Rabu, 15 Maret 2017

Buku yang Menghipnotis


Judul Buku: Para Abdullah Di Sekitar Rasulullah
Penulis: Haeriah Syamsuddin
Editor: Muslik
Desain Sampul: Budi Setiawan
Tata Letak: Nunu Saputra Kostawa
Penerbit: Khazanah Intelektual
Cetakan: Pertama, Juni 2013 M/Sya’ban 1434 H

Sebenarnya buku ini sudah lama kumiliki, hadiah dari penulisnya,  Ibu Haeriah Syamsuddin.
Aku tidak pernah mengenal beliau, belum pernah juga membaca bukunya. Maka bukanlah tanpa sebab, ketika  Allah SWT mempertemukan kami dalam suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh IIDN Makassar beberapa waktu lalu.
Bertempat di Dilo Makassar, kami bertemu walau tak sempat saling menyapa namun hadiah buku yang dibagikan kepada semua yang hadir  telah menghasilkan   jalinan silaturahim yang indah.
Aku tidak tahu, apakah aku akan mereview buku ini atau akan membedanya. Entahlah. Yang pasti, aku akan membagi kekagumanku, kebanggaanku atas kisah-kisah para Abdullah di sekitar Rasulullah yang ditulis dengan sangat apik.

Buku ini bertema sejarah, sejarah Islam. 
Sejarah tentang Rasulullah,  sejarah tentang para sahabatnya. (Semoga aku tidak salah menginterpretasi).



Judul buku ini sangat menggoda, juga menyimpan tanya. Sehingga mendorongku untuk mulai membacanya.
Dan hasilnya adalah buku ini berhasil  menarikku ke dalam pusaran kisah indah, cerita kasih sayang karena Allah, juga  semangat para sahabat dan orang-orang yang berada di sekitar  Rasulullah. Yang unik dalam buku ini adalah semua kisah sahabat Rasulullah yang bernama Abdullah saja.
Maka tidak ada kata lain yang bisa kukatakan selain kata “Sangat Cerdas.”

Begitu banyak kerabat dan sahabat Rasulullah yang mengelilinginya, tetapi siapa yang menyangka bahwa kerabat dan sahabat beliau yang bernama Abdullah tidaklah sedikit.
Dari buku ini, aku mengetahui ada  dua puluh orang yang berada di sekitar Rasulullah yang bernama Abdullah. Masya Allah!

Penulis menggambarkan setiap sahabat Rasulullah yang bernama Abdullah itu dengan lugas, penggambarannya nyata, sedemikian nyatanya sehingga aku merasa melihat dan bertemu dengan para sahabat Rasulullah yang mulia itu. Tentu saja ini tidak serta merta ditulis, ini adalah hasil penelusuran panjang penulis sehingga dapat menuliskan kisah para Abdullah ini dengan sangat teliti.
Penulis juga menuturkan kisah para Abdullah di sekitar Rasulullah itu dengan kata-kata yang indah dan  penuh cinta sehingga kita yang membacanya merasa turut cinta kepada sahabat Rasulullah terutama kepada Rasulullah sendiri.
Dari kisah para Abdullah ini, kita mendapatkan gambaran betapa hebatnya orang-orang yang berada di sekitar Rasulullah dan betapa dahsyatnya pesona dan pengaruh Rasulullah sehingga dapat menuntun, mengajari memberi tauladan kepada sahabat-sahabatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Penulis menggambarkan pesona itu melalui Abdullah bin Umar anak dari Umar bin Khattab yang sangat mencintai Rasulullah sehingga setiap tingkah laku Rasulullah, beliau mengikutinya.
Adalah Abdullah bin Abbas, sepupu sekaligus keponakan Rasulullah dituturkan oleh penulis sebagai orang yang didoakan oleh Rasulullah agar menjadi faqih dalam agama, maka doa itu terkabul sehingga Abdullah bin Abbas dikenal sebagai sang ulama ummat.

Bagaimana dengan para Abdullah lainnya?
Penulis piawai merangkai kata yang memotivasi untuk terus membaca demi menuntaskan rasa ingin tahu kita tentang Abdullah lainnya.
Seperti kisah Abdullah bin Amr bin Ash, sangat kuat beribadah. Begitu kuatnya beribadah sehingga Rasulullah menasehatinya sebagaimana yang diriwayatkan oleh H.R. Bukhari dan Muslim. “Sesungguhnya aku puasa dan berbuka. Aku salat dan tidur. Aku menikahi perempuan. Ketahuilah, tubuhmu juga punya hak untuk istirahat. Maka, siapa yang tidak suka sunnahku, tidak termasuk dalam golongan ummatku.”

Kita juga akan disuguhi kisah keberanian  dari Abdullah bin Zubair yang berperang diusia 12 tahun. Jika dibandingkan dengan keadaan saat ini, masih adakah anak-anak remaja seusia Abdullah bin Zubair yang memiliki keberanian seperti itu? Sehingga diakhir hidupnya, telah merusak akhirat Hajjaj.
Abdullah bin Mas’ud, adalah orang yang diberi pujian oleh Rasulullah. “Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana ketika Al-Qur’an diturunkan, maka bacalah sebagaimana cara membaca Ibnu Ummi Ibdin (Abdullah bin Mas’ud)” (H.R. Ahmad).

Membaca kisah Abdullah bin Rawahah,  Abdullah bin Jahsy. Abdullah bin Amru bin Haram, Abdullah Dzul Bajadain, yang dituturkan oleh penulis  seakan mengaduk-aduk perasaanku. Kisah gugurnya satu persatu sahabat Rasulullah di medan perang telah menyeretku dalam kubangan kesedihan juga rasa bangga akan keberanian mereka hingga “kecemburuanku” atas berita gembira bahwa mereka telah diterima sebagai syahid.

"Kecemburuanku" semakin tak terbendung ketika penulis mengisahkan tentang Abdullah bin Ummi Maktum, seorang buta yang sangat ingin berjihad sehingga kehadirannya telah menyebabkan turunnya surah Abasa (80). Masya Allah!

Aku semakin hanyut dalam lautan kisah para Abdullah dalam buku ini. Kisah keteguhan iman Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi dan kerelaannya mencium kepala kaisar demi membebaskan tawanan Muslim lainnya, sehingga dia mendapatkan hadiah ciuman di kepalanya oleh Khalifah Umar bin Khattab r.a yang kemudian diikuti oleh kaum Muslimin lainnya. (Aku tersenyum simpul membaca kisah manis ini).
Semangatku untuk terus membela dan mencintai agamaku ini semakin menggebu ketika membaca kisah  Abdullah bin Abu Aufa yang berperang dalam perang Khaibar, Abdullah bin Salam, pemuka Yahudi yang masuk Islam dan kelak menjadi penghuni surga.

Akhirnya aku kehabisan kata-kata.
Tak elok rupanya jika aku menuturkan semua tentang kisah para Abdullah itu. Jika saudara-saudara muslimku penasaran dengan kisah-kisah yang indah, seru, dan menginspirasi ini, maka segeralah membacanya!
Ukuran bukunya tidak terlalu besar, juga tidak terlalu tebal sehingga sangat enteng dibawa kemana-mana. Namun percayalah, isinya sangat padat!

Selamat untuk penulis Haeriah Syamsuddin, yang telah berhasil menyusun kisah indah ini. Terima kasih atas butiran kata yang telah disebarkan.

6 komentar:

  1. Terima kasih sudah berkunjung

    BalasHapus
  2. Waah.. buku ini bagus untuk dibaca. Saya sekarang jadi taum, ternyata banyak Abdullah di sekitar Rasulullah.

    BalasHapus
  3. Terima kasih sudah berkenan membuatkan review untuk buku ini. Buku ini memang ditulis dengan penuh cinta dan sebagai ungkapan cinta pada mereka para Abdullah, para shalafush shalih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eee...ada penulisnya, terima kasih sudah berkunjung.
      Ditunggu buku berikutnya.

      Hapus
  4. Buku yang indah memang, Kak. Saya juga sudah me-review-nya.

    BalasHapus