ULANG TAHUN

Senin, 11 November 2019


Apakah yang ada di pikiran sahabat tentang ulang tahun?

Tak sedikit yang merayakannya, baik besar-besaran maupun secara sederhana. Merayakan atau memperingatinya merupakan tanda  syukur atas dipanjangkannya usia, sehingga ditambahkan doa-doa agar usia bertambah, sehat, dan bahagia.

Sayangnya, di keluarga kami tak pernah sekalipun merayakan ulang tahun secara meriah. Syukur-syukur kalau sempat mengingatnya. Momen pertambahan usia berlalu begitu saja, bahkan Ayangbeb lebih sering lupa.
Jangankan ulang tahun saya, anak-anaknya, ulang tahunnya saja beliau lebih sering lupa. Setiap diingatkan, ia cuek saja.
Seperti kemarin, si sulung mengucapkan selamat ulang tahun kepada bapaknya di WAG keluarga, lalu disambut meriah dari anggota keluarga lainnya.

Apa yang terjadi?

Tak sekalipun Ayangbeb menanggapinya. Datar saja.

Padahal tanggal kelahirannya adalah tanggal cantik yang gampang diingat. 11 November atau 11-11, itu tanggal cantik bukan?
Maka tak salah kalau si sulung menggunakan tanggal itu saat memilih acara pesta pernikahannya tahun lalu.

Selain tanggal cantik, itu juga bertepatan dengan ulang tahun bapaknya. Katanya, sebagai kado ulang tahun. Bapaknya senyum-senyum cuek saja. Beuh.

Mungkin karena kecuekannya terhadap peristiwa ulang tahun  itulah, maka berdampak kepada saya dan anak-anak. Ikutan cuek bahkan cenderung lupa.
Siapapun anggota keluarga yang ulang tahun, kami biasa saja. Tidak ada yang istimewa.

Oh yah, pernah juga sebenarnya ada kehebohan dalam keluarga besar kami, saat si sulung ulang tahun ke 17. Katanya karena  sweet seventeen  maka si sulung meminta hadiah ke saya, tante-tante, dan om nya. Tidak tanggung-tanggung, ia minta dibelikan handpone.

Maka gaduhlah kami. Karena yang minta ini adalah cucu pertama dalam keluarga besar dari pihak saya, maka semua “terpaksa”  menyumbang demi sebuah handpone. Walau kami tahu kalau itu adalah modusnya si sulung untuk mendapatkan barang impiannya.

Sejak itu, anak-anak saya juga ponakan-ponakan lainnya selalu meminta hadiah di saat sweet seventeen-nya  tiba. Walau tak sebesar permintaan si sulung.

Apakah dirayakan?


Tidak ada dalam kamus kami, merayakan ulang tahun. Tapi menghadiri perayaan ulang tahun kala diundang, saya pasti datang. Untungnya saya tak pernah diundang, hihihi …
Kecuali ulang tahun anak teman, maka yang datang adalah anak saya  yang biasanya diantar oleh tante-tantenya.

Suatu waktu, si bungsu Nabila tiba-tiba merengek minta dirayakan ulang tahunnya. Saat itu usianya menjelang 4 tahun.
Mungkin karena sering  menghadiri undangan ulang tahun teman-temannya maupun tetangga, maka ia ingin juga seperti itu.

Saya menjanjikan, nantilah saat Nabila berusia 5 tahun.

Rupanya janji itu ia catat dalam pikirannya. Lima hari sebelum tanggal ulang tahunnya, ia sudah mengingatkan.

“Mama sudah janji kan?  Kalau Nabila ulang tahun yang ke lima,  mama mau rayakan.”
Waduh, ingat saja dia!

Karena ini janji, maka mestilah ditunaikan.

Sehari sebelumnya, saya sampaikan ke adik-adik saya tentang rencana itu. Maka dilakukan persiapan yang tidak ribet, cukup siapkan kue ulang tahun, panggil sepupu-sepupunya, lalu makan ramai-ramai.

Dampaknya luar biasa.
Selama setahun, si bungsu tiada henti-hentinya mengenang peristiwa itu. Padahal tidak ada acara tiup lilin, tamu yang datang juga adalah saudara sepupunya yang hampir tiap hari main bersama, bahkan tidak ada kado istimewa.

Beruntungnya, ia tidak minta lagi perayaan ulang tahunnya  hingga saat ini. Saya yakin, perjanjian kami saat itu masih terpatri dalam ingatannya.

“Baiklah, mama nanti rayakan tapi cukup sekali itu yah!”  

UlangTahun Ayangbeb


Kemarin di sekolah, ada salah seorang rekan guru berulang tahun, diberi kejutan manis dari anak-anaknya. Tiba-tiba anak-anaknya datang membawa kue ulang tahun, lengkap dengan lilin yang sudah menyala.
Spontan guru-guru bersorak, lalu ramai-ramai menyanyikan lagu ulang tahun.


Panjang umurnya…panjang umurnya… panjang umurnya …. serta mulia… serta muliaaa … serta muliaa…

Sesi berikutnya diisi dengan foto-foto. Saya melihat kilatan-kilatan bahagia di wajah ibu yang sedang ulang tahun itu.

Saya berbisik ke Ayangbeb.

“Hari ini bapak juga ulang tahun kan … mau-ki  juga saya kasi kejutan manis?”
Sambarang tong kau.” Jawabnya sambil melengos pergi.
Hahaha….

Tulisan ini saya persembahkan kepada suami tercinta, Ayangbeb.

Baca juga tentang perjalanan cinta kami di sini. 




Walau ulang tahunnya tak dirayakan, setidaknya saya menuliskan ini sebagai tanda syukur atas usianya yang ke 57 tahun.

Jika Allah Swt memberi kami usia yang panjang hingga menjadi kakek dan nenek, semoga kami masih sehat dan tetap bersama menjalani hari-hari hingga waktu akhir kami tiba.

Selamat bertambah usia, suamiku, mantan terindahku. 

Tetaplah menjadi suami yang bersahaja, mencintai saya dan anak-anak apa adanya.  




33 komentar

  1. Di rumah saya, ultah juga bukan hal yang harus dirayakan luar biasa. Cuma memang ada semacam tradisi makan bersama sejak ibu masih ada. Ha, tapi nggak selalu pas harinya. Kalau ingatnya 2 hari setelah ultsh ya itu sudah. 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makan bersama asyik juga tuh. Nanti deh kalau giliran saya yang ultah mau ajak makan bersama, santap siang atau santap malam

      Hapus
  2. Selamat ultah yaa buat ayang bebeb,semoga langgeng.

    BalasHapus
  3. Selamat ulang tahun buat pak suami. Semoga selalu dilimpahkan kesehatan, rejeki dan kebaikan. Aamiin.

    BalasHapus
  4. Selamat ultah buat Pak Dawiah... Hehehe....

    BalasHapus
  5. Saya juga gak pernah merayakan hihihi

    BalasHapus
  6. Aamiin.. selamat ulang tahun, Bapak..
    Btw di keluarga saya juga tidak ada perayaan-perayaan ulang tahun. Anak saya juga tidak minta dirayakan.

    BalasHapus
  7. Aku juga ga merayakan dan anakku juga kadang anakku minta gitu liat temannya di sekolah dirayain hehehe...sehat selalu buat ayangbebnya ya mba

    BalasHapus
  8. Batakallahu... Semoga selalu sehat dan berbahagia. Anakku yg sulung tgl 3 nanti mau ultah. Udah booking hadiah. Aduh ahaha

    BalasHapus
  9. Sy dari kecil nggak pernah ngerayain ultah, sbb dari ortu nggak punya tradisi dan nggak mau membiasakan hal2 yg berbau kemewahan spt pesta2 gitu. Paling baca doa bersama keluarga inti. Kdg jg ortu ngasi hadiah, tp hadiah kecil2an spt pulpen.

    BalasHapus
  10. Selamat ulang tahun buat suami ya mbak. Semoga panjang umur dan selalu bahagia. Kami juga nggak pernah merasakan ulang tahun sih. Cukup doa saja dan paling makan bersama di luar

    BalasHapus
  11. Menarik. Jarang blog yang membahas ulang tahun. Semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan. Aamiin

    BalasHapus
  12. Model suamiku juga, ternyata kita tak sendiri, senyum2

    BalasHapus
  13. Barakllah fi umrik untuk suaminya Bunda. Di keluarga saya juga tidak ada budaya merayakan ulang tahun. Kalau saya, saat anak2 usia balita, kadang buat syukuran masak nasi kuning untuk di bagi ke tetangga dan saudara. Selepas usia 5 tahun tidak ada lagi. Paling kami bikin syukuran kalau pas ada moment aja.

    BalasHapus
  14. Barakallahu. Semoga ayangbebnya selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat dan bahagia.

    BalasHapus
  15. Wah,.. ternyata si ibu ini penulis ya.. mantap bu...sukses selalu

    BalasHapus
  16. Selamat ulang tahun u Bapak ya Bun. Semoga diberkahi Allah swt. Dan makin kompak u Bapak & Bun berdua. Ayooh...jalan² lagi...

    BalasHapus
  17. Hampir sama nih, suami saya juga gak terlalu perhatian ama tanggal ultahnya. Tapi karena saya terbiasa dirayakan dari kecil, terbiasa menganggap hari ultah adalah hari istimewa, maka kami selalu merayakan meski hanya dengan makan di luar... tidak ada tiup lilin juga kok. hanya doa bersama aja... btw, selamat ultah ya buat suaminya... semoga sehat senantiasa

    BalasHapus
  18. Di rumah yuni juga nggak ada tuh yang ingat moment ulang tahun. Cuma kadang yuni ingat aja, ulang tahun adik-adik yuni, bund. Jadi ya mungkin memberi sesuatu yang mereka pingin dan mampu yuni beliin. Habis itu ya sudah. Hehehhe

    BalasHapus
  19. Di keluarga saya juga gak ada tradisi merayakan ulang tahun, Bun. Kalau pun ingat kami hanya saling mendoakan saja. Karena sejatinya berulang tahun itu, malah mengurangi jatah umur ya, kan hihihi

    BalasHapus
  20. Sehat dan diberikan berkah ituoah doa terbaik

    BalasHapus
  21. Barakallah fii umrik untuk suami tercinta ya Bunda Dawiah
    Terlepas dirayakan atau tidak, ultah ada waktu kita ber muhasabah dan mensyukuri segala nikmat-Nya
    Saya sekeluarga juga tidak merayakan ultah, biasa saya bikin mkananan istimewa terus kami berempat makan bersama

    BalasHapus
  22. Selamat ulang tahun untuk bapak. Semoga sehat dan happy selalu. Saya juga walo tidak dirayakan, tapi momen ulangtahun membuat saya instropeksi banyak hal.

    BalasHapus
  23. Kalau di keluargsku, suamiq yang ingat tanggal ulang tahun saudara. Yang paling penting adalah mengucapkan, tidak harus dirauakan he he he

    BalasHapus
  24. Tawwa kado ulang tahunnya tulisan ... Manisnyaaa. Semoga berkah dan sehat selalu bapaknya anak2 ta' Kak.

    BalasHapus
  25. sel lang tahun semoa berkah umurnya bunda juga harus jaga kesehatan yah bunda biar bisa selalu menemani keluarga termasuk ayang beibnya

    BalasHapus
  26. Selamat ulang tahuN Ayankbebnya Bunda Dawiah. Semoga selalu dirahmati Allah dan langgeng terus hingga maut memisahkan. Aamiiin.

    Kalo di keluargaku itu ulang tahun seperti sebuah peringatan yang sakral, pasti diingat dan sering banget merayakan, walopun sekedar makan bareng sekeluarga besar. Hehee..

    BalasHapus
  27. Senangnya liat foto kemesraan Bunda dan ayangBebnya. Maa syaa Allaah, semoga diberi kesehatan dan diberkahi umurnya. Btw kalau bicara ulang tahun, di keluarga saya juga nggak pernah ada perayaan besar-besaran , paling diperingatinya dengan pergi mandi-mandi ke pantai , trus sama mama dibuatkan nasi kuning dan dimakannya di sana. Sesederhana itu namun sampai sekarang masih sangat berkesan di hati.

    BalasHapus
  28. Happy Milad AyangBebnya kak Dawiah. Sehat dan bahagia selalu. Mauta tong hadiah ulang tahun berupa tulisan gang. Tak lekang oleh waktu.

    BalasHapus
  29. saya juga kak tidak termasuk kedalam yang merayakan ulangtahun secara berlebihan. paling makan2 saja sekeluarga hehe

    BalasHapus

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Nama

Email *

Pesan *