5 Mei 2021

Wednesday, May 5, 2021

 




Alhamdulillah kita masih bisa mengatakan "Selamat Datang" kepada bulan Mei.

Itu artinya saat kalian membaca tulisan ini, kalian masih bernapas.

"Masa iya tidak bernapas sih, kamu ada-ada saja deh, Dawiah!"

Eits, jangan salah, berapa banyak orang yang kita kenal sudah tak bisa menyambut bulan Mei tahun ini.

Coba deh kalian ingat-ingat lalu hitung, berapa orang yang mungkin keluarga kita, tetangga atau teman, bahkan orang yang kita kenal, tetapi tidak mengenal kita yang jatah usianya telah habis sebelum memasuki bulan Mei tahun 2021.

Seperti saya yang kehilangan dua  om sekaligus, hanya berbeda satu pekan.  Keduanya berpulang ke Rahmatullah di bulan Maret tahun ini.

Maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri hadiah napas kehidupan dari Allah Swt.

Alhamdulillah, kita masih bernapas, masih hidup, masih sehat dan masih bisa membaca tulisan receh saya ini.

 

 

Bulan Mei Penuh Berkah

 


Di salah satu grup whatsApp, seorang teman menyatakan kalau bulan Mei adalah “bulannya” karena beliau lahir di bulan Mei.

Kalau begitu, saya juga bisa dong mengatakan, kalau bulan Mei adalah bulan keberuntungan saya.

Sebab di bulan Mei itulah, saya dianugerahi seorang putri setelah tujuh tahun mulai putus asa akan kehadiran anak perempuan.

Alhamdulillah, saya dianugerahi empat putra berturut-turut. Kenapa bisa jadi empat? Karena selalu berharap anak kedua atau anak ketiga yang lahir adalah anak perempuan.

Hingga anak keempat lahir masih anak laki-laki, maka saat itu saya pasrah. “Sudahlah, mungkin kita memang cocoknya punya anak laki-laki saja.” Kata saya ke Ayangbeb.

Seperti biasa, Beliau hanya tersenyum dan mengusap lengan saya.

“Kata orang-orang, anak laki-laki itu miliknya ibu sedangkan anak perempuan miliknya ayah.”

“Tapi saya juga mau memiliki anak perempuan, agar ada teman masak di dapur, teman jalan ke salon, teman berbagi baju juga, dan sebagainya”

“Yaah, sudah. Yuk, kita bikin lagi!”

Ha-ha-ha- sesimpel itu jawabannya.

Memangnya bikin kue?

 

Sekali lagi, alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Setelah tujuh tahun, putra keempat kami gagal jadi anak bungsu  Anak perempuan yang tak lagi dirindukan itu, tiba-tiba hadir di saat usia saya sudah masuk 40 tahun.

Awalnya saya tak percaya bisa hamil lagi, karena setelah anak keempat lahir haid saya sudah tidak teratur. Saya pikir, mungkin saya sudah mau menopause maka kerinduan akan hadirnya anak perempuan sudah saya kubur dalam-dalam.

Namun, Allah Swt masih memercayakan kami satu lagi amanah yang tak ternilai harganya. Seorang anak perempuan yang lahir pada 5 Mei 2004 sekaligus menjadi anak penutup alias bungsu.

Duhai, sungguh bahagia rasanya.

Hari-hari kami selanjutnya adalah hari penuh kegembiraan. Ia mendapatkan ASI Eksklusif, sangat eksklusif malah karena ia menyusu selama tiga tahun. Usia 40 tahun sama sekali tak memengaruhi ASI saya, sangat berlimpah dan dia bebas menyusu kapan saja dan di mana saja.

Waktu itu, jarak tempuh rumah saya dengan sekolah tempat saya mengajar lumayan jauh. Saya dan Ayangbeb ke sekolah naik motor, maka si bungsu ini saya bawa juga dengan menempatkannya di antara saya dan suami,  lalu ia saya masukkan di dalam baju dan ditutupi dengan kerudung besar.

Kalian tahu apa yang ia lakukan di balik baju  dan kerudung saya?

Ia menyusu sepanjang jalan!

Awal perjalanan, ia menyusu di bagian kanan hingga persediaan ASI nya menipis. Di tengah perjalanan kami singgah dan mengubah posisinya ke bagian kiri lalu perjalananpun dilanjutkan dan proses meng-ASI-nya lanjut lagi. Tak berhenti mengisap sampai tiba di tujuan.

Masyaallah, saat tiba di rumah mama, ia sudah kekenyangan dan tertidur pulas. Sayapun bisa menitipkannya di rumah mama sementara saya lanjut ke sekolah mengajar. Jam istirahat saya balik ke rumah mama untuk kembali memberinya ASI, sebab ia tak doyan dengan susu formula.

 


Nabila dari tahun ke tahun


Kini, anak perempuan itu telah menjelma jadi gadis manis yang selalu menjadi teman saya. Teman berdebat, teman berbagi cerita, teman masak, teman berbagi kosmetik, dan sebagainya.

Hubungan saya dengan si putri bungsu tak selalu mesra. Kadang bikin kesal dan pakadumba-dumba, terutama kalau ia keluar rumah beraktivitas. 

Ah, kalau yang ini, pasti semua orang tua akan memiliki perasaan yang sama kan.

Ibu saya selalu mengingatkan, terutama kalau dia aktif di organisasi. 

“Dia itu seperti kamu dulu waktu gadis, senang berorganisasi, ceplas ceplos, kritis, dan sedikit keras hati.”

Mungkin ini pas dengan istilah like mother like daughter

Namun, ada satu perbedaan besar antara saya dengan dia. Saya lahir sebagai anak sulung yang tidak manja, kuat, dan pejuang sejati (puji ale) hi-hi-hi.

Sedangkan, dia lahir sebagai anak bungsu yang selalu dimanja sehingga berkembang menjadi anak kolokan, gampang cemberut apalagi kalau lagi “digangguin” sama kakak-kakaknya.

Apapun itu, dia adalah putri bungsu kesayangan kami. Dan ia selalu bisa menghibur saya dengan caranya meminta maaf.

Surat permintaan maaf Nabila (kebayang betenya dia saat foto ini diposting)😂


Hari ini dia milad ke 17 tahun.

Wow, sweet seventeen katanya.

Sejak kemarin ia memberi kode, “sweet seventeen niiiih …. dapat apa niih… waktu kakak-kakak milad ke-17 dapat hadiah, saya dapat apa niih…?”

Saya pura-pura tidak tahu, padahal saya sudah menyiapkan tulisan ini sebagai “hadiah terindah” untuknya.

Mungkin dia akan bilang, “Beuh, hanya tulisan?”

Jangan salah Nak. Tulisan ini akan abadi dan kelak kamu akan mengenangnya sebagai hadiah yang paling indah dan paling berkesan.

Tenang saja, saya akan menjadi sponsor utama dalam mendapatkan hadiah dari kakak-kakakmu, ha-ha-ha.

Setelah tulisan ini tayang, akan saya share ke mereka sebagai kode keras buat mereka. Tetap, mamanya kurang modal. Ha-ha-ha.

Sehat terus Nak, dan jadilah putri salihah kami.

Karena sebaik-baik anak muslimah adalah anak yang salihah.


Baca juga tentang Nabila di sini


Catatan:

Pakadumba-dumba = bikin deg-degan

Puji ale = Muji diri sendiri


11 comments

  1. Aku terharu kak baca ceritanya

    Emang bener banget, kadang kita ngerasa udah pasrah justru Allah kayak datangkan hal yang kita inginkan secara mendadak, apapun itu

    Salam yaa kak buat Nabila

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salamnya akan saya sampaikan. Terima kasih ya sudah mampir dan kasi komen.

      Delete
  2. Sama bulan kelahiran kami, semoga tidak sama keras kepalanya saya 😀😀😀
    Bukan Nabila yang mau nikah kak?

    ReplyDelete
  3. Miladnya beda sehari sama kk Maya tawwa. Selamat Milad sayang, makin cantik dan sehat sll ta

    ReplyDelete
  4. Teman berdebat, teman berbagi cerita, teman masak, teman berbagi kosmetik, dan sebagainya.


    Kecuali teman berbagi baju ... ups ... kabur.


    Hihi peace, Kaak.

    Masya Allah Nabila, gadis cantik shalihah-nya Bunda Dawiah. Baarakallahu fiik, Nak .. tetaplah jadi cerminannya Mama yg bisa bikin Mama mengenang masa mudanya dan pastinya semua reaksi Mama terhadap Nabila itu kemudian Mama renungkan kembali dan pastinya ada alasannya.

    Sweet sekali surat Nabila, hampir keluar air mataku baca ki ... terharuu.
    Peluk cium virtual buat Nabila.

    ReplyDelete
  5. Selamat, ya, Mbak. Apa yang diharapkan bisa terwujud. Kadang emang seperti itu, saat kita ingin sekali malah tidak dapat. Tapi, saat yaudahlah nggak jadi eh malah dikasih. Allah tau kapan waktu yang tepat hehe. Alhamdulillah, ya, Mbak.

    ReplyDelete
  6. Selamat ulang tahun Nabila yang ke tujuh belas. Semoga bisa jadi perempuan yang kuat, cerdas, independent, dan membanggakan orang tua yaaa :)

    ReplyDelete
  7. Selamat ulang tahun, Nabila. Barakallah fii umrik. Aamiin

    Nabila usianya sama dengan putra saya yang pertama, Bu. Sama-sama 17 tahun :)

    ReplyDelete
  8. Masyaallah, Alhamdulillah yah akhirnya dipercaya punya anak perempuan. selamat ulang tahun nabila, semoga selalu menjadi anak yang membanggakan orang tua.. Amiiinnn..

    ReplyDelete
  9. Happy sweet seventeen yaa Nabila, semoga jd anak solehah yaa, setiap anak memang ada aja yaa mba karakternya tuh yg walaupun sudah semakin gede, kita rasanya sebagai orang tua tetep lihat mereka tuh gemesin, walopun kadang gemesinnya pengen nyubit hahhaha

    ReplyDelete
  10. waaah putri bungsunya udah 17 tahun, trus putra sulungnya usia berapa mba? apa sudah menikah?
    alhamdulillah ya anak kelima jadi juga punya anak perempuan. Kakakku malah menanti memiliki putra, baru terwujud di anak kelima.

    ReplyDelete

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *