Jumat, 10 Maret 2017

Betapa Beratnya Menetapi Ikhlas


Ini tulisan pertama saya  setelah beberapa terakhir ini dibayang-bayangi oleh rasa takut. Karena kepolosan saya (malu rasanya menyebut diri bodoh), saya dikerjai oleh seseorang yang mengobrak-abrik blog saya.
Blog yang isinya hanya remeh temeh itu masih juga “diminati” oleh orang yang memanfaatkan kepolosan saya.
Bagaimana ceritanya?

Awalnya sedikit gusar  ketika ada seseorang yang mengejek tampilan blog saya yang sangat sederhana. Namun dengan segala kerendahan hati saya mengatakan kalau saya adalah pemula, belum tahu apa-apa soal blog. 
Lalu dia menawarkan bantuannya untuk memperbaiki tampilannya, dan bodohnya saya langsung percaya. Bagai orang yang dihipnotis, maka saya pasrahkanlah nasib blog itu kepadanya.
Saya baru tersadar dari pengaruh hipnotis itu, ketika anak sulung saya menegur. Memberitahu bahwa itu namanya hackers.

“Apakah itu hacker, Nak? Tanya saya. (Semakin menggambarkan kepolosan = kebodohan saya).
“Orang yang akan memperoleh akses ilegal ke file tanpa sepengetahuan yang empunya, Mama.” Mata anak saya terlihat khawatir.
“Oh, yah Allah! Astagfirullah! 
Saya gemetar, panik, jantung rasanya berdetak sangat kencang.
“Apa yang akan dilakukan orang itu kepada blog saya yah? Saya semakin panik.  
Begitu paniknya diri saya, sampai-sampai saya menelpon orang-orang yang saya anggap lebih berpengalaman, curhat dan berharap mendapatkan solusinya juga dukungannya. Lebih tepatnya mengharapkan doanya agar tidak terjadi hal-hal yang akan merugikan saya.


Berhari-hari saya dibayangi rasa takut (hingga saat ini, sebenarnya). 
Takut kalau-kalau foto yang ada di blog itu dikerjain, misalnya disandingkan dengan siapa gitu? (Disandingkan dengan Raja Salman, misalnya). Ditelanjangi, atau tulisan saya diplesetkan, atau apalah..apalah. Ah..pokoknya segala macam hal buruk berkelebat dalam benak saya.

Maka, hari ini saya mencoba move on (kayak orang lagi patah hati saja).
Walau sesungguhnya saya tidak benar-benar move on, karena saya masih takut berkunjung apalagi membagi tulisan di sana.


Tindakan pertama yang saya lakukan adalah mengganti password, walaupun menurut anak saya, seorang hackers itu sangat piawai menyusup.

Tindakan kedua yang saya lakukan adalah membuat blog baru. (blog lama biarlah begitu).

Tindakan ketiga, adalah menulis kisah ini sebagai pengumuman kalau blog yang seadanya itu telah disusupi oleh penyusup, sehingga jika dikemudian hari terjadi hal buruk terhadap blog lama saya, dengan nama SALSABILA maka dunia sudah tahu kalau itu bukanlah perbuatanku.

Tindakan terakhir saya adalah berdoa kepada penentu takdir, semoga perlindunganNya masih menyelimuti diri dan keluarga saya. 


Semoga orang-orang yang berniat buruk terhadap saya , dibalikkan hatinya oleh Allah Azza wajallah menjadi baik dan menyadari kesalahannya.
Amin allahumma amin!

6 komentar:

  1. turut berduka cita mak, semoga tidak terjadi apa-apa, amiin

    BalasHapus
  2. astaga, makasih sharingnya ,a rtnya aku juga harus hati2 ya

    BalasHapus
  3. Aku sudah mampir di blog lama.
    Semoga tidak terjadi apa-apa ya.

    Etapi, apakah masih bisa akses ke sana?

    BalasHapus
  4. Waduh,baru tau ada kejadian seperti ini, tengkiu loh sharenya mbk, jd lebih kudu hati2 lagi nih aku, waspada..
    Semangat mbk, semoga segera ketemu solusinya yak

    BalasHapus
  5. Aamiin, terima kasih. Betul, tetap hati2 cukuplah saya yg mengalaminya bu

    BalasHapus
  6. Ooh buat blog baru ki' Kak ...

    Sip sip

    Sekarang sudah benar2 move on mi tooh? :)

    BalasHapus