Senin, 02 Juli 2018

PLN Mengajar “Terangi Bangsa dengan Pendidikan”


18 Mei 2018, saya mendapatkan pesan lewat whatsapp dari ibu Rubhy kalau tim PLN akan datang ke sekolah yang saya pimpin, SMP Muhammadiyah 3 Makassar. Tujuannya adalah untuk meninjau kelayakan sebagai penerima bantuan dalam program PLN Mengajar. Sayangnya pesan itu terlambat saya baca sehingga saya tidak ke sekolah untuk menyambut mereka.

Harapan yang Hampir  Pupus

Saya membayangkan kekecewaan dari tim PLN, datang ke sekolah dengan kondisi pintu gerbang yang tertutup karena waktu itu sekolah masih  libur awal Ramadan. Harapan saya sebagai penerima bantuan pupuslah sudah.

Minggu kedua Ramadan 1439 H bertepatan tanggal 21 Mei 2018 libur awal Ramadan berakhir. Saat kami, guru-guru berbincang di ruang guru, datanglah dua orang tamu yang memakai seragam berlogo PLN. Mereka memperkenalkan diri sebagai pegawai PLN. Saya dan guru-guru saling berpandangan dengan mata berbinar penuh harapan.

Adalah Ibu Rosita dan Pak Ichwan Safari sebagai perwakilan dari PLN yang ditugaskan untuk meninjau sekolah kami. Dengan langkah ringan, saya mengantar mereka ke lantai dua, di mana di tempat itu terdapat ruang komputer bersebelahan dengan ruang perpustakaan, kantor sekaligus ruang guru SMA Muhammadiyah 2, dan beberapa ruang kelas.

Saya menangkap  tatapan keprihatinan dari mereka saat memasuki ruang komputer yang kami sebut sebagai laboratorium komputer juga ruang perpustakaan. Dengan cekatan, bu Rosita memotret setiap sudut dari kedua ruangan tersebut.

“Berdoa ya Bu, semoga sekolah ibu yang terpilih sebagai sekolah penerima bantuan PLN Peduli Pendidikan, PLN Mengajar.” Kata ibu Rosita.
“Aamin ya Rabb.” Dengan takzim saya mengamini doa ibu Rosita.

Tidak Ada yang Terjadi Di Dunia Secara Kebetulan


Pemberian Bantuan Secara Simbolis



Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya, tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS: Al-An’am: 59).

Saya sungguh meyakini ayat ini, maka saya katakan tidak ada yang kebetulan, semua adalah atas skenario Allah SWT.

“Tidak ada yang kebetulan Bu, Allah SWT telah menetapkan,  bahwa sekolah ibu layak mendapatkan bantuan dari PLN Mengajar melalui program PLN Peduli Pendidikan.” Kalimat ini diucapkan oleh Ibu Rosita saat saya datang memenuhi panggilannya di kantor PLN.

“Alhamdulillah, ini adalah berkah Ramadan Bu, terima kasih.” Jawabku terharu.

Setelah perbincangan yang membuat perasaan melambung itu, saya segera ke sekolah. Dengan penuh suka cita saya mengabarkan kabar membahagiakan itu kepada seluruh personil sekolah, dan langsung melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan.

Menyusun proposal, mengatur prosesi penyambutan di sekolah, melatih siswa menari dalam rangka  menyambut tamu istimewa, yaitu  GM PLN beserta jajarannya, dan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Pengalungan Bunga Kepada GM PLN Wilayah Sulselrabar


Hanya dalam waktu satu pekan, persiapan itu sudah beres. Kami dari pihak sekolah melakukannya dengan kebahagiaan yang tiada terkira. Harapan akan perbaikan sekolah menjadi penyebab segalanya.

Ramadan tahun ini adalah Ramadan terindah untuk sekolah kami. Kompleks Peguruan Muhammadiyah Bontoala Makassar akan mendapatkan bantuan berupa pengadaan dan perbaikan sarana ruangan komputer.

Motivasi dari Bapak Bambang Yusuf, GM PLN Sulselrabar


PLN mengajar adalah salah satu bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat berupa perlindungan terhadap sumberdaya dan pendidikan. Hal ini dijelaskan dengan lugas oleh Bapak  Bambang Yusuf selaku General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat pada saat kegiatan PLN Mengajar berlangsung.

Bambang Yusuf, GM PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat


Penampilan bapak GM ini memukau siswa dan guru. Caranya mengajar sungguh menyenangkan, apalagi diselingi dengan tampilan-tampilan di layar dan tanya jawab yang heboh.
Bagaimana tidak heboh, jika setiap pertanyaan yang diajukan atau menjawab pertanyaan dari bapak GM yang ramah ini,  akan mendapatkan hadiah. Maka gurupun tidak mau kalah menjawab.

Pertanyaan pertama yang diajukan oleh pak Bambang adalah, “Siapakah penemu listrik?” Tidak ada siswa maupun guru yang menjawab dengan benar. Tanpa sadar saya menjawab pertanyaan itu dan alhamdulillah benar. Maka saya berhak juga dong diberi hadiah. Untunglah hadiahnya adalah  dua bua buku yang sejak awal buku itu berada di atas meja, sudah saya lirik-lirik.

Pak Bambang masih meneruskan penjelasannya. Ketika sesi tanya jawab dibuka lagi, salah seorang siswa bertanya kepada beliau, “Apakah sejak kecil Bapak sudah bercita-cita menjadi tukang listrik?”

Spontan semua yang hadir terbahak. Tetapi Pak Bambang hanya tersenyum simpul. Beliau menjawab pertanyaan itu dengan bijak sekaligus menyelipkan motivasi kepada siswa, bahwa kalian boleh menjadi tukang apa saja asalkan menjadi tukang yang berkompeten seperti saya.  

Susana Ceriah Tanya Jawab Antara Pak Bambang dengan Para Siswa



Beri  aplaus untuk pak Bambang!

Pantas saja beliau menjadi GM.

Antara Haru, Semangat, dan Pengertian


Saat video pekerja, petugas, dan karyawan PLN diputar. Suasana menjadi hening. Di layar,  hadirin  disuguhi pemandangan yang menjadikan perasaan ini takjub, haru sekaligus memicu rasa cinta dan bangga menjadi rakyat Indonesia.

Bagaimana tidak?

Di video itu diperlihatkan penduduk di suatu pedesaan  sedang bergotong royong memikul tiang listrik yang sangat besar sambil menyeberangi jembatan. Tiang listrik tersebut sangatlah besar sehingga butuh kurang lebih 40 orang untuk memikulnya. Dengan semangat menggelora mereka bahu membahu, antara penduduk dan pegawai PLN bersatu untuk mengangkat tiang listrik  tersebut hingga lolos menyeberangi jembatan. 
Masya Allah!

Selain itu, ditampilkan juga petugas PLN yang sedang berada di tempat yang sangat tinggi sedang memperbaiki kabel-kabel listrik tanpa pengaman, mereka adalah TIM PDKB, yaitu: Tim yang bekerja dalam Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.

Terdapat lima Tim PDKB yang tersebar di seluruh Indonesia. Tim itu adalah:



  1. Tim PDKB SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah)
  2. Tim PDKB SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi)
  3. Tim PDKB  SUTET (Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi)
  4. Tim PDKB GI (Gardu Induk)
  5. Tim PDKB GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi).
  6. Tim-tim PDKB tersebut berjumlah sekitar 96 regu dengan petugas mencapai 1000 orang.


Listrik Pintar


Pernahkah Anda mendengar istilah listrik pintar?
Yah, listrik pintar itu adalah listrik yang menggunakan token. Pak Bambang  menguraikan dengan rinci bahwa listrik pintar ini memiliki banyak keuntungan bagi penggunanya, yaitu sebagai berikut.

  • Pelanggan lebih mudah mengendalikan pemakaian listrik
  • Privasi terjaga dan tidak ada beban dari kesalahan catat meter
  • Tidak akan terkena biaya keterlambatan
  • Jaringan luas pembelian listrik isi ulang, untuk membeli isi ulang atau token tidak perlu ke kantor PLN karena sudah banyak menjual.
  • Tepat digunakan bagi anda yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kos



Akhirnya Kami Tahu dan Sadar


Di depan kelas terdapat satu alat peraga yang mengundang tanya. Ternyata alat peraga itu adalah alat untuk memperlihatkan hal-hal apa saja yang menjadikan padamnya listrik. Maka pak Bambang memperlihatkan satu slide yang menjelaskan tentang hal tersebut,  


Nah,  sesi ini adalah sesi yang paling menarik guru, hal ini terlihat dari betapa banyaknya yang mau bertanya, terutama ibu-ibu guru sebagai perwakilan ibu-ibu di seluruh Indonesia.
Ternyata pemadaman listrik ada dua, yaitu pemadaman terencana  dan pemadaman tidak terencana atau  adanya  gangguan.

Pemadaman terencana biasanya disebabkan oleh dua hal, yaitu

  • Penambahan peralatan jaringan.
  • Pemeliharan preventif (Preventive Maintenance) pembangkit, penggantian kabel konduktor transmisi 150 KV, jaringan dan gardu yang sudah dijadwalkan sebelumnya dengan tujuan untuk menjaga keandalan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal.


Sedangkan pemadaman karena gangguan, adalah pemadaman yang tidak direncanakan biasanya terjadi karena tiga hal berikut.

  • Terganggunya suatu unit pembangkit gangguan pada sistem pelumasan sistem pendingin, generator, boiler pemanas air menjadi uap.
  • Terganggunya jaringan/transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kv akibat tersambar petir, terkena pohon roboh, tanah longsor, trafo meledak, dan lain-lain.
  • Terganggunya instalasi pelanggan karena hubungan singkat, kerusakan alat-alat listrik yang dipakai atau beban lebih besar dari daya tersambung.

“Nah, jadi kalau listrik di rumah anak-anak, bapak dan ibu guru padam, jangan langsung marah-marah yah hehehe..” Demikian canda pak Bambang.

Bambang Yusuf selaku GM PLN Wilayah Sulselrabar Sedang Mengajar



Iyah Pak, kami mengerti. Mohan dimaafkan yah bapak dan ibu pegawai PLN jika selama ini kami sering salah sangka bahkan marah-marah. Maafin yah…

Pemberian Bantuan Secara Simbolis

Ada dua jenis bantuan yang diterima sekolah kami, yaitu bantuan berupa pemberian tas sekolah dan buku kepada siswa-siswa SMP Muhammadiyah 3 dan SMA Muhammadiyah 2 Makassar.  Pemberian bantuan ini langsung diserahkan oleh bapak Bambang Yusuf selaku General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat.

Bantuan kedua adalah bantuan berupa sarana laboratorium komputer. Ini juga diserahkan secara simbolis kepada kepala sekolah SMP Muhammadiyah 3 selaku penanggung jawab penerima bantuan.

Penasaran melihat keseruan acara ini? Yuk tonton di sini 

Akhirnya acara ditutup  dengan foto bersama.

Terima kasih PLN, dengan bantuanmu sekolah kami akan memiliki laboratorium yang insya Allah akan jauh lebih baik dari laboratorium komputer saat ini.
Mari Terangi Bangsa Dengan Pendidikan. Jayalah PLN Jayalah Listrik Indonesia.

  



31 komentar:

  1. Selamat ya Bu sekolahnya mendapat bantuan dari PLN. Semoga PLN semakin maju...

    BalasHapus
  2. wah keren nih program dari PLN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungguh keren dan sangat membantu

      Hapus
    2. Saya mau komen di blognya mbak Tira kok nggak bisa yah?

      Hapus
  3. Alhamdulillah ya kak, sekolahnya dapat bantuan dari PLN. Semoga jaya selalu PLN dan sukses selalu SMP Muhammadiyah 3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih atas doa dan kunjungannya

      Hapus
  4. Alhamdulillah. Selamat ya Bunda, semoga bantuan dari PLN bisa menambah semangat siswa agar lebih berprestasi dan para personil sekolah untuk berkarya lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Program PLN ini memang sangat membantu. Insya Allah kami akan terus berkarya.

      Hapus
  5. Saya belum pakai token nih padahal banyak manfaatnya yaa...

    BalasHapus
  6. Barokalloh, ikut senang membacanya. Semoga support seperti ini terus dilakukan untuk institusi pendidikan. Semoga menular juga pada CSR BUMN2 lainnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap CSR BUMN ada mbak, itu kewajiban setiap BUMN berdsarkan peraturan pemerintah

      Hapus
  7. Masya Allah, baarakallahu fiik. Terharuku, Kak. Semoga berkah biat semuanya yang terlibat. Buat yang dari PLN dan untuk kita' beserta sekolah ta'. Semoga anak2 cerdas lahir dari sekolah ta' dan mereka bermanfaat buat orang banyak.

    BalasHapus
  8. Bagus program nya PLAN, seharusnya memang Sarana pendidikan perlu dilengkapi.Sekarang pendidikan berteman memerlukan listrik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu program semua BUMN mbak, kalau PLN Peduli disebut PLN Mengajar

      Hapus
  9. Wiih, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Makassar keren! Seorang blogger keceh hehehe. Selamat yah bu, semoga sekolahnya semakin maju dan berprestasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih jadu malu. Aamiin terima kasih ya

      Hapus
  10. Wah, hebat! Kontribusi PLN untuk masyarakat bisa mencapai sekolah yang dipimpin oleh Bunda Dawiah. Sukses terus, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Aaamin terima kasih sudah meninggalkan jejak.

      Hapus
  11. Bundaaaaaa Dawiah, keren acaranya ��
    Paling ketawa waktu pak GM dibilang tukang listrik hihihihi.

    Semoga PLN bisa menerangi seluruh wilayah Indonesia. Waktu merantau tiap hari mati lampu, Subhanallah ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mbak, itu pertanyaan polosnya anak-anak. Terima kasih ya..

      Hapus
  12. Wah mbak... Ada ya program kaya gitu ya ternyata, baru tahu! Semoga sekolahnya semakin lengkap fasilitasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih mbak. Oh iya program ini adalah program dari BUMN

      Hapus
  13. Kalau bunda gak ngeblog tentang event ini.
    Saya akan seterusnya underestimated sama PLN soal pemadaman bergilirnya 😂
    Alhamdulillah karena bunda ngeblog jadinya saya tau kalau PLN ternyata semulia ini yaaaaa terangi Bangsa dengan pendidikan.
    Applause PLN
    *lgsg bayar listrik*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Langsung bayar listrik di...
      Wah PLN harus terima kasih nih sama saya, siapa tahu dapat bantuan lagi. #ngarep pake banget.

      Hapus
  14. Alhamdulillah yah... semoga PLN makin sukses jaya dan semoga makin banyak orang yang mau turun tangan dan peduli pendidikan demi anak bangsa.

    BalasHapus
  15. Semoga berkah bantuan PLN untuk sekolahnya yah, bu. Lihat foto-fotonya sy jadi flashback beberapa tahun lalu pernah jadi fasilitator training IPM di SMP Muhammadiyah 3 Makassar, jadi kangen ber IPM lagi.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo ke sekolahku lagi, banyak kader-kader muda yang menanti.

      Hapus