Yuk, Kenali Beberapa Jenis Daun dan Manfaatnya

Senin, 14 Oktober 2019


 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai  macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS. Asy-Syu’ara’: 7-8).

Sahabat pembaca, tahukah kalian berapa banyak jenis tumbuhan yang ada di dunia? Jika dalam Al Qur’an menyebutkan “banyak” maka pastilah kata itu diartikan sebagai tak terhingga, sehingga sangat sulit dihitung jumlahnya.

Bayangkan, jumlah pohon yang merupakan bagian dari  jenis tumbuhan saja,  yang tumbuh di dunia saat ini diperkirakan lebih dari tiga triliun. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Thomas Crowther, peneliti dari Universitas Yale Amerika Serikat pada tahun 2015.  (bbc.com).

Ini baru pohon. Tumbuhan yang berbatang keras dan besar, yang biasanya tumbuh di darat, belum termasuk tumbuhan yang hidup di air atau hidrofit. 
Tumbuh-tumbuhan itu diciptakan Allah bukanlah tanpa sebab. 

Lihat saja firman Allah berikut ini.

“…. Kami lebihkan tumbuhan yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” (QS. Ar-ra’d: 4).

Ini berarti pada umumnya tumbuhan memiliki manfaat bagi makhluk hidup yang lain. Mulai dari akar, batang, daun, hingga bunga dan buah serta bijinya.
Salah satu bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah daun. 
Tapi bukan berarti semua jenis daun tumbuhan berkhasiat sebagai obat yah.

Nah, kali ini saya akan menuliskan beberapa jenis daun yang biasa digunakan sebagai obat.

            Daun Lidah Buaya


Sumber: Pixabay.com


Lidah buaya adalah tumbuhan dengan nama latin aloe ferox mill, mengandung isobarbalsin, ilat baya, dan jadam. Ciri-cirinya adalah batang basah, tinggi mencapai 0,5 meter, daunnya tebal berair, berbentuk taji dengan tepi bergerigi, dan bunganya berbentuk tongkol serta berwarna orange.

Daun lidah buaya berkhasiat untuk pengobatan pada beberapa jenis penyakit, yaitu: ambeien atau wasir, kencing manis, asma, batuk, dan dapat pula digunakan untuk mencegah rambut rontok.

Sebagai obet ambein, daun lidah buaya setengah batang (karena daunnya berbentuk batang) diparut kemudian ditambahkan air setengah cangkir lalu diperas. Diminum dengan menambahkan dua sendok madu, lalu diminum sehari tiga kali.

         Daun Sosor Bebek



sumber: Pixabay.com

Sosor bebek atau ceker bebek atau jukut kawasa dengan nama latin kalanchoe pinnata Lam, adalah sejenis tumbuhan berbatang basah dengan tinggi batang mencapai lebih satu meter, tumbuh liar di tanah berbatu.

Biasanya dijadikan tanaman  hias dan bahan jamu. Daunnya tebal, bentuk lonjong dengan tepi daun yang bergerigi. Warnanya hijau cenderung abu-abu.

Ciri khas daunnya adalah banyak mengandung air, lembar daunnya mudah dipatahkan dengan tangkai daun bersayap. Bunganya berwarna merah atau orange. Sangat mudah dibiakkan, karena cukup dengan stek atau dengan daunnya yang telah ditumbuhi tumbuhan baru pada bagian lekuk-lekuk daunnya.

Manfaat daun sosor bebek ini antara lain, sebagai obat ambeien atau wasir, lambung nyeri, rematik, payu dara bengkak, batuk darah, dan sebagai obat penurun panas.

Cara mengolanya adalah dimasak dengan tiga gelas air hingga menjadi satu gelas, kemudian diminum tiga kali sehari.

         Daun Iler



Sumber: Pixabay.com

Tumbuhan iler mempunyai banyak nama, misalnya ada yang menamainya sebagai miana, jawer, kotok, kentangan, dan pilado. Demikian pula nama latinnya yang lebih dari satu nama, yakni Coleus atropurpureus Benth, Coleus blemui Bent, Coleus laciniatus Benth, dan Coleus ingratus Bent.

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah batangnya basah, tinggi mencapai 1,5. Bentuk daun segitiga atau bulat telur. Warna daunnya ungu, tepi daun berlekuk-lekuk, dan sedikit berbulu. Tumbuh liar di kebun maupun di ladang dan di pekarangan rumah.

Tumbuhan ini mengandung alkaloida, mineral dan minyak terbang. Sehingga daun ini dapat digunakan sebagai obat kencing manis, menjadikan haid teratur, juga mengobati keputihan, cacingan, dan ambeien. Biasa pula dimanfaatkan sebagai obet bisul, borok, luka, dan koreng.

Untuk menggunakan daun iler sebagai obat, maka harus direbus dengan satu liter air terlebih dahulu hingga airnya bersisa setengah liter, dan diminum dua kali sehari.

         Daun Duduk



Sumber: Pixabay.com


Disebut juga potong kajang, gerji, dan guluwalang. Nama latinnya adalah Desmodium triquetrum Dc dan Pteroloma triquetrum Benth
Tumbuhan  ini tumbuh liar di ladang dan di hutan dengan tinggi hingga 3 meter. Daunnya berbentuk lonjong, tersusun, yang dekat tangkai, lembar daunnya kecil dan agak bulat. Bunganya berwarna merah muda.

Tumbuhan ini mengandung kalium, zat samak dan asam kersik. Bagian tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat adalah daun, biji, dan akar.

Tumbuhan ini digunakan untuk mengobati penyakit kencing batu, pinggang nyeri, masuk angin, demam, disentri, dan ambeien atau wasir.

         Daun Selada



Sumber: Pixabay.com

Tumbuhan selada biasa juga disebut selada air, kenci, dan jembah. Tumbuhan yang diberi nama latin Nasturtium officinale R. Br ini mengandung vitamin A, B, C, dan zat besi, kasium, phosphor serta protein dan minyak.

Bagian tumbuhan selada yang biasa digunakan sebagai obat adalah semua bagian tumbuhan. Tumbuh liar dekat perairan dengan bentuk daun segitiga, rasanya manis dan tidak berbunga. 

Biasanya digunakan untuk mengobati penyakit hipertensi, urat dara mengeras, ambeien atau wasir, dan terkilir.

              Daun Sudamala



Sumber: Pixabay.com


Artemisia latifolia Rumph, Artemisia vulgaris Linn, adalah nama-nama latin dari tumbuhan sudamala. Di Indonesia, tumbuhan  sudamala biasa juga disebut tumbuhan manis, suket gajahan, baru vina, dan brobos kebo.

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah batangnya yang basah dengan tinggi tumbuhan mencapai 2 meter. Bentuk daunnya bulat telur, cabangnya banyak. Bunga majemuk, kecil dan berwarna kuning. Daun pada tumbuhan sudamata mengandung minyak terbang, artemisin, dan zat samak.

Daun ini berkhasiat menyembuhkan  penyakit lemah syahwat, disentri, keputihan, mimisan, wasir, dan dapat pula menambah nafsu makan.

          Daun Andewi



Sumber: Pixabay.com

Tumbuhan andewi dikenal pula dengan nama andepi, andebi, sasawi, sayur cina, dan jabung. Tumbuhan dengan nama latin Cichorium endervia Linn ini mengandung vitamin A, B, dan C. 
Juga mengandung zat besi dan kalsium. Semua bagian tumbuhan Andewi dapat digunakan sebagai obat, termasuk daunnya.

Ciri-ciri tumbuhan andewi adalah batangnya terasa basah, tinggi mencapai 1,5 meter. Daunnya tunggal, bentuk bulat telur dengan lekuk-lekuk pada ujungnya, bunganya berwarna biru muda yang tumbuh di ketiak daun. Daun ini dikenal sebagai sayuran, yaitu sawi atau sasawi.

Karena tumbuhan ini mengandung vitamin A, B, dan C. Juga mengandung zat besi dan kalsium, maka dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit, antara lain: batuk, rajasinga, demam, keputihan, dan ambeien.

Cara penggunaanya adalah cukup dijadikan lauk dan dimakan tiga kali sehari sebanyak 10 lembar.

         Daun Putri



Sumber: Pixabay.com

Daun ungu, handeleum, kroton, demung dan daun wungu adalah nama-nama yang digunakan di Indonesia pada tumbuhan ini. Nama botaninya adalah Graptophyllum pictum Griff dan Graptophyllum hortense Nees.

Tumbuhan ini biasa digunakan sebagai pagar hidup karena termasuk tumbuhan perdu dengan tinggi mencapai 6 hingga 7 meter. Bentuk daunnya lonjong, tumbuh berhadapan dengan warna hijau keunguan. Bunganya bentuk bintang dan  berwarna ungu.

Mengandung alkaloida, sehingga bermanfaat sebagai obat ambeien atau wasir. Dapat pula digunakan untuk mengobati penyakit borok dan bisul.

Cara penggunaannya adalah:  6 lembar daun putri ditumbuh atau diremas-remas lalu dicampur dengan 100 ml air matang kemudian ditambahkan satu sendok madu, kemudian diminum.

Masih banyak lagi jenis daun yang biasa digunakan sebagai obat. Tapi untuk kali ini, cukup delapan jenis daun dulu yah. 

Demikian, semoga bermanfaat.






13 komentar

  1. Sempat saya gagal fokus baca itu daun Sudalama menjadi su*dala, bunda. Hhahah... Ampyuuunnn.

    Saya paling suka makan daun selada. Apalagi kalo makannya dengan daging2 barbeque. Enak banget itu, bunda.

    BalasHapus
  2. Hahahaa... sama ma Mami Ery, saya malah balik.klik ulang tuh Daun Sudamala. Penasaran... baca kepleset jafi bahasa yg kurang santun wkwkwk....

    Makasih Bunda sayang dah share tulisan ttg daun. Tak ada alasan untuk tidak mencintai tumbuhan. Banyaaaaakkk sekali manfaatx bagi kehidupan

    BalasHapus
  3. Lah baru tau saya kalau daun selada itu termasuk obat juga. Saya selama ini taunya enak aja kalau lagi makan di kondangan terus ada seladanya jadi kadang saya tumpuk di piring hahaha

    BalasHapus
  4. Maa syaa Allaah ada banyak daun yang bisa dijadikan obat ya Bund. Di antara daun-daun yang disebut di atas ,saya baru tahu nih, salah satunya lidah buaya bisa dijadikan obat ambeien. Selama ini tahunya lidah buaya sebagai tanaman penyubur rambut saja.

    BalasHapus
  5. Wah Saya baru tau kalo yg merah itu namanya daun iler, sering banget nemu di pot tetangga, dan ternyata bisa dimakan juga ya untuk obat, saya kira cuma sebagai tanaman hias aja

    BalasHapus
  6. Makasih sharingnya mbak. Aku baru tau kalau sosor bebek juga bisa jadi obat. Kirain cuma tanaman hias biasa aja

    BalasHapus
  7. Bunda yang familiar buatku cuma daun lidah buaya, sosor bebek dan selada..Yang lain pernah tahu tapi enggak ngeh anmanya apa.
    Ternyata begitu banyak manfaat daun-daun ini buat kita ya. Beberapa bahkan tanaman liar yang kita kira enggak ada gunanya.
    Makasih sharingnya Bunda

    BalasHapus
  8. Daun sundamala itu, rumput gajah tah bun? Bisa buat keputihan ternyata, ya?
    Nice sharing bunda.

    BalasHapus
  9. Beberapa daun ada yg jadi lalapan kalau di Bandung. Tapi ada yg dimasak sih. Ada yg saya belum tahu nih Bun. Di rumah hanya ada lidah buaya. Banyak ternyata daun² yang berkhasiat tsb. Makasih infonya Bun...

    BalasHapus
  10. Penting sih buat mengetahui kandungan dan manfaat tumbuh-tumbuhan.

    Lidah buaya mungkin banyak dikenal untuk rambut dan sekarang perskinkeran juga banyak yang mengandung lidah buaya.

    Terus selada, lebih kita kenalnya sebagai sayuran yang kita konsumsi saja.

    Ternyata lebih dari itu, bisa juga untuk obat. Maha Besar Allah ya. Terima kasih infonya, Mbak.

    BalasHapus
  11. Aku hanya taunya cocor bebek dan lidah buaya >.<
    Baca ini setelah berkebun tadi pagi, aku merasa kaya. Di pekarangan, daun ini ada semua. Yihaaaa

    BalasHapus
  12. Masya Allah, benar-benar Allah itu menciptakan tumbuhan dengan segala manfaat nya ya, Bund. Dari sekian daun yg disebut di atas, plaing akrab sih daun selada Krn sering saya jadikan lalapan. Lidah buaya pernah buat minuman juga, segaaar

    BalasHapus
  13. Aku baru liat daun sosor bebek, dan baru tau juga manfaatnya. Terima kasih untuk infonya, Bunda. Jadi tau lebih banyak tentang daun dan manfaatnya :)

    BalasHapus

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Nama

Email *

Pesan *