Kala "Rindu" Mengaduk Rasa 2

Minggu, 16 Desember 2018



“Mata air yang dangkal, tetap saja bermanfaat jika jernih dan tulus. Tetap segar airnya.” Tere Liye, Rindu



Judul Novel: Rindu


Penulis: Tere Liye

Editor: Andriyati
Cover: Andriyati
Penerbit: Republika. Jakarta 

Kata orang, Salah satu tanda novel yang baik, adalah dapat membuat pembaca simpati atau benci kepada tokoh-tokoh yang diciptakan sang penulis. Dan saya merasakan hal tersebut dalam novel Rindu ini.

Ada Ahmad Karaeng yang dipanggil Gurutta (=Guru kita), ada Adipati, dan Ambo Uleng, merupakan tokoh-tokoh yang baik. Seberapa besar kebaikan tokoh-tokoh itu dapat dibaca di sini.

Selain itu ada tokoh pendukung yang tak kalah menariknya. Siapa dia?
Anna dan Elsa, anak-anak dari Adipati. Kehadiran keduanya memberi sentuhan manis, sentuhan karakter kanak-kanak yang polos dan ceria.

Lalu ada Bonda Upe, mengajar mengaji di atas kapal Blitar Holland. Kehadirannya di novel ini dikemas dengan sangat menyentuh oleh sang penulis. Rasa gelisah dan takut akan masa lalunya yang buruk jika diketahui oleh orang-orang.  Menempuh perjalanan panjang ke Tanah Suci demi meraih ampunan atas kesalahan dan ketidakberdayaannya di masa lalu.

Saya juga jatuh cinta kepada suami Bond Upe, yang bernama Enlai. Dia mencintai Bonda Upe dengan setulus hatinya yang dibuktikan dengan penerimaan akan masa lalunya.

 “Dia tulus menyemangatimu, tulus mencintaimu. Padahal, dia tahu persis kau seorang cabo. Sedikit sekali laki-laki yang bisa menyayangi seorang cabo. Tapi Enlai bisa, karena dia menerima kenyataan itu. Dia peluk erat sekali. Dia bahkan tidak menyerah meski kau telah menyerah. Dia bahkan tidak berhenti meski kau telah berhenti.”  Tere Liye, Rindu


Ada satu cerita yang saya sebut sebagai  adegan yang menghanyutkan dalam novel ini, lucu tetapi sangat romantis. Adalah sepasang suami isteri yang sudah sepuh, Mbah Kakung dan Mbah Putri.

Mbah Kakung yang mulai pikun menceritakan kisah cintanya juga proses lamarannya kepada penumpang kapal. Dan seluruh penumpang mendengarkan dengan sangat antusias, pembacanya juga antusias. Hehehe…itu saya. 

Kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Mbah Kakung bisa bikin baper sebaper-bapernya.

 “Pendengaranku memang sudah tidak bagus lagi, Nak. Juga mataku sudah rabun. Tubuh tua ini juga sudah bungkuk. Harus kuakui itu.  Tapi aku masih ingat kapan aku bertemu istriku. Kapan aku melamarnya. Kapan kami menikah. Tanggal lahir semua anak-anak kami. Waktu-waktu indah milik kami. Aku ingat itu semua.” Tere Liye, Rindu


Lalu ceritanya diakhiri dengan kisah yang sangat menyentuh. Mbah Putri meninggal di atas kapal dan dikuburkan di dalam laut sebelum menunaikan ibadah haji.  Lalu suaminya, Mbah Kakung meninggal di atas kapal yang sama dan dikuburkan dalam laut yang sama setelah pulang menunaikan ibadah haji.

Selain tokoh-tokoh dalam cerita  yang bisa menghipnotis pembaca. Kalimat-kalimat bijakpun dapat menjadi magnet tersendiri bagi pembaca.


Nah, kalimat apa sajakah itu?

Yuk kita simak berikut ini.

 “…tanpa menghadiri acara itu, kita tetap menghormati mereka dengan baik, sama seperti Kapten Philips yang sangat menghormati agama kita. Pun tanpa harus mengucapkan selamat, kita tetap bisa saling menghargai. Tanpa perlu mencampur adukkan hal-hal yang sangat prinsipil di dalamnya.” Tere Liye, Rindu


Kalimat di atas menggambarkan toleransi yang beradab dan mandiri.

Tentang masa lalu


”Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.” Tere Liye, Rindu

“ Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.”― Tere Liye, Rindu

Tentang motivasi bagi yang sedang patah hati


 “Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Sekali kau bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan, kau akan siap menghadapinya. Jika pun kau akhirnya tidak memiliki gadis itu, besok lusa kau akan memperoleh pengganti yang lebih baik.” ― Tere Liye, Rindu
Nah, bagi pencinta novel, yang suka dengan  kalimat-kalimat serta kisah-kisah yang bikin baper maka novel ini sangat cocok.




71 komentar

  1. Buku2nya Tere Liye emang bagus ya, aku ingat pertama baca karyanya yg Delisa itu, sampe nangis2

    BalasHapus
  2. aku nangis baca kutipan ini
    “Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Sekali kau bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan, kau akan siap menghadapinya. Jika pun kau akhirnya tidak memiliki gadis itu, besok lusa kau akan memperoleh pengganti yang lebih baik.” ― Tere Liye, Rindu

    :(

    BalasHapus
  3. Saya juga penggemar novel karya Tere Liye. Novel-novel karya Tere Liye memang banyak memberi pelajaran tentang hidup. Novel yang judulnya "Tentang Kamu" juga bagus, tante.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum sempat baca novel "tentang kamu" itu, masih dalam plastik wkwkwk...

      Hapus
  4. Whuaa karyanya bang Tere mah sudah gak diragukan lagi. Namun begitu, aku tetap memilih buku2 non-fiksi sebagai bacaan, berat yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan berat Mbak, tapi apapun pilihan kita yang penting terus bumikan literasi.

      Hapus
  5. Aku banyak tahu karya Tere Liye dari reviewnya Bun Dawiah nih...Semua karyanya bikin baper yaah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba saja dibaca, pasti tak mau berdiri sebelum tamat, hehehe

      Hapus
  6. Bener banget, novel Bang Tere banyak berisi kalimat-kalimat yang bikin baper. enggak salah dooong, kalau banyak yang suka dan menjadikannya sebagai salah satu penulis novel favorit.

    BalasHapus
  7. “Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Sekali kau bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan, kau akan siap menghadapinya. Jika pun kau akhirnya tidak memiliki gadis itu, besok lusa kau akan memperoleh pengganti yang lebih baik.”

    Duh, baper bener!

    Meski saya bukan fansnya Tere Liye, saya baca beberapa novelnya juga , Bunda...dan suka!

    BalasHapus
  8. Bu Dawiah sukses bikin mupeng. Sepertinya sudah saatnya saya melirik novel-novel Tere Liye 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe....ayo membaca lebih banyak lagi buku yang berkualitas

      Hapus
  9. Syukkaa~
    Yang terakhir, bikin aku merinding...

    "Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar."


    Kadang kita lupa, bahwa saat menginginkan sesuatu, belum tentu kita pantas mendapatkan hal tersebut.
    Jadi,
    Teruslah memantaskan diri.

    Keren...keren.

    BalasHapus
  10. Jadi pengen baca novel ini juga. Aku pernah juga baca novel karya kak Tere Liye tapi bukan novel ini. Aku lupa sih judulnya. Hehehehe. Kalau nggak salah sih Bidadari-Bidadari Surga judulnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku Bidadari-Bidadari Surga sudah pernah difilmkan. keren juga tuh.

      Hapus
  11. Buku - buku Tere Liye emang selalu berhasil menghipnotis ya, aku lagi baca bukunya juga yang BUMI hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah buku BUMI juga banyak qoute-qoutenya yang keren

      Hapus
  12. Aku suka quotenya yg tentang masa lalu

    BalasHapus
  13. Kalau udah buatan tere liye emang gak usah ditanyakan lagi yah bun..setiap kalimat suka ada aja yang bikin baper dan bikin theatre of mind para pembacanya.. jadi ingin beli juga bukunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya memang semua karya Tere Liye begitu.

      Hapus
  14. Selalu suka dengan quotes dari Tere Liye. Jlebb... Walaupun saya blm punya buku "Rindu" ini, sih.
    Terima kasih, Bun. Siang hari saya jadi lebih ceria karena quotes2 di atas :)

    BalasHapus
  15. The Unforgetable book i ever read. Suka sekali dengan perjalanan ke lima tokoh utama di novel Rindu terutama TOKOH ambo' dan quotes yang nd bisa saya lupa "ada dua hal kenapa orang pergi, rindu dan benci.." kalau nd slh bgtu quotesnya 😊

    BalasHapus
  16. Suka banget setiap kata YG fisusun sama Tere Liye/Darwis ini ngalir ceritanya y biking betah baca

    BalasHapus
  17. Kayaknya Rindu jadi wishlist novel yang pengen aku baca, deh, beberapa novel Tere LIye yang pernah saya baca memang berhasil menyentuh hati pembaca, saya sampai nangis sesenggukan pas baca Hafalan Shalat Delisa

    BalasHapus
  18. Nagus-bagus kutipan kalimatnya ya, Mbak. Tapi, saya belum pernah baca satupun buku Tere Liye

    BalasHapus
  19. belum pernah baca novelnya.. tapi karya Tere Liye memang keren-keren banget

    BalasHapus
  20. Mbak Dawiah penggemar Tere Liye yaaa? Mbak mengingatkan saya pada seorang rekan kerja yang sering sekali membicarakan buku beliau. Bagus-bagus katanya ya.... Menyentuh....

    BalasHapus
  21. aku pernah baca rindu ini, tapi yang cover lama sepertinya. karya-karya tere liye memang selalu bikin baper.

    BalasHapus
  22. Ada temanku pengagum berat Tere Liye. Nanti aku coba tanyain, dia udah punya novel ini apa belum :)

    BalasHapus
  23. Jadi pensaran pengen baca novelnya ih...quote ya ngena banget ya.

    BalasHapus
  24. Novel Tere Liye memang jalan ceritanya mirip-mirip film Bollywood ya. Bikin candu gitu.

    BalasHapus
  25. Pertama kali baca buku Tere Liye ya buku ini bunda. Akhirnya bikin saya jatuh cinta sama novel beliau. Duh memang baca buku ini bikin aneka rasa di hati. kaya akan nasehat kehidupan yang bikin jleb di hati. Pokoknya baca karya Tere Liye nagih deh

    BalasHapus
  26. Jadi pengen baca novel karya Tere Liye ini. Banyak quote-quete keren yang nyentuh banget, bikin baper.

    BalasHapus
  27. Jadi pengen baca novel karya Tere Liye ini. Banyak quote-quete keren yang nyentuh banget, bikin baper.

    BalasHapus
  28. Selalu suka dengan buku Tere Liye. Quote-quotenya keren. Aku salah satu fans beliau :)

    BalasHapus
  29. Aku selalu suka baca kutipan-kutipannya Tere Liye, selalu menyentuh hati.

    BalasHapus
  30. Baca kisah Mbah Kakung Dan Mbah Putri jadi sedih tapi romantisss, ya. Membahas kapan waktu awal ketemu pasangan itu bisa jadi topik untuk mempererat hubungan suami istri.

    BalasHapus
  31. Meski tere liye bukan genreku, tapi aku akui quote2nya bagus & ngena banget. Beberapa malah jadi quote umum yaa, sampe banyak yg ga tau kalo quote itu bikinan tere liye :))

    BalasHapus
  32. Tere Liye selalu menggemparkan kata-katanya, sejak baca di tahun 2011 karya Tere Liye aku langsung mengidolakannya

    BalasHapus
  33. Saya belim baca semua buku Tere Liye, tapi saya suka kutipan kutipan yang tersebar di media sosial yang ditulis Tere Liye, membangun jiwa.

    BalasHapus
  34. aku udah baca novel ini meskipun settingnya cuman di kapal tapi Tere Liye keren bisa mengemas ceritanya apalagi yang terakhir2 pas dibajak mba :) ah jadi rindu baca lagi buku Tere ah :)

    BalasHapus
  35. memang bikin meleleeeeh ya mbaaa. Aku pecinta tere Liye juga mba..lagi menyelesaikan seri Bumi dkk nis sekarang

    BalasHapus
  36. Mbak samaan nih seperti saya, saya suka nulis kutipan-kutipan yang saya dapatkan dalam bacaan.. ^^

    BalasHapus
  37. Tere Liye emang jago berkata-kata. Aku juga kadang bacain novel tereliye yang dikoleksi adik sepupuku hihi

    BalasHapus
  38. Waah Babang Tere, aku pun nulis reviewnya. Eh tapi ini cover bukunya baru ya. Aku masih yang lama itu. Bacanya aja sampe lima kali saking sukaaak

    BalasHapus
  39. Aku pecinta novel mba. Banyak yg rekomen aku kalo buku ini bagus. Jadi penasaran deh

    BalasHapus
  40. Kisah cinta di kapal2 punya nyawa sendiri ya. Kaya Titannic, Tenggelamnya Kapal Van Derwij (entah gimana nulisnya). Aku baru baca beberapa buku Tere. Yg ini belum

    BalasHapus
  41. Terlepas dr statusnya yg suka kontroversi aku jg suka baca2 buku Tere Liye mbak. Tapi blm pernah baca yg Rindu ini. Ntr aku coba cari ah novelnya. Makasih reviewnya yaaa

    BalasHapus
  42. Waah..ini mah penulis favorit saya, Bunda..
    Baca jalan ceritanya bisa buat ikutan jadi baper hihihi

    BalasHapus
  43. Setiap kali baca novel aku pun suka memperhatikan kutipan2 yang ada dalam buku tersebut mba. Ada berbagai pemikiran bagus dari penulisnya yang tertuang dalam kutipannya.

    BalasHapus
  44. Tere Liye baru kutahu dari fb dan itupun tahun lalu, sempat bertanya-tanya siapa "DIA" karena tulisannya2 berisi kata perumpamaan (menurutku) dan banyak orang yang membagikannnya dilaman facebook mereka. Baru dari blog ibu saya tahu siapa beliau.

    BalasHapus
  45. Novelnya Tere Liye memang bagus, selain ini mba suka yg mana lagi?

    BalasHapus
  46. Aku selalu suka karya karya Tere Liye dia termasuk penulis favoritku.

    BalasHapus
  47. Baca reviewnya jadi pengen beli yang judul rindu :)

    BalasHapus
  48. selalu suka sm buku bukunya tere liye,, kadang suka baperan klo d baca..

    BalasHapus
  49. Waduh,,bikin baper nih, ,nasib baik mental kuat. .Tapi bnyak hikmah yg bisa kita petik pada tulisan ini salah satu tentang perjalanan hidup yg hnya kita yg persis tau, ngak perlu terlalu ingin di akui org lain.

    BalasHapus
  50. Kayaknya semua novel (yang kita pilih sendiri untuk dibaca) itu bikin baper yaa. Ada novel yang harus saya habiskan baca secepatnya, ada juga novel yang perlu saya tinggalkan beberapa hari untuk lanjut dibaca kembali. Tapi semuanya bikin baper.

    BalasHapus
  51. bagus bukunya di' bun. Tulisanta saja kubaca baperma apa lagi klw saya baca langsung bukunya. kutak sanggup membayangkan

    BalasHapus
  52. Cerita pergi haji pada jaman naik kapal laut selalu memukau.apalagi dengan cara penggambaran Tere Liye dalam novel ini sangat menghanyutkan.

    BalasHapus
  53. Wah, bukunya Tere Liye memang tidak pernah meninggalkan kesan buruk. Selalu setiap baca karyanya, saya dibikin makin kagum sama sosoknya. Bahasanya enak sekali. Sering-sering dong kak bahas bukunya Tere Liye. hehe.

    BalasHapus
  54. Saya punya bukunya ini kak. Sdh setahun tp bacanya blom kelar (oh my god, ini musibah). Sy senang bisa baca reviewx jadi semangat mau naca sampe finish

    BalasHapus
  55. Saya punya nih kak novelnya tapi belum sempat baca. Sebenarnya tidak terlalu suka dengan buku yang romantisan2, tapi kayaknya tertarik untuk membaca buku ini :)

    BalasHapus
  56. tidak pernah sekalipun baca Tere Liye. Tapi penggambaran buku ini bagus. Semakna dengan itu, mungkin boleh baca; Di Bawah Lindungan Kabbah, karya HAMKA.

    BalasHapus
  57. Wah bukunya tere liye di'. Satu pun belum pernah baca hehe tapi ternyata setelah baca postingan ini saya jadi mau baca. Terima kasih rekomendasinya kak

    BalasHapus
  58. belum pernah baca buku Tereliyee dan setelah baca ini jadi mau lgsg ke gramed baca bukunyaa

    BalasHapus
  59. Apa saya doang yang cepet bosen baca novel yang bikin baper? Wkwk saya lebih suka yang menegangkan. Kalo novel tere liye, Pulang udah keren dan ngga ngebosenin buat saya.

    BalasHapus
  60. Aku belum baca novel Tere Liye, tapi sepertinya lumayan bikin baper semua, hehe. Oh ya, aku udah baca sekilas yang judulnya "Hujan", tapi belum berniat melanjutkan lagi. Masalah selera aja kali ya.
    Btw bagian akhir hidup Mbah Kakung dan Mbah Putri lumayan bikin berkaca-kaca. Jadi ingat cerita mbah-mbah zaman dulu. Bagaimana beratnya saat ingin pergi berhaji. Zaman sekarang sangat gampang, yang berat itu nunggu waktu berangkatnya, hehehe

    BalasHapus

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Nama

Email *

Pesan *