Jumat, 14 September 2018

Store JYSK Tempat yang Asyik Belanja Perabotan Gaya Scandinavian




Peristiwa yang pernah menguras “segala energi” saya, adalah ketika musibah kebakaran yang melalap habis rumah saya dan seluruh isinya. Melihat puing-puing perabotan rumah yang dahulu dibeli dari hasil tabungan sekian lama,  lumayan bikin hati ngilu.

Dua bulan setelah masa pengungsian kami kembali ke rumah. Berbekal dana seadanya saya dan suami mulai lagi dari nol. Bangun rumah kecil-kecilan, beli perabotan seadanya, dan secukupnya.

Tahukah Anda peralatan apa yang paling dibutuhkan saat memasuki hunian baru?
Yap, peralatan dapur.


Karena itulah saat saya mendengar kabar kalau di Makassar, tepatnya di Mal Nipah akan diadakan Grand Opening JYSK,  dan blogger Makassar juga diundang, maka tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar.
Begitu besarnya niat saya sehingga saat saya dan si-bungsu ke Mal Nipah sebelum Mal dibuka untuk pengunjung. 
Untungnya kami diizinkan masuk.  Kok bisa? 
Bisalah … Saya pakai jurus rayuan maut untuk merayu Pak Satpam, hehehe ...
 


Soalnya waktu Grand Opening JYSK yang pertama di Mal Panakukang, bulan Mei lalu saya ketinggalan info, makanya untuk kali ini saya tidak mau ketinggalan.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi kepedean kalau saya dan si-bungsu adalah tamu pertama dan dapat nomor antrian satu dan dua.  
Eh.. ternyata ada yang lebih “bernafsu.” 
Buktinya nomor antrian saya sudah nomor enam dan tujuh. Itu artinya sudah ada lima orang yang mendahului kami. Bheuh.


               
Mengapa Harus ke JYSK?


JYSK adalah sebuah perusahaan yang berasal dari Negara Denmark, Berdiri pada tahun 1979 dan terus berkembang hingga tahun ini, 2018 JYSK telah membuka toko lebih dari 2600 yang tersebar di 50 negara.

Di Indonesia, toko retail JYSK dimiliki oleh perusahaan Orang Tua Grup, suatu perusahaan consumer goods  yang memproduksi berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari.  Nah jika Anda ingin memiliki perabotan mewah tetapi harga terjangkau, maka ke JYSK lah. 
Serius? Pasti seriuslah.
Bayangkan, dengan dana yang tidak terlalu besar kita sudah bisa memborong berbagai peralatan rumah tangga ala Eropa Timur.







Senang dong kalau rumah kita berisi barang-barang yang bergaya Eropa Timur, seperti Swedia, Denmark, Findlandia, Islandia, dan Norwegia tanpa harus ke negara-negara itu.
Cukup ke JYSK maka hasrat memiliki perabotan dan peralatan yang berkualitas akan terpenuhi

Kenapa Harus ke JYSK?
Karena JYSK (dibaca JIS) adalah toko retail furnitur yang menjual barang-barang rumah tangga bergaya Scandinavia. Desain yang ditawarkan bersih dan minimalis dengan design  yang mengutamakan fungsi, kualitas dan harga yang terjangkau.

Grand Opening JYSK yang Heboh

Sebelum acara grand opening toko JYSK dibuka secara resmi, pembawa acara menjelaskan kalau Makassar adalah kota pertama di luar Pulau Jawa yang membuka  toko JYSK. Mal Nipah adalah toko yang kedua. Toko JYSK pertama berlokasi  di Mal Panakukang.

Oh yah sekedar informasi, toko JYSK di Mal Nipah ini adalah toko terbesar kedua setelah toko JYSK di Mal Taman Anggrek Jakarta. Dengan luas 1271 meter bujursangkar tentu saja dapat menampung lebih banyak produk alat rumah tangga berkualitas dengan gaya Skandinavian Living.

Sebagai blogger yang baik hati dan tidak sombong, saya dan teman blogger lainnya sudah dibekali dengan voucher belanja senilai Rp. 200.000.
Voucher lainnya saya dapatkan karena termasuk kategori pengunjung  pertama (18 pengunjung pertama berhak mendapatkan voucher belanja senilai Rp, 100.000).

Selain keseruan berburu belanja diskonan, saya juga ikutan seru-seruan memecahkan balon. Tak satu balonpun yang berhasil saya pecahkan, untungnya si bungsu lincah pecahkan balon dan  saya sibuk pelototkan mata mencari secarik kertas yang bertuliskan aneka hadiah.

Serabun-rabunnya mata saya, tetapi kalau urusan mencari hadiah mata saya bisa langsung cling. Bhahaha ….
Alhmadulillah dapat lagi deh tambahan voucher belanja. Total voucher yang saya dapatkan adalah senilai Rp. 500.000


JYSK Memberi Pelayanan yang Memuaskan

Satu lagi yang membuat saya sangat puas belanja di JYSK ini adalah pelayanan yang prima. Dilayani dengan sopan dan sigap serta sabar membuat saya betah belanja. Begitu bersemangatnya saya berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga kerongkongan rasanya sepat.
Oh rupanya saya kehausan.

Abdul Kadir yang sabar dan sigap melayani saya


Dengan sigap Abdul Kadir, pelayan JYSK yang sabar itu menyodorkan air minum. Sambil berkata, “kalau mauki lagi minum atau mauki ngemil-ngemil sambil belanja ada disediakan di sana Bu.” Beliau menunjuk ke sebuah meja di samping kasir.
Wow, ini namanya pucuk dicinta ulampun tiba. Saya haus dan lapar, JYSK menyiapkan berbagai jenis minuman dan cemilan produksi OT Grup. 
Klop de.

Di meja kecil itu terdapat berbagai jenis minuman dan cemilan yang mengundang selera. Ada Wafer Tango, Tango Waffle, Teh Gelas, air mineral, dan aneka permen. Ah lupakan sejenak niat diet, nikmati dulu cemilan-cemilannya.

Dahaga sudah hilang, perut sudah terisi cemilan maka lanjut belanjaaaa
Waktunya  “eksekusi” voucher-voucher.

Teman-teman penasaran dengan JYSK?
Ayo tebus rasa penasaran itu, datanglah ke JYSK!





Senin, 10 September 2018

Regional Conferrence 2018 Makassar; Berani Berubah Bersama Sophie Paris


Apakah Anda ingin sukses?
Pertanyaan ini berulangkali dilontarkan oleh ceo sekaligus founder Sophie Paris Bruno Husson  pada acara seminar Regional Conferrence 2018.
Seminar yang diselenggarakan pada Sabtu, 8 September 2018 di Ballroom Maraja, Hotel Sahid Makassar menghadirkan tiga orang pembicara. Mereka adalah CEO dan Founder Sophie Paris Indonesia Bruno Hasson, EVP Sales and Marketing Gregory Fauvet, Vp Sales and Training Deasy Rahayu, TOP BC dan Leader Indonesia.




Seminar ini dihadiri oleh member-member Sophie Paris, awak media, blogger Makassar, dan selebgram Makassar. 

Sumber Foto: Filliyawie

Sumber foto: Filliyawie


Acara ini berlangsung sangat meriah, dimulai dari penampilan kelompok tari tradisional lalu pemberian sekaligus pemasangan songkok tradisional suku Bugis Makassar. Lucu juga ya kelihatannya, bule pakai songkok Bugis-Makassar. Sayangnya saya terlambat mengambil gambarnya.

Tampil pembicara pertama adalah EVP Sales and Marketing Gregory Fauvet didampingi penerjemahnya sekaligus menjabat sebagai Vp Sales and Training Deasy Rahayu.
Pembicara kedua adalah Bruno Husson yang disambut sangat meriah oleh seluruh hadirin, kelihatan sekali kalau beliau itu sudah menjadi selebritanya Sophie Paris, namanya juga pendiri Sophie Paris, masa sih tidak dikenal. Iya kan? 

Bruno Husson tampil menawan dalam balutan kaus oblong warna hitam yang bertuliskan Sophie Paris. Dengan lincah beliau berlari-lari di atas panggung sambil menyemangati peserta seminar. Hebatnya lagi, Bruno yang berasal dari Prancis itu sangat fasih berbahasa Indonesia.

Oh yah, sudah pernah dengar merek Sophie Paris bukan? Kalau belum, saya hanya mau bilang sungguh terlalu.

Kenapa saya bilang begitu?

Merek ini sudah lebih 20 tahun bertahan loh. Sejak putra ketiga saya lahir hingga sekarang, merek ini terus mendampingi perempuan-perempuan Indonesia dalam  melengkapi penampilannya.

Tidak perlu mengeluarkan isi dompet hingga dompetnya menjadi “kurus” untuk tampil menawan, karena harga yang ditawarkan untuk semua produk-produknya cukup “bersahabat”
Mungkin itulah  salah satu rahasianya, sehingga Sophie Paris terus berjaya hingga saat ini.

Sekilas Tentang Sophie Paris

Sophie Paris adalah perusahaan mode dan kecantikan yang berdiri sejak tahun 1995. Awalnya, perusahaan ini memulai bisnis produksi tas rumahan  dengan jumlah tas hanya LIMA tas. Sekarang penjualan tas merek Sophie Paris ini sudah tembus 50 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

WOW luar biasa!

Sophie Paris terus berkembang baik jumlah penjualan produk-produknya maupun jumlah member serta varian produknya. Seiring dengan waktu, Sophie bukan hanya memproduksi tas tetapi sudah berkembang lebih jauh dengan memproduksi dompet, jam tangan, aksesoris, kosmetik, sepatu,  dan produk Sunday.
Sophie Paris telah menjadi pemimpin perusahaan mode dengan sistem penjualan langsung di Asia. Selain itu Sophie  juga mengadakan pelatihan kepemimpinan, mode, dan kecantikan bagi membernya.
Prinsipnya, perkembangan member sama pentingnya dengan pertumbuhan perusahaan.

Apakah pencapaian itu didapatkan Bruno Husson dengan mudah?
Tentu saja tidak.
Ada tips-tips yang dilakukan oleh Bruno Husson, dan tips itu dibagikan secara gratis pada seminar Regional Conferrence 2018 yang bertemakan Dare to Change itu

Tips Sukses Ala Bruno Husson

Bruno Husson membagikan tipsnya, mengapa ia bisa sukses membangun bisnisnya itu dan bertahan selama lebih dari 20 tahun. Kita simak tips-tipsnya yah.

Pertama. Percaya diri

Apakah percaya diri itu?  Yah, percaya diri merupakan situasi mental seseorang yang yakin kalau ia mampu melakukan sesuatu.
Menurut Bruno, percaya diri diperlihatkan dengan sikap tidak takut gagal, harus siap kecewa, dan tidak gampang baper. Kesemuanya itu tergambar dari ekspresi diri, jiwa yang kuat serta sehat.

Untuk meyakinkan peserta seminar, tentang pentingnya kepercayaan diri dalam meraih kesuksesan. Bruno memutarkan video Susan Boyle yang tampil sebagai kontestan di program TV Britain's Got Talent pada 11 April 2009.

Dalam video itu diperlihatkan, pada penampilan pertamanya di atas panggung Susan dipandang sebelah mata oleh para juri dan penonton yang ada di studio. Tetapi dengan kepercayaan diri yang tinggi disertai kemampuannya, Susan Boyle berhasil menghipnotis semua orang.  Dan itulah awal kesuksesan Susan Boyle

Tahukah Anda?

Pada tahun pertama ketenarannya, Susan Boyle telah merilis lagu I Dreamed Dream disusul dengan album keduanya, The Gift pada tahun 2010. Semua berawal dari percaya diri.

Kedua. Fokus

Segala sesuatu yang dikerjakan harus fokus, memusatkan seluruh perhatian kepada pekerjaan atau usaha tersebut.
Bruno menguraikan dengan gamblang, bagi member Sophie yang sedang berjuang menuju kesuksesan haruslah menjadi DUTA SOPHIE sebagai bentuk dan tindakan nyata sebagai member.
Harus berpikir bahwa suksesnya Sophie adalah kesuksesannya juga.

Ketiga, Gunakan Teknologi

Demi mengikuti revolusi industri yang melonjak dengan sangat cepat, di mana internet telah beralih fungsi seakan sudah menjadi kebutuhan utama, maka seorang pelaku usaha harus bisa menyesuaikan diri.

Karena itulah, Bruno mengajak seluruh membernya untuk menyikapi perkembangan teknologi tersebut dengan melek digital dan aktif bermedia sosial.

Sophie Paris Menyongsong Era Digital

Selama ini Sophie Paris dikenal sebagai merek fesyen yang menjual produknya secara langsung melalui member atau anggotanya.
Namun teknologi digital yang berkembang sangat cepat membuat Sophie Paris harus menyesuaikan diri agar bisa tetap ikut bersaing.

Sophie Paris berinovasi dengan menghadirkan platform penjualan online. Cara ini ditempuh agar lebih memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk-produk Sophie Paris.
Saat ini Sophie Paris 100% berbisnis lewat online. Cukup Sig Up di www.SOPHIEPARIS.com lalu klik gabung dan pilih member, maka Anda resmi jadi member dan siap meraih kesuksesan.


Langkah cepat menjadi member Sophie Paris 



Saat wawancara ketiga orang hebatnya Sophie Paris ini, yaitu CEO dan Founder Sophie Paris Indonesia Bruno Hasson, EVP Sales and Marketing Gregory Fauvet, Vp Sales and Training Deasy Rahayu, TOP BC dan Leader Indonesia.
Secara bersamaan menyatakan kalau target member untuk kota Makassar adalah paling sedikit 100.000 member. Hal ini disebabkan Kota Makassar memberikan kontribusi sekitar 8%.

Sumber foto: Filliyawie

Bagaimana? Sudah siapkah Anda meraih kesuksesan?
Yuk, BERANI BERUBAH!

Jumat, 07 September 2018

Serba Serbi Asian Games 2018; Gara-gara Indonesia Menjadi Tuan Rumah




Masih ingat dengan pesta olahraga se Asia  kan? Atau sudah lupa?
Pastinya masih ingat dong, lah belum juga sebulan. Ingatan kita masih lekat dengan kehebohan dan hiruk pikuk pesta olahraga yang diadakan empat tahun sekali itu.  Nah selagi Asian Games masih membekas di hati dan pikiran kita, maka saya akan menulis serba serbi Asian Games 2018 yang saya kumpulkan dari berbagai sumber termasuk lewat media televisi. 

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Setelah Setengah Abad Lebih

Setelah 56 tahun, akhirnya Indonesia menjadi penyelenggara pesta olahraga Asian Games untuk kedua kalinya. Yah hanya beda dua tahun dengan usia saya. Pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962. Saat itu saya masih di Lauhul Mahfuz menanti keputusan Tuhan siapakah yang bakal menjadi orangtua roh keceh ini 😅

Lalu kenapa saya latah menulis acara yang saya tidak saksikan langsung ini? Jawabannya,  karena saya cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia.
Rakyat mana coba yang tidak bangga melihat negaranya dijadikan tempat ajang pertandingan  yang bergengsi ini?  Apalagi saat melihat bendera kebangsaannya  berkibar diiringi lagu kebangsaan manakala  atletnya meraih medali emas.

Oh yah, alasan paling spesifik  yang membuat saya memutuskan menulis Asian Games ini adalah untuk meninggalkan jejak buat anak cucu saya  agar kelak  mereka bangga. 
Bangga menjadi rakyat Indonesia dan terutama bangga pernah memiliki nenek buyut sekeren saya, hihihi …

Negara mana sajakah yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggara pesta olahraga Asian Games ini? Kita intip yuk!
  • Asian Games pertama diselenggarakan pada tahun 1951 dan negara pertama yang menjadi tuan rumah adalah Delhi, India. Tepatnya diselenggarakan pada 4-11 Maret 1951. Jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 169 medali.
  • Manila, Filipina adalah negara kedua pada 24 April-9 Mei 1954. Cabang olahraga yang dipertandingkan bertambah menjadi delapan cabang olahraga dengan jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 229 medali.
  • Tokyo, Jepang menjadi negara ketiga penyelenggara Asian Games ke-3 pada 24 Mei –1 Juni 1958, Jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 350 dari 12 cabang olahraga,
  • Jakarta, Indonesia menjadi negara penyelenggara Asian Games ke-4 pada 24 Agustus-4 September tahun 1962, Berlangsung di Jakarta dan dibuka langsung oleh Presiden pertama RI, Bapak Ir. Soekarno. Cabang olahraga yang dipertandingkan bertambah lagi menjadi 13 cabor. Jumlah medai emas yang diperebutkan sebanyak 372
  • Bangkok, Thailand penyelenggara Asian Games ke-5 pada 9-20 Desember 1966. Memperebutkan medali emas sebanyak 460 untuk 14 cabang olahraga.
  • Bangkok, Thailand menjadi penyelenggara untuk kedua kalinya pada 20 November 1970 yang memperebutkan medali emas sebanyak 423 medali.
  • Teheran, Iran menjadi tuan rumah asian games ke-7 pada 1 – 16 Sepember 1974. Jumlah medali emas yang dperebutkan sebanayk 609 medali dengan 18. cabang olahraga.
  • Bangkok, Thailand menjadi tuan rumah Asian gamse ke-8. Berlangsung tagl 9-20 Desember 1978. Jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 626 dari 21 cabang olahrga.
  • Delhi, India untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah pada 19 November- 4 Desember 1982.
  • Seoul, Korea Selatan menjadi penyelenggara Asian Games ke-10 pada 20 September-5 Oktober 1986. Terdapat 24 cabang olahraga dengan medali emas 848 medali yang diperebutkan.
  • Beijing, Cina menjadi penelenggara Asian Games ke-11 pada 22 September -7 Oktober 1990.
  • Asian Games ke- 12 Hiroshima, Jepang menajdi penyelenggara berlangsung 2 – 16 Oktober 1994 diikuti 42 negara yang memperebutkan medali emas sebanyak 1079 medali.
  • Bangkok, Thailand penyelenggara Asian Games ke-13. Diselenggarakan pada 6-20 Desember 1998.
  • Busan, Korea Selatan adalah penyelenggara Asian Games ke-14
  • Doha, Qatar berlangsung 1-16 Desember 2006 memperebutkan medali emas sebanyak 1393 medali.
  • Guangzhou, Cina menjadi penyelenggara Asian Games ke-16 pada tahun 2010.
  • Incheon, Korea Selatan penyelenggara Asian Games ke-17 pada tahun 2014.
Nah, tahun ini Indonesia kembali menjadi penyelenggara Asian Games yang ke-18.


Sumber Foto: Deputi Kemenpora RI

Hal-hal  Unik yang Membahagiakan Saya

Bahagia itu sederhana. Sudah sering dengar kalimat itu?
Yah, saya setuju. Jika setiap momen yang kita saksikan dijadikan sebagai pemicu kebahagiaan, maka pastilah meraih kebahagiaan itu sangat sederhana. Seperti melihat setiap momen dalam Asian Games 2018, terutama saat menyaksikan para atlit meraih medali emas.
Duh bahagianya tiada terkira.

Bahagia Menjadi Perempuan

 Bahagianya jadi perempuan. Kebahagiaan ini dikarenakan peraih medali emas pertama bagi Indonesia adalah perempuan cantik yang bernama  Defia Rosmaniar. Beliau adalah  atlet cabang olahraga taekwondo.


Sumber Foto: Fb Deputi Pembudayaan Kemenpora

Bahagia Menjadi Orangtua

Mendengar kata atlet yang terbayang dipikiran kita biasanya adalah atlet yang gagah dan muda. Namun tidak bagi keempat atlet sepuh ini. 


Kong Te  usia 85 tahun 5 bulan dari Filipina

Sumber Foto: News abs.com



Lai Chun Ng atlet asal Singapura berusia 82 tahun 10 bulan. Sumber Foto: Facebook.com/ Rockland Sitorus


Hung Fong Lee usia 81 tahun 5 bulan asal Malaysia.  Sumber Foto:   sg. Yahoo. Com


Bambang Hartono berusia 78 tahun 10 bulan. Atlit bridge dari Indonesia Sumber Foto: sports.sindonews.com

Maka tidak ada alasan untuk tidak berprestasi sekalipun usia sudah sepuh bukan, apalagi saya yang masih lebih belia dibandingkan keempat sesepuh di atas. Eits …

Ada Cinta di Asian Games 2018

Pertunjukan “cinta”  yang paling menggemparkan dunia  terutama bangsa Indonesia di Asian Games tahun ini,  adalah pelukan cinta dan kasih sayang dari kedua calon presiden RI yang bakal  bertarung pada pilpres tahun 2019.
Adalah pesilat Hanifan Yudani Kusumah yang memeluk secara bersamaan  kedua capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo.  Keduanya bersatu dalam pelukan Hanifan. Momen yang mengharukan itu tercipta saat pesilat muda itu meraih medali emas.
Saya yakin bukan hanya saya yang merasakan keharuan dan kebahagiaan itu tetapi dirasakan juga oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.


Sumber Foto: INASGOC

Cinta yang dipersatukan di arena olahraga  diperlihatkan  pula oleh pasangan suami istri peraih medali emas dari cabang olahraga pencak silat ini. Iqbal Candra Pratama dan istrinya Sarah Tria Monita.
Dikabarkan mereka tidak sempat berbulan madu karena sibuk mempersiapkan Asian Games 2018. Hasilnya? Sungguh membanggakan bangsa Indonesia. 
Samara selamanya ya.


Sumber Foto: Instagram Iqbal_candra


Lagi-lagi Hanifan menunjukkan cintanya yang tulus, kali ini bukan untuk kedua capres Indonesia melainkan untuk kekasih hatinya Pipiet Kamelia. Dengan gaya romantis ala pesilat, Hanifan melamar kekasihnya. Uniknya lagi Pipiet sang kekasih harus memberikan tendangan sabit sebagai tanda kalau ia menerima lamaran Hanif.
Semoga niat baiknya terwujud yah.


Sumber foto: Yahoo.com


Atlit Peraih Medali dan Bencana di Lombok

Yang paling saya sukai di acara Asian Games ini adalah prosesi penyerahan medali kepada pemenang, apalagi jika yang meraih medali itu adalah atlit Indonesia. Tidak perduli dengan jenis medali yang diperolehnya.
Ada satu lagi yang menarik bagi saya, adalah pemberian baju kepada presenter yang meliput untuk dilelang kemudian hasil lelangnya akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Lombok,
Semoga sumbangan itu bermanfaat ya.


Cabang Olahraga yang Baru Dipertandingkan 


Rupanya setiap penyelenggaraan Asian Games ada saja cabang-cabang olahraga yang baru dipertandingkan. Demikian juga pada  Asian Games tahun 2018 ini.Terdapat beberapa cabang olahraga (Cabor)  baru  dipertandingkan. 
Apa sajakah itu? Lihat gambar berikut!












Sumber foto dari sini 






Nah itulah sekilas peristiwa-peristiwa manis, haru, dan membanggakan yang terjadi di arena Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Kita doakan semoga Asian Games berikutnya atlit kita dapat lebih berprestasi lagi hingga bisa menggeser kedudukan negara Korea Selatan, Jepang, dan China.
Indonesia berada diperingkat pertama. Aamiin. 




Minggu, 02 September 2018

Selisik; Menyiapkan SDM Untuk Menghadapi Industri 4.0



Melacak arti kata selisik melalui kbbi daring, maka saya mendapatkan artinya, yaitu menyingkap, mengusut dengan teliti atau menyelidiki. Apakah kegiatan ini bisa  diartikan seperti itu?
 Dari materi yang akan saya paparkan, sepertinya cocok saja kalau kegiatan ini diartikan sama dengan arti kata selisik itu sendiri.  Sekalipun kata SELISIK yang dipergunakan hanya merupakan singkatan dari “Seminar Nasional Telekomunikasi & Informatika.”
Cukup menggelitik sebenarnya, karena jika kita menggunakan kata itu di laman pencarian internet, maka yang akan muncul adalah beberapa berita yang sangat berbeda dengan nama kegiatan tersebut.
Tidak percaya?

Coba de ketikkan kata SELISIK, maka akan muncul berita “KPK Selisik Kasus …” atau KPK Selisik Aliran Suap … bahkan muncul berita “ Polisi Selisik Peran Kekasih Pembunuh …” 


Maka saya katakan, pemberian nama untuk kegiatan ini sangat keren sekeren kegiatan itu sendiri tentunya. Lihat saja susunan acaranya.

Oh yah, ternyata kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun.  Saya saja yang kudet  

Selisik merupakan media untuk saling berbagi informasi dan  ide juga pengalaman dibidang informatika dan telekomunikasi, pesertanya adalah praktisi dan akademisi.  

Kali ini  acaranya bertempat di Harris Convention Festival Citylink, Bandung dan  STTB, APTIKOM, IndoCEISS serta  NERIS yang menjadi penyelenggaranya.  




Seperti pada acara-acara resmi lainnya, pembukaan Selisik 2018 dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian persembahan tari dan permainan angklung oleh  Unit Kegiatan Mahasiswa STT Bandung. Selanjutnya adalah  laporan Ketua Panitia Selisik 2018, Ibu Haraya Gusdevi, S.Kom., M.Kom.

Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yaitu sambutan dari ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Nasheer, S.Kom., M.T. dan Wakil Ketua APTIKOM Jabar, Bapak Yusuf Arifin, S.Si., M.M.

Acara diteruskan dengan penandatangan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerjasama. 





Dan acara yang dinanti-nantikan oleh peserta lomba Kompetisi SELISIK 2018 adalah pengumuman pemenang Kompetisi Selisik 2018.  




Seminar kali ini menghadirkan dua pembicara utama,  yaitu Bapak Priyanto Rudito. Ph.D selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis,   dan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Bapak Prof. Dr. Suyatno. 


Priyanto Rudito, Ph.D


Tema yang disampaikan Bapak Priyanto Rudito. Ph.D adalah “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan Mengembangkan Digital Mastery.”
Bapak Priyanto menguraikan bahwa inisiatif industry 4.0 atau revolusi industri generasi keempat adalah tren global dalam industri manufaktur yang dimulai dari industri 1.0 kemudian industri 2.0, industri 3.0 hingga kini industri 4.0.

Apa dan bagaimana perkembangan industri tersebut?

Dimulai pada akhir abad ke-18, disebut industry 1.0 di mana pada masa itu industri berfokus pada produksi mekanik yang menggunakan air dan tenaga uap. Terlihat dari penemuan  mesin uap oleh James Watt.  
Revolusi Industri 2.0 berlangsung pada awal abad ke-18. Pada masa ini telekomunikasi dan listrik ditemukan sehingga industri  diproduksi secara massal berdasarkan pembagian kerja. 
Industri 3.0 terjadi pada awal tahun 70-an. Pada masa itu, penggunaan elektronik dan IT mulai mengotomatisasi produksi. Berlangsung hingga abad ke-20 di mana teknologi berevolusi sangat cepat.
Saat ini kita sudah mulai memasuki revolusi indutri 4.0, di mana sistem fisik maya semakin mengglobal. Internet seakan sudah menjadi kebutuhan primer manusia, sehingga banyak sekali kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan offline bisa beralih ke kegiatan on line.

Maka tidak salah kalau Bapak Priyanto memberi pesan bahwa:



“Digital transformation is multi dimensional, but the core dimension is Human Capital”

“Transformasi digital bersifat multi dimensi, tetapi dimensi intinya adalah Sumber Daya Manusia” (Priyantono Rudito, 2018)


Pembicara kedua adalah Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Bapak Prof. Dr. Suyanto, M.M. Beliau menjelaskan bahwa sumber daya manusia nantinya akan terbagi menjadi empat bagian, yakni Professional, Enterpreneur, Sciencetist, dan Artist.

Sumber foto: Vie Asano

Prof. Dr. Suyanto, M.M.

Revolusi industri 4.0 mengharuskan kita memperluas jaringan dan inovasi. Bapak Suyanto mempertegas bahwa inovasi sangat diperlukan dalam produktivitas dan harus memiliki value atau nilai lebih. 


Design, Production, Branding, Channeling adalah alur untuk menghasilkan value. Dasar dari keempat alur tersebut adalah Culture dan Ideation (Suyanto, 2018)


Bagaimana?
Sudah yakin bukan kalau kegiatan Selisik 2018 ini maksudnya sama dengan arti selisik yang sebenarnya, yaitu:  menyingkap, mengusut dengan teliti atau menyelidiki. 

Yang disingkap, diusut dan diselidiki  adalah bagaimana kita seharusnya menyikapi revolusi industri 4.0.
Sebenarnya sejak tahun 2011, pemerintah Indonesia sudah menyadari adanya revolusi industri 4.0 itu. Hal ini dikatakan oleh Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartanto pada acara Sosialisasi Roadmap Implementasi Industry 4.0. (Sumber: Kemenperin.go.id).

Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industry 4.0, yang ditandai meningkatnya konektivitas,interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi,” 
(Airlangga Hartarto)

Maka Selisik 2018 ini merupakan salah satu upaya praktisi pendidikan dan para akademisi dalam menyambut revolusi industri 4.0.
Semoga saja kita dan generasi berikutnya tidak “kaget” dan bersiap menyambut Revolusi Industri 4.0.

#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#STTBandung