Jumat, 11 Agustus 2017

Tidak Semua Orang Senang Disebut Hebat

Sebagai seorang guru, yang hampir setiap hari bertemu dan berbicara dengan anak-anak, maka kata “hebat”  adalah kata yang selalu saya ucapkan. Baik itu untuk memuji murid saya manakala mereka telah mengerjakan tugasnya dengan baik, ataupun sekedar memompa semangatnya agar dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang saya berikan.



Bukan hanya kepada murid-murid saya, kata “hebat” selalu pula  saya katakan kepada anak-anak saya.  Saya mengucapkan kata itu saat mereka masih kecil hingga saat ini, di mana tiga dari lima anak saya sudah dewasa.

Jika ada anak saya berhasil menyelesaikan suatu pekerjaannya dengan baik, atau berhasil lulus dari suatu ujian, misalnya lulus masuk perguruan tinggi yang diidamkannya, maka secara spontan saya akan memujinya seraya berkata, “Alhamdulillah, luar biasa Nak, kamu anak mama yang hebat.”

Demikian pula, ketika putri bungsu saya tampil membacakan puisi dengan sangat menawan, saya juga memujinya di depan orang-orang, “Nabila hebat kan, bisa baca puisi dengan baik.”


Dan sejauh yang saya lihat, anak-anak saya juga murid-murid selalu saja tersenyum bahagia, manakala saya memujinya seraya mengucapkan kata hebat itu. Tidak ada masalah.

Mungkin karena kebiasaan itulah, saya juga terkadang mengatakannya kepada orang dewasa, saat melihat keberhasilan mereka atau mengetahui prestasi mereka.
“Wow, Anda hebat, bisa mencapai keberhasilan.” Atau terkadang pula saya berucap, “Masya Allah, Anda memang hebat.”

Tetapi tahukah anda, ternyata tidak semua orang  menerima kata-kata itu. Ada  yang protes, dengan alasan hanya  Allah swt yang bisa disebut hebat. Bahkan menolak saat saya mengatakan akan mendoakannya supaya menjadi hebat.
Sejenak saya tercenung. Apa yang salah dengan kata “hebat” itu? Apakah manusia tidak berhak disebut hebat?
Baiklah, kita lihat saja dahulu pengertian kata hebat menurut kamus bahasa Indonesia.

he.bat
[a] terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb): pertempuran itu -- sekali; kedua orang itu menampilkan permainan yg --; gempa bumi yg – (http://kamusbahasaindonesia.org/hebat).

Jika meresapi arti hebat  sebagai kata terlampau atau amat sangat. Maka sepertinya, manusia memang tidak bisa diberi label kata hebat, sebagus apapun dirinya, baik ditinjau dari kemampuannya, prestasinya atau apapun. Karena hanya yang Maha Kuasa yang berhak memiliki sifat terlampau atau amat sangat tersebut.

Namun jika kita meninjau contoh yang diberikan dalam kamus tersebut, dahsyat, ramai, seru, bagus, menakutkan, dan sebagainya. Atau kalau kita meresapi contoh lainnya, seperti; pertempuran itu hebat sekali; kedua orang itu menampilkan permainan yang hebat; gempa bumi yang hebat. Maka kata “hebat” sepertinya sah-sah saja diberikan kepada orang atau terhadap suatu peristiwa yang tidak biasa-biasa saja.

Entahlah, kebiasaan saya yang mengucapkan kata “hebat”, mungkin saja menggambarkan kekurangan saya dalam hal ilmu agama. Bahwa kita manusia biasa, tidak ada yang boleh disebut hebat kecuali yang memang pantas memiliki  sifat segalanya, yaitu Allah Subhanahu wataala.


Wallahualam Bissawab. 

4 komentar:

  1. Hebat merupakan kata penyemangat yang juga sering saya katakan pada temen-temen kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, saya juga sukanya bilang begitu, terutama kepada anak-anak. Dan sejauh yang saya lihat, mereka asyik-asyik saja menanggapinya. Terima kasih yah.

      Hapus
  2. mungkin loh mbak, orangnay gak suka diagung2kan gitu kali, tp memang gak ada salahnay bilang hebat sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, karakter manusia kan berbeda-beda. Terima kasih

      Hapus