Jumat, 27 Juli 2018

Yuk, Kenali Berbagai Panggilan Kesayangan Untuk Pasangan



Entah dari mana awalnya saya  menggunakan kata AyangBeb untuk menggantikan nama panggilan suami saya. Mungkin terinspirasi dari status-status teman yang berseliweran di facebook maupun di media sosial lainnya. Kata itu terasa nyaman saja di telinga saya. Terasa  lebih mesra, lebih lucu, dan lebih romantis dibandingkan menggunakan kata Bapaknya anak-anak. Walaupun panggilan itu hanya saya gunakan dalam tulisan dan penyebutan kata ganti orang ketiga saja.

Saya teringat awal kami membina rumah tangga sebelum kami dianugerahi  anak, kami biasanya menggunakan nama awalnya saja. Saya dipanggil Mar dan Pak Nas buat si AyangBeb, baik untuk kata ganti orang kedua maupun kata ganti orang ketiga.  

Setelah anak pertama lahir, panggilan itu sekonyong-konyong berubah menjadi, Mamanya Fandi dan Bapaknya Fandi, baik sebagai kata ganti orang kedua maupun kata ganti orang ketiga. Panggilan itu berlanjut hingga sekarang.

Oh yah, kata panggilan itu pernah diprotes oleh putri bungsu saya, katanya. “Kenapa hanya kakak Fandi yang punya bapak dan mama? Saya tidak.”

Lebih parahnya lagi, kakak-kakaknya sengaja “mengganggu” adiknya dengan menjawab. “Karena Nabila tidak punya bapak dan mama.” Spontan si bungsu menangis dan ngambek beberapa waktu lamanya.
Sejak peristiwa itu, kami mulai mengganti nama panggilan masing-masing dengan kata bapaknya dan mamanya.



Ternyata menggunakan nama panggilan terhadap  pasangan itu banyak jenisnya.  Beberapa pasangan biasanya menggunakan kata-kata yang telah mereka sepakati sebelumnya sebagai kata panggilan kesayangan. 
Biasa juga panggilan kesayangan itu muncul disebabkan karena melihat keadaan pasangan yang unik. Misalnya: kata  Ndut karena pasangannya berpostur tubuh gendut. Bahkan ada pasangan yang menggunakan kata Elek, singkatan kata Jelek, padahal pasangannya itu tidak jelek-jelek amat. Lucunya, pasangannya itu senang-senang saja dipanggil dengan nama tersebut.😆😆

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda menggunakan nama panggilan seperti di bawah ini?
Kita intip yuk!

Berasal dari bahasa Asing

1.      Abi/Umi. Kedua kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti bapak dan mama atau ayah dan ibu. Kesannya lebih religius dan santun.

2.    Baby. Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti bayi. Banyak juga yang menggunakan kata ini sebagai panggilan kesayangan buat pasangannya. Mungkin karena bayi itu selalu menggemaskan dan identik dengan kasih sayang. Entahlah.  

3.  Bee. Kata ini juga berasal dari bahasa Inggris yang berarti lebah. Entah kenapa banyak yang menyukai kata panggilan ini, bisa jadi menggunakan kata bee untuk menggambarkan pasangan yang telah mengisap madu asmara. Ini versi saya saja. 

4.   Boo. Berasal dari bahasa Prancis yang berarti kekasih. Kedengaran unik  di telinga kita. Tetapi kalau pasangan suka, tidak salah juga kalau menggunakan kata boo sebagai panggilan kesayangan.

5.      Darling. Kalau kata ini sudah jelas-jelas mengartikan sayang.

6.     Honey. Ini juga berasal dari bahasa Inggris yang berarti madu. Yang pasti ini tidak mendefinisikan istri yang sedang dimadu ya…

7.   King/Queen. Masih dari bahasa Inggris yang berarti raja dan ratu. Terbayangkan betapa tersanjung diri kita jika dipanggil my queen yang berarti  ratuku.

8.   My Lovely. Sudah tahu kan artinya? Sayangku. Oh senangnya jika kita dipanggil pasangan dengan kata, sayangku! Itu sih saya.

9.     Sweety. Kata ini juga berasal dari bahasa Inggris yang berarti pacar.  Jika merujuk dari KBBI, maka pacar itu sama dengan lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih, atau sama saja dengan kekasih.
Hm..boleh juga tuh suami atau isteri dipanggil dengan kata ini. Pacar!

Bagaimana dengan panggilan kesayangan di negara kita? Ternyata cukup banyak jenisnya, apalagi yang berasal dari bahasa daerah. Yuk  kita simak!

1.      Aa’/Dede. Berasal dari kata Sunda yang berarti kakak dan adik. Kedengaran mesra dan santun.

2.     Kanda/Dinda. Tahu kan artinya? Yap, panggilan itu sama saja dengan  kakak dan adik, hanya saja kedengarannya lebih mesra dan manja.

3.  Pipi/Mimi. Sebenarnya ini hanya plesetan dari kata mama papa saja. Ah,  jadi ingat mantan pasangan artis de…😉

4.      Daeng/Andi. Kata ini berasal dari bahasa Bugis Makassar yang berarti kakak dan adik. Biasa pula digunakan oleh pasangan suami isteri. Suami dipanggil dengan kata Daeng dan isteri dipanggil Ndi atau Andi.

5.   Amma’na/Tetta’na. Panggilan ini  berasal bahasa daerah Makassar yang berati ibunya dan ayahnya. Biasanya diikuti dengan nama anak sulung. Serupa dengan bapaknya si A atau ibunya si A.

6.      Ayah/Bunda. Panggilan ini serupa dengan panggilan Bapak dan Ibu atau Papa dan Mama.

7.      Mas/Dik. Panggilan dengan kata ini biasanya digunakan oleh pasangan yang berasal dari Jawa.

8.      Kang Mas/Mbak Yu. Panggilan ini cukup unik dan berkesan cinta daerah atau budaya.

Demikian beberapa panggilan kesayangan yang biasa digunakan oleh pasangan suami istri. 

Yang pasti, saya menggunakan panggilan Ayangbeb untuk suami saya, tetapi saya tidak menggunakan kata itu saat kami sedang berbincang ataupun saat kami berduaan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya hanya menggunakannya untuk panggilan orang ketiga tunggal.  

Ingin juga sih memanggil suami dengan kata AyangBeb itu, tetapi  apa kata dunia? eh anak-anak saya dan suami nanti. 
Saya yakin mereka akan tertawa, menertawakan saya yang sok gaul ini, hehehe ….



Kalau Anda menggunakan panggilan kesayangan apa untuk pasangan?
Jawab di kolom komentar dong!


32 komentar:

  1. Kalau bahasa korea lain lagi kk... ada chagiya untuk pasutri baru sama yeoboe pasutri lama... hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih baru tahu kata itu. Berarti saya bisa gunakan YEOBOE karena sudah termasuk pasutri lama ... hihihhi

      Hapus
  2. AyangBeb...... ini salah satu ciri panggilan kesayangan yg sdh di aplikasikan oleh seorang kak Dawiah. Bagia terus ya k

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Aamiin. Terima kasih doanya dek.

      Hapus
  3. wah bru tau saya ada oanggilan syg bee n boo kk... btw disulawesi ada jg pngln daeng/ndi kakak dan adik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata Daeng dan Ndi ini saya gunakan di novel saya (walau masih dalam proses sih)

      Hapus
  4. Kok saya jadi baper yah wakakakka

    BalasHapus
  5. Saya biasayya ji, Kak.
    Saya panggil suamiku KAK atau PAPA. Suamiku panggil saya NI'.

    BalasHapus
  6. Jaman pacaran dan setelah nikah tapi belum punya anak, saya panggilnya Honey. Sekarang setelah punya anak jadi panggil Atu (bapak). Yang lucunya karena hampir semua orang panggil dia juga Atu, termasuk bosnya di kantor! Hahah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tau kalau ATU itu artinya bapak.

      Jadi banyak de anaknya suamita heheh...

      Hapus
  7. masyaAllah pengennya juga mesra sampai tua kek bunda dan ayangbeb nya heheheh
    saya dan suami panggi sayang ji ,, meskipun masing2 udah punya nama daeng dan jadi ayah bunda tp tetap panggil sayang biar di depan umum hhihihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih bagusji itu ka kita panggil sayang, kalau saya tidak ada pake sayang-sayang. Panggilan AyangBeb itu hanya untuk lucu-lucuan di tulisan saja dek.
      Ayangbebku tidak tergolong orang romantis hehehe....

      Hapus
  8. waktu masih pacaran dulu, aku n suami saling manggil 'beb'. Tapi setelah menikah kami saling manggil 'bi'. bagi yang ga tau, saat aku manggil suami dengan 'bi' disangka singkatan dari abi. lah giliran dia balas manggil aku 'bi' juga baru bingung deh mereka. Hahaha. Tapi kalo sbg kata ganti sampai hari ini aku juga masih pake 'ayahnya aira'. pas baca ini baru sadar, iya juga ya, ntar kalo adeknya aira lahir pasti protes juga kalo cuma disebut 'ayah aira'. tfs mbak. jadi reminder juga nih buat aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai panggilan Bi saja, kedengarannya lucu dan mesrah tu..

      Hapus
  9. Dulu sebelum punya anak, manggilnya yayang hahahha lebay juga ternyata.
    tapi sekarang, masih tetep lebay karena manggilnya ayah sayang, walo ada anak2 😂

    BalasHapus
  10. ciee..cieee...AyangBeb...romantis habis Bunda!!

    Kalau saya waktu pertama nikah, manggil Mas. Setelah anak pertama bisa ngomong dan dia ikutan manggil-manggil Mas...saya jadi manggil Bapak..lama-lama -sampai sekarang, manggilnya Baaa, penggalan dari kata Bapak kwkwkw

    BalasHapus
  11. Wkwkwkwk, geli sendiri saya bacanya. Ngebayangin saya sendiri dr kenalan sampai sekarang panggilannya cuma "Mas" yang 5 bulan kemudian berubah jadi "Ayah" krn langsung hamil. Kapan2 perlu dicoba yang lain ah

    BalasHapus
  12. Sebelum punya anak, Abang - Adek, udah punya anak jadi Mama - Papa. Kalau lagi ngerayu, beliau manggil honey. 😁

    BalasHapus
  13. Apa arti sebuah nama. Tidak tepat krn nama pastu mengandung makna tertentu

    BalasHapus
  14. Layaknya panggilan di Jawa. Sebelum nikah dulu manggil mas, sekarang jadi ayah...hehe..

    BalasHapus
  15. Kesayangan di rumah adanya anak-anak aja, nih. Sulung dipanggil Tuan Muda dan bungsu dipanggil Nona Kecil. Love, love, love

    BalasHapus
  16. Ay sama Beb gak ada bun? Hihi. Semoga awet terus sama suami hingga Jannah ya bun. Aamiin 🤲🏻

    BalasHapus
  17. Panggilan sayangku belum ada dilist itu, bunda. Tambahin Panda ya, dari Papa Kanda. ^_^

    BalasHapus
  18. Kami biasa saling memanggil dengan ayah dan ibu, Bunda hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus juga kok, kedengaran sopan. Eh bukan berarti panggilan lainnya nggak sopan yah wkwkwk..

      Hapus
  19. Sya manggil Kakak ke suami soalnya dia kakak kelas di SMA hehehehe kebawa smpe menikah

    BalasHapus
  20. Saya sih panggil ayah bunda saja. Hehe...

    BalasHapus