Rabu, 01 November 2017

REANITA KARYA SAGUSAKU

Judul Buku: Reanita
Penulis: Nurbadriyah
Penyunting:Iqbal
Perancang  Sampul: Febrian
Tata Letak: Dwi Pratomo
Penerbit: Maghza Pustaka
Cetakan: Pertama, September 2017

Buku ini adalah salah satu hasil kegiatan pelatihan SAGUSAKU atau Satu Guru Satu Buku, yaitu suatu kegiatan pelatihan bagi guru yang diprogramkan IGI, Ikatan Guru Indonesia.
Buku sebanyak 44 halaman ini menceritakan tentang derita seorang isteri yang dianiya oleh suaminya. Terdiri atas 6 bab.


Sebenarnya ide ceritanya lumayan bagus, hanya saja aku tidak menemukan akhir ceritanya, sepertinya mengambang.
Misalnya, di bab terakhir, penulis menggambarkan tokoh utamanya, yaitu Reanita yang mendapatkan surprise kedua berupa pesan:
“Bahagiaku jika melihatmu bahagia.” Kemudian “Aku” membalasnya dengan tiga tanda tanya. Kemudian dia membalas dengan rangkaian pesan panjang yaaa bukan pesan singkat. Reanita, my smart… Tak ikhlas hati inimelihatmu selalu tersakiti, aku tau kau selama ini tak menikmati pernikahanmu.
Namun, ini keputusanmu. …………………dan seterusnya.
Pesan itu sudah tak dapat kubaca, pesan itu sudah tertutup tetesan air mata, pesan itu tak lagi ada…semoga!!!

Cerita berakhir. Penulis mengakhiri cerita tanpa penjelasan, siapa yang mengiriminya surat.
Beberapa kata tidak sesuai dengan EYD, misalnya kata tahu yang ditulis tau.

Ada juga beberapa penempatan tanda baca yang tidak tepat, misalnya tidak memberi spasi sesudah tanda koma. 

Buku ini sepertinya ditulis terburu-buru. Namun demikian ini adalah karya guru yang perlu diapresiasi.

Semoga karya selanjutnya bisa lebih baik.

16 komentar:

  1. Sejenis buku yang bikin dongkol gitu ya, Mbak? Karena gak jelas akhirnya, heheheh

    BalasHapus
  2. Wah seperti apa ya isinya? Berangkat dari pengalaman pribadikah? ��

    BalasHapus
  3. Terima kasih reviewnya mba. Semoga ada hikmah cerita yg bisa dipetik ya dr sekedar ending cerita yg mengambang :)

    BalasHapus
  4. Memang tdk puas kl baca cerita ngambang ya. Tdk tahu akhirnya

    BalasHapus
  5. Sepertinye idenya menarik tapi sayang kalau endingnya bikin bingung pembaca ya.

    BalasHapus
  6. Hihihi, mgkn akan ada buku kedua mbk mknya mengambang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini yang saya tunggu-tunggu, mungkin memang penulisnya sengaja agar pembaca penasaran lalu berusaha miliki buku berikutnya.

      Hapus
  7. Program sagusaku itu inisiatif yang bagus sebetulnya. Untuk ke depannya semoga bisa diimbangi dengan hasil yang baik pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat bagus mbak, saya salah seorang pesertanya. Aamiin

      Hapus
  8. Hihihi, mgkn akan ada buku kedua mbk mknya mengambang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya, untuk menjawab rasa penasaran kita ya...

      Hapus
  9. Itu surat dari mantannya Reanita kali, Bun? hihihi
    Bisa ya cetak buku hanya 44 halaman? tipis banget dong bukunya ...
    Ah, semoga nanti guru itu mengajakku kerja sama untuk jadi editornya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah cukup tipis, sebenarnya ide ceritanya bagus, alurnya juga lumayan rapi. Mungkin memang sengaja dibikin mengambang agar pembaca penasaran lalu nagih untuk buku kedua, hehehe..

      Hapus
  10. Judul bukunya mengingatkan nama teman saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Mudah-mudahan nasib tokoh utama dalam buku ini tidak sama dengan nasib temannya ya Mbak.

      Hapus