Bermunajat dan Bermuhasabah Demi Meraih Mugabat Ilahi

Rabu, 11 Desember 2019

Bermunajat dan Bermuhasabah Demi Meraih Mugabat Ilahi

Kalau bukan  sahabat dan murid-murid saya   yang mengucapkan selamat milad melalui  grup whatsAap  maka pastilah hari ini berlalu begitu saja.

Mereka mengingatnya sedang saya lupa, astagfirullah! Pertanda apakah itu?
Jangan bilang karena faktor usia yah. Karena sejak dahulu saya memang selalu lupa soal tanggal kelahiran saya. Soalnya tanggalnya pas di tengah, di mana tanggal gajian sudah lewat sepuluh hari.

Andai tanggal kelahiran saya berada di awal bulan, pasti akan selalu saya ingat seiring dengan munculnya  ingatan akan tanggal gajian, heuu..

Ais … itu alasan saja, nda ada hubungannya kan?

Walau begitu, saya patut bersyukur telah dikaruniai umur sebanyak ini. Berarti malam ini, di saat saya menulis tulisan ini, secara sahih usia saya sudah 55 tahun lebih beberapa jam.

Karena  kata  mama, saya lahir pas matahari menampakkan cahanya.   


Tiba-tiba saya merasa melankolis dan sangat takut akan sesuatu yang saya tidak tahu itu apa. Saya teringat keluarga, sahabat, dan teman yang telah lama pergi menghadap Sang Ilahi sebelum usianya mencapai usia 50 tahun.

Mereka tak diberi waktu untuk menanti, jangankan menanti hari esok, sedetikpun tidak. Waktunya tiba dan saat itu pula ia diambil lalu namanya berubah menjadi jazad, setelahnya ia dilabeli tambahan nama almarhum atau almarhumah.

Lalu mengapa saya begitu jemawa mendapatkan usia sebanyak itu?
Jantung serasa berhenti mengalirkan darah dan perlahan-lahan mata ini menjadi basah.  

“Apa yang kamu banggakan wahai jiwa yang angkuh?”
Tunduklah!

Renungkan semua perbuatanmu di masa lalu.


Bersujud dan tangisilah dirimu!
Sesungguhnya dirimu itu sangat kotor, kalau saja Allah Ta’ala tidak menutup aibmu, maka pastilah tak ada satu makhlukpun yang akan mendekat karena kebusukan dosamu.

Astagfirullah!
Astagfirullah!
Astagfirullah!

Di usia 55 tahun ini, saya bermunajat kepada-Mu.
Berilah hamba kesempatan untuk memperbaiki diri, lindungilah jiwa lemah ini dari godaan setan yang terus menerus mengintai hati yang terlengah.

 “Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya)” ( QS: Al-Kahf ayat 59). 

Membaca surat Al Kahf di atas, harapan saya menyeruak, bahwa janji Allah pasti nyata adanya. Dia akan menepatinya. Kasih sayang-Nya telah menaungi  jiwa-jiwa yang nelangsa.

Biarlah masa itu berlalu. Saya telah diberi usia hingga saat ini, itu bertanda Allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

Bagitu yakinkah dirimu akan diampuni?

Yah! Saya sangat yakin.

Bukankah Allah Ta’ala berfirman melalui hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, bahwa:
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku…”(HR.  Bukhari nomor 6970 dan Muslim 2675).   
Maka hadiah yang harusnya saya syukuri seiring dengan bertambahnya usia, adalah saya  masih diberi kesempatan untuk  bermuhasabah. Setidaknya sampai jatah umur saya habis.

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.” (QS:  Al-Maidah: 9).

Maka harapan apa yang paling ingin saya wujudkan dengan bertambahnya usia ini?

Bimbinglah diri ini yah Allah, agar tetap menjaga iman dan beramal saleh  demi meraih  ampunan-Mu serta mendapatkan pahala yang besar.

Tunjukkanlah jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi jalan menujuh mugabat-Mu. Aamiin.

Selamat berkurangnya jatah umurmu Dawiah!

Baca juga cerita ulang tahunnya suami tercinta di sini

32 komentar

  1. Introspeksi diri di setiap waktu ya Mbak. Saya juga berusaha untuk seperti itu. Umur adalah rahasia Allah, kita tidak ada yang tahu. Semoga di sisa usia kita, masih diberikan kesempatan untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi ummat. Senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Barakllahu fii umrik Mbak Dawiah. Semoga di berikan umur yang barokah, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin. Makasih mbak doa yang sama untukmu.

      Hapus
  2. Ketika menghadapi hari ulang tahun, tidak membuat saya serta merta senang. Tapi malah agak sedih, karena jatah usia berkurang. Bahkan dijadikan waktu yang tepat untuk muhasabah, Bun.
    BTW, semoga sisa usianya berkah ya, Bun ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul teh, bertambah usia dari segi angka namun hakikatnya semakin berkurang jatah hidup di dunia. Terima kasih doanya, semoga Teh Nurul juga mendapatkan usia yang berkah. Aamiin.

      Hapus
  3. Sangat penting untuk muhasabah diri, Bun. Kadang kita manusia terlalu jemawa dan melupakan untuk hal itu. Astaghfirullah.

    Terima kasih sudah membuat tulisan yang mengingatkan diri ini, Bund.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah nih, kadang lupa muhasabah eh tahu-tahu sudah tambah usia lagi.
      sama-sama sayang.

      Hapus
  4. Membuat saya merenung kembali, bagaimana seandainya Allah panggil saya saat ini sementara bekal belum cukup?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang kita terlalu asyik dengan dunia, kerja..kerja..kerja jadi lupa deh,

      Hapus
  5. Barakallahu fii umrik Bunda. Semoga senantiasa dilimpahi keberkahan dalam hidup, usia yang penuh manfaat, bahagia dunia akhirat. Aamiin. Terima kasih untuk saling mengingatkan.

    BalasHapus
  6. MAsya Allah, semoga usia bunda berkah ya. Terkadang kita suka lupa, (eh, saya ding) setiap tahun jatah umur berkurang, lupa bahwa maut selalu datang tanpa berkabar terlebih dahulu.

    BalasHapus
  7. Barakallah, semoga dengan bertambahnya umur, bertambah juga keberkahan dalam hidup dan semakin banyak memberi manfaat kepada orang lain. Aamiin

    BalasHapus
  8. Masyaallah, setiap tahun umur pasti bertambah dan berkurang juga sisa-sisa kehidupan di dunia. sudah waktunya ya bun, untuk selalu mengingat Allah. muhasabah diri setiap waktu apalagi sebelum tidur bisa membantu banget untuk bangun di pagi hari dengan lebih semangat. Barakallahu fik, semoga Allah memudahkan selalu urusan kita. Aamiin

    BalasHapus
  9. Terkadang kita memang lupa bahwa ada hal lain yang lebih Krusial yang harus dilakukan saat hari lahir datang, bersyukur. Semoga semua unur yang sudah dilewati dan akan dilewati selalu mendapat berkah ya Bunda

    BalasHapus
  10. Barakallah fii umrik Bunda...semoga makin tambah berkah usianya dan makin bermanfaat bagi sesama. Aamiin

    BalasHapus
  11. Yaumul Milad Bunda Dawiah.
    Makasih nasihatnya.

    Benar Bun, dlm situasi dan kondisi apa pun. Saya juga selalu berusaha berpikir positif dalam menggapai berusaha menggapai goal2 kehidupan.
    Karena saya yakin, Alloh Swt selalu mengikiti prasangka hambaNya.

    Jadi postif saja Alloh approve jika menuju kebaikan.
    Dan tdk pernah memamdanh usia.🙏🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, melatih diri untuk selalu berpikir positif sangat penting.

      Hapus
  12. Wah Bunda ultah ya? Selamat bertambah usia ya Bun.. sehat sellau, makin sukses, bermanfaat bagi sesama. Amiinn. Salam sayang dari Jogja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam sayang juga dari Makassar. Makasih yah atas doanya. Doa yang sama buat simbok.

      Hapus
  13. Dulu, saya melalukan muhasabah diri setiap tahun baru. Dirapel karena ulangtahun saya berdekatan. Tapi, sekarang udah cukup sering, maksudnya di beberapa hari besar kaya lebaran, maulid, tahun baru islam dan ulangtahun juga. Penting memang ya, mba untuk kita selalu muhasabah diri

    BalasHapus
  14. Ulasannya mb jd selfreminder deh. Met milad smg sht sll n sukses yaa...

    BalasHapus
  15. Saya harap dengan bertambahnya usia mba bisa menjadikan mba lebih dekat dengan Allah, semakin memperdalam ilmu syari'i agar apa yang kita lakukan selama ini semakin sesuai dengan ajaran Rasulullah.. Semangat terus nulisanya mba, salut loh di usia 55 ini mba masih sering nulis. Jadi motivasi jg buat sy untuk bermanfaat lewat tulisan

    BalasHapus
  16. Barakallah fii umriik, Mbak. Saya jadi ikut bermuhasabah mengingat usia yang tak lagi muda, astaghfirullah begitu banyak kesalahan dan dosa. Makasih Mbak remindernya

    BalasHapus
  17. Bunda... Barakallahu Fii Umrik. Semoga semakin hari BUnda semakin banyak memberikan kemanfaatan juga terjaga kesehatannya. Tulisan ini jadi renungan juga untuk saya dan bikin termotivasi. Terima kasih Bun.

    BalasHapus
  18. Barakallahu fii umriik mb. Terus produktif dan bermanfaat bagi sesama. Iya saya juga begitu usia tak lagi muda, milad malah dipakai buat muhasabah diri, makin berkirang jatah napas di dunia...

    BalasHapus
  19. Happy milad Mba. Ini jadi pengingat diri juga. Ternyata umur kita tuh sudah berapa, tinggal berapa?

    BalasHapus
  20. Barakallahu fi umrik mbak.. Tulisannya membuat saya ikut bermuhasabah..

    BalasHapus
  21. Nice artikel, bikin aku jadi ingat akan maut. Thanks for sharing bun :)

    BalasHapus
  22. Umur di dunia memang bertambah namun pada hakikatnya adalah sudah bertambahkah ladang amal kita? Ya

    BalasHapus
  23. Hari lahir memanfaatkan merupakan momen yang tepat untuk mengingat besarnya nikmat yang Allah berikan sekaligus bermuhasabah akan banyak dosa yang bergelimang. Semoga sehat dan barokah usianya mbak..

    BalasHapus
  24. Membaca sharing mba, jadi ingat saya juga sudah tidak muda lagi, namun muhasabah diri kurang dilakukan. Merasa sombong seakan-akan kita tidak banyak dosa. Padahal selesai umur kita tidak ada yg tau. Semoga kita semua diberi umur panjang yang bermanfaat, aamiin...

    BalasHapus
  25. MasyaAllah ternyata sudah 55 tahun dan masih aktif menulis ya. Ibu saya Juga umurnya segitu. Semoga diberi umur panjang dan sehat selalu supaya bisa terus produktif dan Instropeksi diri. Aamiin..

    BalasHapus
  26. Yes, semakin bertambah usia, berarti semakin berkurang jatah umur, sudah srlayaknya makin mendekatkan ke Allah

    BalasHapus

Fill in the form below and I'll contact you within 24 hours

Nama

Email *

Pesan *