Jumat, 07 September 2018

Serba Serbi Asian Games 2018; Gara-gara Indonesia Menjadi Tuan Rumah




Masih ingat dengan pesta olahraga se Asia  kan? Atau sudah lupa?
Pastinya masih ingat dong, lah belum juga sebulan. Ingatan kita masih lekat dengan kehebohan dan hiruk pikuk pesta olahraga yang diadakan empat tahun sekali itu.  Nah selagi Asian Games masih membekas di hati dan pikiran kita, maka saya akan menulis serba serbi Asian Games 2018 yang saya kumpulkan dari berbagai sumber termasuk lewat media televisi. 

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Setelah Setengah Abad Lebih

Setelah 56 tahun, akhirnya Indonesia menjadi penyelenggara pesta olahraga Asian Games untuk kedua kalinya. Yah hanya beda dua tahun dengan usia saya. Pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962. Saat itu saya masih di Lauhul Mahfuz menanti keputusan Tuhan siapakah yang bakal menjadi orangtua roh keceh ini 😅

Lalu kenapa saya latah menulis acara yang saya tidak saksikan langsung ini? Jawabannya,  karena saya cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia.
Rakyat mana coba yang tidak bangga melihat negaranya dijadikan tempat ajang pertandingan  yang bergengsi ini?  Apalagi saat melihat bendera kebangsaannya  berkibar diiringi lagu kebangsaan manakala  atletnya meraih medali emas.

Oh yah, alasan paling spesifik  yang membuat saya memutuskan menulis Asian Games ini adalah untuk meninggalkan jejak buat anak cucu saya  agar kelak  mereka bangga. 
Bangga menjadi rakyat Indonesia dan terutama bangga pernah memiliki nenek buyut sekeren saya, hihihi …

Negara mana sajakah yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggara pesta olahraga Asian Games ini? Kita intip yuk!
  • Asian Games pertama diselenggarakan pada tahun 1951 dan negara pertama yang menjadi tuan rumah adalah Delhi, India. Tepatnya diselenggarakan pada 4-11 Maret 1951. Jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 169 medali.
  • Manila, Filipina adalah negara kedua pada 24 April-9 Mei 1954. Cabang olahraga yang dipertandingkan bertambah menjadi delapan cabang olahraga dengan jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 229 medali.
  • Tokyo, Jepang menjadi negara ketiga penyelenggara Asian Games ke-3 pada 24 Mei –1 Juni 1958, Jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 350 dari 12 cabang olahraga,
  • Jakarta, Indonesia menjadi negara penyelenggara Asian Games ke-4 pada 24 Agustus-4 September tahun 1962, Berlangsung di Jakarta dan dibuka langsung oleh Presiden pertama RI, Bapak Ir. Soekarno. Cabang olahraga yang dipertandingkan bertambah lagi menjadi 13 cabor. Jumlah medai emas yang diperebutkan sebanyak 372
  • Bangkok, Thailand penyelenggara Asian Games ke-5 pada 9-20 Desember 1966. Memperebutkan medali emas sebanyak 460 untuk 14 cabang olahraga.
  • Bangkok, Thailand menjadi penyelenggara untuk kedua kalinya pada 20 November 1970 yang memperebutkan medali emas sebanyak 423 medali.
  • Teheran, Iran menjadi tuan rumah asian games ke-7 pada 1 – 16 Sepember 1974. Jumlah medali emas yang dperebutkan sebanayk 609 medali dengan 18. cabang olahraga.
  • Bangkok, Thailand menjadi tuan rumah Asian gamse ke-8. Berlangsung tagl 9-20 Desember 1978. Jumlah medali emas yang diperebutkan sebanyak 626 dari 21 cabang olahrga.
  • Delhi, India untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah pada 19 November- 4 Desember 1982.
  • Seoul, Korea Selatan menjadi penyelenggara Asian Games ke-10 pada 20 September-5 Oktober 1986. Terdapat 24 cabang olahraga dengan medali emas 848 medali yang diperebutkan.
  • Beijing, Cina menjadi penelenggara Asian Games ke-11 pada 22 September -7 Oktober 1990.
  • Asian Games ke- 12 Hiroshima, Jepang menajdi penyelenggara berlangsung 2 – 16 Oktober 1994 diikuti 42 negara yang memperebutkan medali emas sebanyak 1079 medali.
  • Bangkok, Thailand penyelenggara Asian Games ke-13. Diselenggarakan pada 6-20 Desember 1998.
  • Busan, Korea Selatan adalah penyelenggara Asian Games ke-14
  • Doha, Qatar berlangsung 1-16 Desember 2006 memperebutkan medali emas sebanyak 1393 medali.
  • Guangzhou, Cina menjadi penyelenggara Asian Games ke-16 pada tahun 2010.
  • Incheon, Korea Selatan penyelenggara Asian Games ke-17 pada tahun 2014.
Nah, tahun ini Indonesia kembali menjadi penyelenggara Asian Games yang ke-18.


Sumber Foto: Deputi Kemenpora RI

Hal-hal  Unik yang Membahagiakan Saya

Bahagia itu sederhana. Sudah sering dengar kalimat itu?
Yah, saya setuju. Jika setiap momen yang kita saksikan dijadikan sebagai pemicu kebahagiaan, maka pastilah meraih kebahagiaan itu sangat sederhana. Seperti melihat setiap momen dalam Asian Games 2018, terutama saat menyaksikan para atlit meraih medali emas.
Duh bahagianya tiada terkira.

Bahagia Menjadi Perempuan

 Bahagianya jadi perempuan. Kebahagiaan ini dikarenakan peraih medali emas pertama bagi Indonesia adalah perempuan cantik yang bernama  Defia Rosmaniar. Beliau adalah  atlet cabang olahraga taekwondo.


Sumber Foto: Fb Deputi Pembudayaan Kemenpora

Bahagia Menjadi Orangtua

Mendengar kata atlet yang terbayang dipikiran kita biasanya adalah atlet yang gagah dan muda. Namun tidak bagi keempat atlet sepuh ini. 


Kong Te  usia 85 tahun 5 bulan dari Filipina

Sumber Foto: News abs.com



Lai Chun Ng atlet asal Singapura berusia 82 tahun 10 bulan. Sumber Foto: Facebook.com/ Rockland Sitorus


Hung Fong Lee usia 81 tahun 5 bulan asal Malaysia.  Sumber Foto:   sg. Yahoo. Com


Bambang Hartono berusia 78 tahun 10 bulan. Atlit bridge dari Indonesia Sumber Foto: sports.sindonews.com

Maka tidak ada alasan untuk tidak berprestasi sekalipun usia sudah sepuh bukan, apalagi saya yang masih lebih belia dibandingkan keempat sesepuh di atas. Eits …

Ada Cinta di Asian Games 2018

Pertunjukan “cinta”  yang paling menggemparkan dunia  terutama bangsa Indonesia di Asian Games tahun ini,  adalah pelukan cinta dan kasih sayang dari kedua calon presiden RI yang bakal  bertarung pada pilpres tahun 2019.
Adalah pesilat Hanifan Yudani Kusumah yang memeluk secara bersamaan  kedua capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo.  Keduanya bersatu dalam pelukan Hanifan. Momen yang mengharukan itu tercipta saat pesilat muda itu meraih medali emas.
Saya yakin bukan hanya saya yang merasakan keharuan dan kebahagiaan itu tetapi dirasakan juga oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.


Sumber Foto: INASGOC

Cinta yang dipersatukan di arena olahraga  diperlihatkan  pula oleh pasangan suami istri peraih medali emas dari cabang olahraga pencak silat ini. Iqbal Candra Pratama dan istrinya Sarah Tria Monita.
Dikabarkan mereka tidak sempat berbulan madu karena sibuk mempersiapkan Asian Games 2018. Hasilnya? Sungguh membanggakan bangsa Indonesia. 
Samara selamanya ya.


Sumber Foto: Instagram Iqbal_candra


Lagi-lagi Hanifan menunjukkan cintanya yang tulus, kali ini bukan untuk kedua capres Indonesia melainkan untuk kekasih hatinya Pipiet Kamelia. Dengan gaya romantis ala pesilat, Hanifan melamar kekasihnya. Uniknya lagi Pipiet sang kekasih harus memberikan tendangan sabit sebagai tanda kalau ia menerima lamaran Hanif.
Semoga niat baiknya terwujud yah.


Sumber foto: Yahoo.com


Atlit Peraih Medali dan Bencana di Lombok

Yang paling saya sukai di acara Asian Games ini adalah prosesi penyerahan medali kepada pemenang, apalagi jika yang meraih medali itu adalah atlit Indonesia. Tidak perduli dengan jenis medali yang diperolehnya.
Ada satu lagi yang menarik bagi saya, adalah pemberian baju kepada presenter yang meliput untuk dilelang kemudian hasil lelangnya akan disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Lombok,
Semoga sumbangan itu bermanfaat ya.


Cabang Olahraga yang Baru Dipertandingkan 


Rupanya setiap penyelenggaraan Asian Games ada saja cabang-cabang olahraga yang baru dipertandingkan. Demikian juga pada  Asian Games tahun 2018 ini.Terdapat beberapa cabang olahraga (Cabor)  baru  dipertandingkan. 
Apa sajakah itu? Lihat gambar berikut!












Sumber foto dari sini 






Nah itulah sekilas peristiwa-peristiwa manis, haru, dan membanggakan yang terjadi di arena Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Kita doakan semoga Asian Games berikutnya atlit kita dapat lebih berprestasi lagi hingga bisa menggeser kedudukan negara Korea Selatan, Jepang, dan China.
Indonesia berada diperingkat pertama. Aamiin. 




20 komentar:

  1. Eoforia Asian Games memang melanda seluruh jagad Indonesia Raya ya kaka. Pertikaian sengit dunia politik dibuat sedikit mereda bahkan menjadi adem dengan moment-moment khusus yang tercipta selama acara ini berlanagsung. Termasuk moment berpelukan ala Telethubies petinggi negara. Hidup atlit Indonesia. terima kasih sudah ikut mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.

    BalasHapus
  2. Whuaa banyak ya yang bisa diceritakan dari Asian Games 2018 kemarin ini. Semoga semangat juangnya bisa menular pada semua generasi termasuk kita. Siapa kita? Indonesia!

    BalasHapus
  3. Kenapa saya nangiiiisss? Aaaah selalu mengharu biru kalau baca berita tentang Asian Games 2018 ini. Kereeeen ... Banggaaaa. Karena, #SiapaKita? (((INDONESIA)))

    Suka baca bagian ini:
    Bangga menjadi rakyat Indonesia dan terutama bangga pernah memiliki nenek buyut sekeren saya, hihihi …
    hahaha

    BalasHapus
  4. Keren banget ya atlit-atlit Indonesia ini, bener-bener bikin bangga bangeeet. Makasih bun infonya saya baru tau kalo ternyata ada atlit-atlit yg sudah berumur tapi masih bikin bangga. Masya Allah.

    BalasHapus
  5. Sampai sekarang saya masih merinding setiap memgingat asian games.bangga sekali menjadi orang Indonesia

    BalasHapus
  6. Akhirnya, Indonesia menjadi penyelenggara pesta olahraga Asian Games untuk kedua kalinya, stlh 56 tahun menunggu.

    BalasHapus
  7. Yang pertama tahun 1951 ya
    Yang di Indonesia kemarin emang keren banget. Dari ceremonynya sampai atletnya

    BalasHapus
  8. Bangga banget ya kak. Sekarang kita bersiap sambut ASIAN PARA GAMES!

    BalasHapus
  9. bangga sama Indonesia, ternyata mampu melaksanakan kegiatan yang luar biasa ini. Tapi setelah liat pembukaannya kemrin rasanya lebih keren dibanding piala dunia deh

    BalasHapus
  10. Wah lengkap ulasannya bunda,saya setuju soal kebanggaan akan negeri ini jadi kita tulisin serba serbinya biar ada kenangannya dan anak2 cucu kelak bisa baca blog yg isinya asian games, ada banyakk sumber bacaan dan inspirasi mereka

    BalasHapus
  11. Keren banget ya mba Asian gamesnya, bangga deh jadi bangsa Indonesia. Terima kasih ilmu dan sharingnya, sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  12. Bangganya luar biasa ya Bun.. next Asian Games di Indo, semoga bisa kita saksikan lagi. Amin

    BalasHapus
  13. Bangga banget jadi tuan rumah, dan banyak cerita positif dari Asean games, keren bunda..Terimakasih sharingnya bermanfaat sekali. .

    BalasHapus
  14. Merinding haru ka' membaca tulisan ta, Kak. Ini semacam ensiklopedia Asian Games 2018. Teeima kasih sudah mencatatnya

    BalasHapus
  15. Bangga banget ya bun, semoga kesempatan berikutnya indonesia bisa jadi tuan rumah olimpiade. Euforianya pasti gak kalah ya bun.

    BalasHapus
  16. Beruntung sekali malam itu saya ikut menonton ceremony pembukaan asian games. Hasilnya pun ternyata membanggakan ya bun...

    BalasHapus
  17. Paling suka sama moment berpelukan di Asian Games ini kak Dawiah .😘

    BalasHapus
  18. Mantap mb ninggalin jejak tulisan tentang Asian Games buat anak cucu, hehe...pemikiran yang kerennn

    BalasHapus
  19. Mantap mb ninggalin jejak tulisan tentang Asian Games buat anak cucu, hehe...pemikiran yang kerennn

    BalasHapus
  20. Sayapun banggaaaaa dengan asian games kali ini, Indonesia berhasil menjadi tuan rumah yanh patutu diapresiasi. Semoga tahun depan bisa menyaksikan secara langsungg.. aminnn..

    BalasHapus