Mengenal Tes Psikologi dan Jenis-Jenisnya

Tuesday, April 12, 2022





Secara umum tes psikologi adalah metode dan serangkaian instrumen yang dijalankan untuk mengukur aspek-aspek yang tidak teramati secara langsung pada manusia yang menyangkut aspek psikologi. 


Tes psikologi dapat digolongkan menjadi lima, yaitu: tes kecerdasan, tes bakat, tes minat, tes prestasi, dan tes kepribadian.

Apakah perbedaan dari kelima jenis tes psikologi tersebut? 

Berikut penjelasannya.

 

Tes Kecerdasan

 

Tes kecerdasan atau biasa pula disebut tes IQ dilakukan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam kerangka berpikir secara total dan logis. 


Penyajiannya terbagi menjadi dua sifat, yaitu soal terbuka dan soal tertutup. Soal terbuka merupakan pertanyaan yang mempunyai jawaban yang berbeda-beda tergantung kemampuan setiap peserta tes (testee). 

Misalnya: carilah angka terakhir ari deretan angka berikut. 

1  9  2  10  3   11  4 …?


Sedangkan soal tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya sudah tersedia, sehingga peserta tes memilih jawaban yang paling benar. 


 

Tes Bakat

 


Tes bakat atau pembawaan ditujukan untuk mengukur bakat atau kemampuan, yang mungkin telah dikembangkan atau masih terpendam dan tidak dipergunakan. Tujuannya adalah memprediksi kecakapan belajar peserta tes.


 

Tes Minat


 

Tes ini ditujukan untuk mengetahui minat seseorang. Untuk pekerjaan yang telah spesifik, tes ini sangat dibutuhkan, seperti guru, akuntan, dokter. 

Tes ini memang jarang digunakan para psikolog yang biasa melakukan tes dalam rangka rekruitmen, tetapi dalam tes kepribadian, soal-soal tes minat biasanya digunakan.


 

Tes Kepribadian



Tes ini ditujukan untuk mengukur atau menilai kepribadian seseorang.  Tiap kepribadian mempunyai dua sisi yang saling terkait, yakni memiliki kelemahan dan kekuatan. 

Misalnya kejujuran dan ketidak jujuran, pemalas dan pekerja keras.


 

Tes Prestasi



Tes ini ditujukan untuk mengukur hasil kerja para pelamar pekerjaan. Tes ini juga selalu digunakan di sekolah untuk mengetahui prestasi siswa.

Tes prestasi mempunyai beberapa fungsi, yaitu ;

  1. Fungsi penempatan
  2. Fungsi formatif
  3. Fungsi diagnostik
  4. Fungsi sumatif.

 

Fungsi Penempatan

 

Tes prestasi yang berfungsi sebagai penempatan ditujukan untuk menentukan posisi seorang siswa.

Contoh untuk fungsi ini adalah menggunakan nilai rapor kelas X untuk menentukan jurusan siswa di kelas XI.


 

Fungsi Formatif


 

Adalah penggunaan hasil tes prestasi belajar untuk melihat sajauhmana kemajuan belajar yang telah dicapai siswa dalam suatu program pelajaran. Biasanya dilaksanakan di tengah jangka waktu suatu program pembelajaran. 

Contoh ujian tengah semester setiap semester di sekolah tingkat dasar dan menengah.


 

Fungsi Diagnostik

 


Tes prestasi yang berfungsi sebagai diagnostik biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesukaran-kesukaran dalam belajar atau untuk mendeteksi kelemahan-kelemahan siswa agar dapat segera diperbaiki.


 

Fungsi Sumatif


 

Adalah penggunaan hasil tes prestasi untuk memperoleh informasi mengenai penguasaan pelajaran yang telah direncanakansebelumnya dalam suatu program pelajaran. 


Tes Sumatif merupakan pengukuran akhir dalam suatu semester, biasanya digunakan juga untuk menentukan keputusan, apakah seorang siswa dapat dinyatakan naik kelas atau tidak.



Penutup

 

Penting untuk diketahui, bahwa tes psikologi dilakukan, dievaluasi dan ditafsirkan oleh seorang psikolog profesioanl yang terlatih dalam bidang keahlian.

Tes psikologi dilakukan dalam berbagai bentuk, antara lain:

 

Tes Standar

 

Yaitu berupa tes formal, yang terstandar dan tertulis guna mengukur kecerdasan atau kecenderungan perilaku tertentu atau kelainan.

Perlakuan tes standar menggunakan bahan dan perintah administrasi serta penilaian yang sama bagi seluruh peserta tes dalam hal menimimalisir bias.

 

Wawancara Klinis


Wawancara klinis biasanya diberikan kepada pasien mengenai riwayat medisnya. Saat pasien diwawancara, seorang psikolog akan mendengarkan jawaban sembari mengamati perilakunya.


Pengamatan Perilaku Alami


Biasanya dlakukan untuk mendiagnosis kondisi psikologis seseorang. Tujuannya untuk membantu lebih jauh dalam menentukan gejala-gejala dari kondisi yang diperkirakan.


Penting dipahami bahwa tidak ada tes psikologi yang berlaku secara umum untuk semua. Setiap tes yang diberikan akan selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan dari setiap pasien.


Demikian, semoga bermanfaat.

Makassar, 12 April 2022

Dawiah



Referensi:

A Guide to Psychology and Its Practice: guidetopsychology.com dan berbagai sumber.

 

Post a Comment

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *