Pelajari Kesuksesan Indscript; Belajar Kepada Indari Mastuti

Saturday, May 2, 2020



 
Belajar dari Kesuksesan Indscript, belajar kepada Indari Mastuti
Sumber Pribadi
Belajar dari Kesuksesan Indscript itu berarti belajar menjadi orang sukses kepada Indari Mastuti. 

Yah, karena Indscript dan Indari Mastuti adalah satu kesatuan. Tak ada Indscript jika tak ada tangan dingin Indari Mastuti yang membentuk dan terus memelihara serta mengembangkannya.

Bagi saya, indscript adalah rumah menulis pertama saya, di mana di tempat itulah cikal bakal saya menjadi seperti sekarang ini.
Akhir tahun 2015, saat semangat saya berada di titik nadir, tiba-tiba di linimasa facebook terlihat status teman yang merasa bangkit dari kesusahan berkat menulis. Hm, menulis adalah sesuatu yang saya sukai tapi jarang melakukannya karena berbagai alasan yang tidak jelas.
“Apakah saya bisa bersemangat lagi jika menulis?”
Pertanyaan itu terus menerus memenuhi pikiran. Hingga akhirnya saya menemukan informasi tentang suatu grup whatsApp yang anggotanya khusus perempuan dan menulis. Nama grupnya bikin penasaran, yaitu Tips Nulis dan Bisnis -13 (TNB-13) dan yang bikin mupeng adalah grupnya tak berbayar alias gratis.

Namanya emak-emak, kalau dengar ada yang anugrah baca anu gratis  pasti semangat tak terkira. Maka dengan usaha maksimal, akhirnya saya diangkutlah ke dalam grup itu
Grup TNB-13 yang digawangi salah satunya oleh Mbak Fitrie Agustin menerima dan menyambut saya dengan sangat baik. Bermula dari sanalah saya akhirnya mengenal Indscript dan Indari Mastuti.

Bahkan training menulis online pertama yang saya ikuti adalah training online yang diadakan oleh Indscript. Training itu  adalah Training On Demand (TOD) menulis kisah inspiratif.
Duhai senangnya, yang mentori langsung adalah Indari Mastuti sendiri, pemilik Indscript.


Psst, saya bisikin rahasia mengikuti training bersama teh  Indari agar sukses dan tidak keteteran  yah, yaitu  harus bangun tengah malam, hi-hi-hi.
Yah, jadwal beliau memberi training  adalah sekitar  jam 02.00 sampai menjelang subuh. Pada saat itulah  semua ilmu “kanuragan” kepenulisan beliau akan diberikan.

Setelah training pertama itu, saya menjadi ketagihan dan terus mengikuti training menulis secara online lainnya, dan salah satu training kepenulisan terbesar dari indscript yang saya ikuti adalah Sekolah Perempuan.

Belajar dari Kesuksesan Indscript;  Belajar kepada Indari Mastuti

Karya Alumni Sekolah Perempuan



Apakah hanya tentang menulis saja yang ada di indscript creativ? Tentu tidak Esmeralda.
Penasaran dengan indscript? Yuk kita ulik lebih dalam.

Tentang Indscript Creativ


Indscript Creative didirikan oleh Indari Mastuti pada tahun 2007. Waktu itu beliau sendiri yang menulis. Ketika tawaran mengerjakan proyek menulis semakin banyak maka beliau menggandeng 3 penulis, yaiu Bang Aswi seorang bloger Bandung, Mas Anto dan Mbak Tati
Hingga ide untuk menjadikan indscript sebagai agensi buku itu muncul. Suatu terobosan yang dianggap aneh pada saat itu.  

Bagaimana tidak aneh, kalau Indscript hanya mengirim ratusan judul buku ke penerbit dan mempersilahkan penerbit itu memilih sendiri judul mana yang diinginkan, tentu saja disertai dengan outline dan sedikit contoh naskah.
Sementara yang berkembang saat itu adalah penulis mengirimkan utuh tulisannya ke penerbit untuk diterbitkan. 
Aneh kan?

Tapi bukan Indari Mastuti namanya kalau tidak berhasil menaklukkan keadaan yang tidak biasa itu. Ia berhasil merebut hati beberapa penerbit dan bekerja sama dengan agensi yang dibangunnya.

Sejak saat itulah Indscript menjadi agensi pertama yang “aneh” tapi digandrungi oleh penerbit. Bagaimana tidak disukai oleh penerbit, Indscript memberikan pelayanan yang all in one, yang diberikan adalah naskah utuh siap terbit. 

Tak perlu deh penerbit itu repot memikirkan lay out, desain ilustrasinya, sampulnya karena semua sudah siap, tinggal terbitkan saja. 
Keren kan?

Saat itu Indscript menjadi agensi naskah pertama di Indonesia yang menggunakan sistem kerja sama seperti itu. Maka tak heran kalau indscript kebanjiran orderan.


Indscript Bangkrut



Sesuatu yang dibangun atau apapun itu, belum bisa dikatakan hebat jika belum mengalami ujian. Mungkin itulah sebabnya Allah swt memberikan ujian kepada teh Indari, agar supaya beliau dan  Indscript naik kelas.

Bagaimana ceritanya indscript bangkrut, kan lagi kebanjiran orderan?

Menurut Indari, salah satu penyebab bangkrutnya suatu usaha adalah, jika hasil produksi tidak berkualitas.  Saat itu orderan dari penerbit sedang banyak-banyaknya, sebulan bisa dapat pesanan 60 hingga 100 naskah. Sayangnya  tidak dibarengi dengan kualitas yang memadai.

Pelanggan mulai  kecewa lalu memutuskan kerja sama  dengan Indscript, lalu berujung pada kebangkrutan pada tahun 2009. Sejumlah karyawan terpaksa diberhentikan dan hanya menyisakan beberapa yang betul-betul berkualitas dan tetap mau bekerja di Indscript.

Bangkit dari Kebangkrutan


Salah satu kelebihan dari Indari Mastuti adalah semangatnya yang tak pernah surut. Secepatnya beliau bangkit dan berbenah. Rekan kerjanya yang masih bertahan dirangkulnya lalu diberinya  pelayanan sebaik mungkin, memperbaiki kualitas tulisan dan tak lupa meminta maaf.

Kepada pelanggan yang terlanjur memutuskan kerja sama, beliau tetap menjalin silaturahim dan  tak segan meminta maaf sekaligus menawarkan lagi kerja sama yang jauh lebih baik.

Bukan hanya itu, beliau semakin getol belajar dari yang gratis hingga yang berbayar. Beliau tak segan mengeluarkan dana untuk sebuah ilmu. 

Nah inilah salah satu rahasianya.  

Kalau orang lain, semoga bukan saya saat bangkrut dan mengalami kesusahan keuangan biasanya akan semakin menjaga keuangannya agar tidak bocor, maka Indari Mastuti lain, Ia semakin rajin mengeluarkan dananya, tapi bukan untuk foya-foya, melainkan  dipakai untuk belajar.  Berbagai pelatihan tentang bisnis  ia ikuti.

Salah satu yang beliau petik hikmah dari kebangkrutan itu adalah, sesukses apapun bisnis kita, gaya hidup harus tetap sederhana. Selain itu, beliau memiliki konsep, bahwa konsep bisnis tidak hanya untuk menghasilkan  uang melainkan bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain.

Dan itulah  dasar  cikal bakal munculnya salah satu komunitas yang berjaya hingga kini, IIDN dan IIDB.


Kehadiran IIDN Sebagai Penyemangat


Di tengah usahanya bangkit dari keterpurukan, Indari merasa perlu suatu wadah yang bisa memperluas jaringannya sekaligus menjadi tempat untuk berbagi dengan orang lain.

Maka pada tanggal 24 Mei 2010, Indari membentuk komunitas menulis bagi ibu-ibu yang dinamainya  Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dengan visi menghasilkan penulis dari kalangan ibu rumah tangga.

Sebagai ibu, Indari menyadari betul bahwa betapa banyak perempuan, ibu-ibu yang memerlukan wadah untuk menyalurkan perasaannya, idenya melalui tulisan, maka di IIDN-lah  tempatnya.

Kini IIDN sudah berkembang demikian pesatnya hingga memiliki member sebanyak 21 ribu orang, mungkin lebih hingga saat ini  yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga di beberapa tempat di luar negeri.

Perkembangan IIDN bukan semata dilihat dari jumlah membernya yang bertambah terus dari waktu ke waktu, tetapi perkembangannya ditandai pula dengan semakin banyaknya program-program yang luar biasa.


Belajar dari Kesuksesan Indscript;  Belajar dari Indari Mastuti
Kopdar IIDN Makassar

Belajar dari Kesuksesan Indscript;  Belajar dari Indari Mastuti
Kopdar IIDN Makassar


Program-program itu adalah antara lain:

  • Memfasilitasi penulisan, penerbitan buku anggota melalui penerbit mayor dengan dijembatani oleh  Agensi Naskah Indscript Creative dan Penerbitan melalui jalur mandiri melalui Bukuin.

  • Memfasilitasi penulisan, penerbitan dan pemasaran buku antologi secara indie bekerjasama dengan berbagai penerbit Indie.

  • Bekerjasama dengan pihak-pihak di luar IIDN dalam penulisan buku, kampanye digita atau hal-hal lain yang terkait penulisan.

Selengkapnya bisa di lihat di web IIDN, ibuibudoyannulis.com

Pelajaran Apa yang Dipetik  dari Indari Mastuti


Masya Allah, kalau ditanya apa saja yang bisa diambil sebagai pembelajaran selama bergabung dengan Indscript terutama selama mengenal ownernya, Indari Mastuti maka jawabanya hanya satu yaitu BANYAK.

Pertama, Inovasinya tiada henti

Indari adalah salah satu orang yang saya kenal sebagai pribadi dengan inovasi tiada henti. Ia berani keluar dari zona nyaman demi sebuah inovasi.

Kedua, manajemen waktunya tokcer

Salah satu bukti dari kuatnya mengelola manajemen waktu adalah beliau berhasil menerbitkan  70 buku, mampu mengelola bisnisnya sekaligus mengelola komunitas-komunitas dengan baik tanpa perlu terjun langsung, beliau mempercayakannya kepada orang-orang yang dianggapnya bisa serta dapat bekerja sama dengan baik.

Ketiga, niatnya tulus  untuk berbagi

Salah satunya dibuktikan dengan hadirnya komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB). 
Kedua komunitas ini tak berbayar loh,  tetapi banyak sekali manfaat yang didapatkan. Misalnya tips-tips menulis, tips-tips berbisnis, yang dengan sukarela dibagikan oleh member dan oleh Indari Mastuti sendiri.

Keempat, motivasinya untuk sukses sangat kuat


Kalau tak punya motivasi yang kuat tak mungkinlah Indscript bisa bangkit dari kebangkrutannya di tahun 2007,  tak mungkin pula bisa bertahan sampai sekarang yang sebentar lagi  berusia 13 tahun.

Kelima, kecintaannya kepada dunia tulis tidak tanggung-tanggung

“Menulis adalah NAFAS dalam hidup saya” Indari Mastuti dari Buku 10 Juta Pertama dari Menulis hal 45.



Kenali Indscript melalui Inovasi dan Transformasi Bisnisnya


Bukan rahasia lagi kalau Indari Mastui kaya dengan inovasi, melali Indscript beliau terus bertransformasi sekaligus berinovasi. Kita tengok satu persatu yah.

  • Tahun 2013, Indscript mendirikan Sekolah Perempuan. Sekolah ini adalah sekolah bagi perempuan yang ingin berkarya melalui tulisan. Hm, saya masuk gelombang berapa yah? Yang jelas saya ikut SP tahun 2016 dan berhasil menerbitkan satu buku solo hasil mentoring langsung oleh Kepala Sekolahnya, Anna Farida.

Belajar dari Kesuksesan Indscript;  Belajar dari Indari Mastuti

Buku Solo pertama saya hasil mentoring AnnaFarida

Belajar dari Kesuksesan Indscript;  Belajar dari Indari Mastuti

Ahaaa...ternyata saya peserta Sekolah Perempuan Gelombang 15

  • Tahun 2014 Indari membentuk   Indscript Direct Selling. Salah satu karya dari Indscrip Direct Selling ini adalah lahirnya METRIK dan DREAMBOARD, sebuah alat bantu menuliskan mimpi  apa saja, bisa mimpi jadi penulis sukses, mimpi jadi pebisnis sukses, dsb.

  • Tahun 2015, Indari Mastuti membangun Komunitas Emak Pintar, komunitas khusus buat emak yang menggabungkan antara  menulis dengan bisnis


  • Tahun 2016, Indscript membentuk Indscript Training Center. Saya jadi  ingat dengan Training On Demand (TOD), training menulis secara online pertama yang saya ikuti


  • Tahun 2017, pada usia ke 10 tahun Indari membangun bisnis Indblack dengan memberdayakan ibu-ibu yang ada di sekitar rumahnya. Salah satu produknya adalah handsock yang pernah booming pada saat itu


  • Tahun 2018 kembali Indari berinovasi dalam bisnis hingga berhasil didapuk menjadi co founder Kunikita yang terus berkembang hingga saat ini

  • Tahun 2019 program BUKUIN Aja launching, sebuah program penerbtan indie yang lain daripada yang lain. Jika penerbitan indie pada umumnya hanya membantu penulis menerbitkan karyanya, maka di program BUKUIN ini yang bukan penulispun bisa menerbitkan bukunya.  Bagaimana ceritanya bukan penulis terbitin buku?  Yah, di program ini, siapa saja bisa menulis karena sebelum menerbitkan buku, mereka ikut  training dahulu. Dilatih dulu, dikasi ilmu dulu. nah setelah ilmunya dapat, langsung deh dipraktikkan dan jadi buku. Keren kan.

Menyongsong 13 Tahun


Tahun 2020 Indscript semakin menguatkan visinya menciptakan perempuan-perempuan produktif, inovatif dan berdaya dengan program 3000% untuk perempuan melalui perubahan nama  Indscript Training Center menjadi Indscript Businesswomen University.

Saya semakin bersyukur sekaligus bangga menjadi bahagian dari Indscript. Semoga semangat, inovasi tiada henti dari Indari Mastuti dapat menular ke saya dan ke seluruh perempuan-perempuan di Indoensia.

Selamat menyambut tahun ke 13 Indscript. Sukses untuk kita semua.

25 comments

  1. bagus ini kita dapat beljaar dari kesuksesan indscript, selalu ada ide dan termotivasi yang sangat kuat banget untuk menjadi sukses

    ReplyDelete
  2. Wah sosok yang sangat inspiratif dan layak untuk diteladani. Saya juga salah satu pengagum mbak Indari Mastuti. Semoga saya bisa mengikuti jejak kebaikan yang telah beliau lakukan

    ReplyDelete
  3. membaca kisah perjalanan mb indari memang sangat menginspirasi ya k. Dengan terbentuknya Indscript ini pun sebuah langkah yang berani. Sukses terus buat Indscript

    ReplyDelete
  4. Aku pernah ketemu langsung sama Teh Indari. Orangnya memang humble banget dan ga pelit ilmu. Semoga dengan adanya Indscript semakin banyak perempuan Indonesia yang kreatif :)

    ReplyDelete
  5. Betul banget. Bisnis itu memang bukan sekedar untung dan rugi. Tapi juga menyangkut hubungan dengan Orang lain. Bisa bawa kita ke surga atau justru ke neraka. Hebat deh Indscript ini memang.

    ReplyDelete
  6. Memang benar, jika ingin sukses maka kita harus siap dengan segala resiko yang akan kita hadapi di depan.

    ReplyDelete
  7. IIDN ini bagus menururt saya. wadah kepenulisan yang didominasi emak2. sebagai tempat belajar, menyalurkan bakat, dan menghasilkan karya. Keren IIDN! bangkit terus Indscript

    ReplyDelete
  8. Wah teh Indariiiii..saya salah satu member IIDN dan pernah nulis antologi juga bareng IIDN. Semoga sukses selalu teh Indari :)

    ReplyDelete
  9. Pernah join grup fb IIDN meski belum jadi ibu.. Banyak banhet ternyata teman2 yang semangaaaat buat nulis.. Aku juga sama mbak dulu ga semangat nulis tp karena ikut komunitas jadi tambah semangat..

    ReplyDelete
  10. wah bun aku jadi tau sosok dan sejarah luar biasa di balik IIDN. beberapa bulan ini akau baru gabung IIDN, keren sih masyaAllah positive viber yang dibangun. kini kebangkrutan bisa diceritakan dan dituai hikmahnya, alhamdulillah mereka bs bangkit.

    ReplyDelete
  11. Awalnya saya kira Indscript itu penerbit, tapi ternyata agensi ya. Dan saya juga baru tahu kalau IIDN itu diprakarsai oleh Indscript, keren banget

    ReplyDelete
  12. Sangat menginspirasi mba. Saya setuju kalau bisnis bukan cuma urusan mencari uang, tapi juga bagaimana bisa bermanfaat bagi org lain :)

    ReplyDelete
  13. Teh Indari dan semangatnya yang luar biasa memang sungguh menginspirasi banyak perempuan. Konsep bisnis yang mengagumkan yang tidak hanya untuk menghasilkan uang melainkan bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain patut diteladani.

    ReplyDelete
  14. keren banget ya, selalu kagum ama perempuan-perempuan cerdas, dan pesannya sampe banget buat kondisi sekarang adalah boleh sukses tapi jalani hidup tetap sederhana, aaaiihh love love love

    ReplyDelete
  15. Luar biasa sekali ya teh Indari ini semoga kisahnya banyk menginspirasi orang bnyk ya.

    ReplyDelete
  16. Kisah jatuh bangun memang selalu menginspirasi. terimakasih mabk sudah berbagi.

    ReplyDelete
  17. Inspiratif banget, menuju sukses harus siap juga menikmati prosesnya

    ReplyDelete
  18. Seru ya kl ada wadah buat saling support dan juga sharing. Apalagi kl kopdar, wah.. saya liat fotonya aja seruuu

    ReplyDelete
  19. Indscript Training Center dielaborasi lagi lebih luas menjadi Indscript Businesswomen University? Ini gebrakan cetar membahana dari Ibu Indari.

    ReplyDelete
  20. Indiscript berkah dan manfaat sekali ya masuk IIDN dan IIDB , jadi pengen masuk IIDN btw untuk masuk ke IIDN harus udah ibu2 ya kak kalau blm ibu2 ga bole ya?

    ReplyDelete
  21. Salut pada sosok beliau, tak pernah menyerah untuk terus memberdayakan kaum perempuan, terus melakukan inovasi yang tak terduga dan kadang nyeleneh

    ReplyDelete
  22. Wah, keren banget kisah Indscript yang sudah jatuh bangkrut kemudian belajar keras hingga akhirnya kembali sukses.

    Semoga semakin eksis ya Mba.

    ReplyDelete
  23. Yang punya Indscript ini keren. Ia punya mental wirausaha yang bagus. Orang sukses memang begini ya. Setelah gagal, ternyata masih bisa berdiri diatas kegagalannya untuk bisa naik lagi lebih tinggi dan mencapai sukses.

    ReplyDelete
  24. Mbak indari ini keren banget loh. Seorang pengusaha dan penulis yang jatuh bangun tapi tetap kokoh berdiri dan berjuang untuk memberdayakan perempuan.

    ReplyDelete
  25. Walaupun belum jadi ibu-ibu, saya ikutan IIDN (walaupun nggak aktif juga)
    Mba Indari ini keren banget deh, berbakat... dan mau berbagi dengan sesama perempuan...

    ReplyDelete

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *