Selasa, 20 Februari 2018

Pernikahan ke-28 Tahun

“Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

“Anak-anakku, cucu-cucuku, menantu-menantuku, dan keluargaku  serta sahabat dan teman-temanku sekalian yang berkenan hadir hari ini.  Acara ini  adalah perayaan pernikahanku dengan suamiku yang ke-50 tahun. Biasanya disebut  perayaan atau peringatan pernikahan emas. Aku tak mengerti mengapa disebut pernikahan emas setelah usia pernikahan memasuki masa 50 tahun. Mungkin karena begitu jarangnya satu keluarga atau pasangan suami isteri yang dapat bertahan bersama dalam ikatan perkawinan selama itu.

Emas adalah logam yang mahal, biasa juga disebut logam mulia. Emas adalah logam yang tidak mudah patah, pecah apalagi retak. Selain itu, emas merupakan benda yang sangat tinggi nilainya, tidak digilas oleh inflasi juga harganya selalu naik dari waktu ke waktu. Mungkin itulah istilah emas disematkan kepada keluarga yang berhasil hidup bersama selama 50 tahun.

Diibaratkan emas,  karena keluarga yang dibina  telah ditempa  selama puluhan  tahun hingga mencapai  50 tahun, ditempa dengan berbagai ujian, cobaan, masalah-masalah yang selalu timbul namun tetap bertahan.

Aku dan suamiku sudah berhasil mencapai itu. Tidak sedikit onak dan duri yang telah kami singkirkan. Banyak  air mata  dengan berbagai sebab yang mengalir  dari kedua mata kami, membasahi pipi-pipi kami. Kesemuanya itu memberikan sensasi tersendiri dalam perjalanan kehidupan keluaga kami.

Terima kasih kepada suamiku yang  telah setia mendampingiku dalam suka dan duka. Terima kasih telah bersamaku mengarungi bahtera ini, walau aku tahu dia  sangat penat bersanding dengan orang sepertiku. Aku si cerewet, kadang egois kadang emosional dan lebih sedikit sabarku dibandingkan kesabarannya, lebih sedikit pengertianku dibandingkan pengertiannya. Aku merasa cinta dan kasih sayangnya   yang sangat besar terhadapku sehingga kami masih bisa bersama hingga saat ini. Terima kasih yang tak terhingga karena masih setia mendampingiku, tanpa pernah sekalipun berniat menduakanku.

Terima kasih  kepada  anak-anakku yang  telah bersedia jadi anakku,  hingga saat ini memberikan  kami cucu-cucu yang manis dan tampan.  Ini adalah peringatan pernikahan emas kami dan kalian telah hadir sebagai penyemangat kami, bunga-bunga cinta kami, walaupun saat ini kami selalu dalam kesunyian karena kalian telah memiliki rumah sendiri, kehidupan keluarga sendiri.

Aku  juga mohon maaf kepada suamiku tercinta. Mungkin aku pernah  membuat oleng perahu kita dan  membiarkanmu mendayung  sendiri bahtera kita. Namun percayalah suamiku, hingga detik ini cintaku, kasih sayangku, masih sama seperti dahulu. Saat pertama kali aku menyatakan kalau aku juga mencintaimu dan bersedia bersamamu mengarungi lautan kehidupan.

Terima kasih, semoga kita berdua masih bisa merayakan peringatan pernikahan berlian.”



Itulah pidato yang  kupersiapkan pada peringatan pernikahan emas kita kelak. Hahaha….

Katanya aku telah mendahului takdir, belum tentu usia pernikahan kami akan mencapai masa 50 tahun.

Yah, namanya juga cita-cita. Masih butuh waktu 22 tahun untuk sampai ke sana. Namun demikian aku tidak perlu menunggu waktu untuk mengucapkan, “SELAMAT, KITA TELAH MENGARUNGI BAHTERA RUMAH TANGGA SELAMA 28 TAHUN.”

Seharusnya aku tulis ini tepat tanggal 14 Februari, yaitu tanggal pernikahan kami 28 tahun lalu.
Tetapi karena sesuatu dan lain hal, maka barulah saat ini aku dapat menuliskannya.

Qadarullah, kami menikah di tanggal itu, tanpa niat apa-apa, apalagi bermaksud mengikuti perayaan hari valentine. Manalah kami tahu tentang hari valentine itu. Kalaupun kami tahu, ada hari kasih sayang itu, kami tidak akan mungkin merayakannya. Lah,  merayakan ulang tahun kelahiran kami saja tidak pernah, apalagi mau merayakan hari yang kami sama sekali tidak tahu seluk beluknya.

Seperti sehelai daun yang jatuh ke bumi, tak akan gugur jika bukan karena telah tertulis di lauhul mahfudz.  Demikian pula hari pernikahan kita. Waktu, tempat dan siapa yang akan menjadi pasangan kita adalah sudah menjadi ketentuan-Nya.

Seperti konsep pidato yang akan kukatakan pada perayaan pernikahan emas kita kelak, maka itulah yang akan aku katakan kepadamu. Maafkan dan terima kasih.

Maafkan karena aku belum menjadi isteri yang sempurna buatmu. Maafkan untuk semua kesalahan-kesalahanku, yang lebih sering lupa akan kewajibanku tetapi malah lebih sering menuntut hak. Maafkan atas waktuku yang hanya sedikit untukmu, tetapi lebih banyak menggunakan waktuku untuk pekerjaan lain.

Terima kasih karena telah menjadi pendamping hidupku yang masih setia hingga saat ini. Terima kasih atas segala kesabaranmu menghadapi diriku yang terkadang lebih mendahulukan perasaanku ketimbang logikaku.

Alhamdulillah.

Hingga saat ini kita masih bersama dan  bersatu dalam suka dan duka.
Semoga kita masih diberi usia hingga kita dapat menimang cucu-cucu kita kelak.
Semoga aku dapat mengucapkan pidato perayaan pernikahan emas kita dan kamu duduk di atas singgasana menatapku dengan senyummu.

Senyum yang selalu aku rindukan.

26 komentar:

  1. kerenn bunda, nggak nyangka pernikahan sudah ke 50 tahun.. pasti banyak suka duka yang di lalui.. sakinah selalu ya bunda :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti enggak baca sampai akhir nih Ayu....Itu mah baru cita-cita doang. Tetapi apapun itu saya ucapin terima kasih yah sudah mampir di sini.

      Hapus
  2. Oooh pidato yang dipersiapkan hahaha. Bateku berpikir, apa ada mi cucunya Kak Dawiah? Perasaan belum pi ada anaknya yang menikah :D

    Baarakallahu fiik, Kak. Semoga samara selamanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cita-cita Dek, lebih tepatnya impian. Semoga tercapai. Aaamiin. Terima kasih sayang.

      Hapus
  3. Barakallah..... sehat, langgeng, bahagia teruuuusss yaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih sayang atas doanya.

      Hapus
  4. Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-28 ya Ka, semoga selalu samawa. Semoga harapan kaka untuk merayakan ulang tahun penikahan emas bisa terwujud 💐💕.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih sayang, doa yang sama untukmu juga.

      Hapus
  5. Selamat ya mbak. Alhamdulillah seneng sekali baca tulisan ini. Semoga bersama terus sampe ke surgaNya sekeluarga ya mbak. Menjadi keluarga sakinah yang menjadi contoh baik buat anak cucu. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih ya sayang, semoga cita-citamu juga tercapai.

      Hapus
  6. Waah....selamat berbahagia Mba Dawiah telah menempuh 28 th biduknya mengarungi lautan kehidupan. Semoga dapat mencapai 50 th kelak dlm keadaan tetap sehat. Aamiin yra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih mbak. Doa yang sama juga untuk mbak.

      Hapus
  7. Selamat atas usia pernikahan yg ke-28 kak. Semoga selalu SaMaRa hingga usia ke-50 tahun dan seterusnya. Aamiiin...

    BalasHapus
  8. Bunda...semoga selalu samawa sebumi sesurga dengan suami tercinta..Dan terkabul hingga pernikahan emas..berlian dan seterusnya. Aamiin.

    Alhamdulillah sudah ke-28 yan Bunda...salut! Saya masih menjelang milad 16 :)tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Alhamdulillah suatu pencapaian yang selalu saya syukuri. Terima kasih sayang atas doanya. Doa yang sama juga untukmu.

      Hapus
  9. Selamat hari jadi pernikahan Bu Dawiah, semoga rukun, langgeng, bahagia dan sehat selalu. Saya baru mau 8 tahun menikah. Baru 1/4 nya Bu Dawiah. Masih butuh banyak belajar dan berguru kepada senior seperti ibu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih sayang.
      Setiap rumah tangga adalah sekolah kehidupan. Terima saja semua kekurangan pasangan, kalau kelebihan kan sudah pasti diterima dan dinikmati, hehehe...

      Hapus
  10. Semoga selalu berjodoh dunia dan akhirat bunda :)

    BalasHapus
  11. semoga bahagia selalu yaa mbak. Senang sekali bacanya

    BalasHapus
  12. Kata-kata persiapan untuk syukuran pernikahan ke 50 nya nanti sangat menyentuh hati. Tapi deh masih lamanya di. Insya Allah diberi kesehatan, kelanggengan dan umur panjang yaa supaya nanti bisa merayakannya. Aamiin YRA. Saya usia perkawinanku belum seusia perkawinanta sekarang. Tapi sudah mendekatilah. Sepertinya harus banyak belajar ini sama kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Hehehe..masih lama memang, namanya juga cita-cita.

      Hapus
  13. Udah 28 tahun menikah dan punya cucu? Saya kira masih usia awal 40. :o
    Langgeng dan bahagia sampai ke surga ya, Bu. :)

    BalasHapus