Minggu, 19 Agustus 2018

Kisah 17-an; Jiwa Patriotisme Nabila




Saya bangga menjadi mamanya Nabila πŸ˜Š



Bagi bangsa Indonesia, tanggal 17 Agustus adalah hari yang paling membahagiakan. Hari kemerdekaan yang selalu dirayakan sebagai wujud syukur atas terlepasnya bangsa yang kita cintai ini dari belenggu penjajahan. Tidak tanggung-tanggung, kurang lebih 350 tahun bangsa ini dijajah.
Tidak dapat dihitung berapa banyak darah dan keringat yang bercucuran demi membebaskan bangsa dari penjajahan. Berapa banyak pahlawan yang syahid, mempersembahkan jiwa raganya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Semua itu adalah wujud patriotisme yang bersemayam di dada setiap rakyat Indonesia.

Apakah jiwa patriotisme itu hanya dimiliki oleh para pahlawan bangsa ini?

Tentu saja tidak. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan atau berbagai bentuk yang membuktikan jiwa patriotisme kita.

Demikian pula putri bungsu saya. Jiwa patriotismenya telah ia  perlihatkan sejak memasuki bangku sekolah. Saya yakin jiwa itu tidak muncul begitu saja,  pasti ada campur tangan dari guru-gurunya, dari buku-buku yang ia baca, dan dari berbagai cerita serta informasi yang ia dengar dan yang dilihatnya.

Saya masih ingat waktu Nabila ikut lomba 17-an untuk pertama kalinya, waktu itu usianya baru 5 tahun, lomba memasukkan paku ke dalam botol. Saat pengumuman dan penyerahan hadiah, Nabila pulang dari lapangan sambil  berteriak-teriak kegirangan, “Saya menang … saya menang … horee!”
Begitu senangnya menerima hadiah padahal ia tidak menang!

Apa rahasianya? Bagaimana mungkin Nabila mendapatkan hadiah, padahal ia tidak memenangkan perlombaan?

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat kakak sulungnya mengikuti lomba 17-an, ia pulang menangis karena namanya tidak disebut dan tidak mendapatkan hadiah. Bagaimana mau disebut namanya, ia tidak menang bahkan ia tidak ikut lomba sama sekali, he … he … he …
Dari situlah saya berinisiatif menitipkan “hadiah” untuk anak-anak saya ke panitianya, menang atau tidak menang tetapi dengan satu catatan harus ikut lomba.

Saat kelas III SD jiwa patriotisme Nabila mulai ditumbuhkan melalui kegiatan Pramuka. Sekali sepekan, ia minta izin tinggal di sekolah sampai sore untuk mengikuti latihan Pramuka. Padahal waktu Nabila kelas I hingga kelas II, ia tidak pernah mau tinggal di sekolah. 
Bahkan terlambat sedikit saja dijemput, air matanya sudah menganak sungai. Yang repot adalah bapaknya, karena Nabila hanya mau dijemput sama bapaknya.




Saat Nabila di kelas III 

Melalui kegiatan pramuka itulah, Nabila mulai berani tinggal di sekolah bahkan sudah ikut berkemah di sekolah pada acara PERSAHAD (Perkemahan Sabtu Ahad). Puncaknya adalah saat Nabila ikut berkemah di Caddika Bulurokeng, Kelurahan Biringkanaya selama lima hari.

Mungkin bagi anak-anak seusianya, mengikuti perkemahan dan tidak bertemu dengan orangtuanya selama beberapa hari itu biasa, tetapi bagi kami itu luar biasa. Nabila adalah putri bungsu dan satu-satunya perempuan di keluarga kami. Ia terbiasa dimanjakan baik oleh saya,  bapak dan kakak-kakaknya. Selain itu, ia punya kebiasaan  tidak bisa tidur kalau belum diusap-usap punggungnya. 
Alhamdulillah, berkat ikut pramuka perlahan tetapi pasti, Nabila sudah mulai belajar mandiri.

Tamat SD, Nabila meneruskan Kegemarannya pada kegiatan Pramuka melalui kegiatan Kepanduan Muhammadiyah karena ia bersekolah di SMP Muhammadiyah. Kepanduan Muhammadiyah itu bernama Hizbulwathan. 




Kegiatan Nabila pada Kepanduan Hizbulwathan


Jiwa patriotisme dibalur dengan jiwa seni yang mengalir dari bapaknya menjadikan Nabila semakin sering tampil mewakili sekolahnya dalam setiap perlombaan di bidang seni.



Selain aktif di Hizbulwathan yang disingkat dengan HW itu. Ia juga aktif dalam kegiatan PASKIBRA, walaupun itu masih dalam lingkup sekolahnya saja. Tiga kali  perayaan kemerdekaan di sekolahnya, Nabila selalu ikut andil. Bahkan dua kali ia mengambil peran sebagai pengibar bendera merah putih.




Perwujudan jiwa patriotismenya diperlihatkan dengan mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan sosial. Aktif dalam  organisasi pelajar Muhammadiyah hingga kini adalah salah satu buktinya.


Saat dilantik menjadi pengurus cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bontoala

Tahun ini Nabila sudah masuk SMA. Apakah kegiatan yang berhubungan dengan perayaan 17-an itu sirna?
Ternyata tidak. Ia masih saja ikut andil walaupun bukan sebagai PASKIBRA.
Saat saya tanya, kenapa tidak ikut PASKIBRA. Ia menjawab, “deh panaski Mama, nanti tambah bolongka.” Ternyata Beliau sudah mulai memperhatikan  fisiknya, pertanda ia semakin menuju kedewasaan.
“Jadi kegiatan apa yang kamu ikuti dalam rangka 17-an tahun ini?”
“Tidak jauhji dari kegiatan PASKIBRA,  ikutka Padus (Paduan Suara).”
“Kan bendera tidak bisa dikibarkan tanpa diiringi lagu kebangsaan kan, nah di situlah saya berperan.” Kata Nabila lugas.
“Wah, anak Mama hebat.” Puji saya tulus.

 

Nabila bersama kelompok Padus SMA Negri IV Makassar


Itulah Nabila dan jiwa patriotismenya. Ia selalu bangga menjadi bagian dari segala kegiatan yang berhubungan dengan perayaan 17-an. Ia juga bahagia mengikuti segala kegiatan sosial, mungkin itu pulalah  yang melatar belakangi ia memilih jurusan IPS.
Bagi saya, apapun pilihannya selama itu baik dan ia bahagia maka saya pasti mendukungnya.
Pupuk terus jiwa patriotismemu Nak, melalui karya nyata untuk Indonesia!
Terus belajar dan berkarya demi kejayaan Indonesia!

Catatan:
Bolong (bahasa Bugis)  = hitam 

Tulisan ini diikutkan dalam  #17anAM #BloggerMakassar17an




29 komentar:

  1. Wihhh😍😍😍..ceritany sangat menatik Bu'..salam sama NabilaπŸ™πŸ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe ... Terima kasih sudah berkunjung. Salamnya nanti kusampaikan.

      Hapus
  2. Kakak bila keren sekali....
    Terus semangat dan berprestasi. Cinta tanah air itu termasuk fitrah kali ya bunda soalnya anak-anak pasti cinta tanah air sejak kecil dan semakin merekat di jiwa karena di pupuk oleh orangtuanya, guru dan lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih sudah mampir

      Hapus
  3. semog amenjadi anak yang treus membanggakan ortunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih sudah meninggalkanjejak

      Hapus
  4. Bangganya Mamanya punya anak seperti Nabila. Semoga sukses terus di masa depan yaa Nabila sayang

    BalasHapus
  5. Jadi inget masa Sd dan Smp mba sama nih aku juga aktif di paskibraka dan pramuka.. seneng kalo udah ada acara camping disekolah dan suka lagi adalah pas ikut kegiatan jambore nasional.. selamat bereksplore di ekstrakulikuler yah de nabila.. hehe semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa-masa yang indah kan Mbak. Terima kasih ya sudah meninggalkan jejak.

      Hapus
  6. IKut bangga dengan putrinya Bunda...
    Semoga terjaga jiwa patriotismenya dan kelak jadi generasi solehah penerus cita-cita bangsa:)

    BalasHapus
  7. Senang ya kalau anak-anak kita kita berpartisipasi dalam aneka kegiatan sekolah atau lingkungan. Selain lebih percaya diri, mereka juga lebih banyak pengalaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang sekali Mbak, semoga anak-anak dapat menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, aaamiin.

      Hapus
  8. semngat nabila... semoga bs tetp buat bunda bngga yah

    BalasHapus
  9. Sudah pernah mi juga tawwa rasai jadi paskibra. Cus ke aktivitas lain lagi anak cantik. Sukses ki' nanda Nabila 😘

    BalasHapus
  10. Sukses terus Kak Nabila ... terus berkarya buat negeri kita yang kaya ini ya kak. 😘

    BalasHapus
  11. wah, bangga sekali punya anak seperti nabila,semangatnya luar biasa. Penasaran dengan cara mendidiknya mbak

    BalasHapus
  12. Sama Bun, di sekolah anak saya (yang masih TKA), semua anak dapat hadiah, mungkin biar gak ada yang sedih kali ya.

    BalasHapus
  13. Sangat aktif ya anaknya....semoga sukses...ya De..Salam kenal

    BalasHapus
  14. Cantik. Salam buat sholehanya ya Mba. Sukses terus Nabila....

    BalasHapus
  15. Seneng banget lihat anak aktif, melakukan kegiatan positif, love ya kaka

    BalasHapus
  16. Wah... suka sekali sama postingan kak dawiah kali ini... saya tersenyum2 bacanya ^_^... Semoga nabila tiap tahunnya bisa turut adil dalam berbagai acara 17an entah di lingkungan sekolah ataupun lingkungan rumahnya...

    BalasHapus
  17. Wah, nabila keren, aktif dan energik ya bun. Suka deh liat anak2 muda semangat gini.

    BalasHapus