Happy 36th Wedding Anniversary
Berharap ayangbeb ingat.
Dia jawab dong, dengan pertanyaan.
"Tanggal berapa memang kita menikah?”
Yaa salaaam … hahahaha
“Tepat hari ini. 14 Februari, 36 tahun lalu.”
Jawabku sambil menghayal. Dia akan mencium keningku. Atau kasi selamat. Jabat tangan sajalah, cukup.
Tak mau halu lebih jauh lagi, misalnya kasi hadiah atau kasi bunga.
Beuuh… jauhlah itu.
Namun, itu bukan hal baru bagi kami. Mungkin peristiwa penting bagi orang lain, tapi bagi kami. Biasa saja.
Misalnya, ulang tahun. Jarang sekali kami ingat.
Bahkan dulu sebelum anak-anak besar dan mengerti tentang ulang tahun. Kami lebih sering lupa tanggal kelahiran masing-masing.
Tak terkecuali tanggal pernikahan kami.
Yaaah, tak apalah dia lupa asalkan dia tidak lupa kalau saya masih istrinya. Wkwkwkwk.
Menikah di Hari Valentine
Kami menikah bertepatan dengan hari valentine. Dan itu kebetulan saja.
Manalah kami tahu tentang hari valentine itu.
Alhamdulillah 36 tahun masih bersama. Betapa banyak hal yang terjadi selama itu.
Suka dan duka tak terbilang banyaknya. Masalah demi masalah kami atasi bersama.
Kadang marahan sampai beberapa jam. Tak lama. Baikan lagi.
Saya ingat-ingat. Sayalah yang paling sering marah. Paling sering
ngamuk. Dia sih, tenang orangnya.
Sesekali marah lalu ujung-ujungnya minta maaf. Padahal penyebab amarahnya biasanya dari saya juga.
Kami masih bersama hingga saat ini karena Karunia-Nya semata.
Kalau bukan karena Rida Ilahi. Apalah daya kami.
Juga maafnya yang tak terukur.
Betapa banyak salah yg saya lakukan, tapi selalu dia maafkan.
Dan itu salah satu kuncinya.
Pernah ditanya oleh seseorang,
“Seandainya kamu dikembalikan ke masa lalu, suami seperti siapa yang akan kau pilih?”
Saya jawab.
“Saya tetap memilih dia. Suami saya sekarang.”
Alasannya sederhana.
- Hanya dia yang mau menerima saya apa adanya. Hanya dia memiliki maaf tak terukur untuk semua kesalahan saya.
- Hanya dia yang bisa menenangkan jiwa saya manakala kegelisahan datang mengganggu.
- Hanya dia yang tahu kesedihan saya tanpa diberitahu.
Eh, itu tidak sederhana sih sebenarnya.
Saya yakin perasaan kami begitu, karena kami saling mencintai.
Karena mencintai tidak butuh alasan.
Tidak ada perayaan, tak ada pula ucapan. Tapi saya merasa perlu menuliskannya sebagai bukti.
Bahwa betapa bersyukurnya saya atas karunia Allah ini. Sebuah rumah tangga yang masih bertahan hingga kini.
Selamat Ulang Tahun Pernikahan buat keluarga kami. Semoga keberkahan selalu menyertai perjalanan rumah tangga kami. Amin.
Semoga Allah masih menyayangi keluarga kami dan mempertemukan serta mempersatukan kami lagi kelak di surga-Nya. Amin
Makassar, 15 Februari 2026
Dawiah

Post a Comment