas laki-laki (aphrodisiac)


Hati-hati Mengonsumi Durian


Kenikmatan mengonsumsi durian dan khasiat yang berguna untuk tubuh adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wataallah, tetapi di balik itu semua terdapat hal yang perlu diperhatikan bagi penikmat durian.

Kandungan kalori pada durian sekitar 120-180 kalori setiap 100 gram, jadi ada sekitar 600-900 kalori yang terkandung dalam 500 gram daging buah durian. Olehnya itu, mengonsumsi durian melebihi 500 gram dalam sehari maka akan menimbulkan ledakan energi instan dalam tubuh kita. Tentu saja ini sangat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes. 

Durian juga mengandung zat sulfur atau belerang yang bisa menghambat metabolism alcohol. Sebab itu, mengonsumsi durian bersama alcohol sangat berbahaya.  Bagi pencinta durian, disarankan untuk mengonsumsi durisn maksimal 100 gram sehari. Intinya mengonsumsi durian jangan berlebihan.


Demikianlah informasi tentang lima buah yang banyak manfaatnya bagi tubuh kita sekaligus mengandung zat berbahaya yang jika dikonsumsi berlebihan dan tidak memperhatikan kesehatan tubuh maka akibatnya bisa fatal.


Makassar, 1 April 2022


Dawiah

Read More

Catatan Ramadan Hari Kelima 1444 H

Sunday, March 26, 2023

 

mardanurdin.com


Catatan Ramadan Hari Kelima


Senin pertama di bulan Ramadan 1444 H dimulai dengan kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS) pada semester genap bagi siswa kelas 9. Berhubung saya mengajar di kelas 9, maka saya hanya datang selama sepekan sebagai pengawas Ujian. Sementara rekan-rekan guru yang mengajar di kelas 7 dan 8 tetap masuk mengajar di kelasnya masing-masing.

Sementara itu, soal untuk PAS mata pelajaran IPA dan Prakarya sudah lama saya susun, sisa diedit sedikit lalu dimasukkan dalam google form. Entah apa tujuannya pelaksanaan ujian masih dilakukan secara daring padahal pembelajaran sudah lama dilaksanakan secara luring.

Senin pagi, saya masuk kelas mengawasi siswa yang sedang ujian daring, hanya mengedarkan daftar hadir untuk ditandatangani sembari memperingatkan untuk tidak berbincang dan bekerjasama alias menyontek satu sama lain.

Aneh saja rasanya melakukan itu. Padahal siswa tahu kalau mau menyontek atau memberi contekan kepada temannya, apa susahnya. Kan, mereka bekerja menggunakan gawai, maka saling berbagi jawaban tentu tidak sulit termasuk mencari kunci jawabannya di internet. 

Mungkin zamannya sudah begitu, katanya literasi digital. Entahlah.

Saya hanya mengawas satu kelas maka jam kedua saya sudah bisa melipir ke pasar. Beruntung sekali pasar tradisional tidak jauh dari sekolah tempatku bertugas dan cukup dekat dari rumah. 


Mengisi Ramadan Dengan Menulis


Hari ini adalah hari kelima Ramadan, semangat menyediakan menu buka puasa masih menggebu. Biasanya itu terjadi pada sepuluh hari awal Ramadan, setelah melewati pertengahan, semangat saya untuk memasak sudah mulai menurun. Lalu mulai melirik bakso dan mi instan terutama pada saat makan sahur wkwkwk.

Saya merasa Ramadan tahun ini adalah Ramadan penuh kesibukan. Selain sibuk di dapur, tarawih di masjid dan berjuang mengaji minimal 1 juz sehari, ada pula pekerjaan yang sudah saya ambil jauh hari sebelum Ramadan. 

Pekerjaan itu masih berkaitan dengan kepenulisan.

Pertama adalah menjadi editor untuk naskah buku sekaligus meng-coaching peserta pelatihan penulisan buku ilmiah popular  pada Bimtek Penulisan Buku Bagi Tenaga Pengajar  Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa yang berlangsung Februari lalu. Sayangnya hingga saat ini, hanya ada dua naskah yang masuk dan itulah yang menjadi tanggung jawab saya untuk membantu mengeditnya. 

Dua naskah yang dikirim ke saya itu cukup menantang buat saya pelajari. Sekalipun saya mengajar IPA di sekolah, tetapi pengetahuan saya tentang berbagai jenis tanaman nyaris tidak ada.

Apalagi tentang tanaman Alfalfa juga tentang Hawar pelepah padi, tetapi tidak ada yang tidak bisa kita pelajari bukan? 

Sementara di WAG Coach Polbangtan, Ibu Wulansari sebagai penanggung jawab Bimtek Polbangtan sudah mengingatkan kalau masa pendampingan peserta penulis buku akan berakhir pertanggal 1 April 2023. Itu berarti masa pendampingan sisa lima hari dan hasil pengeditan sudah harus disetor sebelum masa pendampingan berakhir.

Tetapi saya sudah berjanji kepada kedua peserta itu, bahwa saya bersedia membantu mengedit naskahnya sampai buku mereka siap terbit sekalipun masa pendampingan sudah berakhir. Bagaimanapun, itu tanggung jawab saya. 

Kedua, menyelesaikan tulisan cerita anak “Kisah 25 Nabi & Rasul” entah kenapa saya ikut ngelist dalam proyek buku ini di WAG Wonderland Family, padahal saya sudah berjanji untuk fokus menyelesaikan draf naskah yang sudah lama mangkrak dalam file, heuu….

Ketiga, saya sok-sokan ikut Ramadan Blog Challenge di Blogger Perempuan Network (BPN). LOL. Lagi-lagi saya kehilangan fokus dan ide untuk naskahku itu. Saya pikir, daripada berhenti menulis sama sekali akibat kehilangan ide untuk kelanjutan naskah, lebih baik menantang diri lagi menulis untuk hal-hal yang ringan, remeh temeh alias tulisan curhat.

Setidaknya melatih jemari menari di atas keyboard.


Keputusan Adalah Pilihan


Jika menurut para motivator, setiap keputusan yang diambil adalah pilihan yang harus dipertanggungjawabkan maka mau tidak mau saya harus mempertanggungjawabkan pilihan itu.

Bismillah, satu persatu saya akan kerjakan dengan sebaik-baiknya. Apalagi ini menyangkut dunia yang 10 tahun terakhir ini pilih untuk saya tekuni dengan serius. 

Sat ini saya masih setia menulis hal-hal ringan, cerita seputar kegiatan saya baik sebagai ibu, guru maupun aktivitas lainnya. Sesekali menulis hal yang sedikit serius, seperti tulisan kemarin tentang bullying. Kalian bisa membacanya di postingan kemarin atau klik link berikut ini.


Read More

Drama Korea The Glory; Gambaran Nyata Dampak Bullying

Saturday, March 25, 2023





Drama Korea The Glory; Gambaran Nyata Dampak Bullying


Sebelum Ramadan saya berhasil menonton drama Korea secara maraton sampai tamat. Delapan episode dalam sehari. Suatu pencapaian yang luar biasa yang tidak patut dibanggakan wkwkwk. 

Karena gara-gara nonton secara maraton inilah pekerjaan domestik terbengkalai. 

Jika kebiasaan saya main skip-skip saat menonton drama seri maka tidak dengan The Glory ini. Cukup banyak pelajaran yang bisa saya petik dari cerita yang disuguhkan, sekalipun terkadang nyeri menyaksikan kebuasan yang dilakukan oleh para perundung. 

Saya terhanyut dalam sakit terperi yang diderita oleh Moon Dong Eun sebagai korban perundungan demikian pula korban-korban perundungan lainnya. Sebaliknya, saya geregetan ingin mencakar muka Park Yeon Jin menyaksikan kekejamannya. Bisa yah ada orang sesadis itu? Heuu…  

Sebagai penonton yang tidak setia, saya wajib memberi hormat kepada sang penulis naskah karena berkat tulisannya yang apik dan para pemainnya yang juara dalam berperan, The Glory sukses memaku saya di atas kursi dan menonton secara intens.

Saya menggelari diri saya sebagai penonton yang tidak setia, karena jarang sekali menyelesaikan suatu drama seri sampai tamat. Kalaupun tamat, pasti ada bagian-bagian yang terlewatkan. 

Menyaksikan dampak buruk yang diakibatkan bullying atau perundungan ingatan saya langsung tertuju pada materi pelatihan yang diberikan pada pelatihan Ibu Penggerak yang diselenggarakan oleh SidinaCom Indonesia, bahwa salah satu 3 dosa besar pendidikan di Indonesia adalah masih seringnya terjadi perundungan di dalam dunia pendidikan.

Apa sebenarnya bullying itu? Mari cari tahu pada sumber yang terpercaya. 


Defenisi Bullying


Bullying dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "penindasan/perisakan" yaitu segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau lebih berkuasa dari orang lain dengan maksud untuk menyakiti yang dilakukan secara permanen.

Bullying atau perundungan  juga dapat didefinisikan sebagai perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, atau sosial di dunia nyata maupun dunia maya.

Ada banyak definisi bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain seperti Bullyng di rumah, di tempat kerja, di komunitas, di komunitas virtual. Namun, dalam hal ini terbatas pada bullying sekolah atau school bullying. 

Riauskina, Djuwita dan Soesetio (2005) mendefinisikan bullying di sekolah sebagai perilaku agresif yang dilakukan oleh siswa atau sekelompok siswa yang kuat berulang kali dengan siswa lain yang lebih lemah dengan maksud untuk menyakiti orang tersebut.



Bullying Dalam Dunia Pendidikan



Sekalipun kewajiban untuk mengakui dan melindungi hak-hak anak dijamin dalam Pasal 28 B ayat 2 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan kekerasan. penyalahgunaan telah. diskriminasi

Banyak peraturan perundang-undangan terkait anak yang telah disahkan, namun implementasinya dalam praktik masih menunjukkan bahwa anak mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan. 

Namun, selalu ada kasus orang tua menindas anak muda. Statistik pengaduan anak di bidang pendidikan dari Januari 2011 hingga Agustus 2014 adalah sebagai berikut:

Tahun 2011 ada 61 kasus, 2012 terdapat 130 kasus, 2013 ada 91 kasus, 2014 terdapat 87 kasus.  

Maraknya kasus bullying di dunia pendidikan Indonesia semakin memprihatinkan. Hasil survei Konsorsium Nasional Pengembangan Sekolah Karakter (2014) menemukan bahwa hampir setiap sekolah di Indonesia mengalami kejadian bullying, meskipun hanya bullying verbal dan psikis/emosional. 

Itulah yang mendasari munculnya komitmen dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk menghapus bullying atau perundungan dalam dunia pendidikan, di mana bullying dimasukkan sebagai salah satu dari 3 dosa pendidikan.


Jenis-Jenis Bullying



mardanurdimn.com


Bullying atau perundungan dapat dibedakan atas 6 kategori, yaitu:


Kontak fisik langsung

Memukul, mendorong, menggigit, menyambar, menendang, mengunci dalam ruangan, mencubit, mencakar juga termasuk pemerasan dan perusakan milik orang lain.


Kontak lisan langsung

Mengancam, merendahkan, mempermalukan, menggertak, melecehkan, menyindir, meremehkan, menghakimi/mengejek, mengancam, melecehkan, bergosip.


Perilaku nonverbal langsung

Ekspresi sinis, menjulurkan lidah, baik hati, mengejek atau mengancam; Bullying biasanya berbentuk fisik atau verbal.


Perilaku nonverbal tidak langsung

Membungkam seseorang, memanipulasi persahabatan untuk menghancurkannya, mengisolasi atau mengabaikannya dengan sengaja, mengirim surat anonim.


Cyberbullying

Menyakiti orang lain melalui media elektronik (video intimidasi, pencemaran nama baik media sosial).


Pelecehan Seksual

Terkadang intimidasi diklasifikasikan sebagai perilaku agresif fisik atau verbal.  



Melihat Dampak Bullying Pada Drama Korea The Glory


Kembali ke drama Korea The Glory. Penonton disuguhi berbagai jenis bullying atau perundungan yang dilakukan oleh para perundung tanpa belas kasihan. 

Mulai perundungan kontak fisik langsung, kontak fisik tidak langsung, verbal, non verbal, pencemaran nama baik hingga pelecehan seksual.

Dampaknya luar biasa, Moon Dong Eun sampai putus sekolah juga akibat perundungan, tubuhnya cacat dan jiwanya tergoncang. 

Puncak dari semua sakit yang dideritanya, ia menjadi pendendam tanpa ampun. Tidak tanggung-tanggung, ia mendedikasikan 18 tahun hidupnya untuk menyusun rencana balas dendam. 

Jika Moon Dong Eun dapat melakukan tindakan balas dendam dengan apik sekalipun setelah niatnya berhasil diwujudkan ia tidak mendapatkan ketenangan. 

Bagaimana dampak yang dialami oleh korban perundungan di dunia nyata?

Nyatanya tidak semua bisa bangkit dengan baik setelah mengalami perundungan. Sebab korban merasakan beragam dampak negative baik secara mental, emosional, fisik dan prestasi, baik di jangka pendek ataun panjang. 

Maka marilah mencegah bullying dengan melakukan pengawasan dan pendampingan yang ketat buat anak-anak kita, keluarga dan orang-orang di sekitar, baik buat yang memiliki potensi sebagai perundung maupun bagi calon korban perundungan.


Makassar, 25 Maret 2023


Dawiah

Read More

Cerita Ramadan Pada 1 Ramadan 1444 H

Friday, March 24, 2023

 




Cerita Ramadan Pada 1 Ramadan 1444 H


Beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadan, ibu-ibu jamaah masjid di daerahku mulai sibuk mempertanyakan, “kapan puasa?”

Sebagai kaum “minoritas” di lingkunganku di mana tanggal penentuan 1 Ramadan atau lebaran Idul Fitri dan Idul Adha kadang berbeda dengan mereka, pertanyaan seperti itu sudah biasa.

Penentuan 1 Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha secara umum di Indonesia mengikuti hasil sidang isbat oleh pemerintah yang selalu disiarkan secara langsung melalui media televisi, sedangkan saya sekeluarga sejak bergabung di organisasi Muhammadiyah mengikuti jadwal yang diedarkan oleh persyarikatan, yaitu perhitungan penentuan tanggal ketiga peristiwa saklar bagi umat muslim itu berdasarkan perhitungan Hisab. 

Jangan ditanya apa alasannya apalagi mengajak berdebat, sebab terlalu panjang penjelasannya dan saya tidak berkompeten di bidang itu. Kita jalankan saja sesuai keyakinan kita masing-masing. Toh, nanti di akhirat kita akan mempertanggungjawabkan pilihan kita masing-masing kan?

Namun, di masjid dekat rumah saya di mana tempat saya dan keluarga salat berjamaah, sering merasa terintimidasi oleh beberapa oknum ustaz yang berceramah. 

Ustaz itu kadang menyinggung-nyinggung soal persyarikatan Muhammadiyah maupun ormas lain yang tidak sependapat dengan mereka, baik secara tidak langsung maupun secara langsung dan terang-terangan.

Untungnya, jamaah pada umumnya tidak memedulikan ucapan ustaz tersebut dan bersikap biasa-biasa saja karenanya saya bersikap acuh tak acuh juga atas ucapan para ustaz itu. Walau kadang sedih melihat fenomena ini sebab inilah salah satu kelemahan Islam di Indonesia. 

Nampak sangat besar dan kuat, tetapi sebenarnya sangat lemah dan cenderung mudah diadu domba.

Baiklah, mari  tinggalkan perkara itu, kita fokus saja pada semaraknya menyambut bulan Ramadan 1444 H yang bertepatan pada 23-3-2023 M. Hal ini  tergambar jelas dengan melimpah ruahnya jamaah masjid yang akan melaksankan salat tarawih pertama. 

Ada hal atau kejadian yang selalu berulang pada setiap Ramadan sejak dulu kala di masjidku, yaitu penitipan tempat di dalam masjid wkwkwk, tetapi ini khusus berlaku di area jamaah muslimah.

Beberapa  jamaah perempuan selalu menyimpan sajadahnya di barisan depan untuk menandai bahwa itu adalah tempatnya. Kalau datang tepat waktu sih tidak masalah, yang bermasalah adalah jika yang punya sajadah telat datang. 

Biasanya jamaah yang paham soal titip menitip sajadah itu akan menyimpan sajadahnya di belakang lalu mengisi sajadah titipan yang orangnya belum datang itu jika salat berjamaah sudah mau dilaksanakan, selanjutnya orang yang di bagian belakang akan mengisi sajadahnya, demikian seterusnya. 

Setelah selesai salat berjamaah, masing-masing kembali ke posisi yang sebenarnya hingga pemilik sajadah titipan datang.

Tetapi tenang saja, keadaan seperti ini hanya berlangsung selama kurang lebih sepuluh hari. Setelahnya, masjid kembali lowong. Sebagian jamaahnya sudah pindah ke pusat-pusat belanja untuk persiapan lebaran. Hahaha.


Aktivitas Pada Hari Pertama Ramadan




Sudah memasuki tahun kelima saya menjalani Ramadan dengan keluarga yang tidak lengkap. Dua anakku sudah tidak serumah kami lagi. Mereka sudah memiliki keluarga sendiri dan tinggal di luar daerah.

Namun, ada kebiasaan yang belum bisa saya ubah dari tahun ke tahun, yaitu selalu sibuk menyiapkan makanan yang banyak seakan-akan semua anak-anakku dan keluarganya kumpul untuk menjalani sahur pertama.

Ramadan kali ini pun demikian. Saya sibuk memasak kari ayam kampung kesukaan suami dan anak-anak sebagai menu sahur hari pertama. Satu panci penuh kari ayam sudah tersedia padahal yang akan makan sahur pertama masih formasi seperti tahun lalu, hanya berlima. 

Seperti yang diprediksi Nabila, kari ayam yang saya masak sepenuh hati itu tidak habis bahkan sisanya masih banyak.

Persiapan berbuka puasa juga demikian. Hampir seharian di dapur memasak untuk persiapan buka puasa. Kali ini saya memasak Kambu Paria. Tadinya saya mau pasangkan dengan udang asam manis, tetapi lagi-lagi Nabila menegur. 

“Terlalu banyak lauk Mama, kari ayam saja yang dipanasi, tuh masih banyak di kulkas dan masih bisa dimakan.” 

Kali ini saya nurut, tetapi tetap memasak ikan  Pallu Kacci pesanan ayangbeb. Memasak Pallu Kacci tidak memerlukan waktu lama, cukup menggunakan air asam, taburi kunyit kering dan garam lalu masak dengan api kecil. 

Yang paling penting sebenarnya, masakan itu adalah kesukaan saya dan suami.

Sedangkan memasak kambu paria buat saya memerlukan effort yang lumayan tinggi. Tahapannya banyak dan cukup ribet. Harus sangrai kelapa parut, tumbuk ikan, masak paria hingga setengah matang dan seterusnya.

Kalau tidak percaya seribet itu cara masaknya, kalian baca saja Cara Memasak Kambu Paria dengan mengklik link di bawah ini

Read More

Tips Sederhana Decluttering

Wednesday, March 1, 2023

 



Tips Sederhana Decluttering 

Seberapa seringkah kamu merasa lelah karena melihat rumah yang berantakan? Merasa sudah beres-beres dengan maksimal, tetapi masih juga terasa sumpek. Ada saja barang yang berserakan dimana-mana, berantakan tidak beraturan. Dan, merasa pekerjaan rumah itu tidak ada habis-habisnya. 

Saat mau beres-beres rumah secara total kita bingung mau mulai dari mana. Apakah di ruang tamu terlebih dahulu, atau di kamar tidur atau di dapur? Akhirnya tidak melakukan apa-apa atau justru membongkar seluruh bagian rumah yang berakhir dengan bertambahnya pekerjaan. Kalau sudah begitu maka tanpa disadari kita telah mengalami stres.


Decluttering


Ah, jangan sampai yah… Gara-gara rumah berantakan kesehatan mental kita terganggu. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Salah satu teknik yang bisa kita lakukan agar terhindar dari stres akibat rumah berantakan adalah decluttering. Apakah itu decluttering? Teruskan bacanya yah.



Pengertian Decluttering



Decluttering mulai banyak dikenal orang saat Marie Kondo mempopulerkannya dalam bukunya yang berjudul The Lifechanging Magic of Tidying Up. Dalam buku tersebut dijelaskan kalau aktivitas merapikan rumah dengan menyimpan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan lagi atau cenderung bikin hati tidak bahagia disebut decluttering.

Bukan hanya merapikan barang-barang atau menyimpannya, tetapi juga menyingkirkannya dari rumah, entah itu diberikan kepada orang yang membutuhkan atau sekalian dibuang. 

Decluttering ibarat detoks untuk rumah kita, yaitu  mengeluarkan “racun” yang mengganggu atau mengeluarkan barang-barang yang tidak diperlukan lagi lalu menatanya agar rumah menjadi lebih lega dan lapang. 



Manfaat Decluttering


Selain menjadikan rumah lebih bersih, nampak luas dan lapang, decluttering juga bermanfaat buat kesehatan mental. Setidaknya ada 4 manfaat melakukan decluttering, dikutip dari WebMD, yaitu:

Menurunkan resiko stres akibat sering melihat dan membersihkan rumah yang berantakan.

Lebih fokus saat mengerjakan sesuatu atau mencari barang tertentu. 

Menurunkan resiko asma dan alergi yang disebabkan oleh debu yang menempel pada barang-barang yang menumpuk dan berceceran dimana-mana.

Dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih efektif.



Bagaimana Cara Melakukan Decluttering?



“Anda bisa mulai melakukan decluttering dari hal-hal yang kecil dulu, misalnya merapikan suatu tempat selama 5 menit perhari untuk membantu membentuk kebiasaan decluttering agar tidak terasa memberatkan.” (Dilansir dari laman Becoming Minimalist).


Saya mencoba tips di atas, tetapi saya gagal. Ternyata yang namanya konsisten itu butuh perjuangan dan doa, hahaha. 

Bagaimana bisa menyisihkan waktu hanya 5 menit kalau rumah sudah terlanjur berantakan? Maka saya mencoba melakukan decluttering kecil-kecilan ala saya yang sok sibuk ini. 

Cara decluttering


Memulai dari Tempat dan Area Tertentu


Tempat pertama yang akan saya rapikan adalah lemari buku, karena  barang yang paling sering berantakan di rumah saya itu adalah buku. Buku-buku lama dan sudah usang saya singkirkan dan masukkan dalam dus lalu saya tawarkan kepada keluarga yang mau menampungnya. 

Lalu saya mulai menyusun sedemikian rupa agar semua buku yang sekiranya saya perlukan nampak jelas dan setidaknya judul bukunya bisa terbaca. Langkah ini memudahkan kita untuk menemukan buku yang ingin kita baca. 

Area berikutnya adalah dapur. Di sini saya membuang barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi, seperti penutup panci dan penutup toples yang sudah tidak memiliki pasangan hidup lagi, mungkin pancinya bocor dan toplesnya pecah sementara penutupnya masih awet. 

Area ketiga adalah kamar tidur. Di kamar tidur selain tempat tidur ada juga meja kerja, lemari pakaian, lemari hias dan rak tempat menyimpan jilbab dan pakaian dalam. Di sini, tempat tidur dan meja kerja cukup rapi jadi aman. 

Namun,  rak jilbab, lemari hias dan lemari pakaian yang perlu diperhatikan. Ada apa di dalam sana? Nah, dari rak jilbab saya berhasil menyingkirkan beberapa jilbab instan yang sudah lama tidak terpakai. Demikian pula dari lemari hias, saya mendapatkan beberapa pernak-pernik yang sudah tidak terpakai.

Area berikutnya adalah ruang tengah. Di sini, lagi-lagi terdapat rak buku yang berisi buku-buku lama dan kertas-kertas foto copyan. 

Berhubung kegiatan decluttering ini baru saya mulai dalam dua pekan ini maka masih ada area lain yang belum tersentuh, yaitu area di lantai atas. Semoga pekan depan proses decluttering  sudah bisa berpindah ke area itu.



Menyingkirkan Satu Barang Tidak Terpakai Setiap Hari



Langkah ini saya mulai terapkan sejak pertama kali memutuskan proses decluttering. Setiap hari, tanpa berfokus ke area tertentu saya menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Yang masih bisa dipakai orang lain, saya donasikan sedangkan yang sudah tidak layak pakai langsung masuk tong sampah.

Langkah ini cukup efektif mendetox rumah dan pikiran saya. Bagaikan membuang racun-racun dalam tubuh, sedikit demi sedikit tetapi dilakukan secara konsisten.



Menyediakan Kotak Tempat Menyimpan Barang



Saat melakukan decluttering, tidak semua barang serta merta dibuang atau didonasikan. Biasanya ada barang yang masih kita butuhkan ada juga barang yang perlu diperbaiki. Olehnya itu, kita membutuhkan beberapa kotak. 

Setiap kotak sebaiknya diberi label sesuai fungsinya. Misalnya, kotak tempat menyimpan barang  yang akan didonasikan, kotak untuk menyimpan barang yang masih dibutuhkan, kotak tempat menyimpan barang yang akan diperbaiki. 

Untuk barang yang akan dibuang, saya langsung membuangnya di tong sampah. 


Demikian tips sederhana saya dalam decluttering rumah. 

Satu hal yang penting dalam melakukan langkah decluttering adalah kita harus pandai-pandai menyortir barang dan memiliki sifat tega. Tega membuang barang kenangan yang sudah tidak berfungsi dan tidak layak pakai. 

Decluttering memang tidak mudah, tetapi dengan  melakukan langkah-langkah yang sederhana dan teratur akan memudahkan kita melakukannya. Lakukanlah dengan tenang dan bergembira, jangan men- decluttering rumah jika kamu sedang galau dan STRONG (stres tak tertolong).


Selamat bersih-bersih rumah yah. 


Makassar, 1 Maret 2023 


Dawiah

Read More