Saat Pensiun, Haruskah Kita Galau?

Thursday, December 6, 2018




Assalamualaikum sahabat.
Baca judul di atas jangan langsung salah menduga yah? Dikiranya saya sudah pensiun jadi mau curhat. Padahal belum, tetapi curhatnya memang iya. Hahaha …

Saya mau membagi cerita tentang teman yang sudah pensiun, lebih tepatnya hasil perbincangan saya dengan mereka. Disimak yah…

Pensiunan Pertama


“Bagaimana kabar-ta setelah memasuki masa pensiun?” Saya memulai percakapan sambil menatap matanya yang kuyu.
“Begini-mi ini kalau sudah tua maki, muncul semua-mi penyakit.” Jawabnya, dengan nada pilu.
“ Sakit apa-ki?” kembali saya tanya dengan menyentuh bahunya.
“ Sakit hati” Jawabnya ketus.

Beuh …. Rada-radanya mau curhat nih teman saya. Okelah , saya ladeni sok perhatian, aslinya kepo.

“Kenapa-ki sakit hati, sama siapa?”
“Sama semuanya. Sama suami yang makin rajin olahraga dan  saya ditinggal di rumah, sama anak-anak, masa saya dijadikan baby sitter .. bla..bla..”
Beberapa menit saya jadi pendengar setia sambil membayangkan bagaimana dan apa yang akan saya lakukan saat saya pensiun.

Belajar dari curhatan teman tersebut, saya berpikir bahwa,  kalau pensiun itu tiba maka saya akan lebih rajin berolahraga. Suami teman saya itu rajin banget olahraga kan, bedanya saya akan mengajak Ayangbeb ikutan olahraga. Jangan sampai Beliau sakit hati kalau saya tinggal dan sehat sendiri, hahahaha… Kenyataannya sekarang Beliau lebih rajin olahraga.



Tidak mau jadi baby sitter ah.. Tapi saya juga pingin gendong-gendong cucu.
Sesekali boleh lah 😃



Pensiunan kedua


Saat antri di salah satu bank, saya bertemu lagi dengan teman yang juga sudah pensiun. Terjadi lagi perbincangan seperti berikut ini.

“Masya Allah, ibu masih segar setelah sekian lama pensiun. Bagi resepnya Bu.” Saya jujur mengatakan itu. Terlihat dari matanya yang cerah dan senyumnya yang semringah. Lumayan kan dapat resep untuk persiapan pensiun.

“Alhamdulillah Dek. Rahasianya gampang-ji, jangan lupa bahagia.” Jawab Beliau enteng.
“Apa kegiatan-ta sekarang?” mencoba mengulik. 
Lupakan kata Jangan Lupa Bahagia. Sudah basi.

“Setiap terima uang pensiun saya keliling ke rumah anak-anak saya. Pekan pertama saya ke rumah anak sulung, pekan kedua ke rumah adiknya, pekan ketiga ke rumah sibungsu dan pekan keempat kembali ke rumah, luluran,  panggil tukang pijit, siram-siram bunga, dan sebagainya.” Cerita si Ibu sangat bersemangat.
 Wuii…. Bagus juga nih resepnya.

“Berdua-ki sama bapaknya jalan?” Ingat kalau Beliau masih bersama suami.
“Tidak, dia di rumah-ji. Malas-ki pergi-pergi.” Katanya sedikit ketus.
“ Oooo…”

Tidak jadi ah ikuti resepnya, saya kan mau pergi bersama Ayangbeb. Setia gitu sampai tua. Aamiin.




Pensiunan ketiga


Lain lagi cerita teman yang baru  pensiun lima tahun terakhir.
“Setelah pensiun, apa kegiatan Ibu?”
“Oh banyaaak.” Jawabnya antusias.
“Apa saja Bu.” Saya tak kalah antusiasnya.
“Saya ikut majlis taklim setiap akhir pekan, ikut senam jantung dua kali sepekan, saya juga merajut bersama kelompok ibu-ibu RT.”

Wow saya terpukau!

“Apalagi kegiatannya Bu?” Masa cuma tiga kegiatan itu dibilang banyak.
Nyinyir saya dalam hati.

“Saya juga rajin ke salon, yaah hanya sebulan sekali. Tiap Sabtu malam saya jalan-jalan ke Mall dan makan-makan dengan teman kelompok ibu-ibu pensiun.”
“Bersama suami Bu?” Tetep kepoin kabar suaminya.
“Suami saya kan sudah almarhum.” Jawabnya sendu.
“Maaf Bu, saya tidak tahu.” Menyesal tanyakan itu.
“Tidak apa-apa, tapi walaupun suami sudah tiada masih ada anak-anak saya yang selalu datang ke rumah, tidak setiap hari tapi mereka bergantian datang.”
“Ibu merawat cucu?”   Tanya saya lagi. Membayangkan Beliau jadi baby sitter.
“Tidak. Malas urus cucu. Anak saya datang sendiri, hanya mengantarkan uang belanja karena uang pensiunan saya tidak cukup.”

Kalau tiap akhir pekan jalan ke Mall, belanja dan makan-makan.  Terus ke salon tiap bulan,  uang pensiun manalah cukup Bu. Batin saya, tidak berani bilang ke Beliau takut ditabok, hiiii …😃

Pensiunan keempat


Bapak yang satu ini lumayan istimewa, fisiknya masih bugar, masih mengajar di salah satu sekolah swasta, dan masih rajin ikut kegiatan-kegiatan lainnya.

“Apa kabar Pak, saya lihat Bapak masih aktif mengajar.”
“Alhamdulillah sehat, itu-ji kutahu mengajar Dek.” Jawabnya dengan senyum dikulum.
“Bersyukur-ki masih bisa mengajar dan terutama masih sehat.”
“Yah begitulah, saya masih ada tanggungan, istri masih menuntut gaji seperti waktu saya masih aktif. Sebenarnya saya sudah lelah tapi mau apalagi terpaksa cari sekolah swasta yang masih mau menerima pensiunan seperti saya.”

Kasihan juga bapak ini, mengajar karena terpaksa saja.

“Kenapa bapak tidak menggunakan uang pensiunnya untuk berbisnis misalnya.” Sok-sok kasi solusi.
“Uang pensiunan saya sudah habis, SK sudah digadaikan di bank untuk ambil kredit jangka panjang.
“Untuk apa Pak ambil uang kredit.”
“Untuk biaya pesta anak saya.” Bisiknya pilu.

Asli bengong!
Tuing … tuing … tuing

Pensiunan kelima


Saya melihat teman satu ini biasa-biasa saja. Kesehariannya di rumah seperti ibu-ibu pada umumnya, beres-beres rumah, merawat bunga, ke pasar, masak dan duduk-duduk di teras membaca sambil minum teh. 
Santai sekali hidupnya, paling tidak itu yang saya lihat. 
Mau tanya-tanya ah.

“Assalamualaikum Bu, bunganya segar semua.” Basa-basi biar tidak dicurigai.
“Waalaikumsalam. Segar karena selalu saya rawat.” Jawabnya datar.
“Dari dulu ibu suka merawat bunga di?”
“Oh tidak, mana ada waktu. Pergi pagi pulang sore. Sampai di rumah urus anak-anak, suami dan sebagainya.” Jawabnya cepat.
“Jadi ibu merawat bunga setelah ibu pensiun?”
“Tidak juga.” Mukanya tiba-tiba muram. 

Nah loh…nah loh…

“Saya merawat bunga setelah melewati tiga tahun pensiun. Tahun pertama pensiun saya stres, tahun kedua saya sakit-sakitan, tahun ketiga saya menjadi langganan psikiater. Lalu psikiater itu  manyarankan agar saya mencari kegiatan yang bermanfaat. Nah, ini-mi yang saya lakukan.”

Saya termangu mendengarnya.

“Maaf Bu, apakah sebelum pensiun tidak melakukan persiapan apa-apa?”
“Persiapan apa Dek? Saya terlalu sibuk di kantor dan urus keluarga. Saya mengupayakan segalanya agar suami dan anak-anak bahagia dan tercukupi semua kebutuhannya.” Beliau menggeser duduknya, badannya tegak dan sorot matanya terlihat tajam.

Apakah ia menyesal telah melakukan semuanya. 
Entahlah.

 “Maaf Bu, apakah ibu menikmati kegiatan ibu sekarang ini.”
“Saya hanya berusaha menikmatinya Dek, tidak tahu melakukan apa lagi. Tunggu ajal saja, kapan datang menjemput.” Jawabnya pasrah.
“Kalau adek lihat saya duduk minum teh, itu saya lakukan sambil mengenang masa-masa kesibukan saya.” Katanya lagi. Masih dengan nada pasrah.

Saya menelan ludah. 
Pahit.

Insya Allah Desember 2024 saya memasuki masa pensiun, pensiun jadi guru di sekolah. Semoga umur saya panjang sehingga bisa menikmati masa pensiun itu.
Tetapi saya hanya pensiun di sekolah, selebihnya saya akan terus bekerja dan mengajar di tempat lain. 

Woiii  …. Kamu sudah tuir Dawiah!

Siapa bilang?

Selama masih hidup “usia” saya akan terus muda dan bergelora. Itu prinsip yang baru saya canangkan 10 tahun terakhir. Pede amat.
Emang pedelah, namanya juga harapan. 

Pensiun itu kan hanya istilah yang diberikan kepada para pekerja yang sudah selesai masa kerjanya. Setiap profesi berbeda-beda masa kerjanya sehingga berbeda pula usia pegawainya saat memasuki masa pensiun.

Masa kerja yang dimaksudkan di sini adalah masa kerja di suatu instansi tertentu dan diikat dengan Surat Keputusan (SK). Karenanya tidak berarti yang pensiun sudah harus berhenti bekerja dan melakukan aktivitas.

Misalnya, saya guru dan akan pensiun jadi guru di sekolah pemerintahan. Namun bukan berarti saya harus berhenti jadi guru, berhenti mengajar dan mendidik.

Masih ada tempat lain, cara lain, media lain untuk tetap menjadi guru dan mengajar. Saya juga akan terus menulis, ngeblog dan terutama membaca. Termasuk membaca jiwamu, heuu…

Kok bisa?

Bisalah! Apa yang tidak bisa di zaman digital kini.

Menurut saya, selama masih ada waktu maka persiapkanlah masa pensiun itu dengan sebaik-baiknya. Dari segi materi, waktu, dan terutama mental.

Jangan habiskan seluruh waktumu demi mengejar pemenuhan finansial keluarga. Kalau urusan uang, pastilah tidak akan ada cukupnya.


Berikan waktu khusus untuk diri sendiri, istilah sekarang me time gitu.

Lakukan kegiatan yang bermanfaat dan bisa berguna di masa yang akan datang. Misalnya mengasah keterampilan menulis, keterampilan kerajinan, dan keterampilan lainnya.

Mudakan jiwamu dengan tetap bergaul dengan yang muda-muda.

Itu saya hihihi … bergaul dengan blogger-blogger muda agar saya bisa menangkap jiwa mudanya. 
Jangan malu berdekatan dan bergaul dengan mereka asal tidak malu-maluin saja.

Kalau sahabat pembaca, apa tipsnya nih dalam rangka menyambut masa pensiun atau masa tua nanti. 
Kasi tanggapannya di kolom komentar yah.

Qoute Dawiah

Apapun pilihanmu tetap bahagia dunia akhirat karena itu tujuan akhir kita.

Sesibuk apapun dirimu jadikan ibadah prioritas utamamu.





Read More

Wonderful Indonesia; Nikmati Kesejukan dan Keindahan Taman Wisata Alam Bantimurung

Sunday, December 2, 2018





Jika Anda ke Sulawesi Selatan, wonderful Indonesia mana yang akan kalian kunjungi? 
Kota Makassar!
Yap. Jika ke Makassar,  Anda bisa mengunjungi Pantai Losari sambil menikmati pisang epe di malam hari. Mau beribadah saat ada di pantai ini? Jangan khawatir, ada masjid terapung yang berada di timur pantai Losari, namanya Masjid Amirul Mukminin.

Tetapi rombongan saya, ada lima bus. Widih … banyak gitu toh?  Masjid Amirul Mukminin bisa menampung jamaah sampai 500 orang. Serius!

Selain leha-leha di Pantai Losari, Anda bisa juga mengunjungi situs-situs bersejarah di jantung kota ini. Benteng Rotterdam yang berdiri megah peninggalan Kesultanan Gowa pada abad ke-17. Di dalam area benteng, ada Museum Lagaligo yang bisa menambah wawasan Anda tentang Makassar.  

Kurang lengkap ah,  kalau hanya mengunjungi kotanya saja, ada yang lain?
Oh ada, tenang saja.

Anda bisa datang ke Tana Toraja. Daerah yang memiliki keunikan ritual yang tidak akan Anda temukan di daerah lain. Menikmati perjalanan ke Tana Toraja, Anda akan disuguhi pemandangan gunung yang “ajaib.”

Ada juga Tanjung Bira yang berlokasi di Kabupaten Bulukumba. Cukup jauh sih jaraknya dari Makassar, sekitar 200 km.

“ … tetapi jaraknya terlalu jauh. Waktu saya tidak cukup, ada yang dekat nggak?” Kata teman saya yang berkunjung beberapa bulan lalu.

Kita ke Bantimurung!

Dijamin Anda akan menemukan kesejukan dan menikmati keindahan alamnya. Tidak jauh dari kota Makassar, hanya berjarak kurang lebih 50 km. Dengan menggunakan kendaraan umum juga gampang, tersedia pete-pete yang siap mengantar ke lokasi wisata.

Taman Wisata Alam Bantimurung


Taman wisata ini dikenal juga dengan nama Taman Nasional Bantimurung. Lokasinya berada di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak terlalu lama menuju ke lokasi ini, hanya sekitar 1 jam perjalanan dari kota Makassar.

Akhirnya perjalanan wisata demi menikmati wonderful Indonesia di Makassar kami mulai. Berangkat sekitar pukul 08.00, Alhamdulillah tiba di kota kabupaten  Maros sekitar pukul 08.45 dengan kecepatan mobil yang sedang.

Perjalanan diteruskan ke Bantimurung. Hawa kesejukan sudah terasa sejak memasuki daerah Bantimurung. Sepanjang jalan kami  menikmati pemandangan yang sejuk di mata. Melihat deretan rumah-rumah khas Makassar, rumah panggung yang sederhana tetapi artistik.

Sekitar 20 menit kemudian kami sudah menemukan belokan di sebelah kiri, Patung Monyet Toakala menandai kalau kami sudah mulai memasuki Taman Wisata Alam Bantimurung.

Wonderful Indonesia; Pintu masuk Taman Wisata Alam Bantimurung


Air Terjun Bantimurung


Kesejukan dan keindahan itu semakin terasa manakala kami memasuki area Taman Wisata Alam Bantimurung. Suara gemericik air yang berasal dari air terjun sudah terdengar jelas sejak memasuki pintu gerbang.
Eits, sebelum masuk beli kacis dulu dong. Tidak mahal, cukup bayar Rp. 20.000/orang.  

Area taman wisata alam Bantimurung ini terdiri dari batuan kapur yang berada di bagian kiri dan kanan sungai.  Batuan kapur itu   membentuk bukit-bukit terjal. Bahkan di dalam sungaipun kita akan menemukan batuan kapur yang cukup besar dan tersebar. Biasanya digunakan sebagai pijakan bagi pengunjung untuk berpindah dari satu batu ke batu yang lain.

Di sela-sela batu, mengalir air tumpahan dari air terjun.   Air terjun melalui batu cadas dari ketinggian kurang lebih 15 meter dengan lebar sekitar 20 meter.

Wonderful Indonesia; Air Terjun Bantimurung

Wonderful Indonesia Air Terjun Bantimurung


Berhubung kami datang pada musim kemarau, maka air terjunnya tidak terlalu banyak. Biasanya jika musim hujan, air terjunnya sangat deras dan lemparan airnya jauh sehingga pengunjung bisa  masuk ke bawah air terjun “bersembunyi” di antara batu cadas dan air terjun, sensasinya mereka tidak basah, hehehe ….

Wonderful Indonesia; Batu-batu kapur di sekitar air terjun Bantimurung


Musim hujan juga biasanya memunculkan cekungan-cekungan pada sungai, biasanya  dimanfaatkan untuk berendam dan berenang karena memiliki volume air yang cukup banyak.  

Goa Mimpi dan Goa Batu


Tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi objek wisata lainnya yang masih berada dalam kawasan ini, yaitu Goa Mimpi dan Goa Batu. Di sisi kiri batu cadas tempat mengalirnya air terjun, terdapat tangga besi yang digunakan pengunjung untuk naik ke atas bukit, jalan menuju  ke kedua goa tersebut.

Mengapa disebut Goa Mimpi?

Di dalam Goa Mimpi ini terdapat stalakit yang menggantung di atas langit-langit goa. Jika diterangi dengan lampu maka akan terlihat kristal-kristal yang bening dan sangat indah, memantulkan cahaya sehingga terasa berada di alam mimpi. Mungkin itulah sebabnya disebut Goa Mimpi.

Wonderful Indonesia; Goa cantik yang dipenuhi Stalakit 


Goa Batu sendiri berada cukup jauh dari area air terjun, butuh waktu sekitar 20 menit dan harus ditempuh dengan jalan kaki. Cukup lelah berjalan menyusuri  lorong goa sejauh  30 meter, namun akan terbayar saat memandang keindahan stalakit dan stalagmite-nya yang memukau.

Setelah puas menyusuri lorong kedua gua tersebut, saya dan rombongan kembali. Rupanya kelelahan berkorelasi dengan rasa lapar. Tak perlu khawatir, di luar area taman wisata terdapat kios-kios yang menyediakan berbagai jenis makanan khas Makassar.

Anda juga bisa menikmati jagung bakar, kacang tanah baik yang dimasak maupun disangrai. Selain itu, di sisi jalan terdapat kios-kios yang menjual pernak-pernik bertema kupu-kupu. Mau mengoleksi awetan kupu-kupu yang telah dibingkai juga bisa. Hampir setiap kios menyediakannya.

Taman Kupu-kupu


Hm kenapa disebut taman kupu-kupu yah?

Dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (Tahun 2006) menuliskan bahwa terdapat  103 jenis kupu-kupu yang tersebar di kawasan wisata Bantimurung. Dua jenis di antaranya memiliki sebarang yang sangat terbatas, hanya bisa hidup dan berkembang pada habitat hutan di pinggir sungai. Kupu-kupu itu adalah Troides haliptron dan Papilio blumei.  

Olehnya itu,  pemerintah membuat penangkaran kupu-kupu demi melindungi kupu-kupu tersebut agar tidak punah. Area penangkaran kupu-kupu tersebut masih berada dalam area taman wisata Bantimurung, tetapi untuk memasuki area taman kupu-kupu itu sendiri, kita harus masuk dari pintu yang lain, lebih tepatnya loket lain hehehe…

Yaa … beli tiket lagi dong. Yap, tapi tidak mahal, cukup bayar Rp. 15.000. Anda sudah bisa masuk ke area Taman Kupu-kupu.


Dalam area ini terdapat satu bangunan kecil, serupa museum yang menyimpan awetan ratusan jenis kupu-kupu, dilengkapi dengan nama setiap jenis kupu-kupu. Informasi yang edukatif kan. 

Bagi pengunjung yang suka dengan tantangan, perjalanan bisa diteruskan ke atas lereng bukit menuju jembatan Helena Sky Brigde. Banyak yang memanfaatkan jembatan ini untuk menguji nyali atau sekedar foto-foto.

Jembatan Helena Sky Brigde ini dibangun di atas tebing 100 meter. Wuii tinggi juga ya. 

Di atas jembatan Helena Sky Brigde



Anda ingin melihat Taman Wisata Alam Bantimurung serta menikmati sensasinya? Naiklah ke jembatan ini, dijamin anda puas.

Sahabat blogger punya juga tempat wisata di Wonderful Indonesia? Yuk, ikut blog competition Wonderful Indonesia. Lihat informasinya di sini …




Read More

Arisan Resik HIJUP dan Manjakani; Manjakan Ibu dengan Ilmu. Ciptakan Keluarga Harmonis

Tuesday, November 27, 2018


Assalamualaikum sahabat Blogger.

Pernahkah Emak mengalami suasana yang tidak nyaman dengan suami? Bertengkar misalnya lalu main diam-diaman?
Jujur ya jawabnya. Tak perlu diumumkan, cukup dijawab dalam hati. Hehehe…

Saya?  Jawabnya PERNAH.  Beberapa kali malah.

Namanya juga suami istri, selama lebih 28 tahun hidup bersama, yang namanya mengalami suasana yang kurang nyaman, bahkan kadang sangat tidak nyaman pastilah pernah merasakannya. Bertengkar, iya. Ngambek-ngambekan juga  iya.

Apakah langsung pisah ranjang?

Astagfirullah! 
Jangaan!
 Amit-amiiit. Sumpah tujuh dasawarsa!

Suami istri ribut, itu sudah biasa. Piring dan sendok saja kadang ribut padahal tidak seranjang cuma sekeranjang kan?   
Itu benda Dawiah! Eits ada yang protes.
Tetapi itulah kenyataannya. Terus bisa bertahan sampai 28 tahun lebih itu, rahasianya apa Mak? Apa yah?

Saya juga bingung jawabnya.

Begini, saya dan Ayangbeb itu punya perbedaan banyak sekali. Ayangbeb seniman, hobbi  dan pandai menyanyi, bisa mainkan gitar dan mainkan  organ.  Beliau juga suka dan piawai melukis. Melukis pemandangan, mukaku saja tak pernah ia lukis. Terlalu indah  untuk diukir. Kata saya hehehe..

Sedangkan saya sama sekali tidak pandai dan tidak hobbi. Saya sukanya menikmati saja. Menikmati suaranya, permainan gitarnya, permainan organnya.  Juga menikmati lukisannya. Kalau disuruh menyanyi, saya akan lari sembunyi ke dalam pelukannya. Eeaa..😆

Saya hobbi membaca terutama novel, suka menulis dan menjahit. Sedangkan Ayangbeb paling malas disuruh membaca apalagi menulis. Tulis status saja yang pendek-pendek malas apalagi menulis artikel.

Selera makan kamipun jauh berbeda. Ayangbeb sukanya makan ikan yang ukurannya kecil-kecil, seperti ikan teri dan sebangsanya. Saya suka makan ikan yang besar. Makin besar ikannya makin saya suka, andai ada ikan paus, ikan pauspun saya makan. Sesuai ukuran tubuh, hehehe…

Satu-satunya persamaan kami adalah sama-sama CINTA.

Sama-sama suka tidur berdua (namanya juga suami istri) masa suami tidur di ranjang, istri tidur di dapur, iya kan?

Terus rahasianya bisa awet hingga sekarang? Semoga sampai maut memisahkan.
Yaah karena perbedaan itu.

Andai hobbi kami sama, pasti kami berebutan gitar, berebutan organ, tanding-tandingan menyanyi terus saling kritik. Atau kami akan berebutan novel, tanding-tandingan menulis dan seterusnya. Itu keluarga saya.  Jangan dijadikan tolok ukur dan jangan membully. Please!

Keluarga lain memiliki  hobbi yang sama, justru bisa saling mendukung


Perbedaan-perbedaan di antara kami itu menjadikan kami saling menghormati, lalu kami membuat suatu garis lurus agar ada benang merahnya. Benang merah itu sangat halus tetapi sangat kuat, yaitu SETIA.

Apakah hanya CINTA resep bertahannya suatu rumah tangga?

Inilah yang diperbincangkan kemarin di acara talksow bertema Arisan Resik bersama HIJUP dan Blogger Makassar yang berlangsung di ON20 Bar & Dining Sky Lounge Hotel Aston Makassar.


Hadir tiga orang pembicara yang sangat menginspirasi, yaitu Dr. Amelia Abdullah, SpOG, Nina Septiani, dan Yuna Eka Cristina yang mewakili resik V Manjakani. 
Perbincangan yang seru, buka-bukaan tentang keharmonisan suami istri, juga rahasia kesehatan dan kebersihan area kewanitaan.

Nina Septiani (influencer)

Nina Septiani, seorang ibu muda dengan segudang aktivitasnya banyak bercerita tentang kerempongannya menjadi ibu dari dua anak. Bagaimana ia harus “pingsankan” anak dulu sebelum bermesraan, heuu… 
Beliau juga banyak bertanya seputar miss V kepada Dr. Amelia yang kami sambut dengan tertawa. Soalnya yang diperbincangkan juga yang ditanyakan itu adalah juga pengalaman mama-mama muda yang hadir, kecuali saya mama tua.

Dr.  Amelia menjelaskan, salah satu kunci keharmonisan rumah tangga itu memberi pelayanan yang memuaskan kepada suami. Nah loh.

Dr. Amelia Abdullah, SpOG (Specialis Obstetri & Ginekologi)

Memuaskan dalam arti, suami merasa nyaman saat bersama istri, nyaman saat berhubungan intim, nyaman karena istrinya bersih, sehat, dan terutama resik. 
Caranya?
Yah, dirawatlah. 
Terutama daerah kewanitaan. Sebenarnya bukan hanya sekedar untuk kepuasan suami, tetapi lebih kepada menjaga kesehatan diri sendiri. Jika miss V bersih, sehat, dan terawat maka segala penyakit yang berhubungan daerah kewanitaan akan jauh.

“Sering-seringlah mengganti celana dalam (3-4 jam sekali), jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat, dan rajin membersihkan daerah kewanitaan.”
Dr. Amelia

Hal ini sejalan dengan yang dikatakan Ibu Yuna Eka Christina, Beliau menjelaskan bahwa merawat daerah kewanitaan sudah dilakukan para wanita sejak dahulu. Salah satunya dengan menggunakan buah manjakani.

Yuna Eka Christina (Brand Representative Resik V)

MANJAKANI?



Buah Manjakani

Dari berbagai sumber dijelaskan bahwa, Manjakani bernama latin Quercus infectoria adalah tumbuhan spesies Quercus. Pohon ini tumbuh di kawasan Yunani dan di sekitar Asia Kecil.
Secara farmakologi, manjakani mengandung zat inflamasi, antitremorin, anti virus, anti bakteri, antidiabetik, anti jamur, dan anti larvasida.

Melihat khasiat dari pohon ini, wajarlah jika digunakan sebagai salah satu bahan untuk menjaga kesehatan area kewanitaan. 
Yuk, kita gunakan buah Manjakani!
Wuiiits, daripada ribet mencari pohon Manjakani, terus diolah lagi yang belum tentu cara pengolahannya klinis maka  lebih baik kita gunakan yang pasti-pasti saja.

Apaan tuh? 
Produk Resik-V Khasiat Manjakani!

Produk ini, insya Allah dijamin halal, klinis, dan aman. Apalagi ditambah dengan bengkoang yang berkhasiat memutihkan. Tahu bengkoang kan? Muka saja bisa diputihkan atau dicerahkan apalagi daerah kewanitaan kita. 
Masa iya muka saja yang dibikin cling, sementara daerah "kesukaan" suami tidak. Iya kan?

Jadi jangan ragu lagi gunakan product knowledge dari resik-v Manjakani Whitening yah.

Oh yah, di acara Arisan Resik kemarin itu bukan sekedar arisan seperti arisannya ibu-ibu sosialita. Soal arisannya tidak pakai uang apalagi berlian hehehe… 

Tapiii ilmu yang didapatkan jauh lebih bermanfaat dibandingkan berlian. Kalau ada yang mau memberi saya berlian, yah pasti diterima dengan senang hati. Kalau arisan? Tunggu dulu, mesti kurangi jatah makan siang, malam, dan lain-lainnya. Hahaha….

Sudah dapat pencerahan, dapat bonus produk, dan tambahan ilmu lagi.
Yeeaaah.. workshop Decoupage Framing!

Diajar dengan telaten oleh mbak yang manis, Hennitandi. Crafter asal Surabaya ini katanya sudah bermukim di Makassar. Kalau masih  penasaran, silahkan stalkin ig nya, @kingsouvenir.mks

Yeeaah ini hasil praktik saya 😍

Alhamdulillah, nikmat Tuhan mana lagi yang akan saya dustakan.

Arisan Resik sudah memberi banyak manfaat kepada saya dan ibu-ibu blogger Makassar. Terkhusus terima kasih  kepada @HIJUP.com yang telah mengadakan acara ini.

Nah sebelum saya pamit, saya mau kasi kabar gembira nih. HIJUP.com kasi kamu voucer belanja Rp.50.000, belanja minimum Rp. 250.000. Horeeee!
Untuk dapatkan voucernya, silahkan klik di sini 

Tapi ingat yah, masa berlaku voucernya hingga 30 November 2018. Masih ada waktu kan. Buruan!



#ArisanResik
 #ResikVManjakaniWhitening
 #IstriResik
 #HIJUPBMmakassar

Read More