Sehari Jalan-Jalan di Hong Kong: Golden Bauhinia dan Victoria Harbour
Pernahkah kamu membayangkan melintasi lautan lepas hanya dengan naik bus dari Daratan Tiongkok menuju Hong Kong?
Pengalaman spektakuler ini kami mulai dari Zhuhai menuju Hong Kong.
Perjalanan selalu punya cara sendiri untuk meninggalkan kenangan.
Kadang yang kita ingat bukan hanya tempat yang dikunjungi, tetapi perjalanan menuju tempat itu.
Percakapan di dalam kendaraan, pemandangan yang dilihat dari jendela, rasa lelah, tawa bersama teman, bahkan momen sederhana ketika berhenti untuk sekadar berfoto.
Begitu pula perjalanan saya dari Zhuhai menuju Hong Kong.
Saya tidak tahu akan seperti apa perjalanan hari itu. Yang saya tahu, saya ingin menikmatinya. Bukankah setelah melewati begitu banyak kesibukan dalam hidup, menikmati perjalanan tanpa terburu-buru adalah salah satu bentuk mensyukuri kesempatan yang Allah berikan?
Setelah berhasil menuliskan cerita perjalanan saya dan rombongan tur China di hari pertama, maka perjalanan hari kedua pun akan menjadi tulisan kedua kisah perjalanan Zhuhai - Macao - Hongkong – China.
Meski saya harus membuka memori November 2025 dengan membaca catatan-catatan kecil di note hp, mencari foto-foto di galeri juga membuka grup WA yang anggotanya hanya enam orang itu.
Namun, saya senang melakukannya karena ini akan “membawa” saya pada peristiwa indah dan tak bisa dilupakan.
Dari Zhuhai ke Hongkong Melewati Jembatan HZMB
17 November 2025.
Pagi itu, setelah menginap di Zhuhai Queen Hotel, kami bersiap melanjutkan perjalanan. Hong Kong sudah menunggu di depan mata.
Zhuhai masih terasa tenang. Kota ini memiliki perpaduan menarik antara gedung-gedung modern, kawasan hijau, dan suasana kota yang relatif lebih tenang dibandingkan Hong Kong.
Bus yang akan membawa rombongan kami ke Hongkong sudah ada di parkiran Zhuhai Queen hotel. Dan sekitar pukul 09.00 waktu setempat rombongan kami pun meninggalkan hotel.
Dari hotel, kendaraan membawa kami menuju HZMB Zhuhai Port, pintu masuk menuju perjalanan melintasi Hong Kong–Zhuhai–Macao Bridge (HZMB).
Sekitar satu jam perjalanan, bus membawa kami melaju di atas jembatan laut terpanjang di dunia.
Di atas bus saya melihat di kejauhan struktur jembatan yang memanjang jauh ke depan. Nampak hamparan laut yang biru dan tenang.
Konon jembatan laut terpanjang di dunia ini adalah salah satu proyek infrastruktur paling ambisius di dunia. Hong Kong-Zhuhai-Macao Bridge yang disingkat HZMB bukan hanya jembatan, melainkan sebuah sistem sepanjang sekitar 55 kilometer yang terdiri dari:
- Jembatan-jembatan panjang di atas laut.
- Terowongan bawah laut sepanjang sekitar 6,7 km.
- Dua pulau buatan sebagai penghubung jembatan dan terowongan.
Sebelum jembatan ini ada, perjalanan darat dari Zhuhai ke Hong Kong harus memutar cukup jauh atau menggunakan feri. Setelah HZMB dibuka, waktu tempuh dapat dipangkas menjadi sekitar 45 menit, sehingga memperlancar perdagangan, pariwisata, dan mobilitas penduduk di kawasan Greater Bay Area.
Betapa Maha Kuasa Allah yang menganugerahi kecerdasan kepada manusia, sehingga mampu membangun infrastruktur sebesar ini di atas dan di bawah laut.
Setelah sekitar 40 menit perjalanan yang memanjakan mata, bus tiba di Hong Kong Port. Di sinilah petualangan yang sesungguhnya dimulai.
Berhubung ini adalah batas wilayah administrasi khusus, prosesnya sama seperti pindah negara. Maka harus melalui proses pemeriksaan imigrasi.
Pemeriksaan imigrasi Hong Kong lumayan panjang antreannya.
Rombongan kami dibagi 3 kelompok.
Saya dan Mikka berada di kelompok dua yang terdiri dari 10 orang. Pemilihan anggota setiap kelompok berdasarkan urutan daftar nama. Kelompok satu diambil dari nomor urut 1 sampai dengan nomor 10, dan seterusnya. Nama saya dan Mikka berada pada nomor 15 dan 16 maka otomatis kami masuk dalam kelompok dua.
Di hari kedua ini, proses pemeriksaan imigrasi berjalan lancar. Petugas imigrasi Hong Kong cukup tegas, tapi efisien.
Setelah rombongan lolos imigrasi maka kami resmi menginjakkan kaki di Hong Kong.
Sehari Menjelajahi Hong Kong
Sebelum menjelajahi Hong Kong, rombongan singgah makan siang di kawasan Kai Tak, Kowloon. Tepatnya di rooftop kawasan yang konon tempat ini adalah bekas lokasi Bandara Kai Tak Hong Kong.
Usai makan siang di restoran (saya lupa nama restorannya, duh) kembali kami singgah sejenak berfoto.
Nampak dari kejauhan deretan gedung tinggi khas kawasan Kowloon/Kai Tak. Jalan raya dan kawasan pembangunan modern dengan bangunan-bangunan baru. Dan tak kalah adalah pegunungan Hong Kong di kejauhan.
Bus kembali bergerak menuju destinasi pertama, Golden Bauhinia Square, sebuah landmark bersejarah yang berada di kawasan Wan Chai.
Di tengah plaza berdiri megah patung bunga Bauhinia berwarna emas. Patung ini menjadi simbol bersatunya kembali Hong Kong dengan Tiongkok pada tahun 1997. Tak heran jika tempat ini selalu dipenuhi wisatawan yang ingin mengabadikan momen.
Kami pun tak melewatkan kesempatan berfoto di depan patung ikonik tersebut. Langit biru yang cerah berpadu dengan suasana kota yang bersih membuat hasil foto terlihat begitu indah tanpa perlu banyak sentuhan.
Tentu saja kami tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto.
Berdiri di depan patung bunga emas itu, kami merasa seperti sedang membuat tanda kecil bahwa kami pernah sampai di sini.
Di sekitar kami banyak wisatawan melakukan hal yang sama. Ada yang berfoto bersama keluarga, teman, pasangan, bahkan ada yang sibuk mengatur posisi kamera agar mendapatkan latar terbaik.
Hm, ternyata manusia di mana pun berada memiliki kebiasaan yang sama ketika menemukan tempat indah, yaitu ingin menyimpan kenangan, dan foto menjadi cara sederhana untuk mengatakan,
“Saya pernah berada di sini.”
Menikmati Pantai di Kawasan Tsim Sha Tsui Promenade
Dari Golden Bauhinia, perjalanan berlanjut menuju Tsim Sha Tsui Promenade. Kawasan pejalan kaki yang menghadap Victoria Harbour.
Dari kejauhan di seberang air terlihat deretan gedung pencakar langit Hong Kong Island.
Berjalan di pantai dengan pemandangan hamparan laut membentang luas mengingatkan saya dengan Pantai Losari Makassar dahulu, sebelum direklamasi seperti sekarang. Bedanya dengan Victoria Harbour adalah pemandangan deretan gedung pencakar langit berdiri megah di seberangnya.
Sebenarnya kami diberikan waktu cukup lama untuk menikmati kawasan ini. Namun, ada satu destinasi yang tidak masuk dalam itinerary yang saya datangi berdua dengan Mikka.
Di kawasan Tsim Sha Tsui Waterfront, kami sempat masuk ke salah satu pusat perbelanjaan yang berada di sekitar kawasan tersebut. Bukan untuk berbelanja, melainkan karena ada satu kebutuhan yang jauh lebih mendesak: mencari toilet!
Berputar-putar dalam pusat perbelanjaan, bertanya ke sana kemari dengan bahasa isyarat, tapi belum juga menemukan keberadaan toilet itu. Hingga tiba di ujung lorong kami melihat tulisan restroom dan gambar perempuan.
“Pasti di sana itu toiletnya.”
Alhamdulillah, hasrat biologis kami pun terpenuhi. Kencing di pusat perbelanjaan Hongkong.
Ternyata di antara kemegahan Hong Kong, ada satu destinasi yang tidak pernah kami rencanakan: toilet.
Begitulah perjalanan. Ada pemandangan indah yang kita abadikan dengan kamera, tetapi ada pula kejadian kecil yang cukup disimpan dalam cerita.
Ternyata kejadian mencari toilet bukan kami saja yang mengalaminya. Noni dan anaknya pun demikian. Sepertinya mereka lebih lama berputar-putarnya karena kami lebih duluan tiba di bus.
Namun, di balik kejadian itu ada konsekuensi yang kami harus terima. Dengan sangat menyesal berdampak pula pada rombongan lainnya, yaitu waktu sudah tidak cukup untuk mengunjungi satu lagi destinasi wisata.
Sehari menjelajahi sebagian Hong Kong pun berakhir. Bus akan kembali membawa rombongan kami ke Zhuhai. Melewati imigrasi dan bus akan melaju lagi di atas jembatan HZMB.
Perjalanan adalah kesempatan untuk belajar. Belajar menghargai perbedaan budaya. Belajar melihat bagaimana negara lain membangun kotanya. Hong Kong memberi saya pelajaran bahwa di balik gedung-gedung tinggi dan kehidupan modern, selalu ada ruang untuk berhenti sejenak, mengagumi kebesaran Sang Pencipta
Besok perjalanan akan berlanjut di mana sesuai itinerary, hari ketiga, rombongan akan makan siang di Shenzhen.
Nantikan keseruan perjalanan hari ketiga kami yah...
Makassar, 10 Agustus 2026
Dawiah
Post a Comment