GAGAL JADI ARTIS

Sunday, March 29, 2020



Gagal Jadi Artis


Saya selalu bilang ke teman-teman seprofesi, bahwa guru itu sebenarnya artis. Setiap mau masuk kelas, guru harus memperhatikan penampilannya agar sedap dipandang mata, minimal dipandang oleh murid-murid.

Ia harus menjaga suasana hatinya, tetap terlihat gembira sekalipun hati sedang gulana. Artis juga begitu kan, walau sedang berduka jika harus tampil maka ia tak boleh menampakkan kesedihannya.
Ternyata pendapat saya itu keliru.

Artis bisa berpura-pura di depan kamera, akting. Tapi saya tidak bisa. Kalau menutupi suasana hati di depan murid-murid saat di depan kelas pasti bisa, tapi berbicara lancar di depan kamera seakan berbicara di depan murid sungguh sulit.

Sumber gambar: Pixabay.com

Tidak percaya? Baca saja pengalaman saya saat harus akting di depan kamera



Proses Pembuatan Video Pertama


Untuk memutus rantai penyebaran virus copid-19, sekolah diliburkan. Tidak ada pembelajaran tatap muka tetapi pembelajaran harus tetap jalan, maka jadilah pembelajaran itu dilakukan secara daring atau dalam jaringan.

Beberapa teman guru menggunakan aplikasi yang bisa saling menyapa dan tatap muka secara daring, seperti  aplikasi zoom, classroom, dan sebagainya.
Tetapi saya memilih aplikasi sejuta ummat, yaitu whatsapp. Pertimbangannya, hampir semua murid  menggunakan aplikasi ini. Selain itu,   saya bisa menyapa murid  dengan mengirim suara  saja sambil baring dan gunakan pakaian rumah alias daster.

Hari pertama, beberapa teman guru mengirim videonya yang sedang mengajar ke grup whatsapp sekolah, wah kelihatan keren. Sepertinya gampang, cukup menjelaskan materi pelajaran dan direkam. 
Hm, saya juga bisa.

Untuk kelas 8 yang saya ampu kebetulan saya punya animasi  pembelajaran tentang materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi. Maka animasi itu saya rekam sembari menjelaskannya. Gampanglah ini.

Nah, giliran mau mengajar ke kelas 9 saya mulai bingung. Cara apa yang bisa saya gunakan agar murid-murid saya tetap merasa diajar. Maka langkah pertama yang saya lakukan adalah  menulis materi itu di blog lalu  bagikan linknya. Lumayan kan  bisa menghalau laba-laba yang sudah mulai bikin sarang di sana.

Materinya bisa dibaca di sini 

Tapi rasanya kurang lengkap, murid tidak menatap saya, nanti mereka kangen, kan kasihan. Percaya diri dikangeni sama murid, ha-ha-ha.

Kata si-Bungsu, “bikin video saja Mak, nanti saya yang rekam-ki.”

Baiklah, siapa takut. Begini-begini, mamakmu ini pernah main teater, dulu.
“Tulis dahulu skenarionya, apa kata pembukanya, materi apa yang mau diajarkan.” Saran si-bungsu.
“Gampang, kan tinggal cuap-cuap, beres.” Saya percaya diri.

Maka jadilah peristiwa itu sebagai kenangan yang tak terlupakan.

Sang kamerawan merangkap sutradara dan editor itu dengan songongnya mengatur-atur saya. Tapi memang begitu kan, sang pemain harus ikhlas diatur-atur oleh sutradara, ya sudahlah ikhlaskan saja diatur dan  ditegur oleh anak sendiri.

“Cut! Bicaranya belepotan Ma, ulangi.” Teriak sang sutradara. Mamanya menurut saja.
“Cut! Jangan okkots, dasar orang Makassar. JANGAN mama, bukan JANGANG.”
“Ulangi, mukanya biasa saja, jangan senyum-senyum tidak jelas begitu.”

Hiii, rasanya ingin jambak rambutnya.

“Sabaaar, ini ujian. Kan mau jadi artis to.” Bapaknya ikutan coddo sambil tersenyum.

Akhirnya setelah beberapa kali mengambil gambar, maka jadilah video itu.

“Mana videonya?” Tak sabar mau melihat muka sendiri
“Mau diedit dulu Ma, ini banyak gambar tidak penting yang muncul.”

Tak lama kemudian video itu jadi. Masya Allah, saya hanya menyapa murid dan menginformasikan tentang tugasnya saja, butuh take berulang kali.

Sumber pribadi


Video Kedua


Memasuki pekan kedua, saya mau direkam lagi. Kali ini persiapannya lebih ribet. Berhubung Kepala Sekolah menghimbau guru-guru  untuk membuat materi pembelajaran yang sehubungan dengan virus corona. Maka seharian saya gunakan waktu mencari informasi penting dan akurat tentang hal tersebut.

Akhirnya ketemulah website WHO, di sana memuat segala hal yang berhubungan dengan pandemi itu. Beberapa gambar saya unduh, rencananya akan  digabung dengan rekaman muka dan suara saya.

Proses rekamanpun dimulai. Eh, sebelumnya saya bongkar lemari dulu, cari-cari baju yang pas. Entah kenapa, selama sepekan di rumah bobot tubuh meningkat pesat. Baju menjadi kecil, eh salah bukan bajunya yang mengecil melainkan badannya yang membesar.

“Saya berdiri saja agar kelihatan lebih langsing.” Sesekali artis boleh ajukan permintaan kan ke sutradara.
“Boleh Ma.”

Sama dengan proses pengambilan gambar sebelumnya,  pengambilan gambar diulang beberapa kali.

“Cut! Agak miring Ma, biar kesannya kurus sedikit.” Mulai deh.
“Cut! Perutnya bisa ditutupi sedikitkah? Pakai buku atau apa gitu.” Ini anak meledek atau apa yah.
Tapi demi sebuah video saya pasrah sajalah.

Akhirnya video selesai, sang editor memperlihatkan hasil editannya.
“Ih, jelek. Kenapa badan semua isinya.” Saya kaget lihat videonya.
“Mama kan berdiri, jadinya kelihatan semua badannya.” Kamerawan bela diri.
“Ya sudah hapus saja yang ada saya, pakai slide saja.”
“Hii, capek-capek direkam ujung-ujungnya tidak digunakan.” Giliran dia yang menggerutu.

Sumber pribadi

Tadaaa… video selesai, isinya semua slide tanpa badan saya.
Gagal deh jadi artis😃




Oh yah, jika videonya diiringi musik zaman sekarang, maklumi saja yah. Yang bikin anak milenia usia 15 tahun. Usulan bapaknya pakai musik Ebiet G Ade ditolak mentah-mentah.
“Ih sudah tidak zaman Pak.”  

READ MORE

Teknologi Ramah Lingkungan

Thursday, March 19, 2020


Teknologi Ramah Lingkungan


Tenaga Surya, Solar, Panel Surya, Energi Surya
Sumber Foto: Pixabay.com

Apa yang terbersit di pikiran sahabat  saat mendengar kata teknologi?

Apakah itu berhubungan dengan peralatan? Atau berhubungan dengan cara, atau sarana?
Mari melihat pengertian teknologi ditinjau dari bahasanya
Menurut KBBI V daring, teknologi adalah (1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan, (2)  keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Sedangkan menurut beberapa ahli, antara lain Jascques Ellil, “teknologi merupakan  keseluruhan metode yang secara rasional mengarah pada setiap kegiatan manusia dengan ciri efisiensi.”
Gary J Anglin menjelaskan tentang teknolodi sebagai ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan yang diterapkan secara bersistem dan mensistem untuk memecahkan masalah.

Dari pendapat ahli serta KBBI daring tersebut, maka kita bisa menyimpulkan, bahwa teknologi adalah cara, proses, alat dan segala kegiatan maupun ide yang dibuat dan dikembangkan untuk memudahkan aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.



Baca juga informasi ilmu lainnya di sini 



Teknologi Ramah Lingkungan


Dalam perkembangannya, teknologi mengalami kemajuan yang luar biasa, sayangnya perkembangan itu berdampak buruk bagi lingkungan. Misalnya, teknologi pengeboran minyak bumi pada tahun 1859 di mana minyak bumi dipompa keluar dari dasar bumi. Ada pula teknologi destilasi minyak bumi yang  mengubah minyak bumi menjadi bahan bakar.

Ada juga penggunaan batubara untuk pembangkit listrik, lalu tahun 1885 Carl Benz menemukan mesin yang dapat bergerak menggunakan bahan bakar bensin. Sehingga  hampir 40% manusia memenuhi kebutuhannya dari minyak bumi.
Namun, salah satu  dampak buruk yang dihasilkan dari penggunaan  minyak bumi adalah pencemaran udara.

Hal inilah yang mendasari munculnya teknologi ramah lingkungan, di mana pembuatan dan penerapannya menggunakan bahan baku  dengan limbah yang minimal sehingga mengurangi bahkan bisa mencegah pencemaran lingkungan.

Bentuk teknologi yang memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan merupakan penerapan teknologi ramah lingkungan, dalam penerapannya itu, maka teknologi ramah lingkungan harus memenuhi enam prinsip yang disebut 6R.

Refine (menyaring),  memanfaatkan sumber daya alam yang ramah lingkungan
Reduce (mengurangi),  mengoptimalkan penggunaan bahan yang ada demi mengurangi jumlah limbah.
Reuse (penggunaan kembali), adalah menggunakan kembali bahan yang tidak terpakai.
Recycle (daur ulang), merupakan memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai.
Recovery (pemulihan), memanfaatkan bahan tertentu dari limbah kemudian diproses untuk keperluan lain.
Retrieve Energy (ambil energi), berarti penghematan energi pada suatu produksi.


Baca juga tentang tokoh sastra di sini
Miliki kulit putih dengan konsumsi buah ini


Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan



Aplikasi teknologi ramah lingkungan semakin berkembang, terlihat dari penerapannya di beberapa bidang, seperti bidang energi, bidang lingkungan, bidang industri, bidang rumah tangga, dan lainnya.
Terdapat berbagai jenis teknologi ramah lingkungan yang berhasil diciptakan manusia, berikut ini beberapa contohnya.



Biobag atau Ecoplas

Sumber foto: biobagusa.com


Ini adalah tas yang terbuat dari tepung singkong dan polimer sintetik.  Tepung singkong dapat terurai sampai hancur sehingga tas ini tidak menimbulkan pencemaran pada tanah maupun air. Tas ini lebih ramah lingkungan dibanding menggunakan tas plastik atau kantong plastik.


Menanami Atap Rumah



Atap rumah dijadikan taman, hal ini diilhami dari Taman Gantung Babiloni, yaitu salah satu bagian dari Istana Babilonia. Taman ini bisa mengurangi karbon dioksida dan menyerap panas, sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara.


Bioremidiasi



Proses ini menggunakan tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah, memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihakan kontaminasi.


Buku Elektronik


Pemasaran Digital, Teknologi, Buku Catatan, Statistik
Sumber foto: Pixabay.com

Buku ini lebih dikenal sebagai e-book. Hal ini berguna untuk mengurangi pemakaian pohon. Sebagaimana kita ketahui, kertas yang dijadikan buku, majalah, koran berasal dari pohon. Penggunaan e-book dapat menekan produksi kertas yang berimbas pada kurangnya penebangan pohon untuk dijadikan kertas.


Selain beberapa contoh penggunaan teknologi ramah lingkungan tersebut di atas, dunia juga mengenal berbagai bangunan yang dibangun dengan teknologi ramah lingkungan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Air Tree di Spanyol



Sumber foto: nationalgeographic.com

Bangunan ini dibangun di Madrid yang terbuat dari berbagai bahan-bahan daur ulang. Bangunan ini dilengkapi juga dengan tenaga surya yang berasal dari panel photovoltaic yang berfungsi menyirami tanaman yang ada di Air Tree ini.   

The Reichstag di Berlin



Sumber Foto: originalberliantours.com

Gedung pemerintah ini adalah gedung parlemen tempat para pejabat pemerintah Berlin bekerja. Gedung ini  menggunakan kaca dan cermin yang berfungsi memantulkan cahaya matahari sejauh mungkin, tujuannya agar bangunan tidak bergantung pada penerang buatan. Selain itu, gedung ini dapat pula mengumpulkan air hujan dan mengumpulkan sumber energi. 

The Science Barge di New York



Sumber foto: ryerson.com

Bangunan ini adalah  rumah kaca di atas Hudson River, New York yang dilengkapi dengan tenaga surya di mana tenaga surya itu digerakkan dengan bantuan angin dan bahan bakar bio. Tanaman dalam bangunan ini dikembangakn dengan cara hidroponik. 

Demikianlah beberapa contoh penerapan teknologi ramah lingkungan. Jika sahabat memiliki informasi baru, silahkan tambahkan di kolom komentar ya.


Sumber bacaan:
Buku IPA Kelas 9 terbitan Kemendikbud RI, 2017
Environmnet-indonesia.com



READ MORE

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Name

Email *

Message *