Minggu, 27 Mei 2018

"Jonga Merah" Kebanggaan Sulawesi Selatan



Gara-gara mendapatkan undangan  buka puasa bersama dari  PT. Sermani Steel.
Saya jadi tahu  kalau seng yang terpasang di rumah kami itu adalah produk PT. Sermani Steel. 

Suasana saat buka puasa bersama 

Yang saya ingat waktu rumah kami dibangun tahun 1999, suami saya membeli seng yang berstempel kijang warna merah.
Itu adalah rekomendasi dari tukang dan mama saya.
"Kalau mau awet atap  rumahmu pakai seng cap Jonga Merah.



Hem, saya jadi penasaran, apa betul seng itu masih dikenali hingga kini? Mengingat semakin banyak bermunculan berbagai jenis merek seng.

Maka saya mengajukan pertanyaan, “Seng apa yang bagus dipakai untuk atap rumah?” Pertanyaan itu saya kirimkan ke  berbagai grup whatsApp yang saya ikuti. Grup alumni SMA saya, grup  keluarga, grup guru-guru sekolah saya, grup guru-guru sekolah suami saya, grup orangtua siswa, dan bahkan ke  grup murid-murid saya.
Saya juga mengajukan pertanyaan  langsung ke tukang-tukang batu yang kebetulan sedang bekerja di rumah saya saat ini,
Tahukah apa jawaban mereka?
70% menjawab Seng Cap Jonga Merah
20% menjawab Seng Sermani.
5 % menjawab Seng Kijang Merah, termasuk jawaban dari  anak sulung saya.
5% menjawab tidak tahu. Mereka ini adalah murid-murid saya yang masih SMP

Menakjubkan!

Hampir 100% warga Makassar sangat mengenal seng produksi PT. Sermani Steel ini, sekalipun penyebutan mereknya berbeda-beda tetapi maksudnya sama. 

Sumber foto: Atik Muttaqin

Mengapa lebih banyak orang memilih seng sebagai atap rumah?

Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan seng sebagai atap rumah, karena seng memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan produk  atap lainnya, misalnya: asbes dan genteng.
Atap seng lebih ringan dibandingkan dengan asbes maupun genteng sehingga lebih mudah pemasangannya. Gampang didapatkan, karena setiap toko bangunan menjual seng. Tahan terhadap korosi. Selain itu, seng juga dapat dibeli dalam bentuk lembaran maupun dalam jumlah yang besar.

Satu-satunya kekurangan penggunaan seng sebagai atap rumah adalah suara yang berisik pada saat ada hujan. Tetapi hal ini bisa diantisipasi dengan pemasangan plafon.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Barat pemilihan seng pada umumnya dipercayakan kepada satu merek saja (berdasakan survei kecil-kecilan di atas), yaitu Seng Sermani  atau Seng Cap Jonga Merah. Tentu saja ini bukan tanpa alasan.

Lihatlah riwayatnya!

PT. Sermani Steel yang memproduksi seng ini berdiri pada tahun 1996 lalu beroperasi pada tahun 1970. Sejak saat itu, hasil produksinya berupa seng langsung memikat hati masyarakat Sulawesi.  Produk yang dihasilkan sangat teruji dan memenuhi standar serta mengacu kepada ISO 9001.

Untuk memenuhi standar ISO 9001 tidak gampang, karena harus mengikuti berbagai prosedur yang berstandar internasional. ISO tdak sembarangan menetapkan tanpa melihat berbagai faktor, karena hal ini terkait dengan masyarakat di seluruh dunia. Standar ISO 9001 merupakan standar untuk mutu perusahaan  dan produk yang dihasilkan.

Perusahaan yang ingin mendapatkan standar ini, harus menggunakan sistem manajemen mutu ISO 9001 selama paling sedikit tiga bulan serta harus lulus audit sertifikasi.

Tidak cukup sampai di situ. Seng Cap Jonga Merah telah teruji dan terbukti dapat bertahan hingga 15 tahun. Hal ini dapat dilihat dari ketebalannya, lebih tebal dari seng merek lain juga lebih berat.

Selain itu, proses produksi seng ini melalui pencelupan atau galvanized mencapai suhu 5000C, tujuannya adalah untuk memastikan seluruh lembaran seng terlapisi dengan baik.

Sermani Spandeck Galvalume

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia mulai mengenal sekaligus menggunakan jenis atap lain, yaitu  spandeck. Spandeck merupakan atap berbentuk gelombang yang bahannya adalah platzincalume G550 dengan ketebalan yang bervariasi. Biasanya digunakan sebagai atap pabrik, gudang, dan atap kanopi rumah. Pada umumnya spandeck terbuat dari aluminium dan seng.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Barat, PT. Sermani Steel juga memproduksi spandeck dengan spesifikasi sebagai berikut.

  1. Bahannya terbuat dari Baja Lapis Zinc Aluminium. 
  2. Tegangan Leleh Minimum saat produksi 550 MPa, 
  3. lebar efektifnya 750 mm,
  4. sedangkan jenis gelombangnya terdiri dari 5 gelombang.

Kebanggaan Masyarakat Sulawesi Selatan

Warga Sulawesi Selatan terutama yang berdomisili di kota Makassar patut berbangga, karena perusahaan sekeren ini ada di kota Makassar, dikelola serta  kepemilikan saham didominasi putra daerah Makassar.

Adalah almarhum Bapak  Syamsuddin Daeng Mangawing seorang putra daerah merupakan pemilik 50% saham PT. Sermani Steel, sedangkan 50% lainnya dimiliki masing-masing 25% oleh Marubeni-Itochu Steel dan JFE Steel. Saat ini direktur utamanya adalah putra bungsu almarhum Syamsuddin Daeng Mangawing yaitu, Bapak Rudy S Syamsuddin.

H. Rudy S Syamsuddin (Managing Direstor PT. Sermani Steel). Sumber foto: Abby Onety

Artinya, keberadaan dan kemajuan PT. Sermani Steel sedikit banyaknya akan mempengaruhi perekonomian rakyat Sulawesi Selatan.

Semoga hasil produksi PT. Sermani Steel ini semakin berkualitas sehingga kian dicintai oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan bahkan dapat menyebar ke seluruh Indonesia. Aamiin.

21 komentar:

  1. Ih Kak Dawiah, biar siswanya ditanyai juga hihihi.

    Kuat dih sengnya. Membanggakan juga buat kita sebagai warga Makassar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang terbukti.
      Murid-murid ituditanya untuk tes saja, apakah anak generasi Z mengenal yang namanya seng atau tidak. Ternyata TIDAK. hahaha...

      Hapus
  2. Iyayah Bun, kekurangan pakai seng itu berisik. Saya sendiri di rumah pakainya genteng, bebrapa bagian terbuka di rumah pakainya yang berbahan plastik tuh apa namanya ya, asbes bukan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Sulawesi apalagi di kampung-kampung pada umumnya menggunakan seng mbak

      Hapus
  3. Seng secara umum memang lebih aman dibanding asbes ya Bun.. semoga sukses terus utk seng Jonga Merah ��

    BalasHapus
  4. DI Jakarta, perumahan baru sudah pakai seng juga Bunda, tapi bentuknya sudah seperti genteng..
    Hebat Jonga Merah mampu jadi kebanggaan warga Sulawesi Selatan. Semoga makin sukses PT>Sermani Steel

    BalasHapus
  5. Di Sanana, Maluku Utara masyarakat juga menggunakan seng sebagai atap. Seingatku belum pernah liat genteng di Sanana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Makassar sudah beragam, tetapi seng masih dominan sih

      Hapus
  6. Wow Jongga Merah, produk lokal yang sangat dicintai oleh warga Sulawesi Selatan ya. Sampai anak-anak saja tahu merek ini, walaupun menyebutkan dengan nama yang berbeda-beda tapi maksudnya sama yaitu si Jongga Merah. Nice sharing Ka Dawiah 👍.

    BalasHapus
  7. hahaha ini mi seng legend dari Makassar
    orang Makassar memang kayaknya hanya tahu satu merek seng.
    dulu saya bahkan kira di seluruh Indonesia hanya ada merek seng ini

    BalasHapus
  8. Wah, emang sudah jarang ya pemakaian atap send. Tapi di rumah ku ada yg masih pakai juga 😁😁

    BalasHapus
  9. Tempat saya masih banyak yang menggunakan genteng bun..soalnya deket dengan home industri genteng.hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya gunakan genteng adem, tetapi berat dan tidak tahan lama. Coba dekat rumahnya ada seng Sermani Steel pasti lebih irit gunakan seng

      Hapus
  10. bangunan yang menggunakan Seng memang lebih adem ya mba, dibanding menggunakan asbes. Selain itu juga tidak sehat menggunakan asbes.
    Sukses terus untuk Perusahaan sengnya.
    Terima kasih untuk sharingnya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya ya sayang, sukses juga untukmu.

      Hapus
  11. Wow...keren ya Sermani. Bunda Dawiah nanti surveynya skali dalam skala besar besaran ya. Nanti Abby bantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah siap, apalagi kalau disupport sama pak direktur, hehehe

      Hapus
  12. Keren seng Jonga Merah yang buat kebanggaan Sulawesi Selatan. Semoga sukses seng Jonga Merah :)

    BalasHapus