Selasa, 15 Agustus 2017

PILIHANMU MEMBUATKU CEMAS



Masih ingat peristiwa kurang lebih tiga tahun lalu, tepatnya saat putra ketiga saya  lulus dari SMK. Semangatnya untuk melanjutkan sekolah sangat tinggi, hingga hampir semua perguruan tinggi di Indonesia dia telusuri, namun yang paling dia minati adalah  ATKP.

Saya tidak yakin dengan pilihannya itu, lebih tepatnya sih ... saya yang tidak yakin, bukan karena saya meragukan kemampuannya melainkan saya meragukan mental dan  ekonomi saya, sanggup nggak yah membiayai kuliahnya, karena dari beberapa informasi yang saya dengar, biaya pendidikan di ATKP itu mahal.
Saya juga kurang informasi tentang akademi tersebut. Maka mulailah saya berselancar, mencari informasi tentang akademi itu. Dari hasil pencarian cepat di google, saya menemukan informasi berikut. 





ATKP Makassar adalah singkatan dari Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan. Kampus utamanya atau kampus I  terletak di Kabupaten Maros, tepatnya di JL Poros Makassar Maros KM 25 Maccopa-Sulawesi Selatan. 
Masih dari om google saya mendapatkan informasi tentang kampus II (waktu itu, masih tergolong kampus baru), yaitu terletak di Kecamatan Bringkanaya kelurahan Untia, jalan Salodong Makassar 90532.


Hanya sebatas itu, maka saya sarankan untuk mendaftar pula ke perguruan tinggi lainnya, sebenarnya di hati kecil ini berharap ada anak saya yang mau menjadi guru, tetapi rupanya dia tidak berminat. Yah sudahlah yah, apapun cita-citanya saya harus mendukungnya.
Semangat Mengikuti Tes

Juli 2014, saya lupa tepatnya tanggal berapa, yang saya ingat, dia datang membawa kabar atas kelulusannya pada tahap pertama, yaitu tes akademik. Maka mulailah serangkaian persiapan dia lakukan. Semuanya dia lakukan sendiri, saya cukup menyiapkan dananya.

Jujur, waktu itu saya hanya mendoakan sekedarnya saja, karena sebenarnya saya agak cemas dengan pilihannya itu. Apalagi mendengar berita tentang sekolah yang basisnya sama dengan ATKP, adanya penyiksaan senior kepada yuniornya, hingga berujung pada kematian.

Saya pasrahkan semuanya kepada Allah swt sambil berdoa, “Ya Allah, jika pilihan anak saya itu, baik di mata-Mu dan Engkau ridhoi maka mudahkanlah dan jika pilihannya itu tidak baik, maka limpahkanlah kesabaran padanya untuk menerima keputusan yang dia tidak inginkan.”

Pertengahan Ramadan 1435/Juli 2014, dia mengikuti tes fisik. Masih sangat jelas dalam ingatan, dia pulang dari tes dalam keadaan yang sangat payah hampir pingsan. Begitu payahnya sehingga dia tidak bisa lagi melangkahkan kakinya ke masjid untuk salat Jum’at. Dia mengikuti tes fisik, berlari mengitari lapangan sebanyak 10 kali putaran dalam keadaan berpuasa. Bukan hanya itu, masih ada beberapa tes fisik lainnya, dia enggan memberitahu saya.

Katanya; “Mama tidak perlu tahu, apa saja tesnya nanti mama cemas.”

Ini membuktikan semangatnya yang luar biasa  untuk mencapai impiannya, kuliah di ATKP. Maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencemaskannya, saya harus mendukungnya sepenuh hati.

To be continue …

Sumber Foto gedung ATKP:  http://www.skyscrapercity.com/

3 komentar:

  1. Seru ceritanya Bunda..Nunggu lanjutannya saya..:)

    BalasHapus
  2. Aah..jadi penasaran dengan lanjutannya kak! 😄

    BalasHapus
  3. begitu ya jadi orangtua memang selalu mencemaskan anaknya huehehhe saya juga dulu suka ditanya2 soal ujian cuma say ajawab saja dengan "bagus jii ma,,,paa.." hahahaha

    BalasHapus