Sabtu, 21 Oktober 2017

Dibalik Kisah Sedih Ada Asa yang Membara


Entah mengapa tiba-tiba aku merasa harus menuliskan kisah ini. Kisah sedih sekelompok pelajar yang tergabung dalam suatu organisasi. Bukan karena melihat mereka menangis sesenggukan saat dilantik, bukan juga karena senyum semringah dari wajah-wajah imut mereka.

Tetapi ini adalah tanda kebanggaanku melihat perjuangan mereka tanpa lelah. Menyaksikan betapa kuatnya persaudaraan mereka. Bahu membahu, saling menghibur hingga menangis bersama, demi menghidupkan syiar Islam untuk menebarkan kebaikan.






Kisah ini dimulai ketika mereka, pelajar yang masih remaja sangat bersemangat menyiapkan prosesi pelantikan mereka sebagai pengurus IPM Cabang Bontoala Makassar. Suatu organisasi  pelajar yang menjadi anak bungsu angkatan Muda Muhammadiyah.

Kurang lebih tiga pekan sebelumnya, sekelompok remaja ini mengalami kesedihan yang mendalam. Pengurus inti, yaitu sekertaris umumnya dipanggil yang kuasa dalam keadaan yang mengenaskan. Ditikam oleh dua orang begal.

Adalah seorang pemuda yang menyenangkan, supel, sabar, dan selalu bersemangat. Dia selalu memotivasi teman-temannya,  menyatukan seluruh anggotanya hingga dapat menembus tirai perbedaan. Dia dikenal dengan kata-katanya setiap kali bicara di podium. "Tidak ada keringat, air mata, bahkan darah sekalipun yang terbuang sia-sia untuk ikatan tercinta ini."

Muh Aslan Syah. Andai kamu bisa hadir di hari pelantikan ini, maka lihatlah adik-adikmu yang menangis sesenggukan sambil berpegangan untuk saling menguatkan. Aku yakin mereka tidak menyesali takdir, mereka hanya terharu atas semua pengorbananmu.


Walaupun tak ada gunanya menangisi kepergianmu, tetapi sekedar meluapkan rasa yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata adalah lebih baik untuk menandai awal suatu perjuangan.

Tersenyumlah!

Lihatlah, semangatmu sekarang telah bersemayam di dada mereka, adik-adikmu, saudara-saudaramu, sahabat seperjuanganmu. Mereka telah bersumpah dan menerima tanggung jawab untuk meneruskan harapanmu.

Tersenyumlah anak-anakku!

Ini adalah awal perjuangan kalian, teruslah berkarya dan menebarkan semangat.
Tautkanlah tangan-tangan kalian untuk bersama menunaikan tanggung jawab dalam berlomba-lomba menuju kebaikan.




4 komentar:

  1. Insya Allah almarhum husnul khotimah ya. Anak-anak ini menyatukan energi positif mereka untuk berjuang dalam kebaikan atas nama Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Mereka anak muda yang dipersatukan oleh semangat menebar kebaikan.
      Terima kasih ya sudah berkunjung.

      Hapus
  2. Baarakallahu buat ananda.

    Semoga dia mendapat tempat yang baik di alam sana.

    BalasHapus