Minggu, 02 September 2018

Selisik; Menyiapkan SDM Untuk Menghadapi Industri 4.0



Melacak arti kata selisik melalui kbbi daring, maka saya mendapatkan artinya, yaitu menyingkap, mengusut dengan teliti atau menyelidiki. Apakah kegiatan ini bisa  diartikan seperti itu?
 Dari materi yang akan saya paparkan, sepertinya cocok saja kalau kegiatan ini diartikan sama dengan arti kata selisik itu sendiri.  Sekalipun kata SELISIK yang dipergunakan hanya merupakan singkatan dari “Seminar Nasional Telekomunikasi & Informatika.”
Cukup menggelitik sebenarnya, karena jika kita menggunakan kata itu di laman pencarian internet, maka yang akan muncul adalah beberapa berita yang sangat berbeda dengan nama kegiatan tersebut.
Tidak percaya?

Coba de ketikkan kata SELISIK, maka akan muncul berita “KPK Selisik Kasus …” atau KPK Selisik Aliran Suap … bahkan muncul berita “ Polisi Selisik Peran Kekasih Pembunuh …” 


Maka saya katakan, pemberian nama untuk kegiatan ini sangat keren sekeren kegiatan itu sendiri tentunya. Lihat saja susunan acaranya.

Oh yah, ternyata kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun.  Saya saja yang kudet  

Selisik merupakan media untuk saling berbagi informasi dan  ide juga pengalaman dibidang informatika dan telekomunikasi, pesertanya adalah praktisi dan akademisi.  

Kali ini  acaranya bertempat di Harris Convention Festival Citylink, Bandung dan  STTB, APTIKOM, IndoCEISS serta  NERIS yang menjadi penyelenggaranya.  




Seperti pada acara-acara resmi lainnya, pembukaan Selisik 2018 dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian persembahan tari dan permainan angklung oleh  Unit Kegiatan Mahasiswa STT Bandung. Selanjutnya adalah  laporan Ketua Panitia Selisik 2018, Ibu Haraya Gusdevi, S.Kom., M.Kom.

Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yaitu sambutan dari ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Nasheer, S.Kom., M.T. dan Wakil Ketua APTIKOM Jabar, Bapak Yusuf Arifin, S.Si., M.M.

Acara diteruskan dengan penandatangan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerjasama. 





Dan acara yang dinanti-nantikan oleh peserta lomba Kompetisi SELISIK 2018 adalah pengumuman pemenang Kompetisi Selisik 2018.  




Seminar kali ini menghadirkan dua pembicara utama,  yaitu Bapak Priyanto Rudito. Ph.D selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis,   dan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Bapak Prof. Dr. Suyatno. 


Priyanto Rudito, Ph.D


Tema yang disampaikan Bapak Priyanto Rudito. Ph.D adalah “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan Mengembangkan Digital Mastery.”
Bapak Priyanto menguraikan bahwa inisiatif industry 4.0 atau revolusi industri generasi keempat adalah tren global dalam industri manufaktur yang dimulai dari industri 1.0 kemudian industri 2.0, industri 3.0 hingga kini industri 4.0.

Apa dan bagaimana perkembangan industri tersebut?

Dimulai pada akhir abad ke-18, disebut industry 1.0 di mana pada masa itu industri berfokus pada produksi mekanik yang menggunakan air dan tenaga uap. Terlihat dari penemuan  mesin uap oleh James Watt.  
Revolusi Industri 2.0 berlangsung pada awal abad ke-18. Pada masa ini telekomunikasi dan listrik ditemukan sehingga industri  diproduksi secara massal berdasarkan pembagian kerja. 
Industri 3.0 terjadi pada awal tahun 70-an. Pada masa itu, penggunaan elektronik dan IT mulai mengotomatisasi produksi. Berlangsung hingga abad ke-20 di mana teknologi berevolusi sangat cepat.
Saat ini kita sudah mulai memasuki revolusi indutri 4.0, di mana sistem fisik maya semakin mengglobal. Internet seakan sudah menjadi kebutuhan primer manusia, sehingga banyak sekali kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan offline bisa beralih ke kegiatan on line.

Maka tidak salah kalau Bapak Priyanto memberi pesan bahwa:



“Digital transformation is multi dimensional, but the core dimension is Human Capital”

“Transformasi digital bersifat multi dimensi, tetapi dimensi intinya adalah Sumber Daya Manusia” (Priyantono Rudito, 2018)


Pembicara kedua adalah Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Bapak Prof. Dr. Suyanto, M.M. Beliau menjelaskan bahwa sumber daya manusia nantinya akan terbagi menjadi empat bagian, yakni Professional, Enterpreneur, Sciencetist, dan Artist.

Sumber foto: Vie Asano

Prof. Dr. Suyanto, M.M.

Revolusi industri 4.0 mengharuskan kita memperluas jaringan dan inovasi. Bapak Suyanto mempertegas bahwa inovasi sangat diperlukan dalam produktivitas dan harus memiliki value atau nilai lebih. 


Design, Production, Branding, Channeling adalah alur untuk menghasilkan value. Dasar dari keempat alur tersebut adalah Culture dan Ideation (Suyanto, 2018)


Bagaimana?
Sudah yakin bukan kalau kegiatan Selisik 2018 ini maksudnya sama dengan arti selisik yang sebenarnya, yaitu:  menyingkap, mengusut dengan teliti atau menyelidiki. 

Yang disingkap, diusut dan diselidiki  adalah bagaimana kita seharusnya menyikapi revolusi industri 4.0.
Sebenarnya sejak tahun 2011, pemerintah Indonesia sudah menyadari adanya revolusi industri 4.0 itu. Hal ini dikatakan oleh Menteri Perindustrian Bapak Airlangga Hartanto pada acara Sosialisasi Roadmap Implementasi Industry 4.0. (Sumber: Kemenperin.go.id).

Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industry 4.0, yang ditandai meningkatnya konektivitas,interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi,” 
(Airlangga Hartarto)

Maka Selisik 2018 ini merupakan salah satu upaya praktisi pendidikan dan para akademisi dalam menyambut revolusi industri 4.0.
Semoga saja kita dan generasi berikutnya tidak “kaget” dan bersiap menyambut Revolusi Industri 4.0.

#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#STTBandung


31 komentar:

  1. Begitu banyak perkembangan jaman now. Memang harus disikapi dengan kreatif, inovatif, dan tepat sasaran.

    Oya pas ki istilah selisik. Kalo ndak salah ingat telisik juga mirip artinya. Pernah ka' cari di KBBI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. kalau kata "telisik" diketik maka yang akan muncul adalah "selisik" jadi samaji artinya.

      Hapus
  2. Setahuku selisik itu mirip-mirip dengan menyelidiki. Semacam keppo parah begitu di. Ternyata artinya menjadi lebih jauh dan membawa kita sampai pada yang disebut revolusi industri. Detai banget ulasannya kaka Dawiah. Mana mi lanjutan cerpenta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Novie, insya Allah tulisan fiksi akan menyusul. on progress

      Hapus
  3. Wah saya juga kudet.. baru tau kalau ada kegiatan seperti ini... hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kita membaca di, itumi pentingnya membaca dan belajar karena saya juga kudet awalnya.

      Hapus
  4. Wah saya juga kudet.. baru tau kalau ada kegiatan seperti ini... hihihi

    BalasHapus
  5. Perlu SDM yang berkualitas dalam menghadapi revolusi industri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, tugas kita mempersiapkan generasi yang berkualitas, setidaknya kita mulai dari anak-anak di rumah.

      Hapus
  6. industri 4.0 sudah didepan mata. selanjutnya bagaimana kita mampu memanfaatkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memanfaatkan dan mengembangkan ya sayang

      Hapus
  7. Pr kita berarti ini ya Mba, untuk mempersiapkan anak2 kita memasuki era revolusi industri 4.0 ini

    BalasHapus
  8. Wow! Jaman makin canggih, so kita pun gak boleh ketinggalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yo yo ayooo...singsingkan lengan baju hehehe

      Hapus
  9. Semoga saja kita dan generasi berikutnya tidak “kaget” dan bersiap menyambut Revolusi Industri 4.0.
    Setuju, tugas kita bersama untuk menyiapkan generasi penerus agar siap menghadapinya! Terus fokus..satu titik..titik itu...!! :)

    BalasHapus
  10. Harus mempersiapkan diri menghadapi industri 4.0

    BalasHapus
  11. Aku suka acaranya mba.. jd kangen masa2 kuliah ada kuliah umum.. bikin melek juga klo kita ga bisa terus2nya nyaman sama kebiasaan harus lebih berpikir kreatif biar ga ketinggalan

    BalasHapus
  12. Yaaakk, kita juga harus siap-siap adaptasi terhadap perubahan yang ada supaya tidak tertinggal.

    BalasHapus
  13. Ohh, ini tuh kegiatan rutin to? Baru tau juga. Btw Revolusi Industri ini menantang banget buat mak emak seperti kita, Bund. Tugas kita menyiapkan generasi yang siap adu inovasi.

    BalasHapus
  14. Keren banget ya mba acaranya. Bikin kita semakin semangat untuk memperbaiki kualitas diri agar bisa terus bermanfaat bagi sesama.

    BalasHapus
  15. Materi yang keren banget bun. Ohoho jadi membayangkan di depan sana tantangan industri semakin berat. SDMnya harus bisa mengimbangi kalau gak mau hidup tertinggal. Nice share bun.

    BalasHapus
  16. Keren ya, Bun, acaranya. Semoga makin banyak seminar2 serupa agar emak2 macam saya makin melek teknologi hihihi

    BalasHapus
  17. Emak juga ga mau ketinggalan dong di era Industri 4.0

    BalasHapus
  18. Kita semua harus siap-siap menghadapi Resolusi Industri 4.0 ini ya, Bunda

    BalasHapus
  19. Saya juga baru tahu kalo ini adalah event tahunan, Bun. Kerenn, ya?

    BalasHapus
  20. Seketika saya yang anak-anaknya masih SD ini pengen banget anak-anak juga bisa berkompetisi seperti mahasiswa-mahasiswi di sana. Menang kalah bukan masalah. Tapi mereka sudah berani tampil, ya kan?

    BalasHapus
  21. Sayangnya saya jauh dari Bandung. Coba kalau deket pasti saya ikut tuh acara keren

    BalasHapus
  22. Keren yes acara dan infonya...

    BalasHapus
  23. Keren banget sih acaranya rugi gak ikutan yah

    BalasHapus
  24. Mantap ini acaranya. Membuka mata kita supaya melek teknologi

    BalasHapus