Rabu, 18 Juli 2018

Tipu Daya


Selalu mesra. Itulah yang dijaga Bakti, katanya demi menjaga keharmonisan keluarga. Tentu saja Fika setuju dengan suaminya. Diperlakukan seperti itu melambungkan perasaan Fika, merasa dicintai setengah mati. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Rumah tangganya dipenuhi kasih sayang, kebutuhan finansial tercukupi, anak-anak yang sehat dan pandai.
Sempurna.
Sore  yang basah. Sisa-sisa air hujan masih menggenangi jalan.  Bagi warga   Makassar, turunnya hujan adalah berkah yang tak terhingga. Cuaca kota Makassar yang suhunya bisa saja mencapai 35 derajat celcius atau lebih penyebabnya.
Fika bergegas masuk ke rumahnya lewat pintu samping. Pintu yang menghubungkan antara garasi mobil dengan ruang tengah. Setengah berlari ia masuk kamar untuk mengganti bajunya yang basah. Karena terburu-buru, tadi siang ia tidak periksa bagasi mobilnya. Ternyata payung yang selama ini selalu ikut di mobilnya  tidak ada.
“Oh iyah kemarin kan Qory pinjam payung itu.” Fika menggumam setengah menggerutu.
Akibatnya Fika basah saat membantu anaknya menyeberangi jalan. Jilbabnya digunakan untuk menutup kepala  anaknya.
Fika sudah rapi lagi, bajunya yang  basah sudah melayang ke mesin cuci. Sejenak ia melihat handpone, ada pesan dari suaminya melalui whatsApp.
Andii, jangki lupa antarki ana’ta les piano na ... “ Bakti selalu menulis sesuai dialeg yang biasa mereka gunakan sehari-hari.
Ingatki juga, makan siang. Ka kita itu selalu telat makan, ingat maag ta nanti kambuh lagi.” Ditambah emotikon love.
Hati Fika berbunga membaca pesan itu. Dengan lincah ia membalas pesan suaminya.
Iye Daeng, baruka ini pulang antarki ana’ta.” Fika membalas ditambah emotikon love.
Saat ia bersiap ke dapur menemui asisten, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.
“Sitti, tabe lihatki  siapa yang datang!” Seru Fika. Yang dipanggil bergegas keluar melewati ruang tengah. Bi Siti Belum sampai ke ruang tamu, pintu sudah terkuak. Kepala Qory menyembul sambil berseru.
“Hai  Sitti!”
“Astagfirullah, kagetku.” Bi Siti berseru dalam dialeg khas Makassarnya sambil mengusap dada.
“Hi..hi..hi  santai maki saja.” Bukannya minta maaf, Qory malah cekikikan melihat ekspresi Sitti.
Fika hanya geleng-geleng kepala melihat kejahilan sahabatnnya itu
“Hai Qory, masuk yuk!” Seru Fika dari balik pintu kamarnya.
“Aku sudah duduk kale, hehehe…” Jawab Qory santai sambil menghempaskan pantatnya di atas sofa yang empuk.
“Ha..ha…ha.., belum juga dipersilahkan, eeh..sudah nyosor duluan.” Canda Fika sambil tergelak.
“Maaf ya Fik,  Sitti kelamaan buka pintunya, yaa… aku langsung masuk saja”
Fika dan Qory adalah dua perempuan yang seumuran, mereka bersahabat sejak masih SMA. Qory lebih sering berkunjung ke rumah Fika bahkan menginap. Lain dengan Fika, ia paling malas keluar rumah apalagi berkunjung ke rumah temannya. Sejak tamat SMA, mereka sudah tidak bertemu lagi. Fika pindah ke kota lain mengikuti orang tuanya.
Hampir 10 tahun mereka terpisah. Hingga akhirnya dipertemukan lagi melalui reuni sekolah. Persahabatan itu kembali terjalin.
Qory asyik melihat foto-foto yang tertata rapi di dinding ruang tengah. Matanya terpaku pada satu foto ukuran yang paling besar, foto pernikahan Fika.
Fika menyentuh halus bahu sahabtanya itu,
“Kapan kamu nikah? Ayolah Ry … jangan terlalu  memilih.”
“Aku tidak pemilih Fik, jodohnya saja yang belum ketemu.” Qory menghela nafas.
“Lah … yang datang waktu reuni bersama kamu itu siapa?  Bukannya pacar kamu Ry?”
“Iyah, ia itu memang pacarku, tetapi  kami sudah bubar.” Lesu Qory menjawab pertanyaan sahabatnya
“Beuh.. kenapa? Kelihatannya dia baik, sopan, dan ganteng pula.”
“Ah, bagiku ganteng urusan kesekian, yang penting mapan dulu. Kalau hanya bermodalkan cinta  saja, percuma Fi. Bikin pusing saja nantinya.”
Mata Fika sedikit membelalak.
“Ternyata waktu tidak bisa merubah pandanganmu tentang laki-laki yah Ry.” Kini Fika yang menghela nafas.
“Kamu enak Fik, dapat suami kaya, punya bisnis sukses, lumayan ganteng lagi.”
“Ry, awal kami menikah  suamiku bukan siapa-siapa. Dia masih karyawan biasa.”
“Tetapi kan sudah punya modal, orangtuanya pemilik perusahaan itu yah tinggal diteruskan saja.” Bantah Qory.
“Iya memang, tetapi masuk ke perusahaan orang tuanya itu tidak langsung diberi jabatan, ia harus melalui proses dari awal dahulu, Jadi karyawan biasa, gaji kecil, diuji dahulu dan seterusnya hingga ia bisa berada di posisi sekarang.”
“Nah, posisi yang seperti itulah yang kumau. Aku malas ah kalau harus mulai dari awal. Bersusah-susah. Aku sudah capek Fik, jadi orang susah.” Qory memotong pembicaraan Fika.
Fika hanya menggeleng-geleng sambil tersenyum. Mencoba memaklumi prinsip sahabatnya.
Bagi Qory, kehidupan rumah tangga sahabatnya itu bikin iri semua orang, tak terkecuali dirinya. Jauh di dasar hatinya, ia mendambakan kehidupan yang serba berkecukupan  seperti kehidupan keluarga Fika.
“Fik, sebentar malam kita keluar yuk!” Qory mengalihkan pembicaraan.
“Kemana?” jawab Fika acuh.
“Kita ke café, sekali-sekali kamu senang-senang sedikitlah. Masa  kegiatan kamu hanya itu-itu saja. Apakah kamu tidak bosan?
“Kadangkala bosan juga  Ry, tetapi ini konsekuensi atas pilihanku sendiri.
“Santailah sedikit, kita ke café atau ke mall, atau aku kenalkan kamu ke teman-temanku yang heboh. Kamu bisa menikmati keseruan bersama mereka.” Bujuk Qory
Fika mnengangguk. “Ok sebentar malam, kamu jemput aku yah, mumpung Daengku masih di Kalimantan.
Sejak hari itu, Fika menemukan dunia yang lain.
Bersenang-senang dengan teman-teman baru yang dikenalkan Qory, berjalan-jalan ke mall, belanja, ke salon, dan sesekali ke kafe.

****************************

Dunia baru. Teman baru dan penampilan baru. Fika makin cantik.
Kulitnya semakin mulus karena rajin dirawat di salon. Belum lagi dibalut dengan baju-baju yang mahal dan trendi.
Sementara itu, Bakti bergelut dengan pekerjaannya yang kian hari kian menumpuk. Kadangkala ia duduk termangu melihat penampilan isterinya yang semakin cantik dan modern. Bakti semakin jatuh cinta.
Tetapi waktu untuk bersama isterinya semakin tergerus oleh kesibukannya yang menumpuk. Selain itu, di kantor Bakti selalu ditempel sama Qory. Dengan berbagai alasan, Qory berusaha menghalangi Bakti untuk pulang cepat.
Entah bagaimana caranya, tiba-tiba Qory dipindahkan ke kantornya. Menjadi utusan Pak Rifan, rekan bisnisnya. Katanya untuk memperlancar hubungan kerja sama mereka, maka Qory menjadi sekertarisnya. Bakti tak kuasa menolak.
Ikhlas atau tidak, Bakti terpaksa selalu bertemu dengan Qory. Bagi Bakti, Qory terlalu agresif, dan ia tidak suka perempuan dengan tipe seperti itu. Namun apa mau dikata, mereka satu tim.
Qory cukup cerdas dan sigap mengimbangi gaya kerja Bakti. Dan itulah salah satu alasan Bakti tetap mau bekerja sama. Walaupun di pikirannya terkadang muncul kengerian yang ia sendiri tidak dapat menganalisanya dengan baik.
Itu tipu daya Qory. Ia menggunakan segala cara untuk menarik perhatian Bakti. Baginya laki-laki seperti Bakti lah yang pantas menjadi suaminya.
Soal Bakti suami sahabatnya. Tidak masalah baginya.
Toh ia akan rela berbagi suami dengan Fika, yang penting Qory bisa icip-icip kesuksesan Bakti. Kalau Fika tidak mau, maka ia harus berjuang sekuat kemampuannya melawan Qory.
“Maaf Fik, kamu bukan lawan yang tangguh buatku.”

 To be continued ..........



Senin, 09 Juli 2018

3 Nilai Kearifan Lokal Sulawesi Selatan yang Nyaris Terlupakan


Pesta demokrasi daerah baru saja usai dan  meninggalkan berbagai kenangan bagi rakyat yang ikut berpesta di dalamnya. Baik kenangan baik maupun kenangan buruk.
Bagi yang “jagoannya” menang, bisa bernapas lega dan tersenyum semringah. Tetapi bagi  yang “jagoannya” kalah dalam pertarungan bisa menimbulkan kesedihan bahkan tidak sedikit menjadi stres. 

Demikian juga yang terjadi di daerah saya yaitu Sulawesi Selatan.
Terjadi pertengkaran dan caci maki dari kedua kubu, bahkan terjadi bentrok fisik yang akibatnya menimbukan kerugian dari kedua belah pihak. Ada juga yang memutuskan silaturahim antara saudara dan keluarga serta kerabatnya hanya karena berbeda dalam pilihan.

Padahal jika mau sedikit menurunkan ego lalu kembali menghayati nilai-nilai kearifan lokal, maka hal tersebut tidak perlu terjadi.

Ah. saya tidak akan membahas soal pilkada apalagi soal politik. Itu terlalu berat.
Jadi bukan rasa rindu saja yang berat,  kan Dilan. Soal politik juga sangat berat buat saya😊

Lah apa hubungan antara nilai kearifan lokal dengan kericuhan-kericuhan yang terjadi?
Saya jawab dengan tegas, sangat berhubungan. 



Mari kita lihat tiga nilai kearifan lokal dari sekian banyaknya nilai-nilai kearifan lokal yang sejak dahulu kala telah diyakini oleh para pendahulu kita.

  Mabbulo Sibatang (Persatuan dan Kesatuan)

Mabbulo sibatang artinya persatuan dan kesatuan. Jika dihubungkan dengan Kitab suci Al qur’an, maka nilai ini sejalan dengan QS. Al Imran ayat: 103.

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS: Al Imran: 103).

Nilai budaya ini selayaknya menjadi  prinsip dalam kehidupan kolektif karena ia menjadi suluh bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan.
Jika mabbulo sibatang dimiliki dan dijadikan sebagai prinsip oleh setiap kelompok, pemeluk agama, etnis, dan suku,  maka pastilah tidak ada lagi unsur pembeda yang bisa menjadi alasan terjadinya perpecahan.

  Sipakatau (Saling Menghargai)

Nilai budaya ini merupakan nilai-nilai yang sejak lama dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Selatan sejak dahulu. Nilai ini merupakan ajakan  untuk selalu saling menghargai, dengan prinsip saling memahami. Tentu saja tujuannya agar masyarakat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, tanpa melihat latar belakang.

Jika nilai sipakatau diterapkan oleh setiap masyarakat maka pastilah tidak ada lagi senggolan-senggolan atau rasa ketersinggungan antara satu sama lain. Dengan nilai sipakatau, masyarakat dituntun untuk menyadari bahwa betapa pentingnya menerapkan sikap saling menghargai agar setiap komponen, agama, ideologi,dan suku dapat hidup rukun dan damai.

·        Siri’ na Pesse (Perasaan Malu dan Empati)

Siri’ mengandung pengertian pentingnya memiliki rasa malu yang menggambarkan harga diri. Sifat dan sikap masyarakat Sulawesi Selatan yang pantang mempermalukan dan dipermalukan.
Menghindari  perbuatan yang tidak baik adalah salah satu wujud dari nilai siri’

Sedangkan pesse (bahasa Bugis) atau  pacce (bahasa Makassar) bermakna sebagai rasa turut merasakan penderitaan orang lain. Kata inilah yang biasanya menjadi pelunak bagi hati yang sedang marah.

“Punna tena siri’nu pa’niaki paccenu.”

Artinya: “jika engkau marah karena malu maka bangkitkanlah rasa kasihmu.” Atau bisa dianalogikan sebagai, “ jika kamu marah karena malu dengan perbuatannya maka malulah karena melihatnya menderita.”

Sayangnya ketiga nilai-nilai moral ini dari sekian banyaknya kearifan lokal Sulawesi Selatan semakin tergerus. Orang-orang sudah tidak mengindahkan lagi sifat dan sikap sipakatau. Betapa banyak orang yang berkata, bertindak, berlaku kurang ajar terhadap orang lain hanya karena persoalan yang remeh.

Bahkan ada yang dengan entengnya melupakan kebaikan orang lain hanya karena berburu harta, tahta, dan jabatan.

Padahal jika kita mau sedikit saja merenungi  nilai-nilai kearifan lokal setiap daerah, kemudian melestarikannya dengan cara mengikuti atau menaatinya pastilah tidak akan terjadi pertengkaran dan perpecahan.

Demikian. Semoga bermanfaat.


Senin, 02 Juli 2018

PLN Mengajar “Terangi Bangsa dengan Pendidikan”


18 Mei 2018, saya mendapatkan pesan lewat whatsapp dari ibu Rubhy kalau tim PLN akan datang ke sekolah yang saya pimpin, SMP Muhammadiyah 3 Makassar. Tujuannya adalah untuk meninjau kelayakan sebagai penerima bantuan dalam program PLN Mengajar. Sayangnya pesan itu terlambat saya baca sehingga saya tidak ke sekolah untuk menyambut mereka.

Harapan yang Hampir  Pupus

Saya membayangkan kekecewaan dari tim PLN, datang ke sekolah dengan kondisi pintu gerbang yang tertutup karena waktu itu sekolah masih  libur awal Ramadan. Harapan saya sebagai penerima bantuan pupuslah sudah.

Minggu kedua Ramadan 1439 H bertepatan tanggal 21 Mei 2018 libur awal Ramadan berakhir. Saat kami, guru-guru berbincang di ruang guru, datanglah dua orang tamu yang memakai seragam berlogo PLN. Mereka memperkenalkan diri sebagai pegawai PLN. Saya dan guru-guru saling berpandangan dengan mata berbinar penuh harapan.

Adalah Ibu Rosita dan Pak Ichwan Safari sebagai perwakilan dari PLN yang ditugaskan untuk meninjau sekolah kami. Dengan langkah ringan, saya mengantar mereka ke lantai dua, di mana di tempat itu terdapat ruang komputer bersebelahan dengan ruang perpustakaan, kantor sekaligus ruang guru SMA Muhammadiyah 2, dan beberapa ruang kelas.

Saya menangkap  tatapan keprihatinan dari mereka saat memasuki ruang komputer yang kami sebut sebagai laboratorium komputer juga ruang perpustakaan. Dengan cekatan, bu Rosita memotret setiap sudut dari kedua ruangan tersebut.

“Berdoa ya Bu, semoga sekolah ibu yang terpilih sebagai sekolah penerima bantuan PLN Peduli Pendidikan, PLN Mengajar.” Kata ibu Rosita.
“Aamin ya Rabb.” Dengan takzim saya mengamini doa ibu Rosita.

Tidak Ada yang Terjadi Di Dunia Secara Kebetulan


Pemberian Bantuan Secara Simbolis



Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya, tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS: Al-An’am: 59).

Saya sungguh meyakini ayat ini, maka saya katakan tidak ada yang kebetulan, semua adalah atas skenario Allah SWT.

“Tidak ada yang kebetulan Bu, Allah SWT telah menetapkan,  bahwa sekolah ibu layak mendapatkan bantuan dari PLN Mengajar melalui program PLN Peduli Pendidikan.” Kalimat ini diucapkan oleh Ibu Rosita saat saya datang memenuhi panggilannya di kantor PLN.

“Alhamdulillah, ini adalah berkah Ramadan Bu, terima kasih.” Jawabku terharu.

Setelah perbincangan yang membuat perasaan melambung itu, saya segera ke sekolah. Dengan penuh suka cita saya mengabarkan kabar membahagiakan itu kepada seluruh personil sekolah, dan langsung melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan.

Menyusun proposal, mengatur prosesi penyambutan di sekolah, melatih siswa menari dalam rangka  menyambut tamu istimewa, yaitu  GM PLN beserta jajarannya, dan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Pengalungan Bunga Kepada GM PLN Wilayah Sulselrabar


Hanya dalam waktu satu pekan, persiapan itu sudah beres. Kami dari pihak sekolah melakukannya dengan kebahagiaan yang tiada terkira. Harapan akan perbaikan sekolah menjadi penyebab segalanya.

Ramadan tahun ini adalah Ramadan terindah untuk sekolah kami. Kompleks Peguruan Muhammadiyah Bontoala Makassar akan mendapatkan bantuan berupa pengadaan dan perbaikan sarana ruangan komputer.

Motivasi dari Bapak Bambang Yusuf, GM PLN Sulselrabar


PLN mengajar adalah salah satu bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat berupa perlindungan terhadap sumberdaya dan pendidikan. Hal ini dijelaskan dengan lugas oleh Bapak  Bambang Yusuf selaku General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat pada saat kegiatan PLN Mengajar berlangsung.

Bambang Yusuf, GM PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat


Penampilan bapak GM ini memukau siswa dan guru. Caranya mengajar sungguh menyenangkan, apalagi diselingi dengan tampilan-tampilan di layar dan tanya jawab yang heboh.
Bagaimana tidak heboh, jika setiap pertanyaan yang diajukan atau menjawab pertanyaan dari bapak GM yang ramah ini,  akan mendapatkan hadiah. Maka gurupun tidak mau kalah menjawab.

Pertanyaan pertama yang diajukan oleh pak Bambang adalah, “Siapakah penemu listrik?” Tidak ada siswa maupun guru yang menjawab dengan benar. Tanpa sadar saya menjawab pertanyaan itu dan alhamdulillah benar. Maka saya berhak juga dong diberi hadiah. Untunglah hadiahnya adalah  dua bua buku yang sejak awal buku itu berada di atas meja, sudah saya lirik-lirik.

Pak Bambang masih meneruskan penjelasannya. Ketika sesi tanya jawab dibuka lagi, salah seorang siswa bertanya kepada beliau, “Apakah sejak kecil Bapak sudah bercita-cita menjadi tukang listrik?”

Spontan semua yang hadir terbahak. Tetapi Pak Bambang hanya tersenyum simpul. Beliau menjawab pertanyaan itu dengan bijak sekaligus menyelipkan motivasi kepada siswa, bahwa kalian boleh menjadi tukang apa saja asalkan menjadi tukang yang berkompeten seperti saya.  

Susana Ceriah Tanya Jawab Antara Pak Bambang dengan Para Siswa



Beri  aplaus untuk pak Bambang!

Pantas saja beliau menjadi GM.

Antara Haru, Semangat, dan Pengertian


Saat video pekerja, petugas, dan karyawan PLN diputar. Suasana menjadi hening. Di layar,  hadirin  disuguhi pemandangan yang menjadikan perasaan ini takjub, haru sekaligus memicu rasa cinta dan bangga menjadi rakyat Indonesia.

Bagaimana tidak?

Di video itu diperlihatkan penduduk di suatu pedesaan  sedang bergotong royong memikul tiang listrik yang sangat besar sambil menyeberangi jembatan. Tiang listrik tersebut sangatlah besar sehingga butuh kurang lebih 40 orang untuk memikulnya. Dengan semangat menggelora mereka bahu membahu, antara penduduk dan pegawai PLN bersatu untuk mengangkat tiang listrik  tersebut hingga lolos menyeberangi jembatan. 
Masya Allah!

Selain itu, ditampilkan juga petugas PLN yang sedang berada di tempat yang sangat tinggi sedang memperbaiki kabel-kabel listrik tanpa pengaman, mereka adalah TIM PDKB, yaitu: Tim yang bekerja dalam Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.

Terdapat lima Tim PDKB yang tersebar di seluruh Indonesia. Tim itu adalah:



  1. Tim PDKB SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah)
  2. Tim PDKB SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi)
  3. Tim PDKB  SUTET (Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi)
  4. Tim PDKB GI (Gardu Induk)
  5. Tim PDKB GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi).
  6. Tim-tim PDKB tersebut berjumlah sekitar 96 regu dengan petugas mencapai 1000 orang.


Listrik Pintar


Pernahkah Anda mendengar istilah listrik pintar?
Yah, listrik pintar itu adalah listrik yang menggunakan token. Pak Bambang  menguraikan dengan rinci bahwa listrik pintar ini memiliki banyak keuntungan bagi penggunanya, yaitu sebagai berikut.

  • Pelanggan lebih mudah mengendalikan pemakaian listrik
  • Privasi terjaga dan tidak ada beban dari kesalahan catat meter
  • Tidak akan terkena biaya keterlambatan
  • Jaringan luas pembelian listrik isi ulang, untuk membeli isi ulang atau token tidak perlu ke kantor PLN karena sudah banyak menjual.
  • Tepat digunakan bagi anda yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kos



Akhirnya Kami Tahu dan Sadar


Di depan kelas terdapat satu alat peraga yang mengundang tanya. Ternyata alat peraga itu adalah alat untuk memperlihatkan hal-hal apa saja yang menjadikan padamnya listrik. Maka pak Bambang memperlihatkan satu slide yang menjelaskan tentang hal tersebut,  


Nah,  sesi ini adalah sesi yang paling menarik guru, hal ini terlihat dari betapa banyaknya yang mau bertanya, terutama ibu-ibu guru sebagai perwakilan ibu-ibu di seluruh Indonesia.
Ternyata pemadaman listrik ada dua, yaitu pemadaman terencana  dan pemadaman tidak terencana atau  adanya  gangguan.

Pemadaman terencana biasanya disebabkan oleh dua hal, yaitu

  • Penambahan peralatan jaringan.
  • Pemeliharan preventif (Preventive Maintenance) pembangkit, penggantian kabel konduktor transmisi 150 KV, jaringan dan gardu yang sudah dijadwalkan sebelumnya dengan tujuan untuk menjaga keandalan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal.


Sedangkan pemadaman karena gangguan, adalah pemadaman yang tidak direncanakan biasanya terjadi karena tiga hal berikut.

  • Terganggunya suatu unit pembangkit gangguan pada sistem pelumasan sistem pendingin, generator, boiler pemanas air menjadi uap.
  • Terganggunya jaringan/transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kv akibat tersambar petir, terkena pohon roboh, tanah longsor, trafo meledak, dan lain-lain.
  • Terganggunya instalasi pelanggan karena hubungan singkat, kerusakan alat-alat listrik yang dipakai atau beban lebih besar dari daya tersambung.

“Nah, jadi kalau listrik di rumah anak-anak, bapak dan ibu guru padam, jangan langsung marah-marah yah hehehe..” Demikian canda pak Bambang.

Bambang Yusuf selaku GM PLN Wilayah Sulselrabar Sedang Mengajar



Iyah Pak, kami mengerti. Mohan dimaafkan yah bapak dan ibu pegawai PLN jika selama ini kami sering salah sangka bahkan marah-marah. Maafin yah…

Pemberian Bantuan Secara Simbolis

Ada dua jenis bantuan yang diterima sekolah kami, yaitu bantuan berupa pemberian tas sekolah dan buku kepada siswa-siswa SMP Muhammadiyah 3 dan SMA Muhammadiyah 2 Makassar.  Pemberian bantuan ini langsung diserahkan oleh bapak Bambang Yusuf selaku General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat.

Bantuan kedua adalah bantuan berupa sarana laboratorium komputer. Ini juga diserahkan secara simbolis kepada kepala sekolah SMP Muhammadiyah 3 selaku penanggung jawab penerima bantuan.

Penasaran melihat keseruan acara ini? Yuk tonton di sini 

Akhirnya acara ditutup  dengan foto bersama.

Terima kasih PLN, dengan bantuanmu sekolah kami akan memiliki laboratorium yang insya Allah akan jauh lebih baik dari laboratorium komputer saat ini.
Mari Terangi Bangsa Dengan Pendidikan. Jayalah PLN Jayalah Listrik Indonesia.

  



Senin, 25 Juni 2018

Ngobrol Berkualitas, Bebas Worry Bersama HIJUP dan SOFTEX DAUN SIRIH


Tanggal 8 Juni 2018, Blogger Makassar mendapat undangan dari Hijup bekerja sama dengan softex Daun Sirih yang bertempat di Lounge  hotel Aston Makassar.  Undangan tersebut bertajuk “Ngobrol Sehat Bebas Worry” diselenggarakan oleh Hijup dan Softex Daun Sirih,

Judul acaranya saja sudah mengundang minat. Yang namanya ngobrol atau bercakap-cakap biasanya hanya sekedar membicarakan sesuatu hal yang tidak terlalu penting, bahkan cenderung tidak penting.  Tetapi ngobrol kali ini adalah ngobrol sehat dan bebas dari rasa kekhawatiran. Saya yakin, penyelenggara menamakan acara ini dengan “ngobrol sehat” karena yang mau diobrolin adalah masalah kesehatan.  

Maka tidak salah dong, kalau saya katakan ini adalah ngobrol yang berkualitas.




Acara yang  berlangsung di On20 Bar & Dining Sky Lounge Lantai 20  Hotel Aston Makassar ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah ngobrol dengan Ashry Rizqky Rabani, sesi kedua ngobrol dengan Dr. Bram Pradipta, SpOG, sekaligus ngobrol dengan Anastasia Erika dan sesi ketiga adalah ngobrol dengan Sandhy Geta.  
Bagaimana hasil obrolan berkualitas tersebut? 
Yuk simak informasinya berikut ini.

Ngobrol Asyik dengan Ashry

Diawali oleh pemandu acara, yaitu seorang perempuan muda, cantik dan   energik,  Rhifa Madjid memperkenalkan seorang perempuan muda lainnya, Ashry Rizqky Rabani (selegram asal  Bandung). Si cantik ini  lebih banyak bercerita tentang kesehariannya yang super aktif dan bagaimana caranya menjaga organ reproduksinya dengan menggunakan pembalut panty liner, sehingga aktivitasnya yang padat tidak membuatnya khawatir terhadap kelembapan pada area kewanitaannya. Ternyata pilihannya jatuh kepada pembalut pantyliner Softex Daun Sirih. Mengenai pembalut ini, segera akan kita ketahui setelah ngobrol bersama Brand Representativ PT Softex Indonesia.

Pemandu acara, Rhifa Madjid bersama selebgram Bandung Ashry Rizqky Rabani 



Healthy Miss V, Healthy You

Acara selanjutnya, oleh pemandu acara mengundang dua orang sekaligus, yaitu Dr.  Bram Pradipta, SpOG  (Spesialis Obstetri dan Ginekologi) serta Ibu Anastasia Erika sebagai Brand Representativ PT Softex Indonesia.
untuk acara kedua ini saya lebih suka menyebutnya sebagai kegiatan pembelajaran tentang kesehatan wanita. Bagaimana tidak, semua yang disampaikan adalah ilmu yang sangat penting diketahui.



Narasumber: Dr. Bram Pradipta, SpOG

Dr Bram Pradipta SpOG, mempresentasikan tentang  kesehatan area kewanitaan . Judulnya cukup menarik “Healthy V, Healthy You.” Mungkin kurang lebih artinya adalah  jika vaginamu sehat maka kamu juga akan sehat (maaf kalau saya salah).

Yap, sebagai seorang perempuan menjaga kesehatan vagina adalah sesuatu yang sangat penting.   Dilansir bbc.com, tanggal 12 Juni 2012,  Dr Andrijono, ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia, mengatakan bahwa jumlah perempuan yang meninggal dunia akibat kanker serviks di Indonesia mencapai rata-rata 33 orang setiap hari. Ini berarti kanker serviks adalah “pembunuh kaum perempuan” kedua di Indonesia setelah kanker payudara. (bbc.com).

Bahkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pada tahun 2015 penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia.

Ngeri bukan?

Sehubungan dengan hal itu,  maka apa yang akan dipresentasikan oleh Dr Bram Pradipta SpOG, tentang kesehatan vagina sangat erat kaitannya dengan cara pencegahan penyakit kanker yang bisa menyerang vagina atau lebih populer disebut kanker serviks.

Salah satu ciri penyakit kanker serviks adalah keputihan yang abnormal. Keputihan yang dimaksud adalah keputihan dengan jumlah yang banyak, terdapat perubahan warna dari putih menjadi kuning atau bahkan berubah menjadi warna merah.

Dipaparkan oleh Dr Bram bahwa faktor resiko infeksi dan keputihan diakibatkan oleh beberapa hal, yakni: melakukan hubungan seks secara bebas dan berganti-ganti pasangan, memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, menggunakan antibiotik yang tidak rasional, terjadi perubahan hormonal, merokok dan minum alkohol, serta tingginya tingkat stress dan yang terakhir adalah obesitas (kalau yang ini, saya patut was-was).

Untuk mencegah terjadinya keputihan yang abnormal itu, oleh Dr. Bram menyarankan untuk melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin dengan cara sebagai berikut.

  1. Jangan biarkan vagina dalam keadaan lembap. Oleh karena itu, kita harus selalu mengeringkan vagina setelah buang air kecil.
  2. Jangan menggunakan pembersih vagina yang mengandung bahan kimia, terlebih lagi yang ada pengharumnya. Sebaiknya menggunakan pembersih vagina dari bahan alami, misalnya menggunakan air rebusan daun sirih.
  3. Bersihkan vagina setelah melakukan hubungan intim dengan suami.
  4. Jangan merokok karena zat-zat yang dikandung rokok berupa nikotin, tar, dan karbon monoksida dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
  5. Jangan minum minuman beralkohol.
  6. Gunakan celana dalam yang menyerap keringat dan hindari menggunakan celana ketat.
  7. Ganti pakaian dalam seusai berolah raga apalagi jika mengeluarkan keringat yang banyak. 
  8. Yang terakhir adalah, saat haid jangan menunggu pembalut penuh baru mau menggantinya.Usahakan mengganti pembalut setiap tiga jama sekali.

Pada sesi ini terjadi dialog yang cukup seru. Terutama pada saat ada yang bertanya tentang mencukur rambut di sekitar vagina. Sebenarnya yang dianjurkan itu adalah memangkas rambut kemaluan atau rambut di sekitar vagina, bukan mencukur habis apalagi mencabutnya. Karena rambut di sekitar vagina memiliki banyak manfaat, yaitu antara lain:

Menjaga agar vagina tetap kering sehingga dapat mencegah dari kelembapan, memberikan kehangatan, melindungi wilayah yang sensitif (terutama vagina), dan sebagai pengumpul dari pengeluaran feromon, zat kimia yang mengatur perilaku seks.


Keunggulan Softex Dibandingkan dengan Pembalut Lain



Pembalut softex adalah pembalut yang sudah sangat familiar buat rakyat Indonesia. Bahkan dahulu saya hanya mengenal softex saja, sehingga jika saya akan membeli pembalut, saya hanya akan menyebut satu nama yaitu softex.

Maka saya tidak heran jika Mbak Anastasia Erika sebagai Brand Representativ PT Softex Indonesia menyebutkan kalau Softex adalah satu-satunya pembalut yang telah diakui MUI sebagai produk yang halal serta memiliki nomor registrasi dari Departemen Kesehatan. Selain itu, keunggulan Softex Daun Sirih telah dibuktikan oleh hasil survei Home Tester Club, bahwa dari 649 responden perempuan pada Desember 2017, didapatkan hasil  9 dari 10 orang mengakui bahwa Softex Daun Sirih dapat menyerap lebih cepat (hanya 1 detik) serta mengurangi bau selama haid.

Sehubungan dengan penjagaan vagina dari kelembapan, Softex menyediakan salah satu produk yang dapat digunakan setiap hari, yaitu panty liner. Di mana panty liner ini mengandung bahan alami dan tidak mengandung bahan kimia serta parfum. Softex Daun Sirih.
Pantyliner Softex Daun Sirih ini bisa digunakan setiap hari, tetapi tetap diganti setiap tiga jam sekali yah.

Mini Workshop Bersama Sandhy Geta

Sesi terakhir dari acara ini adalah mini workshop tentang flat lay yang dipandu langsung oleh ahlinya, yaitu Sandhy Geta. Beliau adalah seorang commercial photographer andal. Saya sebagai tamu tertua merasa yang paling tidak punya ilmu soal  hal ini. Karenanya tidak salah dong kalau saya antusias dalam menyimak penjelasan beliau, bahkan begitu semangatnya saya merekam semua yang diajarkan oleh Sandhy Geta. 
Tetapi jangan ditanya soal praktiknya ya.. saya masih sangat perlu belajar dan berlatih.

Hasil rekaman itu dapat saya simpulkan sebagai berikut.

Flat Lay adalah teknik pengambilan gambar di mana objeknya terdapat di atas bidang datar. Biasanya digunakan pada pengambilan gambar makanan, pakaian dan aksesoris.

Nah untuk pengambilan gambar, menurut Sandhy gunakan latar belakang yang bersih dan satu warna saja. Kebanyakan orang menggunakan latar warna putih atau tekstur kayu.

Pada saat pengambilan gambar, tata terlebih dahulu objek secara teratur atau bisa juga secara acak namun tetap memperhatikan nilai seninya. Yang terakhir adalah kepiawaian dalam mengedit foto.  Disinilah saya merasa kewalahan.

Yang jelas menurut Sandhy, usahakan menghasilkan foto yang bersih dan terang dengan menaikkan brightness dan contrast agar terlihat tajam. Hal ini telah dipraktikkan dengan sangat baik oleh pemenangnya.  
Oh iyah, diakhir acara panitia dan Sandhy mengadakan challenges flat lay, di mana hasilnya diunggah di Instagram dengan menggunakan beberapa hash tag.

Dan pemenangnya tentu saja bukan saya, hehehe…

Ada Apa dengan Hijup?

Sebagai pemakai hijab sejak tahun 1984, maka hijab bukan lagi sebagai pelengkap pakaian saja, melainkan salah satu pakaian wajib saya kenakan kapan dan dimanapun saya berada. Olehnya itu dalam pemilihan hijab saya selalu mencari hijab yang nyaman dipakai dan tidak bikin ribet.

Kehadiran HIJUP di Makassar telah memberikan solusi cerdas buat saya dan pemakai hijab lainnya. Tertarik belanja hijab di Hijup Makassar?

Pembaca blog ini bisa mendapatkan voucher senilai Rp. 50.000 loh. Caranya cukup klik disini dan gunakan kode HIJUPSFTXMKS dengan belanja minimal Rp. 250.000. Ingat yah hanya berlaku hingga 12 Agustus 2018. 

Masih ada waktu kan, ayo buruan!

Blogger Makassar. Sumber foto: Qiah




Tulisan ini diikutkan kompetisi blog HIJUP Bloggers Meet Up X Softex Daun Sirih

@hijup
@Womanhealthypedia
#HIJUPxSoftexDaunSirih
#BersihSehatBebasWorry
#HIJUPBLOGGERSMAKASSAR
#RamadhanHIJUP