Selasa, 17 Oktober 2017

Menuju Maha Karya SAGUSAKU Nasional Ke-1


Setelah melewati malam penuh sensasi, tepat pukul 04.00 aku bangun dari tidurku yang lelap. Semangatku kembali berkobar, sejuta asa terukir dalam jiwa. Sebentar lagi aku akan bertemu 100 guru hebat dari seluruh Indonesia. 100 guru yang telah berhasil menulis buku dan aku ada di dalamnya.

Masya Allah! 
Tak dapat kulukiskan perasaanku, yang kutahu aku sangat bahagia.
Pukul 06.00 pagi, aku dan ibu Dewi sudah berdandan cantik, menunggu mobil yang kami pesan online menuju Senayan, Kantor Kemdikbud. Excited!

*****************
Inilah kali kedua aku berkunjung ke kantor ini, kantornya orang-orang yang bekerja dalam lingkup dunia pendidikan. Di salah satu ruangan dalam kantor inilah kami akan bertemu dengan para alumni peserta SAGUSAKU, yang selama kurang lebih tiga bulan sejak mengikuti kegiatan SAGUSAKU hanya bertegur sapa lewat dunia maya.
Pengalaman pertama ketika mengikuti sagusaku dapat dibaca di link berikut.


Kegiatan ini  bukan hanya temu alumni saja melainkan kami juga akan dihadiahi ilmu melalui kegiatan bedah buku, workshof tentang editing dan layout.
Perasaan ini semakin menggebu manakala berjumpa dengan guru-guru yang berasal dari daerah di seluruh Indonesia. Berjuta suka cita diiringi senyum-senyum sumringah dari guru-guru yang telah berhasil menyelesaikan dan menerbitkan buku  hasil workshof sagusaku selama tiga bulan. 

Inilah kami, guru-guru Indonesia yang tiada lelah belajar untuk meningkatkan kompetensi. Kami tidak pernah menghitung berapa banyak keringat, waktu, dan materi yang kami persembahkan, karena kami sadar bahwa negara yang kami cintai ini hanya bisa bangkit dan berjaya melalui pendidikan. 

Dan kami, guru-guru Indonesia adalah tombaknya!



Prosesi Acara Temu Alumni Sagusaku Nasional ke-1

Pembukaan acara dimulai dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim disusul dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan laopran ketua IGMP Bahasa Indonesia Pusat, sebagai ketua penyelenggara program sagusaku seluruh Indonesia. Ibu Nurbadriyah, M.Pd.
Tampillah seorang perempuan manis yang mungil dengan suaranya yang penuh semangat mengangkat tangan kanannya sambil berseru.

 “Alhamdulillah! Yeaaaa…kita berhasil guru-guru hebat, ini baru awal. Mari kita lanjutkan pada sagusaku ke-2, ke-3 dan seterusnya. Kita tingkatkan kompetensi untuk meraih sejuta prestasi.”

Yah, dialah yang selalu memotivasi guru-guru peserta sagusaku, mulai awal mengikuti workshof hingga terbitnya karya guru. Tubuhnya boleh mungil tetapi spirit yang disebarkan dan ditularkan kepada kami telah memicu semangat guru untuk membuktikan bahwa guru-guru Indonesia sudah bangkit.

Sekedar informasi, IGMP adalah singkatan dari Ikatan Guru Mata Pelajaran merupakan transformasi dari IGI sebagai induk organisasi guru yang mulai dibentuk awal tahun 2017. IGMP ini hadir untuk menjawab keterbatasan literasi berbasis mata pelajaran dan rendahnya kompetensi profesionalisme guru.
Nah, salah satu program IGMP Bahasa Indonesia ini adalah sagusaku dan telah dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia.



 "Daeng" Ketua Umum IGI Pusat

Bagiku beliau bukan orang asing, sudah beberapa kali bertemu dan berbincang, bukan saja karena ia adalah ketua umum IGI Pusat yang selalu hadir di setiap acara yang diselenggarakan oleh IGI, melainkan beliau berasal dari Sulawesi Selatan, sekampung denganku. Usianya memang jauh dibawahku tetapi semangat dan kerja kerasnya tidaklah semuda usianya.  Bersama dengan seluruh pengurus IGI Pusat hingga ke daerah-daerah telah membuktikan bahwa IGI fokus kepada peningkatan kompetensi guru.
Informasi tentang IGI dapat dilihat di link berikut.


Selalu, jika Daeng (panggilan Ketua IGI Pusat) yang berbicara maka pastilah berisi motivasi sehingga membakar semangat kami, guru-guru Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi demi meraih sejuta prestasi, sebagaimana motto yang selalu disuarakan oleh IGI.

Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, dimulai dari Ibu Lucya Dhamayanti sebagai direktur deposit bahan perpustakaan nasional lalu diteruskan oleh bapak Dr. E Nurzaman A.M, M.Si, MM sebagai Sesditjend Kemdikbud sekaligus membuka secara resmi acara hari itu.


Foto di atas adalah Ketua IGI Pusat Muhammad Ramli Rahim, Direktur Deposit Bahan Perpustakaan Nasional,  Sesditjend Kemdikbud, dan Ketua IGMP Bahasa Indonesia Pusat, Nurbadriyah, M.Pd 


Acara lalu ditutup dengan persembahan tari dari siswa-siswi SMA Negeri 2 Bukit Tinggi Sebuah persembahan tari yang eksklusif dan sangat indah. Terima kasih anak-anak, terutama terima kasih kepada kepala sekolah dan guru tarinya. Persembahan kalian sungguh memesona.
  Foto yuk Nak!
Kelompok tari dari SMAN 2 Bukit Tinggi 

Setelah acara seremonial pembukaan temu alumni SAGUSAKU Nasional ke-1 selesai, acara dilanjutkan ke  seminar editing dan layout dan  bedah buku.

Seluruh rangkaian acara ditutup sekitar pukul 14.00 dan akan dilanjutkan ke perpustakaan nasional. Come on


     Menanti bus menuju Perpusnas, lelah tetapi kami puas. Alhamdulillah


9 komentar:

  1. Tombak-tombahknya cakep-cakep 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...terima kasih yah sudah berkunjung.

      Hapus
  2. Subhananllah keren-keren semangatnya Bapak Ibu Guru Indonesia..Semoga menular sehingga makin banyak guru berprestasi dan bisa membantu generasi penerus bangsa ini lebih cerdas dan mumpuni:)

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Sekeren dirimu sayang.... Terima kasih ya, sudah mau bertandang ke blog sederhana ini.

      Hapus
  4. Semangat menularkan kecintaan membaca dan menulis ya, Mbak. Salam dua jempol buat guru-guru pencinta literasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu berusaha mencerdaskan anak bangsa melalui cara mencerdaskan diri, belajar dan belajar. Terima kasih mbak Triani, dirimu sangat keren. Saya belajar banyak dari tulisan-tulisanmu.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus